Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Kedua Di Atas Luka

Cinta Kedua Di Atas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:41.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Serina Nirmala harus kehilangan suaminya, secara tragis tepat di hari ulang tahun putra mereka. Saat hendak membeli kue, Riki tewas tertabrak mobil Jovan Narendra, seorang pembalap muda yang saat itu kehilangan kendali akibat pengaruh obat yang diam-diam diberikan oleh seseorang yang ingin mencelakainya.

Dihantui rasa bersalah, Jovan berniat menebus kesalahannya dengan menikahi Serina, seorang wanita yang lima tahun lebih tua darinya. Awalnya Serina menolak, tetapi demi masa depan putranya dan karena Jovan bersedia bertanggung jawab atas kehidupan mereka, ia akhirnya menerima pernikahan tersebut.

Namun, pernikahan yang dimulai dari rasa bersalah perlahan berubah menjadi cinta bagi Jovan. Sementara Serina masih bergulat dengan luka kehilangan suaminya, sebuah pertanyaan terus menghantuinya.

Mampukah ia mencintai pria yang menjadi penyebab kematian suaminya, atau pernikahan ini justru menyimpan tujuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Cahaya matahari masuk melalui celah tirai rumah kontrakan Serina. Setelah malam panjang yang dipenuhi tangisan dan mimpi tentang Riki, Serina akhirnya membuat sebuah keputusan. Keputusan yang tidak mudah.Namun kali ini, ia tidak ingin mengambilnya karena tekanan orang lain. Ia ingin melakukannya demi Farel. Dan sedikit demi sedikit...

demi dirinya sendiri.

Di ruang tengah, Farel sedang duduk sambil memainkan mobil-mobilan pemberian Jovan.

"Bunda..."

"Hm?"

"Om Jovan kapan datang lagi?"

Serina tersenyum kecil. "Kenapa?"

"Farel kangen."

Serina menatap wajah putranya. Wajah kecil yang beberapa bulan lalu selalu dipenuhi kesedihan.

Sekarang anak itu kembali ceria. Dan Serina tahu...

salah satu alasan terbesar di balik perubahan itu adalah Jovan. Ia mengusap kepala Farel.

"Kalau Om Jovan datang, Farel mau bilang apa?"

Farel tersenyum lebar. "Farel mau bilang... Om Jovan adalah Doraemon Farel!"

Serina tertawa kecil. "Iya, iya."

Namun setelah Farel kembali bermain, senyum Serina perlahan memudar. Ia menatap foto Riki yang berada di atas meja. Pesan dalam mimpinya kembali terngiang.

Jemputlah kebahagiaan yang sudah ada di depan matamu.

Serina menarik napas panjang. "Mas..." Ia menyentuh bingkai foto itu. "Aku akan mencoba."

*

*

Menjelang siang, Jovan datang. Begitu mobilnya berhenti di depan kontrakan, Farel langsung berlari keluar.

"Om Jovan!"

Jovan baru saja turun dari mobil ketika tubuh kecil itu sudah memeluknya. "Hei, jagoan!"

Jovan tertawa sambil mengangkat Farel sebentar.

"Kangen?"

"Kangen banget!"

Jovan mencium rambut Farel. "Om juga."

Serina berdiri di ambang pintu. Tatapannya tertuju kepada keduanya. Kali ini tidak ada rasa takut seperti sebelumnya. Hanya ada ketenangan yang perlahan tumbuh. Jovan kemudian menatap Serina.

"Serina."

"Aku ingin bicara."

Serina mengangguk. "Nanti."

Jovan sedikit terkejut. "Nanti?"

"Aku juga ingin bicara denganmu."

Jovan menatapnya beberapa detik. "Baik."

Setelah Farel tertidur siang, Serina dan Jovan duduk berhadapan di ruang tamu. Suasana cukup hening.

Jovan terlihat gugup.

"Aku mau mengatakan sesuatu."

Serina mengangguk. "Tapi sebelum kamu bicara, biarkan aku yang bicara dulu."

Jovan langsung diam. Serina menarik napas panjang.

"Aku sudah memikirkan semua perkataanmu." Jovan menatapnya serius.

"Aku juga sudah memikirkan kejadian semalam." Serina menundukkan wajahnya.

"Dan aku... menerima."

