Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesuatu Yang mulai Berubah

Pagi itu, suasana rumah Dika terlihat lebih sibuk. Beberapa pelayan sudah berlalu-lalang menyiapkan sarapan di ruang makan. Di ujung meja, Miranda sedang memperhatikan putrinya yang sibuk dengan ponsel.

Shiren sesekali tersenyum sendiri membaca sesuatu di layar, entah apa yang membuat perempuan itu tersenyum seperti itu.

"Shiren."

Gadis itu mengangkat wajah. "Iya, Ma?"

"Jangan main ponsel terus. Sarapan."

Shiren meletakkan ponselnya di samping piring. "Iya, bentar dulu Ma, ceritanya masih seru nih."

"Jangan nunda sarapan Nak," sahut Miranda.

Tidak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar dari arah tangga. Dika muncul dengan pakaian kerja yang rapi. Jas hitam melekat sempurna di tubuhnya, membuatnya tetap terlihat berwibawa meskipun beberapa hari terakhir wajahnya tampak lebih lelah.

Miranda langsung memperhatikan suaminya.

"Mas."

Dika berhenti sebentar. "Hm?"

"Kamu kelihatan pucat."

Dika menarik kursi dan duduk. "Aku baik-baik saja."

Miranda menatapnya tidak percaya. "Belakangan ini kamu selalu bilang begitu."

Dika mengambil cangkir kopi di hadapannya."Karena memang tidak ada apa-apa Ma."

"Papa tuh kalau dibilangin jangan ngeyel, Mama gak mau kalau sampai terjadi apa-apa,' ujar Miranda seolah takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada suaminya itu.

Namun saat Dika baru menyesap kopinya. Tiba-tiba saja tangannya berhenti, entah kenapa ia seperti ada rasa nyeri samar di bagian dada.

Pria itu mencoba untuk abai. Mungkin hanya sakit biasa yang datang sekejap. Namun meskipun sakitnya tidak terlalu kuat, tapi cukup membuat napasnya tertahan beberapa detik.

Dika seger meletakkan cangkirnya sementara

Miranda langsung menyadari saat melihat ke arah suaminya.

"Mas?"

Dika mengusap dadanya sebentar, dan hal itu membuat rasa cemas Miranda jadi meningkat.

"Kenapa?"

"Sedikit tidak nyaman."

Shiren yang sejak tadi diam ikut menatap ayahnya. "Papa sakit?"

Dika menggeleng. "Bukan sakit."

"Terus?"

"Cuma masuk angin mungkin."

Miranda menghela napas. "Mas, jangan selalu menganggap semuanya sepele."

Dika menatap istrinya. "Aku punya rapat pagi ini."

"Rapat bisa ditunda."

"Tidak bisa."

Nada suara Dika terdengar tegas sedangkan Miranda hanya bisa terdiam. Ia tahu suaminya memang seperti itu. Selama bertahun-tahun, pekerjaan selalu menjadi hal yang sulit ia tinggalkan.

Dika mengambil serbet dan mengusap sudut bibirnya. "Aku berangkat dan jangan terlalu berpikir macam-macam, aku baik-baik saja.

Shiren mengangkat wajah. "Papa belum selesai makan."

"Sudah cukup."

Lalu kudiam Dika berdiri akan tetapi baru dua langkah, kepalanya tiba-tiba terasa ringan. Ia berhenti dan tangannya refleks mencengkeram sandaran kursi.

Miranda langsung berdiri. "Mas!"

Dika memejamkan mata sebentar. Beberapa detik kemudian rasa itu perlahan menghilang.

"Aku tidak apa-apa."

Miranda mendekatinya. "Kamu yakin?"

Dika mengangguk. "Ya."

Shiren ikut berdiri. "Papa jangan pergi dulu."

Dika menatap putrinya. "Aku hanya sedikit pusing, kamu gak perlu terlalu mencemaskan Papa ya." ucapnya begitu perhatian seolah hanya shiren saja yang menjadi anaknya.

"Justru itu." Shiren terlihat khawatir.

"Periksa, Pa."

Dika hendak membantah, tetapi melihat wajah istri dan anaknya membuatnya mengurungkan niat.

"Baik."

Miranda sedikit lega. "Nanti siang kita ke dokter."

Dika mengangguk. "Tapi setelah urusan kantor selesai."

Miranda mendengus. Selalu saja pekerjaan."

Dika tersenyum tipis. "Itu memang pekerjaanku, dan aku sangat menyukai itu.

Ia kemudian mengambil tas kerjanya dan berjalan keluar. Namun kali ini, tatapan Miranda mengikuti kepergian suaminya dengan rasa khawatir yang tidak kunjung hilang.

Sementara Shiren kembali duduk. "Ma..."

"Iya?"

"Papa benar-benar baik-baik saja?"

Miranda menatap pintu yang sudah tertutup. "Entahlah."

Ia menarik napas panjang. "Semoga saja."

