Indonesia
NovelToon NovelToon
Sayatan Candu

Sayatan Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Duniahiburan / Mafia
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: nia

"Tas, Tasss, Tass.

Suara itu terus terdengar, namun gadis itu tidak dapat menyampaikan keluh sakitnya. Tutup mulut, menggigit bibirnya sampai berdarah.

"Kurung dia!" perintah pria itu kepada bawahannya.

Pria itu menghadap jendela yang kayunya sudah mulai lapuk di ruangan mencekam itu, di tatapnya pepohonan yang menyalurkan warna hijau. Hutan! Ya, itu adalah sebuah tempat penyekapan yang jauh dari keramaian, sengaja di buat di tengah hutan yang tidak satu pun orang mengetahui nya.

....................................................,...................

Tuan Darien menyadari pergerakan di belakangnya. Segerah dia mengalihkan arah untuk mengelabui penguntit itu. Berputar-putar untuk menghilangkan jejaknya.

"Kelin" panggil tuan Darien saat sampai di rumah besar itu.

Tidak ada sambutan dari Kelin. Tuan Darien mencari di kamar juga tidak menemukannya.

"dimana dia?"

"tuan, nona tadi izin keluar" kata bi Ani.

"kemana?" tuan Darien.

yuk lanjut.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

Dua bulan berlalu, tatkala Kelin menantikan kepulangan sok-sok berarti dalam hidupnya.

"kemana saja kamu?" bisiknya dalam sepi di pembatas balkon.

Tak....

Suara di ruang tamu tidak menyadarkan gadis yang larut dalam lamunan nya. Dia masih memandangi langit gelap.

"asisten itu berbohong." katanya cemberut. " ini sudah sangat lama. Aku sudah tidak mau menunggu. Aku mending pergi saja dari sini, untuk apa terus menantikan yang entah sedang melakukan kesenangan di luar sana" gumamnya.

Semua yang di katakan Kelin terekam di telinga pria di belakangnya. Ya, dia tuan Darien sudah kembali. Tidak ingin mengganggu Kelin, dia berbalik tanpa suara.

"Dia ingin pergi, ck biarlah" katanya dalam hati.

Darien juga bingung Haris bagaimana. Pertengkaran singkat mereka waktu itu membuat jarak antara keduanya. Mobil Darien melaju membelah sunyi nya malam.

Dia memasuki ruangan yang sangat kelam. Markas Delon king mafia. Kedatangannya mengejutkan semua yang berjaga. Siapa yang tidak mengenal tuan Darien? semua tertunduk menyambutnya.

Sedangkan di sebuah ruangan Delon sedang bermain dengan tawanannya. Seseorang masuk dengan tergesa-gesa.

"maaf king, tuan Darien datang" katanya.

"Akhirnya dia muncul" kata Delon dengan senyum misterius.

Tidak membuang waktu Delon pergi menyambut tamunya. Disinilah tuan Darien dengan wajah kusut, duduk di sofa panjang. Delon masuk, jangan lupakan ekspresi mengejek itu.

"Jadi, kapan kalian menikah?" tanya Delon. Ayolah pertanyaan macam apa itu. Sepertinya sudah banyak hal yang terlewat kan. Darien hanya diam masih enggan bicara.

"Mau minum?" tanya Delon. "Diam berarti ya!" sambungnya.

Delon tidak membuang waktu. Dia membuka lemari kaca dan mengeluarkan wine. cairan merah itu mengalir ke gelas kaca. "Minumlah" katanya.

Darien meneguk habis minumannya. Delon sudah tau semuanya tanpa di jelaskan. Dia hanya bisa menemani temannya itu.

"Dimana wanita itu?" kata tuan Darien.

"Wow, santai bro. Minumlah lagi" kata Delon kembali mengisi gelas Darien.

"Aku serius." Darien meneguk habis minumannya.

"Dia aman bersamaku" kata Delon penuh makna.

"Ku harap kamu tidak mengecewakan ku" Darien mengeluarkan pisau kecil di saku jasnya.

"Aku hanya mematahkan kakinya, supaya dia tidak bisa mendekatimu lagi. Sekarang kamu bisa membahas hal lain. Misalnya... Perasaanmu pada adik ipar"

Perkataan Delon bukan semata-mata kepo. Tapi selain asisten Justin, dialah yang berada di sekitar Kelin.

"Dia ingin pergi" kata Darien putus asa.

Tak!

Pukulan keras melayang di kepala Darien. Sungguh membuat Darien mengadu sakit "Sialan! Apa yang kau lakukan" kesalnya.

"Mencoba memperbaiki otakmu yang rusak" jelas Delon merangkul pundak Darien. "Kau sangat bodoh" lanjutnya dalam hati.

"Lalu mengapa tidak membiarkan dia pergi?"

"Berhentilah membahas wanita itu padaku. Aku datang untuk menenangkan diri."

"hahaha " Delon tertawa senang melihat betapa frustasinya Darien. "Pulang! Temui dia, Kelin menunggumu. Selama dua bulan ini dia selalu menanyakan mu. Setiap saat dia harus menelan kecewa karena ketidak hadiran mu." Jelas Delon.