Jovan membeku. "Menerima apa?"

Serina mengangkat wajahnya. "Aku menerima ajakanmu untuk menikah."

Jantung Jovan seolah berhenti berdetak. "Serina..."

Ia bahkan tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya. "Kamu serius?"

Serina mengangguk. "Iya."

Senyum perlahan muncul di wajah Jovan. Untuk pertama kalinya, pria itu terlihat benar-benar bahagia.

"Terima kasih." Ia menghela napas lega. "Aku janji kamu nggak akan menyesal."

Namun Serina segera mengangkat tangannya."Tapi ada syaratnya."

Senyum Jovan sedikit tertahan. "Syarat?"

"Iya."

"Apa pun." Jovan menjawab tanpa berpikir panjang.

Serina menatapnya serius. "Setelah kita menikah, tidak akan ada sentuhan fisik di antara kita."

Jovan terdiam. "Maksudmu?"

"Tidak ada hubungan seperti suami dan istri." Serina menarik napas. "Aku belum siap." Tatapannya mulai berkaca-kaca. "Aku masih mencintai Riki. Aku masih belum sepenuhnya sembuh dari kehilangan itu."

Jovan tidak langsung menjawab. Serina melanjutkan, "Aku tidak mau pernikahan ini membuatku merasa terpaksa." Ia menatap Jovan dengan penuh harap. "Kalau kamu benar-benar ingin melindungi aku dan Farel, tolong hormati batasanku."

Beberapa detik berlalu. Jovan masih diam.Serina mulai takut. "Kalau kamu tidak bisa menerima..."

"Aku terima." Jawaban Jovan begitu cepat hingga Serina terkejut.

"Apa?"

Jovan tersenyum. "Aku terima."

"Tapi..."

"Nggak ada tapi." Jovan menggeleng. "Aku nggak menikahimu untuk mendapatkan sesuatu dari kamu."

Serina terdiam.

"Aku cuma ingin kamu mau memberiku kesempatan untuk berada di sampingmu." Jovan tersenyum lembut. "Kalau kamu butuh waktu, aku akan menunggu."

Serina menatapnya."Serius, Jovan?"

"Serius." Jovan mengangguk. "Aku tidak akan menyentuhmu tanpa izinmu." Ia menambahkan,

"Dan aku juga tidak akan pernah menggunakan statusku sebagai suamimu untuk memaksamu melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan."

Mata Serina mulai berkaca-kaca. "Terima kasih."

Jovan tersenyum. "Justru aku yang harus berterima kasih."

"Kenapa?"

"Karena kamu mau menikah denganku." Jovan tertawa kecil. "Jujur saja, tadi sebelum datang ke sini aku..." Ia berhenti dan tersenyum. "...aku sudah menyiapkan mental kalau kamu akan menolak."

Serina tersenyum tipis. "Aku juga sebenarnya masih takut."

"Aku tahu."

"Takut orang-orang menganggap aku menikah denganmu hanya karena rumor."

"Biarkan mereka bicara."Jovan menatapnya. "Yang menjalani pernikahan ini adalah kita."

Serina terdiam. Jovan kemudian melanjutkan, "Dan satu hal lagi."

"Apa?"

"Aku tidak akan pernah meminta Farel memanggilku Ayah."

Serina terkejut. "Kenapa?"

"Karena dia sudah punya Ayah." Jovan menatap foto Riki. "Riki."

Serina langsung terdiam dan Jovan pun tersenyum.

"Aku hanya ingin menjadi seseorang yang menyayanginya, kalau pun suatu hari nanti Farel sendiri ingin memanggilku dengan sebutan tertentu, itu keputusan dia."

Air mata Serina jatuh.Ia segera menghapusnya dan Jovan melihatnya. "Jangan menangis, Aku cuma..."

Serina tersenyum di tengah air matanya. "Aku bersyukur."

"Untuk apa?"

"Karena ternyata kamu benar-benar tulus."

Jovan tertawa kecil. "Berarti sekarang aku resmi punya kesempatan?"

Serina mengangguk perlahan. "Ya."

Jovan menghela napas panjang.

Kemudian ia menatap langit-langit rumah. "Terima kasih, Tuhan."

Serina sampai tersenyum melihat reaksinya.Jovan lalu menatapnya kembali. "Aku akan menjaga janji ini."

