Freya, seorang wanita karir yang terbilang cukup sukses di usia nya 27 tahun, koma dalam kecelakaan.
Dalam situasi komanya, sosok yang tidak dikenal mengirim jiwa Freya ke dunia game otome yang selalu ia mainkan, untuk selamat dari koma, Freya diharuskan menaklukan semua tokoh utama pria disana agar bisa kembali sehat di dunia nyata.
Game selalu mudah dimainkan, tapi bagaimana jika sekali mati langsung game over?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frendaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 - Undangan dari Guild
"Nona, ada dua surat yang datang hari ini."
Lily berjalan dari arah pintu menghampiri Freya yang sedang duduk bersandar di sofa melirik ke arah Lily. Kedua surat itu diletakkan di meja tepat depan Freya.
Freya yang sedang bersandar langsung duduk tegak dan mengambil salah satu suratnya. "Terima kasih, Lily" bisik Freya dengan senyuman.
Lily menjawab dengan tersenyum kembali, lalu pergi melangkah keluar ruangan, langkah kakinya tidak terburu-buru, tapi Freya bisa mengetahui kalau Lily- semua maid di mansion sedang sibuk.
"Sibuk banget Lily.... " gumam Freya memandang Lily pergi dari ruangan. "Oh iya ya... hari ulang tahun gue-Freya Trenchard tinggal sebentar lagi, hah...." ucap Freya sambil membuang nafas panjang.
Setelah Lily pergi, Freya bersandar kembali di sofanya, sambil kepalanya ditunjukkan keatas dan memandang langit-langit ruangan.
Gak kerasa udah beberapa minggu kejadian negoisasi... dipikir-pikir, kejadian itu yang paling penting selama beberapa minggu ini, tapi kok kayak gak ada impact banget ke gue ya, harusnya datang surat undangan dari guild pedagang kek, apa kek.
Dengan perasaan kesal, Freya mengambil salah satu surat di mejanya.
Ini surat dari Alice... apa ya?
Freya membuka surat itu, tubuhnya bersandar dan kedua kakinya dinaikkan ke atas meja dengan lurus.
Kepada adikku tercinta,
Freya Trenchard
Sudah berapa hari adikku tercinta ini tidak membalas surat kakaknya, apakah kamu tidak sayang lagi kepada kakak? Huhuhu... kakak sangat sedih loh~
Kakak malah sangat khawatir , apakah kamu makan dengan cukup? apakah kamu sudah tidur dengan cukup?
Tolong balas segera surat kakakmu
Kakakmu tersayang,
Alice Trenchard
Setelah membaca surat dari Alice, Freya dengan reflek menepuk jidatnya.
Waduh, iya lagi. Gue lupa sama nge bales surat dari Alice, kacau nih. Ya udah lah, baca surat satu lagi aja dulu, baru nulis surat.
Freya mengambil satu surat lagi dari meja, segel surat itu tidak terlihat karena Lily menyimpannya terbalik, jadi Freya harus mengambil terlebih dahulu suratnya. Setelah dibalik dan dilihat bentuk segelnya, Freya tidak mengenali segel mana itu berasal, segelnya memiliki warna coklat dengan gambar timbangan, tak ambil pusing Freya langsung membukanya.
Freya melihat isi suratnya sebelum dibaca. Ia raba-raba kertasnya yang terasa berbeda dari kertas biasa, terasa lebih berat dan padat, serta tulis tangan yang sangat rapi. Kemudian Freya membaca suratnya dalam hati.
Kepada Nona Freya Trenchard,
Dengan hormat,
Melalui surat ini, kami dari Guild Pedagang Kerajaan Harmonia bermaksud menyampaikan undangan resmi kepada Nona untuk berkunjung ke kantor pusat guild dalam waktu dekat.
Sehubungan dengan pembahasan sebelumnya, terdapat beberapa hal yang ingin kami diskusikan lebih lanjut.
Perwakilan resmi kami, Nona Iris Brightwell, secara khusus menyampaikan harapannya agar Nona dapat hadir.
Kehadiran Nona akan sangat kami hargai.
Hormat kami,
Atas nama Guild Pedagang Kerajaan Harmonia
Sekretariat Guild
Hmmm? kenapa sampe disuruh dateng? Disini tertulis 'beberapa hal yang ingin kami diskusikan lebih lanjut' maksudnya? Kan kalau mau bahas Frostwool jangan ke gue dong. Tapi karena Nona Iris yang minta mungkin gue dateng aja kali ya.
Ya udah deh, kita bales surat Alice dulu, sebelum dia ngeyel.
Kedua kaki yang tadinya di atas meja, kini diturunkan berbarengan dengan tubuhnya yang ikut berdiri. "Eh? Tempat nulis surat dimana ya?" gumam Freya berdiri diam. "Kalau gak salah, kata Lily di kantor David ya? " lanjut Freya sambil membawa kedua surat yang ia terima,lalu berjalan keluar ruangan.
