Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Manis Anak Tuan Adrian

Gadis Manis Anak Tuan Adrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Keluarga Adrian dikenal sebagai salah satu keluarga paling terpandang dan kaya.
Di mata publik, mereka adalah keluarga sempurna.
Kaya.
Terhormat.
Bahagia.
Namun di balik rumah besar itu, tersimpan banyak rahasia.
Persaingan bisnis, pengkhianatan, iri hati, dan orang-orang yang ingin menghancurkan keluarga Adrian mulai bermunculan.
Semuanya berubah ketika lahir seorang gadis kecil bernama Adeline Adrian Wijaya.
Sejak kecil, Adeline memiliki kemampuan aneh:
dia dapat mendengar suara hati manusia.
Dia bisa mendengar kebohongan yang tidak pernah terucapkan.
Dia bisa mengetahui seseorang yang tersenyum tetapi sebenarnya membenci.
Dia bisa mendengar rasa sakit yang disembunyikan seseorang.
Awalnya keluarga menganggap itu hanya imajinasi anak kecil.
Namun perlahan, kemampuan Adeline menyelamatkan keluarganya.
Ketika seseorang berpura-pura baik.
Ketika ada anggota keluarga yang diam-diam berkhianat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Rumah besar Wijaya mulai pulih dari guncangan setelah pengungkapan masa lalu Adrian. Namun kenyamanan itu tidak bertahan lama. Marissa, yang selama ini diam setelah kegagalan Victor di rapat dewan, mulai muncul kembali dengan taktik baru. Kali ini dia tidak datang dengan terang-terangan. Dia datang dengan senyum lembut, kata-kata manis, dan kepura-puraan yang begitu sempurna sehingga hampir semua orang terperdaya.

Marissa mulai mendekati setiap anggota keluarga satu per satu, berpura-pura menjadi pendengar yang baik dan penasihat yang bijaksana. Dia datang ke rumah besar Wijaya hampir setiap hari, membawa kue buatan tangan dan cerita-cerita ringan yang membuat suasana terasa lebih hangat.

Kepada Elena, Marissa berkata dengan suara penuh perhatian, "Aku tahu betapa sulitnya menjadi istri pemimpin perusahaan. Adrian pasti sangat sibuk dan sering meninggalkanmu sendirian. Jika kau butuh teman bicara, aku selalu ada untukmu."

Elena yang memang merasa kesepian akhir-akhir ini, mulai terbuka pada Marissa. Dia menceritakan kekhawatirannya tentang Adrian yang terlalu banyak bekerja, tentang Nathan yang tumbuh dewasa terlalu cepat, dan tentang Adeline yang selalu terbebani oleh kemampuannya. Marissa mendengarkan dengan penuh perhatian, mengangguk-angguk, dan memberikan nasihat yang terdengar sangat bijaksana.

Kepada Nathan, Marissa berkata dengan nada iba, "Kau anak yang luar biasa, Nathan. Kau selalu melindungi adikmu. Tapi jangan lupakan dirimu sendiri, ya. Kau juga berhak mendapatkan perhatian dan kesempatan. Jangan biarkan semua orang hanya fokus pada Adeline."

Nathan yang awalnya curiga, mulai melunak mendengar kata-kata Marissa. Dia memang sering merasa terabaikan, meskipun dia tidak pernah mengeluh. Marissa tahu cara menyentuh titik lemahnya.

Kepada William, Marissa berbicara dengan penuh hormat, "Ayah, aku sangat mengagumi kebijaksanaan Ayah. Tapi aku khawatir Adrian terlalu terbebani. Mungkin Ayah bisa membantu meringankan bebannya. Bukankah keluarga harus saling mendukung?"

William yang sudah tua dan lelah, mulai mempertimbangkan kata-kata Marissa. Dia memang melihat bagaimana Adrian semakin kelelahan akhir-akhir ini. Mungkin memang sudah waktunya untuk berbagi tanggung jawab.

Adeline mengamati semua ini dari kejauhan. Gadis kecil itu duduk di sudut ruangan, memeluk boneka beruangnya dan mendengarkan dengan waspada. Suara hati Marissa berbicara dengan sangat jelas di telinga batinnya.

Mereka semua bodoh. Lihat betapa mudahnya aku membodohi mereka. Elena sudah mulai percaya padaku. Nathan mulai melunak. William mulai mempertimbangkan kata-kataku. Sebentar lagi, aku akan membuat mereka semua saling bertengkar. Lalu aku dan Victor akan mengambil alih semuanya.

Adeline merasakan dadanya sesak. Marissa lebih berbahaya dari Victor. Victor menggunakan kekerasan dan ancaman, tetapi Marissa menggunakan kata-kata manis dan manipulasi. Dia meracuni pikiran orang-orang perlahan-lahan, membuat mereka percaya bahwa dia adalah teman, padahal dia adalah musuh yang paling berbahaya.