"Janji apa?"

"Janji untuk menghormati kamu." Ia berhenti sejenak.

"Dan aku akan menunggu sampai suatu hari kamu sendiri yang merasa siap."

Serina terdiam. Jovan tidak mencoba menyentuhnya.

Tidak mencoba memeluknya. Tidak mencoba mengambil keuntungan dari status yang sebentar lagi akan berubah.Ia hanya duduk di tempatnya.

Memberikan ruang, Memberikan waktu. Dan justru sikap sederhana itulah yang membuat hati Serina perlahan luluh.

Tiba-tiba terdengar suara dari kamar.

"Bunda!"

Serina dan Jovan sama-sama menoleh. Farel keluar sambil mengucek matanya.

"Om Jovan!"

Jovan tersenyum lebar. "Iya, jagoan."

Farel berlari menghampirinya. "Kalian sudah selesai bicara?"

Serina tersenyum. "Iya."

Farel menatap keduanya bergantian.

"Jadi..." Ia menunjuk Jovan. "Om Jovan benar-benar mau menikah sama Bunda?"

Jovan tertawa."Iya."

Farel langsung bersorak.

"Yeeee!" Ia berlari memeluk Jovan. "Berarti Doraemon Farel nggak pergi lagi!"

Jovan tertawa sambil mengusap kepala Farel. "Nggak."

"Janji?"

"Janji."

Farel kemudian berlari memeluk Serina. "Bunda menikah sama Om Jovan!"

Serina tertawa kecil sambil memeluk putranya. "Iya, Sayang."

Namun di balik senyumnya, hati Serina masih menyimpan satu nama yaitu Riki. Ia tahu pernikahan ini bukan berarti menghapus masa lalunya. Ia hanya sedang mencoba membuka pintu kecil menuju masa depan. Dan di hadapannya berdiri seorang pria yang bersedia menunggu yakni Jovan.

Pria yang awalnya datang sebagai bagian dari tragedi. Namun perlahan...

justru menjadi seseorang yang menghadirkan kembali tawa di rumah kecil mereka. Sementara Jovan memandang Serina dan Farel.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan dari dunia balap, kemenangan, ataupun ketenaran.

Kehangatan sebuah keluarga. Dan dalam hati, Jovan hanya mampu berucap:

"Aku tidak peduli berapa lama aku harus menunggu."

Yang penting, sekarang Serina sudah memberiku kesempatan.Aku akan menjaganya... dan Farel... dengan seluruh hidupku."

Bersambung....

1
vania larasati
lanjut kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Semoga itu jodohnya Daren 👍
Nar Sih
jodoh mu sdh otw ya daren
Nar Sih
seperti nya ini awal kisah cinta daren
Sri Angga
semoga menjadi jodoh mu y pak polisi Daren
Lucy
ini jodohnya Daren🤣🤣biar dia GK trlalu memikirkan Serina lagi👍👍👍
Oma Gavin
jodoh Darren ini
vania larasati
lanjutt kak
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
ahir nya kbnr terungkap ,semoga gk ada mslh lgi yg sulit dlm rmh tangga jovan serina
Nar Sih
ahir nya ketangkap oleh ank sendiri🤣
Nadja 🎀
waah sebentar lagi terbongkar misteri knp ibunya jovan died? alasannya...
Lucy
mampus kau Marcella ketakutan juga kan,KLO Daren dah bertindak jgn kau berharap akan lolos ttp mendekam di jeruji besi😃😃😃
Lucy
Daren terus semngat bantu Jovan jgn sampai ibumu dan Jenifer berhasil menghancurkan Jovan 👍
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
main lo kalian kurang bersih say... 😏
Oma Gavin
ngga perlu berputar putar masalah marcella dan jovan segera aja dibongkar Darren kamu jgn ngulur" waktu keburu marcella kabor dia sudah feeling kamu yg selidiki otomatis dia akan cari aman sendiri tanpa peduli sama jenifer
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
tunggu bntr lgi kedok kejhtn mu terbongkar oleh putra mu sendiri ,marcela🤣🤣
Nar Sih
semagat dareen💪usut tuntas kasus adik mu walau tersangka nya mungkin ibu mu sendiri
vania larasati
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!