Indonesia
NovelToon NovelToon
Mencintai Wanita Gagal Move On

Mencintai Wanita Gagal Move On

Status: sedang berlangsung
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Gresyst_lee

Mencinta tanpa dicintai? menyakitkan bukan?

Hal ini terjadi pada Devan Roberts. Pria yang banyak disukai wanita itu malah jatuh cinta pada wanita yang sama sekali tidak menyukainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresyst_lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

‘’Hei kau,’’ panggil Chloe pada Devan, ‘’aku tidak peduli, jika kau tetangganya atau bukan, jika kau memiliki perasaan padanya, kau harus berjuang lebih keras. Sainganmu adalah kenangan indah yang sampai saat ini masih menguasai separuh hidupnya.’’ Devan dibuat bingung akan ucapan itu, dia tidak mengerti maksudnya.

‘’Kenapa kau ada disini?’’ tanya mama Risa, dengan nada tidak sukanya, saat melihat Devan ada di apartemen Alesya.   Devan dan Chloe serempak melihat ke arah sumber suara, yang sedikit mengagetkan mereka itu, Devan langsung berdiri dari duduknya, lalu melangkah menghampiri dan memberikan salam pada kedua orang tua Alesya, begitupun dengan Chloe.

‘’Selamat pagi om, tan,’’ ucap Devan dengan sopan, begitupun dengan Chloe.

‘’Pagi Dev, pagi Chloe,’’ jawab papa radit, sedangkan mama Risa hanya diam, sambil memelototi Devan. ‘’Untuk apa kau disini?’’ tanyanya dengan ketus. Alesya dan papa radit pun langsung menegurnya, karena merasa tidak enak dengan sikap mama Risa.

‘’Sudah ku katakan, untuk menjauhi Alesya dan sekarang kau malah datang ke apartemennya?’’

‘’Ma, jangan berlebihan, memangnya apa salahnya Devan datang?’’ bela papa radit, tapi mama Risa malah ikut memelototinya. papa radit langsung menghindar, dengan menarik tangan Devan bersamanya. Sontak saja, apa yang dilakukan papa radit itu, membuat mama Risa bertambah kesal, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa, selain membiarkannya, karena tidak mungkin baginya meneriaki suaminya itu, apalagi ada Chloe bersama mereka.

Setengah jam berlalu, Devan dan Chloe pamit pulang, karena ingin memberi waktu untuk Alesya berbincang dengan kedua orang tuanya.

‘’Usahamu harus ektra, karena kau harus mengambil hati dua wanita sekaligus,’’ ucap Chloe begitu dia dan Devan keluar dari unit apartemen Alesya.

Devan hanya mendesah, benar kata Chloe, dia bukan hanya harus berusaha mendekati dan mengambil hati Alesya, tapi juga mama dari wanita itu, yang jelas-jelas selalu menolak dan tidak menyukainya.

Chloe pun tertawa kecil, karena respon Devan, apalagi melihat raut wajah pria itu, yang sepertinya sedikit tertekan.

Di unit apartemennya, Alesya dan kedua orang tuanya sudah berbincang santai, tidak satupun dari mereka, yang bertanya tentang apa yang terjadi kemarin, bukannya tidak peduli, tapi mereka tidak ingin Alesya kembali kepikiran. Bagi mereka, asal Alesya baik-baik saja, itu sudah cukup.

Alesya pun sama, dia tidak ingin membicarakan hal itu dengan orang tuanya, wanita itu hanya tidak ingin membuat kedua orang tuanya khawatir. Ini masalahnya, jadi dialah yang akan menyelesaikan.

Saat sedang asyik berbincang dengan kedua orang tuanya, tiba-tiba saja Alesya mendapat telepon, dari perusahaan tempatnya bekerja. Pihak perusahaan memintanya untuk datang ke kantor, untuk menghadiri meeting dadakan, yang akan dihadiri langsung oleh sang presdir.

‘’Papa antar ya sayang,’’ tawar papanya, tapi Alesya menolak dan malah menyuruh kedua orang tuanya untuk pulang. Awalnya mama Risa menolak, dia bersikeras ingin mengantar Alesya.