☘️☘️☘️☘️

Di tempat lain, pagi Azmira berjalan jauh lebih sederhana. Perempuan itu sedang duduk di meja makan bersama Rina. Tidak ada pembicaraan mengenai rumah sakit. Ataupun ada pekerjaan yang mendesak. Hanya sarapan sederhana dan suara sendok yang sesekali beradu dengan piring.

Azmira menatap ibunya.

"Bu."

"Iya Sayang."

"Besok Mira mungkin pulang agak malam."

Rina mengangkat wajah. "Kenapa?"

"Ada pemeriksaan lanjutan dari program kerja sama perusahaan."

Rina mengangguk. "Perusahaan yang kemarin?"

Azmira menggeleng. "Iya."

Kali ini Rina tidak bertanya lebih jauh, sebagai seorang ia cukup mendoakan kebaikan putrinya saja.

"Kalau begitu hati-hati."

Azmira tersenyum. "Iya, Bu."

Rina kemudian memperhatikan wajah putrinya dalam-dalam. "Kamu akhir-akhir ini kelihatan capek."

Azmira terkekeh. "Namanya juga dokter."

"Jangan terlalu memaksakan diri."

"Insyaallah."

Rina tersenyum. Ia tidak tahu bahwa semakin hari, pekerjaan putrinya justru semakin mendekatkan Azmira kepada sebuah keluarga yang selama ini sengaja ia jauhkan.

☘️☘️☘️☘️

Siang harinya, Dika akhirnya tiba di sebuah klinik perusahaan. Ia sebenarnya masih merasa sehat. Bahkan ia sempat berpikir tidak perlu melakukan pemeriksaan.

Namun hasil pemeriksaan awal membuat dokter perusahaan mengernyit.

"Pak Dika, sebaiknya Bapak melakukan pemeriksaan lebih lengkap."

Dika mengangkat wajah. "Separah itu?"

"Belum tentu." Dokter tersebut menjawab tenang. "Tapi ada beberapa hal yang sebaiknya tidak kita abaikan."

Dika terdiam. "Di rumah sakit mana?"

Dokter menyebutkan salah satu rumah sakit yang memang sudah bekerja sama dengan perusahaan.

Dika mengangguk. "Atur saja."

"Besok pagi bisa, Pak."

Dika akhirnya berdiri. "Baik."

Ia mengambil jasnya lalu berjalan keluar. Tidak sedikit pun ia membayangkan bahwa keputusan sederhana itu akan membawanya ke tempat yang sama dengan seorang anak yang sudah terpisah jauh dengannya.

Dan yang lebih ironis... orang pertama yang akan menyambutnya di sana mungkin justru anak yang selama ini tidak pernah ia anggap ada.

☘️☘️☘️☘️

Malam itu, Dika pulang lebih cepat. Miranda sedang duduk di ruang keluarga ketika melihat suaminya masuk.

"Bagaimana hasil pemeriksaannya?"

Dika meletakkan tas. "Dokter menyarankan pemeriksaan lanjutan besok."

Miranda semakin merasa cemas akan kesehatan suaminya itu. "Di rumah sakit?"

"Iya."

"Miranda."

"Iya?"

"Jangan terlalu khawatir."

Tidak ada jawaban dari istrinya itu tapi dari sorot matanya jelas Miranda menyimpan rasa takut.

Dika kemudian duduk di sofa. "Aku cuma ingin memastikan tubuhku baik-baik saja."

Miranda mengangguk. Namun entah kenapa, ada sesuatu dalam hati perempuan itu yang membuatnya kembali gelisah.

Ia tidak tahu bahwa besok bukan hanya kondisi kesehatan Dika saja yang akan mulai berubah Dan kali ini... tidak ada seorang pun yang bisa menghentikannya.

Bersambung.....

1
Tengku Nafisa
aaaa kenapa gak di teruskan. penasaran nih.
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
Ghiffari Zaka
nah kan...dadar si Dika ini banyak ya istrinya x,awas AQ doakan km cepat dapat karma,km dah nolak Mira sekarang km punya ank dr istri yg lain jg dan perempuan juga kan,km gak bakalan bs punyak ank laki2,itu kutukan dari q,nah...nah...lok AQ dah emosi jadi Mak nya si Malin Kundang AQ jadinya ,maaf beribu maaf ya Thor🙏🙏🙏😂😂😂😂
Ghiffari Zaka
banyak banget tokohnya Thor jadi bingung,apa semua ank perempuan itu ank nya si Dika BPK yg GK ada akhlaknya itu ya??? ah takut dosa AQ Thor lok nebak2,cuman author yg punya kuasa,lanjut aja lah Thor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
kalau menurut q majikan ibunya Shasa itu nenek nya Mira dech,atau Shasa jg ank yg GK di inginkan jg ya sm kayak Mira,dan apa mungkin mereka 1 darah??? ah gak mau nebak2 Thor,lanjut aja dech.....🤭🤭
Ghiffari Zaka
ya allah.jahatnya mereka😡😡😡sabar ya Mira....km harus kuat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!