Mohon bijak untuk menanggapai sebuah karya
jangan lakukan boomlike ya jika tidak dibaca🙏🏼😁
Bantu dukung dengan cara Like, Komen, Hadiah dan Vote ya Readers.
Ini kisah dibuat dari pikirin saya sendiri, no plagiat apapun 🙏.
Kisah Keluarga yang pindah kewarganegaraan, karena sebuah pekerjaan yang berada di Indonesia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriyani Calam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjodohkan
Tiba dirumah Deenra, mereka semua disambut layaknya tamu penting, banyak hidangan yang tersedia, tidak lupa juga papa nya Deenra memasang karpet merah dari arah pintu masuk hingga ke tempat posisi mobil berhenti.
Sebenarnya rumah keluarga Deenra yang di turki juga terpasang banyak karpet, termasuk dipintu masuk.
Jadi tidak aneh bagi keluarga Aergul jika disambut dengan karpet, baginya itu hal biasa bukan hanya seorang pemimpin tertinggi yang menggunakan itu semua.
"Berkant nasılsın?" ucap papa Deenra memeluk sahabatnya
(Berkant apa kabar?)
"Allah'a şükür iyiyim" jawab papa Aergul
(Alhamdulillah, kabar baik)
Mereka semua saling berbincang mengenai moment dahulu semasa remaja.
Rumah Deenra penuh canda dan tawa, dan begitu ramai, tidak lupa juga terdengar suara anak kecil menangis dan saling berebut mainan yang ada dirumah tersebut.
Orangtua Deenra menyediakan makanan dua menu, pertama menu Indonesia yang akan dikenalkan oleh keluarga Aergul dan juga ada menu khas Turki apabila perut keluarga Aergul tidak cocok dengan makanan Indonesia.
...*****☟☟☟*****...
"Merhaba nasılsın" ucap Deenra basa basi pada Aergul
(Hai, apa kabar)
"Elhamdülillah, iyi" jawab Aergul senyum
(Alhamdulillah, baik)
Ya ampun senyumannya bikin candu. Batin Deenra
"Eğitimin nasıl?" tanya Deenra
(Bagaimana pendidikan mu?)
"Herşey gönlünüzce olsun inşaallah" jawab Aergul
(Semuanya lancar, inshaallah)
Deenra dan Aergul mulai ngobrol mulai nyaman dan sedikit hilang rasa canggung mereka berdua.
"Deenra, sebenarnya papa dan keluarga Aergul punya rencana sejak masa remaja" ucap papa senyum
Papa nya Aergul bisa bahasa Indonesia namun tidak lancar dan masih ada kosakata yang belum dia pahami juga.
"Ne planı?" tanya Deenra
(Rencana apa?)
"Dari masa remaja, kami punya kesepakatan untuk menjodohkan anak kami pada anaknya om Berkant, jadi hari ini inshaallah akan dilaksanakan rencana itu" jawab papa senyum saja sejak tadi
"Babam kiminle eşleşmek istiyor?" tanya Deenra
(Papa ingin menjodohkan siapa dengan siapa?)
"Papa dan om Berkant sepakat akan menikahkan kamu dengan Aergul, secepatnya" jawab papa senang bahagia
Deenra hanya terkejut, dia belum memiliki apa-apa untuk bisa membahagiakan istrinya kelak.
"Pah, aku belum punya penghasilan dan aku masih ingin kuliah" ucap Deenra pelan
"Kolej ve iş sorunları hakkında endişelenme" ucap papa Aergul
(Masalah kuliah dan pekerjaan jangan khawatir)
"Papa berencana akan menyerahkan usaha papa yang di Indonesia untuk mu, dan ini sudah disetujui oleh Zayn kakak mu, papa memiliki resto yang tidak terlalu besar" sahut papa Deenra
"Lalu kuliah ku?" tanya Deenra
"Kuliah tetap jalan, tapi bedanya kamu kuliah ditemani istri, dan juga papa akan menyetujui kamu kuliah di luar negeri, dan kamu disana juga harus berusaha agar bisa mencari nafkah untuk istrimu, penghasilan resto akan terus dikirim ke rekening mu" jawab papa
Deenra senang dijodohkan dengan Aergul, tetapi dia bimbang untuk memberikan nafkah pada istri kelak, karena dia berpikir masih terlalu muda untuk menjalin sebuah pernikahan yang ibadah terlama
"Aergul, Deenra ile evlenmeyi kabul ediyor mu?" tanya papa Deenra
(Aergul setuju menikah dengan Deenra?)
"Babam onaylarsa, Aergul Deenra'yı kabul edecek" jawab Aergul dengan suara lembutnya
(Apabila papa ku meridhoi, maka Nawaitu aku menerima)
"Alhamdulillah" ucap semua orang
"Bagimana Deenra?" tanya papa lagi
Deenra melihat kearah Aergul, melihat mata Aergul yang yakin dengan perjodohan ini.
