Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Dua puluh lima tahun Ryu Jin mengurung jiwanya di dasar jurang terlarang demi menahan kebangkitan Pedang Tulang Hitam. Namun, Aliansi Tiga Sekte membantai seluruh warga desanya demi menguras darah jiwa murni. ​Tetesan darah warga merobek segelnya. Sang Iblis Purba terbangun dengan mata membara. Mereka tidak tahu bahwa desa itu bukanlah pemukiman biasa, melainkan penjara tempat dikurungnya bencana abadi. Kini, pintunya telah terbuka, dan Ryu Jin siap menagih jiwa para penguasa benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JERITAN DI GERBANG HITAM

​Angin malam yang membawa uap racun dan bau busuk membakar perbatasan luar Kota Darah Hitam. Di atas jalan batu yang gersang, bayangan dua sosok manusia membentang kaku di bawah pendar redup bulan yang tertutup awan merah.

​Ryu Jin melangkah tenang, menyeret langkah kaki yang konsisten dan tanpa jeda.

​Jubah cokelat pudarnya terkibas pelan. Wajah kusam sang pendekar tampak seperti batu ukir—dingin, datar, dan tanpa emosi sedikit pun. Di dalam dadanya, Pedang Tulang Hitam berdenyut halus, secara berkala menyerap mikro-esensi suci untuk menjaga kestabilan aura kematian yang menyelimuti simpul energi utamanya.

​Di bahu kirinya, Lian Xue terkulai pasrah bagaikan barang bawaan yang tak bernyawa.

​Efek samping dari Bunga Jiwa yang dipaksa masuk ke dalam saluran energinya, ditambahi penyerapan energi yang dilakukan Ryu Jin secara terus-menerus, telah menghancurkan seluruh sistem saraf dan aliran energi murni milik gadis itu. Setiap kali napas ditarik, rasa sakit bagaikan ribuan jarum membara menancap di dasar sumsum tulangnya melonjak hebat.

​Rasa sakit itu tidak hanya meremukkan fisiknya, tetapi juga menghancurkan seluruh harga diri dan martabatnya sebagai anak dari wanita suci.

​"Bunuh aku..." suara Lian Xue terdengar sangat kecil, pecah, dan gemetaran di antara deru angin malam.

​Air mata bercampur darah mengalir perlahan di pipinya yang pucat pasi. Jemarinya yang lemas mencoba mencengkeram kain jubah Ryu Jin tanpa kekuatan.

​"Aku mohon padamu... pangkas leherku... hancurkan jiwaku..." rintih Lian Xue histeris dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Ketakutan akan balas dendam, kehancuran sekte, dan penderitaan fisik yang tiada akhir telah mendorongnya ke jurang keputusasaan yang paling gelap. Ia tidak lagi bermimpi untuk membalas dendam; ia hanya ingin rasa sakit yang menyiksa ini berakhir. "Jangan biarkan aku hidup seperti ini... Bunuh aku, Iblis!"

​Ryu Jin tidak membalas.

​Ia bahkan tidak melirikkan matanya sedikit pun ke arah gadis di bahunya. Bibir kusamnya tetap terkatup rapat, membisu bagaikan mayat berjalan.

​Bagi Ryu Jin, tangisan, rintihan, maupun permohonan kematian Lian Xue tak lebih dari sekadar bising angin yang lewat. Kematian adalah sebuah kemewahan, dan Lian Xue belum berhak mendapatkan kemewahan itu sebelum seluruh pimpinan Sekte Dewa Langit Merah di Wilayah Pusat musnah di tangannya. Lian Xue adalah alat, waduk energi, dan jembatan penyeimbang—keberadaannya akan terus diperah hingga tetes terakhir.

​DUAARR!

​Langkah kaki Ryu Jin terhenti di depan gerbang utama Kota Darah Hitam.