Begitu Freya berjalan di koridor, ada banyak maid dan butler yang berjalan mondar-mandir melewati Freya, tak sedikit dari mereka juga yang sedang membersihkan kaca-kaca jendela di seluruh koridor. Mungkin sangking sibuknya, mereka tidak melihat Freya yang berjalan, biasanya mereka selalu menyapa Freya dengan senyuman hangat, hal itu tak bisa dihindari mengingat pesta ulang tahun Freya sebentar lagi tiba.
Kira-kira kenapa bangsawan Trenchard, yang notabenenya adalah Baron- seorang bangsawan paling rendah, repot-repot menggelar pesta ulang tahun? Apa karena Trenchard adalah spesial seperti kata orang-orang? Tambah koneksi David sebagai pedagang dengan bangsawan elite kali ya? namanya makin kesohor.
Orang lain begitu ulang tahunnya hampir tiba, mereka kadang berdebar-debar, tak sabar menantikan hari yang paling indah. Begitu pun dengan Freya, ia juga berdebar-debar, namun dalam artian lain. Ia sama sekali tidak ingin hari terakhir hidupnya akan datang sangat cepat.
Meskipun begitu, Freya selalu memikirkan semua solusi, bahkan berjalan ke kantor David pun pikirannya selalu fokus mencari jalan keluar dari lubang kematiannya.
Hah.... capek... capek. Liatin orang-orang kayak gak sabar banget buat pesta ulang tahun, gua doang nih yang stress gitu buat mikirin terhindar dari death-flag gue?
Tapi, semua cara udah gue lakuin. Negoisasi sama Cedric memang bukan rencana awal, tapi harusnya impact nya besar banget ke gue. Ditambah lagi, gue harus cepet-cepet nyari tau masalah "Kutukan Mata Merah".
Setelah berjalan dengan melamun yang cukup lama, Freya tersadar sudah berada di depan pintu kantor David. Lalu ia mengetuk dengan pelan, berharap terdapat suara di dalam ruangan yang membalas. Tapi nihil, tidak ada jawaban dari dalam ruangan, membuat Freya keheranan dengan mengangkat satu alisnya. Kali ini ia mencoba nya lagi dengan mengetuk sedikit lebih keras, dan setelah menunggu lebih lama, masih tidak ada jawaban.
Karena kesal menunggu, Freya akhirnya meraih gagang pintu, lalu diputar dan membuka pintu nya secara perlahan. Saat pintu dibuka, ia melihat David yang sedang duduk di kursi tetapi kepalanya disandarkan pada meja dengan kedua tangan sebagai bantalan tak sadarkan diri, diam dan hening, pulas dalam tidurnya.
Freya membuang nafas sambil menggaruk kepala bagian belakang meskipun tidak gatal, kini ia tau mengapa daritadi tidak ada jawaban. Freya berjalan mendekat dan berdiri disebelah David yang sedang tertidur.
"Ayah.... " bisik Freya sambil mencolek bahu David dengan telunjuknya. "Bangun... "
Berulang kali Freya mencolek bahu David, dan sesekali didorong pelan olehnya. Setelah terus menerus mencoba, akhirnya David bergerak. David mengangkat tubuhnya yang masih lemas, kelopak matanya yang setengah terbuka mencari arah suara yang terus menganggunya.
"Freya? Ada apa?" gumam David sambil menguap. Matanya berusaha terbuka, dan wajahnya terlihat kelelahan.
"Kalau mengantuk bagaimana jika tidur di kamar saja?"
"Tidak, tidak apa-apa. Ayah hanya sedikit mengantuk saja." ucap David yang perlahan kembali segar. "Ada yang kamu perlukan kemari?" lanjut tanya David.
"Aku hanya ingin membalas kedua surat ini." ucap Freya sambil mengangkat kedua surat yang dipegangnya.
"Oh..? Silahkan. Ayah akan duduk di sofa saja."
David kemudian bangun dari tempat duduknya, mempersilahkan Freya untuk duduk di kursinya. Sebenarnya meja David cukup besar untuk menampung tumpukan kertas disebelahnya, jadi saat tertidur tadi, meskipun tangannya yang besar diletakkan di meja, kertas yang menumpuk tidak akan jatuh berserakan. Bukan hanya kertas, di ujung meja juga terdapat tinta dengan pena bulu burung diatasnya.
Kemudian Freya duduk di atas kursi dengan posisi tegak, kakinya menapak di lantai, pandangannya luas ke depan, ia melihat David yang sedang menatap dirinya di sofa, ia berandai-andai apa begini rasanya menjadi David Trenchard.
"Ngomong-ngomong, surat itu darimana?" tanya David.
"Satu dari kakak, satunya lagi dari.... Guild pedagang." jawab Freya sambil mengangkat isi suratnya.