Perbincangan kedua sahabat itu mengalir hingga dini hari. Delon king mafia tidak pernah di ragukan. Dia selalu menjadi dewasa untuk Darien. Selain umurnya yang lebih tua dari Darien, diantara semua sahabatnya Delon lah yang paling bijak dan selalu ada untuknya.

"Aku pulang" Akhirnya Darien bosan.

"Kau mabuk tidurlah di kamar sebelah" Delon tidak membiarkan hal buruk terjadi.

Setelah berpesan Delon pergi di ikuti asisten nya di dunia gelap. "Bagaimana kabar wanita itu?"

"Dia sudah pulang kerumahnya, untuk saat ini dia di bantu oleh kursi roda" jawab Jaya sang asisten.

"Pastikan dia tidak berulah lagi, aku tidak ingin kehilangan adik iparku" perkataan Delon meninggal kan pertanyaan besar di benak Jaya.

Dan disinilah wanita yang mereka bahas itu berada. Kamar mewah dan luas, namun tidak seindah penampilannya saat ini. Dia adalah Clarissa yang beberapa hari lalu selalu mencari kesempatan untuk mendekati Darien.

Di duga setelah pertemuan di mol waktu itu. Dia mengalami kecelakaan. Clarissa baru keluar dari rumah sakit. Ada bekas luka di wajah dan kakinya yang lumpuh akibat terjepit di dalam mobil saat itu. Hati tuan Riswandi sangat pilu melihat nasib buruk anaknya.

"Ayah!!! Aku tidak terima" teriak Clarissa.

Tuan Riswandi hanya diam, tidak percaya dengan kenyataan itu.

"Cepat temukan pelakunya ayah. Aku tidak ingin lumpuh, pelakunya harus menderita seumur hidup!" katanya.

"Ayah sudah melihat cctv jalan, tapi itu murni kecelakaan tunggal Clarissa. Kamu menabrak pembatas jalan dan berakhir di tiang lampu jalan. Tidak ada apapun disana." Tuan Riswandi heran dengan keterangan putrinya itu.

"Tidak ayah, tidak....! Ada tiga orang pria menghalangi jalan. Mereka membius ku sampai setengah sadar. Lalu menyabotase mobilku hingga kecelakaan. Itulah yang terjadi ayah. Hiks hiks... Akhhhh sialan!" Clarissa semakin histeris. Kejadian itu begitu cepat dan tidak ada yang mempercayai keterangannya.

"Baiklah ayah akan cek kembali" tuan Riswandi merasa Janggal dengan perkataan putrinya. Tuan Riswandi pergi keruang kerjanya. Dia berfikir keras entas siapa musuhnya.

"Aku tidak pernah menyinggung orang berkuasa" gumamnya di sana.

Seharian Clarissa menangisi nasibnya. Kejadian yang terlalu cepat menggoncang dunianya. "Aku tidak terima! Bagaimana pun caranya aku harus pulih kembali dan menjadi nyonya Darien. Hanya aku yang dapat bersanding dengannya"

Clarissa menelpon seseorang dan memulai rencana yang akan dia sesali.

"Halo, saya ingin tau detail sebelum saya keluar dari mol" katanya dengan rencana di kepalanya. "kalau ayah tidak menemukannya, maka aku bisa. Ini pasti ada kaitannya dengan wanita jal**g yang mendekati tuan Darien. Akan ku habisi semua yang berada di sana"

Tuan Riswandi cukup lama merenungkan situasi. Dia yakin ada hal besar di balik kecelakaan Clarissa. Siapa yang menyangka itu semua karena Clarissa berani menyentuh tuan Darien, maka dia harus dihukum, bukan?

"Hah, setidaknya dari semua wanita hanya putriku yang di beri toleransi bersentuhan dengan tuan Darien. Sepertinya tuan Darien tertarik dengan putriku. Tapi, Ck dia sekarang cacat." tuan Riswandi geram sendiri.

Di tempat lain Kelin masih mengumpulkan tekat untuk pergi, entah pergi kemana belum pasti. Para pelayan sudah bersiap di depan kamar nona mereka. Kelin penentu hidup dan mati mereka. Itu pesan dari asisten Justin yang paling hebat.

Tok tok tok.

Salah satu pelayan memberanikan diri mengetuk pintu. "Nona anda sudah tidur?"

Terkejut Kelin terkejut dan segera menuju pintu. Jangan sampai gerakannya ketahuan.

"Sebentar lagi saya tidur" Sudah dini hari tapi masih belum tidur. "kenapa kalian berbaris disini? Tidurlah aku sudah tidak butuh apapun " Kelin mengusir pelayan yang belum juga beristirahat.

"Nona ada telepon dari asisten Justin" kepala pelayan memberikan telepon.

"Halo, nona" Suara di seberang sana sangat ramah, namun terasa menyeramkan di telinga Kelin.

"Apa kau menyuruh mereka begadang?" Kelin sudah mulai berani sekarang.

"Hahahaha, ternyata saya meremehkan anda nona" kata Justin.

"Suruh mereka meninggalkan kamarku!" kesal Kelin.

"Mereka akan istirahat jika anda sudah tidur. Itu adalah aturan baru. Jadi nona hati-hati, setiap gerakan anda adalah nyawa mereka" Telepon dimatikan.

"Aku tidak takut" perkataan terakhir itu masih terdengar oleh Justin sebelum telepon berakhir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!