​Kota benteng raksasa itu dilindungi oleh tembok batu setinggi lima puluh meter, dilapisi oleh jaring-jaring formasi pertahanan berwarna merah pekat. Di atas dinding benteng dan pelataran gerbang, ribuan prajurit berzirah baja darah telah bersiaga penuh dengan panah pembakar jiwa dan tombak raksasa.

​Di barisan terdepan pelataran gerbang, berdiri tiga pria paruh baya bergaun merah darah dengan aura yang teramat menekan—tiga Tetua Luar Sekte dari ranah Soul Formation Menengah!

​"Bocah pembantai!" bentak Tetua Pertama dengan suara menggelegar, menggetarkan dinding batu kota. "Kau pikir kau bisa melenggang masuk ke Kota Darah Hitam setelah membunuh utusan kami?! Serahkan anak Dewi Lian Ji dan berlututlah!"

​"Serang! Musnahkan dia sampai tak tersisa!"

​WUUUUUSH!

​Ribuan panah pembakar jiwa meluncur turun bagaikan hujan meteor merah, diiringi oleh tusukan ratusan tombak raksasa dari pasukan elit yang melesat maju menembus udara!

​Serangan gabungan itu begitu padat, menutup setiap inci celah melarikan diri di pelataran benteng.

​Ryu Jin yang memanggul Lian Xue di bahunya tidak melangkah mundur satu sentimeter pun. Matanya yang merah darah berkilat tajam dalam kegelapan.

​Tangan kanannya bergerak, mencabut pedang besi berkarat di pinggangnya.

​SSSTTT!

​Aura kematian dari Mata Merah Kedelapan meledak mendatar dari dalam dada Ryu Jin! Hawa dingin yang mematikan menyatu dengan pedang besinya, mengubah bilah berkarat itu menjadi pedang aura hitam keemasan yang teramat mematikan!

​Ryu Jin mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas dalam satu tebasan lurus.

​PRANG! DUAARR!

​Gelombang aura pedang raksasa membelah tanah batu, menyapu hujan panah dan benteng tombak musuh bagaikan menyapu debu jalanan!

​"A-Apa?!" tiga Tetua ranah Soul Formation Menengah membelalakkan mata dalam horor yang luar biasa!

​Sebelum mereka sempat mengaktifkan jurus pelindung tertinggi, bayangan hitam Ryu Jin telah muncul tepat di antara mereka.

​KLANG! DUAARR!

​Ryu Jin memutar pergelangan tangannya, mengibaskan aura kematian secara melingkar. Dalam kurun waktu satu kedipan mata, kepala tiga Tetua ranah Soul Formation Menengah melayang di udara, sementara tubuh ribuan prajurit di belakang mereka seketika mengering, berubah menjadi abu hitam yang beterbangan dihantam angin malam!

​Tembok benteng Kota Darah Hitam setinggi lima puluh meter hancur berkeping-keping dalam satu kali tebasan!

​Ryu Jin melangkah menembus lautan abu dan reruntuhan batu, memasuki pusat kota benteng yang telah rata dengan tanah.

​Di bawah balai kota yang hancur, sebuah tangga batu melingkar membawanya turun ke ruang bawah tanah raksasa. Di sana, berdiri sebuah mesin batu kuno yang terus berputar—Kompartemen Jiwa—tempat sekte menampung dan memproses jutaan esensi jiwa yang dikumpulkan dari seluruh wilayah.

​Pusaran energi jiwa di dalam kompartemen itu sangat masif, namun juga teramat liar dan beracun. Jika diserap secara langsung, energi liar itu sanggup merusak pusat energi dan memicu penyimpangan energi murni.

​Namun, Ryu Jin menatap mesin raksasa itu dengan mata dingin yang penuh kalkulasi.

​Ia menurunkan tubuh Lian Xue dari bahunya, melemparkan gadis yang lemas itu tepat di atas simpul aliran energi Kompartemen Jiwa.

​TAK!

​Ryu Jin menancapkan ujung pedang besinya lurus menembus lantai batu di samping leher Lian Xue, mengikat seluruh simpul energi gadis itu dengan aura kematian.