"Bismillahirrahmanirrahim, Deenra da dinimin yarısını mükemmelleştirmek için Aergul ile evlenmeye hazır, umarım Aergul sahip olduğum tüm eksiklikleri kabul eder ve gücümü benim için yapar." tutur Deenra yakin
(Bismillahirrahmanirrahim, Deenra juga siap menikahi Aergul untuk menyempurnakan separuh agama ku, semoga Aergul pun berkenan menerima segala kekurangan yang aku miliki dan menjadi kan kelebihan ku untuk menjadi pahala bagimu)
"Alhamdulillah" ucap semua keluarga dengan rasa bahagia
"Ne zaman evlenmeyi düşünüyorsun?" tanya papa Deenra pada sahabatnya
(Kapan rencana akan dinikahkan?)
"Sadece bir ay daha, iyi niyetler hızlandırılmalı" jawab papa Aergul senang
(Satu bulan lagi saja, niat baik harus di segerakan)
Para perempuan sibuk dengan gaun yang akan dipakai saat di hari pernikahan, sedangkan para lelaki sibuk mengurusi tempat acara dan juga beberapa undangan khusus untuk keluarga dan kerabat terdekat mereka.
"Asik nikah muda" ledek Maudy melihat kakaknya yang malu-malu pada Aergul
"Diam kamu" ucap Deenra pelan dengan mata melotot
"Sis Aergul, Deenra çok korumacı biri" sahut Maudy menggoda Aergul
(Kak Aergul, kak Deenra itu orangnya pelindung banget)
"Eğer böyleyse Allah'a şükür" jawab Aergul senyum
(Alhamdulillah jika seperti itu)
"Asiiikkkk dipuji sama calon, uhukk" ledek Maudy
"Jika kamu tidak bisa diam, maka kakak akan memasukan kamu kedalam kamar" ancam Deenra
"Jahat sekali, nanti kalau kakak jahat pada ku sekarang aku bisa mengadukan semuanya pada kak Aergul, aku yakin kak Aergul akan selalu membela aku" jawab Maudy yakin 100%
"Mimpi kamu, kakak akan membatasi komunikasi dengan mu" ucap Deenra
"Sis Aergul, Deenra nasıl oldu da seninle konuşmamı yasakladı" sahut Maudy sedih tapi hanya pura-pura agar menarik perhatian calon kakak iparnya
(Kak Aergul, masa kak Deenra melarang aku berbicara pada kakak)
Aergul menautkan alisnya menatap Deenra.
"Ben neyi yanlış yaptım da Maudy'yi yasakladın?" tanya Aergul
(Apa salah aku hingga kamu melarang Maudy)
"Maudy kamu bikin ulah saja, dia jadi salah paham tuh" ucap Deenra kesal pada adiknya
"Şimdi Maudy'yi azarlıyorsun" sahut Aergul
(Sekarang kamu memarahi Maudy)
"Maddy sadece şaka yapıyordu" ucap Deenra bingung
(Maudy hanya bercanda saja)
"Ama Deenra'nın kız kardeşi gerçekten sahiplenici" jawab Maudy senyum
(Tapi kak Deenra itu memang posesif orangnya)
"Sahiplenici olmak makul sınırlar içinde olduğu sürece önemli değil, o kadar iyi değil mi?" ucap Aergul
(Selagi posesif masih batas wajar tidak masalah, bukan kah itu bagus)
Maudy di usir oleh Deenra karena dia selalu saja membuat orang salah paham terus pada dirinya.
"Düğün defteri olarak ne almak istersin?" tanya Deenra
(Kamu mau diberikan apa sebagai pengikat pernikahan)
"Sana yük olmayan ve beni küçük düşürmeyen ne varsa" jawab Aergul
(Apapun yang tidak memberatkan mu dan juga tidak merendahkan ku)
Untuk sementara waktu keluarga Aergul akan tinggal di rumah Deenra yang awal pertama kali pindah.
Tadinya keluarga Aergul menolak dan akan menyewa apartemen, semua itu dilarang oleh papa Deenra, dengan alasan dia memiliki rumah lain yang kosong dan layak dihuni agar tidak terlalu membuang uang banyak.
Akhirnya mereka setuju tinggal dirumah Deenra yang lain, papa Deenra mengantarkan sahabatnya hingga sampai ditujuan, rumah tersebut memang sudah bersih karena ada para art yang dipekerjakan agar rumah lebih hidup bila di isi oleh orang.
Aergul dan keluarga sangat senang bisa tinggal di rumah papa Deenra, Aergul akan menempati kamar Deenra, kamar yang bernuansa kuning dan dengan lampu kuning.
Deenra sangat suka dengan rumah yang terlihat redup, jadi dia memilih warna pada dinding kuning dan juga lampu berwarna kuning, ada beberapa lampu yang warna putih biasanya dipakai oleh Deenra hanya saat belajar.
...*****☛☛☛*****...
...Bersambung🙏😊...
bs memainkan berbagai macam akat musik
mang olang kaya gk kaleng2an , buat les main alat musik sekali pertemuan aja 500rb, begitu mudah y buang uang