Kisah ini kelanjutan dari novel author sebelumnya yang berjudul Khairunisa anak indigo.
Di sini menceritakan tentang kehidupan anak - anak Nissa dan Aditya yang juga memiliki kemampuan spesial sama seperti Nissa.
Apa saja yang akan di lalui oleh kedua anak Nissa, dan bagaimana kehidupan mereka yang selalu berhubungan dengan makhluk tak kasat mata?
Cus langsung baca kisahnya selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Suryani iin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Cukup lama mereka bertarung satu sama lain sampai tiba-tiba...
Wuuussshhh...
BRAAKH...
" Aaakkkkhhh... " jerit Aisyah yang terpenting karena terkena serangan dari makhluk besar itu.
" Bibi... " teriak Risa yang langsung menghampiri Aisyah yang terbentur Diding goa itu.
" Hahahaha... Rasakan itu hahahaha... " kata makhluk itu dengan tertawa puasanya melihat lawannya kalah.
" Itu akibatnya kalian berani masuk kedalam wilayah kekuasaan kami, karena kalian sudah berani masuk, kalian tidak akan pernah keluar lagi hahahaha... " kata dukun itu juga sambil tertawa dengan kerasnya.
" Bibi tidak apa-apa " kata Risa yang langsung menolong Aisyah.
" Uhuk uhuk...bibi tidak apa-apa Ris uhuk uhuk... " sahut Aisyah yang sudah lemah.
" Kurang ajar kau iblis jahanam, tidak akan ku ampuni kau, hiiiaaaa... " kata Risa dengan marahnya, dan langsung muncul keberanian dalam dirinya karena saking marahnya melihat sahabat dari ibunya itu terluka.
Brasshh...
brasshh...
Wuuussshhh...
Risa langsung menyerang dan terus menyerang dengan seluruh kekuatannya, tanpa memberi kesempatan lawan untuk membalas serangannya.
Risa melawan makhluk hitam besar itu dan dukun itu sekaligus secara bersamaan, karena saking marahnya Risa hingga kecepatan gerakan dan kekuatannya berkali - kali lipat, sehingga makhluk dan dukun itu tidak bisa membalas serangan dari Risa.
Sedangkan Aisyah sangat terkejut melihat kekuatan dan kemampuan yang Risa miliki, ia tidak menyangka kalau Risa yang penakut itu, sekali marah kekuatannya berkali - kali lipat, sampai tubuh Risa yang berada di rumah Ros pun bergetar hebat.
Melihat seperti itu Bu Indah langsung menghentikan bacaan ayat suci Alquran nya, dan langsung merangkul tubuh Risa, sedangkan Ros masih terus khusyuk mengaji untuk membantu sahabatnya itu.
Dengan lantunan ayat suci Alquran yang di baca Ros, tiba-tiba cahaya putih timbul dan mengelilingi jiwa Risa yang sedang bertarung itu, tanpa membuang kesempatan lagi, Risa langsung mengumpulkan kekuatan di kedua telapak tangannya, dan tidak menunggu lama lagi, gumpalan kekuatan yang berbentuk bola cahaya yang ada di kedua telapak tangannya itu, langsung Risa lemparkan kearah makhluk dan dukun itu sekaligus.
" Aaaaaaa... " teriak makhluk besar dan dukun itu bersamaan.
Seketika dukun dan makhluk hitam besar itu langsung terbakar kekuatan cahaya milik Risa itu berubah menjadi api dan langsung membakar keduanya.
Sedangkan tubuh dukun yang duduk di hadapan wanita paruh baya itu juga langsung ikut terbakar, dan bertapa terkejutnya wanita paruh baya itu melihatnya.
" Mbah, mbak kenapa Mbah... " panggil wanita itu yang sangat ketakutan melihat mbah dukun itu terbakar.
Melihat lawannya sudah terbakar, Risa dan Aisyah langsung mengeluarkan jiwa pak Dedy dari sangkar besar itu.
Tanpa menunggu lama lagi mereka bertiga langsung menghilang dan pergi dari tempat itu.
Dan tidak perlu waktu lama, dengan terbakarnya jiwa dukun dan makhluk itu, juga tubuh dukun itu, goa dan tempat itu juga langsung hancur dan terbakar.
Sedangkan wanita paruh baya itu tidak sempat menyelamatkan dirinya dan langsung terbakar hidup-hidup bersama terbakarnya tempat itu.
Aisyah langsung membawa jiwa Risa dan pak Dedy kembali ke rumah, setelah sampai jiwa pak Dedy langsung masuk kedalam tubuhnya, begitu juga dengan Risa, setelah itu Aisyah langsung kembali untuk mengobati lukanya di alam gaib tempat kakek buyut Nissa berada.
Setelah jiwa Risa masuk kedalam tubuhnya, tubuhnya pun berhenti bergetar.
" Alhamdulillah... " gumam Risa pelan sambil membuka matanya perlahan.
" Alhamdulillah... " gumam pak Dedy yang juga membuka matanya dengan perlahan.
Mendengar itu Ros pun menyudahi bacaan ayat suci Al-Quran nya, sedangkan Bu Indah langsung merasa lega dan bersyukur mendengar suaminya mengucapkan itu.
" Alhamdulillah ya Allah... Pak " kata Bu Indah yang langsung memeluk suaminya yang sudah sadar itu.
Begitu juga dengan Ros ia langsung memeluk Risa.
" Alhamdulillah... Terimakasih ya Allah, terimakasih Risa " kata Ros yang sangat lega, dan langsung di balas senyuman dan balasan pelukan dari Risa.
Alhamdulillah Author Untuk Ulasan nya Walaupun Hanya Sekedar Cerita yg Penting kita Selalu di Jalan Baik dan Benar Semoga ALLAH swt Selalu Melindungi nya.... kebetulan 2 Anak dan Cucu Saya juga indigo.... Terimakasih Author Sehat Selalu AAMIIIN YRA
mampir jg ya