‘’Ma, aku mohon,’’ ucap Alesya dengan wajah memelasnya, mama Risa pun tidak bisa memaksa lagi. Dia mencium kening Alesya terlebih dulu, sebelum keluar dari apartemen anak bungsunya itu.

*****

Alesya memandangi gedung tinggi yang ada di depannya, sekarang dia sudah berada di lobby perusahaannya. Sebelum melangkah masuk, terlebih dulu Alesya membuang nafas kasar, seraya mengumpulkan keberanian. Apapun hasil meeting kali ini, dia akan menerimanya, tapi untuk siapa yang menjebak dan merusak acar fashion shownya, tidak akan dia lepaskan begitu saja.

Saat hendak melangkah, Alesya dikagetkan oleh seseorang yang kini sudah berdiri di sampingnya. Matanya mimicking, melihat pada Devan yang sudah memberikan senyum manisnya.

‘’Tenanglah, apapun yang terjadi nanti, kau tidak sendiri. Aku akan ada disana bersamamu, menemanimu dan memberimu kekuatan,’’ ucap Devan. Alesya pun mengangguk, sambil memberikan senyumnya. Perlahan, keduanya melangkah beriringan, memasuki pintu masuk perusahaan.

‘’Lihatlah si biang kerok, yang hampir membuat perusahaan kita bangkrut,’’ teriak Nita, ketua tim designer,dari kelompok desainer yang selalu menjadikan tim Alesya sebagai saingan, padahal Alesya selalu ingin bertukar pikiran dan bekerja bersama dengan mereka.

Alesya terus melangkah membiarkan beberapa orang yang terus mengoceh dan mencibirnya. Bukannya tidak ingin membalas, Alesya tidak sebaik hati itu, tapi nyatanya, Devan menggenggam erat tangannya dan melarangnya untuk bertengkar, karena saat ini, ada hal yang lebih penting, selain beradu mulut dengan orang-orang tidak penting itu.

Alesya kembali menghentikan langkahnya, saat mereka tiba di depan ruangan meeting, dia beberapa kali menarik dan membuang nafas, lalu sedikit memperbaiki penampilannya, sebelum masuk ke ruangan itu.

Di ruangan meeting, sudah hadir para petinggi perusahaan, sang presdir dan juga beberapa investor besar perusahaan mereka. Semuanya menyambut Alesya dengan wajah datar, kecuali Direktur Leo, yang masih memberinya senyum, dan juga semangat.

‘’Jangan takut, jika gugup, kau hanya perlu melihat ke arahku,’’ bisik Devan, sebelum melangkah menuju kursi kosong yang diperuntukan untuk para investor.

Di ruangan itu, Alesya benar-benar mendengar banyak omong kosong yang keluar dari mulut para petinggi, para investor, bahkan dari sang Presdir sendiri.

Alesya mengepalkan jarinya di wajah meja, sejak tadi, dia terus di fitnah, banyak hal tidak benar yang mereka tuduhkan padanya. Hanya Devan dan Direktur Leo, yang sejak tadi menyangkal semua tuduhan yang dilayangkan padanya. Alesya bukanlah orang yang sabar, tapi sudah hampir 20 menit, sejak dia masuk ke ruangan itu, dia terus mendengar kata-kata tidak menyenangkan yang mereka layangkan untuknya.

Oke, dia mungkin bisa menerima,kalau mereka membebani kesalahan akan gagalnya acara fashion show padanya, tapi tidak dengan beberapa hal yang dituduhkan padanya. Tadi, ada yang menuduh Alesya ingin mendapatkan keuntungan yang lebih, makanya sengaja menjual desainnya pada pihak lain.  Ada juga yang mengatakan, kalau Alesya melakukan hal itu, sebagai protesnya, karena tidak menyukai perusahaan mereka. Ada yang mengatakan, kalau Alesya sengaja ingin membuat mereka rugi, karena memiliki dendam pribadi pada salah satu petinggi perusahaan. dan yang lebih parahnya, ada salah satu petinggi perusahaan yang membahas tentang hubungan spesial antara Alesya dan direktur Leo, serta menjelekan Direktur Leo dan mengatakan pria itu tidaklah kompeten dan selalu pilih kasih dan hanya selalu mengutamakan Alesya, dibanding tim satunya lagi.