Suatu sore, Marissa datang dengan berita yang tampaknya menggembirakan. "Aku mendengar bahwa ada investor asing yang tertarik bekerja sama dengan Wijaya Corporation," katanya pada Adrian yang sedang duduk di ruang tamu. "Mereka sangat kaya dan berpengaruh. Jika kita bisa mendapatkan investasi mereka, perusahaan kita akan selamat."

Adrian yang sedang putus asa mencari solusi untuk perusahaannya, langsung tertarik. "Benarkah? Siapa investornya?"

Marissa tersenyum manis. "Mereka adalah teman lama keluargaku. Aku bisa mengatur pertemuan jika kau mau, Adrian. Aku hanya ingin membantu keluarga kita."

Adeline yang mendengar percakapan itu, segera tahu bahwa ini adalah jebakan. Suara hati Marissa berbicara dengan penuh kemenangan.

Adrian akan terjebak. Investor itu adalah teman Victor. Mereka akan membuat Adrian menandatangani kontrak yang menghancurkan perusahaannya. Dan setelah itu, tidak ada yang bisa menyelamatkannya.

"Ayah, jangan percaya padanya," kata Adeline dengan suara keras, membuat semua orang di ruangan itu menoleh. "Tante Marissa berbohong. Investor itu bukan teman baik. Mereka bekerja untuk Paman Victor."

Marissa tersenyum tipis, tetapi matanya menyipit penuh amarah. "Adeline, Sayang, Tante hanya ingin membantu. Kenapa kamu selalu curiga pada Tante?"

"Aku mendengar suara hati Tante," jawab Adeline dengan tegas. "Tante ingin Ayah menandatangani kontrak yang jahat. Tante ingin menghancurkan perusahaan kita."

Adrian menatap Marissa dengan tatapan tajam. "Apa benar ini, Marissa?"

Marissa tertawa kecil, mencoba terdengar santai. "Adrian, kau tidak mungkin percaya pada omongan anak kecil, kan? Aku hanya ingin membantu. Tidak ada maksud buruk sama sekali."

"Aku percaya pada putriku," jawab Adrian dingin. "Dia tidak pernah berbohong padaku. Dan jika dia mengatakan bahwa ada yang salah dengan rencanamu, maka aku percaya padanya."

Marissa terdiam. Wajahnya berubah pucat. Dia tidak menyangka Adrian akan sebegitu percayanya pada Adeline. Rencananya yang sudah dia susun dengan sangat hati-hati, hancur dalam sekejap karena seorang gadis kecil.

"Aku hanya ingin membantu," ulang Marissa dengan suara bergetar.

"Kamu hanya ingin menghancurkan kami," potong William yang selama ini diam mendengarkan. "Aku sudah cukup melihat permainanmu, Marissa. Keluar dari rumah ini dan jangan pernah kembali."

Marissa tidak punya pilihan selain pergi. Dia berjalan keluar dari rumah besar itu dengan kepala tegak, tetapi di dalam hatinya, amarah membara. Dia tidak akan menyerah. Dia akan menemukan cara lain untuk menghancurkan keluarga Wijaya.

Adeline memeluk ayahnya erat setelah Marissa pergi. "Ayah, aku takut. Tante Marissa tidak akan berhenti. Dia akan terus mencoba."

Adrian mengusap rambut putrinya dengan lembut. "Ayah tahu, Sayang. Tapi selama kita bersama dan selama kita saling percaya, tidak ada yang bisa menghancurkan kita."

Elena mendekati mereka dan ikut memeluk. "Ibu minta maaf, Sayang. Ibu hampir percaya pada Marissa. Ibu hampir terjebak dalam kata-kata manisnya."

Nathan juga datang dan bergabung dalam pelukan keluarga. "Kita semua hampir terjebak. Tapi Adeline menyelamatkan kita lagi."

Adeline tersenyum kecil melihat keluarganya yang bersatu. Meskipun Marissa masih menjadi ancaman, dia tahu bahwa selama mereka saling percaya dan saling mendukung, tidak ada yang bisa benar-benar menghancurkan mereka. Dan dia, gadis kecil yang bisa mendengar hati, akan terus menjadi pelindung keluarga Wijaya, apapun yang terjadi.

Malam itu, ketika semua orang sudah beristirahat, Adeline duduk di dekat jendela kamarnya dan menatap bintang-bintang. Dia berbisik pada dirinya sendiri, "Aku akan terus mendengar. Aku akan terus melindungi keluargaku. Tidak ada yang bisa menghentikanku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!