Li mingyue seorang agen mata-mata negara yang jenisu, ia sangat berbakat dalam bidang seni beladiri juga bidang kedokteran. Ia menguasai ilmu kedokteran modern maupun ilmu dokter tradisional.
Li Mingyue terbunuh karena penghiatan temannya sendiri, saat menjalankan misi bersama. Bukannya pergi keneraka atau surga dia berinkarnasi kezaman kultivator, dimana yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah di injak seperti semut.
Dia menjadi seorang putri lemah yang tidak dianggap di kerajaan Xuanxi, bahkan ia juga akan di nikahkan dengan seorang Jendral lumpuh, dingin dan galak.
°
°
°
☆ Cerita ini hanya fiktif belaka tidak sesuai dengan sejarah maupun kehidupan nyata, ini murni karangan Author. ☆
🎈 Mohon Dukungannya ya Teman-teman!... 😍😍😍🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. jalan-jalan bersama
Li Mingyue tidak menduga gumaman kecilnya didengar oleh telinga tajam Shen Yuze, dengan melihat tindakan Shen Yuze padanya sambil minta, ia benar-benar bingung, tidak paham mengapa Shen minta maaf karena tidak bisa melindunginya.
"Jendral..." panggil Li Mingyue ia tidak tega melihat Shen Yuze menundukkan kepala begitu, sosok agung yang ditakuti di perbatasan menunduk didepannya sambil minta maaf, perasaannya sekarang benar-benar rumit.
"Jangan panggil aku Jendral! Mingyue sebentar lagi aku jadi suamimu." Ucap Shen Yuze lagi.
Li Mingyue kesal kembali, lagi-lagi kata suami terucap dimulut Shen Yuze seperti berharap sekali ia jadi istrinya. Melihat Shen Yuze berubah dengan cepat tidak lagi terlihat kesedihan diwajahnya, Li Mingyue hanya menghela hafas, sambil bergumam dalam hati.
"Suasana hati Jendral didepanku ini, ber-ubah-ubah suatu ketika, orang aneh" Gumamnya sambil geleng kepala sedikit.
"Jendral eh, maksudku Yuze ge mengapa kamu minta maaf padaku, kamu tidak melakukan kesalahan apapun, masa lalu biarlah berlalu!." Ucap Li Mingyue lagi, masih bersikap tenang tidak memperlihatkan kekeselan nya. Ia hanya ingin tahu apa motif Shen Yuze begitu berharap menikah dengannya.
Jika tujuannya tidak baik, ia tidak akan melanjutkan pernikahan ini, ia bisa saja berdiri sendiri tanpa bantuan dari keluarga Shen.
"Maaf telah membuatmu tidak nyaman," ucap Shen lagi, " dulu ibumu pernah membantuku, saat aku mendengar ibumu meninggal saat melahirkan aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk melindungimu, pada kenyataan aku gagal!." Ucap Shen Yuze sambil melihat Li Mingyue.
"Mingyue izin kan aku menembus semuanya, untuk kedepannya aku akan menjagamu, dengan perlindungan keluarga Shen kamu bisa tenang, meski aku lumpuh kekuatan keluarga Shen masih lah kuat." Ucap Shen Yuze lagi.
"Jadi karena itu kamu ingin menikahimu, hanya untuk balas budi, kalau begitu tidak perlu! Aku yakin ibuku menolongmu tidak mengharapkan balasan, ia ikhlas dan rela membantumu." Ucap Li Mingyue lagi.
"Yuze ge, Jika pernikahan ini untuk balas budi tidak perlu, lebih kita batalkan saja pernikahan ini." Ucap Li Mingyue lagi, ia kembali meminum teh juga makan camilan sedikit.
"Mingyue apa maksudmu? Apa tahu tidak tahu, pernikahan ini dekrit Raja jika melawan titah Raja akan mendapatkan hukuman." Ucap Shen Yuze wajahnya berubah dingin mendengar Li Mingyue ingin membatalkan pernikahan.
"Kamu harus ingin aku tidak akan pernah membatalkan pernikahan ini." Ucap Shen Yuze lalu ia melanjutkan berbicara. " tiga hari lagi kita akan menikah, saat ini kamu tidak perlu kembali, aku sudah menyiapkan kamar untukmu." Ucapnya lagi tidak bisa membantah.