"Guild pedagang? Mengapa?"
"Mereka hanya mengatakan, ingin mengundangku saja, rekomendasi dari Nona Iris." ucap Freya sambil fokus pada kertasnya, ia bahkan tidak melihat David.
"Iris?" ucap David sedikit kaget.
Guild pedagang juga sepertinya penasaran tentang seberapa cerdas anakku, apalagi setelah Iris secara langsung melihat kepintaran Freya, apa mereka berniat merekrutnya?
Setelah Freya menyebut guild pedagang, David langsung tenggelam dalam pikirannya sambil melihat Freya yang sedang menulis. Ketika Leonard memberi laporan tentang negoisasi dengan Cedric beberapa minggu lalu, David sudah menduga guild pedagang akan merekrutnya.
Ya, beberapa minggu lalu...
Di suatu malam yang ramai, tepatnya di sebuah Tavern yang tak jauh dari distrik pembelanjaan. Hari itu Tavern sangat ramai, ada pekerja buruh, kesatria kerajaan, bahkan sampai bangsawan rendah, meskipun mereka semua bergembira sambil minum-minum, ada dua orang lelaki sedang pembicaraan serius.
"Jadi seperti itu ceritanya, ketua. Sungguh Nona Freya terlalu jenius." ucap Leonard sangat bersemangat memberi laporan tentang negoisasi Frostwool dengan Cedric.
"Apa benar begitu ceritanya? Kamu tidak melebih-lebihkan?" tanya heran David, lalu mengambil gelas besar kayu disampingnya, dan meminumnya.
"Saya tidak melebih-lebihkan ketua, saya mengerti, rasanya terlalu bagus untuk kenyataan." jawab Leonard dengan wajah meyakinkan.
"Ya... aku merasa anak itu memang jenius, tapi tak kusangka ternyata se-jenius itu, ini jelas-jelas jauh dari ekspetasiku."
Pandangan David tertegun melihat isi bir dalam gelas kayunya yang hampir habis, ia sedang melamun tentang seberapa jauh kepintaran Freya, ada kemungkinan kepintarannya bisa melebihi ayahnya.
"Mau tambah lagi bir nya? bapak-bapak sekalian?"
Tiba-tiba saja, seorang waiter wanita datang menawarkan tambahan bir kepada David dan Leonard. Meskipun ia seorang waiter tavern tersebut, nada bicaranya terkesan bercanda, meskipun lawan bicaranya adalah seorang bangsawan, dan senyumannya pun sangat ceria.
"Aku masih terlalu cepat dipanggil bapak-bapak, Sarah." ucap Leonard yang sedikit kesal dipanggil bapak-bapak oleh Sarah, meskipun ia tau Sarah sedang bercanda.
"Hahaha... maaf-maaf. Habisnya kalian sangat serius disini, yang lain bersenang-senang loh." ucap Sarah menunjuk para kesatria dan pekerja yang sedang adu panco yang dimenangkan salah satu kesatria, kesatria itu memamerkan otot-otot nya setelah menumbangkan salah satu pekerja.
"Sarah berhentilah mengobrol dan bantu kita." teriak salah satu lelaki di dapur tavern.
"Ya!" jawab teriak Sarah. "Jadi? ketua dan Leonard mau tambah birnya?"
"Aku tolong ya, bagaimana dengan ketua?" tanya Leonard.
David tidak menjawab, hanya mengangguk tersenyum kepada Sarah.
"Oke! 2 Bir penuh akan segera datang, tunggu sebentar ya." ucap Sarah lalu pergi sambil membawa dua gelas bekas Leonard dan David untuk diisi ulang. "Ini dia! 2 Bir, panggil saja jika kalian ingin mengisi lagi!" tutur Sarah yang tak lama kembali dari mengisi ulang bir, gelas nya dihentakkan langsung di meja tepat depan muka David dan Leonard, setelah itu Sarah pergi melayani pelanggan lain.
"Masih memikirkan Nona Freya?" tanya Leonard sambil mengambil gelasnya, ia melihat David yang terus merenung.
"Ya.... pasti tak lama lagi, Freya akan direkrut menjadi anggota guild pedagang. Jika direkomendasikan langsung oleh Iris, ketua guild pasti langsung menyetujui." jawab resah David, ia melamun sambil memandang isi gelasnya.
"Bukankah ketua terlalu khawatir? Apa ketua hanya ingin anaknya mengikuti jejak ayahnya?" tanya Leonard sambil mengejek.
"Tidak.... tidak... hanya saja..... Ya, mungkin kamu benar. Aku terlalu memikirkannya."
David tersenyum lega kepada Leonard, gelasnya ia angkat mengajak Leonard untuk bersulang, Leonard menerima ajakan bersulang David. Kedua gelas bertemu, bertabrakan agak keras membuat isinya tumpah sedikit, lalu mereka meminumnya dengan lega.