Alesya yang geram, tidak lagi bisa mengontrol emosinya, dia mengarahkan wajahnya kesana kemari, menatap secara bergantian, orang-orang yang tadi sempat melayangkan fitnah padanya, termasuk sang presdir yang mengatakan kalau Alesya adalah kesialan yang pernah masuk dalam perusahaan itu.

‘’Hei kau yang botak,’’ panggil Alesya pada salah satu petinggi perusahaan yang duduk di samping direktur Leo.

Petinggi itu, langsung memperlihatkan ekspresi marahnya, karena sikap kurang sopan Alesya yang memanggilnya botak tanpa ada rasa hormat sama sekali. ‘’Tidak sop - ‘’ Dia tidak sempat meneruskan ucapannya, karena Alesya yang sudah lebih dulu memotong.

‘’Jangan banyak protes, pria sepertimu tidak pantas untuk diperlakukan dengan sopan. Kupikir selama ini kau pintar, ternyata sia-sia saja kau menjadi salah satu petinggi di perusahaan ini. Cara berpikirmu masih kurang cerdas. Hanya gajimu yang besar, tapi kau tidak memiliki kontribusi apapun.’’ Alesya menyeringai, menatapnya dengan tatapan remeh. ‘’Dan apa kau bilang tadi? Aku sengaja menjualnya, karena ingin memiliki keuntungan yang lebih besar? Apa bisa aku bertanya, apa kau menggunakan otakmu, saat kau menanyakan hal itu? Upz …’’ Alesya lalu menutup mulutnya, dengan tangan kanannya, tetapi tidak lama dan dia sudah kembali meneruskan ucapannya, ‘’tapi apa kau punya otak? Aku malah jadi ragu sekarang.’’ Setelahnya, dia tertawa kecil, ‘’dengar ya pak botak, kalau aku ingin menjual desain ku pada pihak lain, aku pasti sudah melakukannya dari dulu dan aku tidak sebodoh itu, untuk membahayakan karir ku. Jika aku ingin menjualnya, aku tidak mungkin memasukan produk itu dalam daftar produk yang akan ditampilkan di fashion show, sampai sini paham, botak?’’

‘’Alesya, kau benar-benar tidak mempunyai sopan santun lagi. Pria itu adalah salah satu atasanmu, walaupun bukan atasan langsung, tapi jabatannya lebih tinggi darimu. Selain jabatannya, dia juga jauh lebih tua darimu, pantaskah kau bersikap seperti tadi, padanya?’’ bentak sang Presdir, tetapi Alesya tidak mengindahkannya, dia malah memutar kepalanya dan menatap sang presdir dengan senyum meremehkannya.

‘’Jabatan lebih tinggi, lebih tua?’’ Ulang Alesya, ‘’Ya, selama ini aku memang diajarkan untuk menghormati seseorang yang jauh lebih tua, tapi perlu anda garis bawahi, bahwa tidak semua yang lebih tua, pantas untuk dihormati. Usia hanyalah angka, sedangkan sikaplah yang menentukan, bagaimana orang lain memperlakukan kita. Atau apa kalian para paruh baya ini, terlalu gila, akan yang namanya penghormatan?’’  Alesya kembali memutar kepalanya, menatap satu persatu, paruh baya yang ada di ruangan itu, lalu kembali menatap sang Presdir, dengan tatapan datarnya, tapi terkesan yang mengintimidasi.

‘’Jika kalian tidak menyukaiku tidak masalah, tapi tidak untuk mengatakan hal yang tidak-tidak. Aku bukanlah seseorang yang bisa berbaik hati, saat kalian merendahkanku seperti tadi!’’ Lalu dia kembali melihat pada sang Presdir, ‘’silahkan pak Presdir meetingnya dilanjutkan,’’ ucapnya mempersilahkan, dengan menggunakan tangan.

Alesya terlihat santai, tapi siapa yang tahu, kalau dalam hatinya, dia kembali merasakan kecewa yang teramat dalam, orang-orang yang dulu selalu menyanjungnya, kini malah mengucapkan banyak hal yang tidak masuk akal, mereka seolah ingin menggunakan insiden ini, untuk menjatuhkannya.

Bersambung .....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!