Indonesia
NovelToon NovelToon
Semusim

Semusim

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Nikahmuda
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: september_ceria

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya Alika dapat menjejakkan kakinya di tempat ini. Tempat yang sangat ingin ia kunjungi sejak lima tahun yang lalu. Bertemu kakaknya yang sekitar dua tahun tak pernah ia jumpai.
Tak pernah terbayangkan oleh Alika jika liburannya kali ini akan membawanya pada pengalaman serta cinta yang baru. Berkenalan dengan Kim jisung, atau biasa ia menyebut dirinya leon.
Mengelilingi negeri gingseng bersama, mengalami banyak hal bersama dan menjalin rasa yang sama.
Namun sayangnya, Leon memiliki rahasia yang tertutup rapat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon september_ceria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran pertama.

Alika terkekeh dengan tingkah Dylan yang unik.

"Maksudnya apa?" tanya Alika pada pemuda di sebelahnya.

"Pengen kenalan" jawab Dylan tanpa mengalihkan pandang pada.

"Ooh. Alika asal Tangerang" Alika menjelaskan singkat tentang dirinya. Ia pun sama, asyik menatap sekitar tanpa melihat lawannya. Bukan niat tak sopan, tapi tak semua orang nyaman menatap lawan bicaranya.

Alika berubab posisi dari berdiri menjadi duduk. Menikmati angin sore.

"Kamu.. Udah punya pacar?" Dylan turut duduk di sebelah Alika. Alika mengangguk.

"Tapi pacar mu nggak marah kalau aku deketin kamu?. Maksud ku sebagai teman." Dylan menyandarkan tubuhnya di lalu menatap langit biru berhiaskan jingga.

"Marah?. Mungkin aja. Tapi nggak tahu, selama ini aku belum pernah lihat dia marah atau cemburu. Aku nggak pernah deket sama cowok mana pun" tutur Alika. Dia jujur tentang itu.

"Tapi menurut ku kalau emang buat temenan ya nggak masalah. Tapi kalau tujuannya lain" lanjut Alika.

Hembusan angin sore menerbangkan rambut Alika yang di gerai. Matanya berkedip dengan pelan. Saat ini Dylan jujur hanya ingin berteman. Alika gadis kalem, ramah juga pintar.

Dylan suka dengan kepribadian Alika yang dilihatnya di kampus. Ia ingin mengenal gadis itu. Sepertinya seru berbagi dengannya.

Dylan suka ketenangan. Tidak terlalu suka dengan orang- orang yang terlalu berisik. Sebab itu ia cukup pemilih dalam mencari teman.

Selama berada di kelas, Dylan memperhatikan teman- temannya. Orang yang masuk dalam standarnya sebagai teman hanya gadis itu.

Alika tertawa saja mendengar apa- apa yang diucapkan Dylan. Dylan malah tertawan oleh tawa Alika.

"Yaaahh.. Udah jam segini. Keasyikan sampe lupa waktu. Aku duluan, ya. See you, Dylan." Alika berlalu setelah pamit.

"See you too" Dylan membalas ucapan Alika. Hari ini ia merasa senang sebab memiliki satu teman baru seperti Alika.

***

"Baru pulang, Al?" Arion mendekat kala melihat adiknya baru masuk ke dalam rumah. Tangan kanannya sibuk mengusak rambutnya yang basah sehabis keramas.

"Iya, bang." Alika berlalu menuju kamarnya untuk bersih- bersih. Meninggalkan Arion yang menyetel tv sambil menikmati segelas coklat panas.

Alika meletakkan tasnya keatas meja belajar. Di kamar Alika tidak ada meja rias, sebab ukuran kamarnya tidak terlalu besar. Meja riasnya jadi satu dengan meja belajarnya.

Alika mengambil handuknya yang tergantung di depan pintu kamar mandi. Sekali pun kamarnya kecil tapi kamar mandinya di dalam. Alika menikmati kucuran air shower yang membasahi seluruh tubuhnya.

Menghempaskan rasa penat setelah seharian beraktivitas. Alika mengeringkan rambut sembari duduk di tepi ranjang, sebelah tangannya sibuk mengotak- atik hp.

"Udah nyampe?" pesan dari Dylan yang pertama masuk ke ponselnya. Pesan setengah jam yang lalu.

Usai membalas pesan Dylan, jari Alika beralih ke ruang perpesanannya bersama Jisung. Ada banyak pesan dan panggilan dari pria itu.

Alika membaca dari pesan masuk teratas yang belum ia baca. Alika menghela napas, ia merasa bersalah telah membuat khawatir lelakinya.

"Hai.." Sapa Alika begitu video call nya diangkat.

"Heem.." Nampaknya Jisung sedang merajuk. Terlihat dari jawabannya yang singkat.

"Lagi apa, sayang?" Alika mencoba menarik perhatian Jisung. Tak menjawab dengan kata- kata, lelaki itu hanya mengalihkan kameranya pada tumpukan berkas yang menggunung. Alika mengangguk paham.