Lagi-lagi Shen Yuze membuat Li Mingyue kesal. " kau menyebalkan... apa maksudmu menikah tiga hari lagi! Dan apa tadi tinggal disini sebelum menikah, apa kamu gila!" Li Mingyue kesal mengapa Shen Yuze seenaknya saja mengaturnya, lalu ia berdiri..
"Nenek, ayo kita kembali ke istana Bulan." Ucap Li Mingyue sambil menoleh ke arah nenek tua.
"Kamu tidak bisa kembali, aku sudah memerintahkan Zhong untuk memberitahukan pihak istana, bahwa aku sudah menjemputmu pindah kediaman Shen." Ucap Shen Yuze dengan tenang.
"Dengan adanya dekrit raja berarti kita sudah bertunangan kamu sudah jadi istriku, kamu berhak tinggal disini, karena begitulah aturannya, calon suami bisa menjemput calon istrinya sebelum pernikahan,!." Katanya lagi
"Aturan aneh." Gumam Li Mingyue ia yakin aturan ini pasti hanya akalan Shen Yuze saja. Lalu ia kembali duduk dengan cemberut.
"Baiklah, karena pihak istana sudah tahu aku tidak kembali, lagian aku juga malas melakukan pernikahan disana, mereka bukan keluargaku." Ucap Li Mingyue lagi.
Suasan hati Shen Yuze kembali tenang, ia tersenyum sedikit. " mulai sekarang keluarga Shen adalah keluargamu." Ucapnya lembut.
Li Mingyue hanya diam saja sambil memperhatikan danau tenang itu.
"Bagaimana kalau aku mengajakmu berjalan-jalan sekitar danau." Ucap Shen Yuze lagi, karena melihat ketertarikan diwajah Li Mingyue dengan danau.
Li Mingyue hanya mengangguk lalu ia membantu mendorong kursi roda Shen Yuze. " tunjukan arah, aku akan mendorong kursimu." Ucapnya dengan tenang.
"Terimakasih." Ucap Shen Yuze dengan senang, lalu ia menunjukkan jalan menuju ketepi danau, Li Mingyue mendorong kursi itu dengan pelan.
Nenek tua ingin mengikuti Li Mingyue, kali ini Ziyi menghentikannya " nenek, beri putri dan Jendral waktu berdua, di kediaman ini aman tidak akan terjadi apapun pada putri bulan." Ucap Ziyi dengan kepada nenek tua.
Lalu nenek tua menunggu Li Mingyue disana, sambil melihat Ziyi dengan kesal.
"Kau sama saja dengan temanmu itu." Ucap nenek kesal lalu ia duduk disana sambil menunggu Li Mingyue. Ziyi tidak marah mendengar ucapannya nenek tua.
"Nenek bagaimana kalau kamu melihat kamar putri, sebelumnya Jendral sudah menyiapkannya, jika masih ada yang kurang kamu bisa menambahkannya." Ajak Ziyi kepada nenek tua.
"Benar juga, ayo lihat kamar putri." Ucap Nenek tua setuju dengan usul Ziyi, " antar aku kesana." Ucapnya lagi, lalu Ziyi membawa nenek tua menuju kamar Li Mingyue di keluarga Shen.
Di tepi danau, Shen Yuze menikmati pemandangan dengan Li Mingyue dengan tenang, mereka berbincang dengan santai.
"Yuze ge, aku lihat tubuhmu memiliki racun yang menumpuk." Ucap Li Mingyue dengan santai. Saat bertemu dengan Shen Yuze, Li Mingyue sudah menebak nya dia mendapatkan berbagai macam racun di tubuhnya.
Saat ia mendorong kursi rodanya ia tidak sengaja menyentuh pergelangan tangan Shen Yuze lalu merasakan denyut nadinya, tebakannya benar Shen Yuze benar mendapatkan racun sangat langka.
"Mingyue kamu tahu ilmu pengobatan." Shen Yuze terkejut mendengar Li Mingyue mengetahui ia keracunan karena tidak ada yang tahu dia keracunan bahkan tabib istana pun tidak dapat mengetahui ada racun di tubuhnya.
Hanya tabib pribadinya yang mengetahui dia keracunan, tetapi tidak bisa mengobatinya, sekarang tabib pribadinya sedang mencari obat untuk meredakan rasa sakit di kakinya.
°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》