​"A-Apa yang... ingin kau lakukan..." rintih Lian Xue dengan napas tersengal-sengal, matanya yang redup menatap Ryu Jin dengan ketakutan yang kian memuncak.

​Ryu Jin menggunakan tubuh Lian Xue sebagai Jembatan Penyaring Jiwa!

​GZZZZZZ!

​Ryu Jin mengaktifkan alur penyerapan paksa! Jutaan esensi jiwa yang berada di dalam kompartemen batu ditarik secara liar, ditembakkan masuk menembus tubuh Lian Xue terlebih dahulu!

​Energi Murni Darah Suci di dalam tubuh Lian Xue bekerja secara otomatis sebagai penawar racun liar tersebut, menyaring seluruh energi kotor sebelum akhirnya dialirkan bersih lurus ke dalam dada kiri Ryu Jin!

​"AAAAAAAHHHHHHHHJGH!"

​Jeritan penderitaan paling memilukan yang belum pernah terdengar sepanjang perjalanan pecah dari tenggorokan Lian Xue! Tubuhnya kejang-kejang hebat di atas lantai batu, matanya memutih, dan seluruh pembuluh darah di kulitnya membiru tegang saat jiwanya dipaksa menjadi penyaring jutaan energi raksasa!

​Penderitaan fisik dan jiwa yang berlipat ganda meremukkan seluruh kesadaran Lian Xue, membuatnya merasakan neraka dunia yang tak terbayangkan.

​Sementara itu, di dalam dada Ryu Jin, Pedang Tulang Hitam melahap pasokan energi murni yang telah disaring tersebut secara serakah!

​DUAARR! DUAARR! DUAARR!

​Rasa panas dan gejolak energi di dalam tubuh Ryu Jin menyatu sempurna. Tanpa ada hambatan penyimpangan sedikit pun, aura kematian Ryu Jin melonjak tajam secara drastis, menembus puncaknya dan membawa kekuatan tempurnya melompat mendekati batas akhir ranah Soul Formation!

​Integrasi pedang di dadanya mencapai tingkat kesempurnaan yang belum pernah terjadi sebelumnya!

​KRAK! DUAARR!

​Mesin raksasa Kompartemen Jiwa hancur berkeping-keping akibat kehabisan esensi. Seluruh kompleks bawah tanah dan Kota Darah Hitam runtuh sepenuhnya ke dalam tanah, menyisakan kawah abu hitam yang membisu.

​Ryu Jin menarik pedang besinya, membiarkan asap hitam keemasan yang membungkus tubuhnya meredap kembali ke dalam rongga dadanya.

​Di atas tumpukan batu yang hancur, Lian Xue terkulai kaku.

​Gadis itu masih bernapas, namun jiwanya telah kosong dan remuk sepenuhnya. Matanya menatap hampa ke arah langit malam tanpa ada lagi rasa takut, marah, ataupun dendam yang tersisa. Ia telah menjadi boneka rusak bernyawa yang menyadari bahwa permohonan kematiannya tak akan pernah dikabulkan hingga iblis di hadapannya selesai menumpas seluruh musuhnya.

​Ryu Jin berjongkok santai, menyambar bahu Lian Xue yang kaku, lalu menyampirkannya kembali di bahunya bagaikan barang bawaan tanpa bernyawa.

​Ia berdiri tegak di tepi kawah reruntuhan Kota Darah Hitam, menatap lurus ke arah pilar cahaya merah raksasa yang membumbung tinggi di ufuk barat—pilar cahaya dari Altar Dewa Langit Merah.

​Pintu gerbang terakhir telah hancur. Dengan kekuatan puncaknya dan keberadaan alat penyeimbang di tangannya, Ryu Jin melangkah menembus malam menuju puncak Wilayah Pusat tempat sang dalang sejati berkuasa!

1
Sri
❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Sri
😎😎😎
Sri
😍😍😍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
saling support yo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!