"Maaf, ganggu. Kalau gitu aku tutup teleponnya" Alika bersiap menutup video call mereka. Namun suara Jisung menggagalkan rencananya.

"Darimana?" tanya Jisung. Bukan terdengar pertanyaan yang ramah meski pertanyaan sederhana. Sepertinya pria itu mulai berpikir macam- macam padanya.

"Kampus. Maaf aku tidak mengabari mu, tadi hp ku lowbat. Dan aku baru selesai mandi, jadi baru sekarang menghubungi mu" Terang Alika.

Namun tatapan Jisung terlihat meragukan jawaban Alika. Gadis mendengus kesal. Ia sedang lelah, tapi prianya malah merajuk.

"Kenapa?. Tidak percaya?" Tanya Alika. Ini lah sulitnya ldr, baru juga beberapa hari di tinggal.

"Nggak, aku jauh jadi aku nggak bisa percaya gitu aja" Jawab Jisung apa adanya. Setelah pernah dihianati, membuatnya tak mudah percaya.

"Terus?. Menurut mu gimana?" Alika tak mau sembarangan mengambil keputusan.

"Nggak biasanya pulang telat. Kamu kemana?" Tanya Jisung.

"Dari kampus. Masih nggak percaya?" Alika mencoba agar tidak menaikkan nada bicaranya.

"Alikaaa.. Sekali lagi aku tanya kamu darimana?" Alika semakin kesal saja. Tidak biasanya Jisung bertingkah begini. Badan capek tapi pacarnya malah mancing emosi.

"Aku udah jujur kalau aku dari kampus. Kalau nggak percaya ya sudah. Aku juga nggak tau caranya buat yakinin kamu kalau kamu aja nggak yakin sama aku" Alika tidak salah, memang benar dia dari kampus.

Mungkin yang salah cara bertanya Jisung, harusnya bertanya dengan siapa. Bukan darimana.

"Maaf, aku tidak bermaksud marah. Tapi aku sangat khawatir pada mu." Alika sangat mengerti itu.

"Ya. Sekarang lanjutkan dulu pekerjaan mu. Aku butuh istirahat" Tanpa menunggu balasan dari Jisung. Alika menutup teleponnya.

Merebahkan tubuh dengan tangan terlentang, kedua kaki masih menjuntai ke bawah. Alika menghela napas perlahan.

Hampir setengah tahun bersama, ini pertama kalinya mereka seperti ini. Alika tetap berusaha memejamkan mata meski perutnya keroncongan.

Lapar, tapi ingin makan pun malas. Selera makannya lenyap karena Jisung. Benarnya, ia tahu jika lelaki itu hanya mengkhawatirkannya. Tahu, jika dia tak bermaksud membentak dan memarahinya.

Lagi pula ini pertengkaran kecil yang tak perlu di pikirkan. Meski tak memikirkannya, namun nyatanya mampu merusak moodnya.

Alika menggelung tubuhnya dengan selimut, berharap dapat segera tidur. Tapi tetap saja mata enggan terpejam.

Alika duduk kembali, beralih ke meja belajarnya. Menggeser kursi agar lebih dekat dengan jendela.

Pemandangan musim salju diawal bulan. Terasa mulai dingin. Alika menatap jalanan yang masih ramai orang lalu lalang. Meski tempatnya sedikit ke dalam, namun dari tempatnya berada Alika masih dapat melihat jalan utama.

Hampir satu jam ia menikmati kesendiriannya. Suasana kamar ia buat temaram. Bukan lebay atau sok sedih.

Namun isi hati selalu ingin terungkapkan. Dengan cara apa pun. Mungkin ini salah satu cara Alika mengekspresikannya.

***

"Kemana lagi dia?. Kenapa nomornya nggak aktif?" Jisung berjalan mondar- mandir. Berulang kali menghubungi Alika tetapi nihil.

Mengirim pesan sejam yang lalu pada Arion pun belum ada jawaban. Terlalu sibuk memikirkan Alika, membuat pekerjaannya sedikit tersendat.

Jisung mengatur napasnya, lalu meletakkan hpnya di meja. Mungkin ia bisa menghubungi Alika lagi nanti, sekarang ia harus fokus pada pekerjaannya. Begitu pikirnya.

Setengah dari pekerjaannya telah selesai, saatnya ia mencoba kembali. Namun tetap tak aktif. Membuat Jisung semakin kalang kabut.

Tak peduli sekarang di tempat Alika jam berapa. Yang ia inginkan hanya mengetahui keadaan Alika saja.

Tak lama pesan dari Arion pun masuk. Mengatakan jika gadis itu tengah tertidur lelap. Disertai dengan foto yang diambil Arion.

Jisung bernapas lega, senyum tersungging di bibirnya. Setidaknya gadis itu baik- baik saja. Besok ia akan menghubunginya lagi.

1
Mak rempong
Terima kasih yang telah membaca novel Semusim. Semoga berkenan, kritik dan saran saya tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!