Cantik tapi licik itulah julukan untuk Araina Jordan. Perempuan yang serba bisa dan paling menyebalkan bagi keluarga dan teman-temannya.
Araina yang tidak terima di jodohkan oleh keluarganya memilih kabur dari rumah...., sayangnya nasib tidak mendukungnya.
Bukannya bahagia, Ia malah mengalami kecelakaan setelah kabur dari rumahnya.
Tapi.....
Bukannya mati Araina malah masuk ke tubuh orang lain!
"Sialan! Kenapa jadi seperti ini!" ucapnya begitu frustasi.
Jiwa Araina malah bertransmigrasi ke tubuh Freya Anastasia Smith..., gadis cantik lemah lembut yang selalu dilindungi oleh dua keluarga besarnya.
"Tidak masalah yang penting masih kaya" gumam Araina.
Namun semuanya berubah ketika satu persatu ingatan Freya mulai masuk ke kepala Araina.
Pusing? Muak?
Araina baru menyadari ternyata ia bertransmigrasi ke dalam sebuah novel dimana ia hanya adik sepupu dari protagonis pria.
Mati? Tentu saja! Freya hanya seorang figuran....
(Apa yang akan dilakukan Araina selanjutnya? Yaaa rahasiaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Klarina_za29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta Perayaan! Part 1
Malam itu, di salah satu kediaman megah keluarga Smith yang berdiri anggun di atas perbukitan. Semuanya seolah disulap menjadi istana cahaya. Ratusan lampu kristal gantung memantulkan kilau keemasan ke setiap sudut grand ballroom, berpadu sempurna dengan aroma kelopak mawar putih segar dan champagne mahal yang meruak lembut di udara.
Malam ini bukan sekadar pesta biasa; ini adalah perayaan ulang tahun ke-70 sang nenek tercinta, Laura Tasya Smith.
Alunan simfoni gesekan biola klasik mengalun merdu, mengisi ruangan beratap tinggi dengan nuansa hangat namun luar biasa elegan.
Di tengah ruangan, meja-meja banquet berlapis kain sutra sampanye dihiasi perlengkapan perak berukir rumit dan susunan bunga lili langka.
Suasana terasa begitu magis, seolah waktu melambat khusus untuk menghormati sang wanita tua yang malam itu duduk anggun di kursi takhtanya, tersenyum lembut menyambut kehangatan malam.
Deretan mobil limousine hitam mengilap dan supercar langka mulai mengular di sepanjang jalan setapak berkerikil menuju pintu masuk utama. Satu per satu, pintu-pintu kendaraan dibuka oleh para pelayan berjas rapi, menyambut kehadiran jajaran konglomerat terkemuka negeri ini.
Setiap tamu yang melangkah melewati pintu ukir jati rapi tersebut membawakan penghormatan tertinggi, hadiah-hadiah langka yang dibungkus mewah, serta senyuman hangat untuk Nenek Laura. Malam baru saja dimulai, tetapi kemegahan dan kehangatan pesta keluarga Smith ini sudah mengukir kesan tak terlupakan.
Namun di salah satu ruangan di sana...
Freya dengan santai menatap ke arah luar acara. Ia memperhatikan semuanya dengan mata yang sudah berkilat senang.
Sebentar lagi acara akan dimulai, ia hanya perlu menunggu aksi Selena di sana.
"Ayaa, kamu langsung ikut sama abang?" tanya Kenan yang disampingnya sudah ada Arga yang juga menggunakan jas hitam.
Freya menggelengkan kepalanya, "Aku di sini saja...., nanti saja aku ke sana" ucapnya dengan senyuman tulus.
Marvel yang baru masuk ke dalam ruangan itu meminta Kenan dan Arga untuk ke tempat acara. Freya akan aman bersamanya.
Ditambah lagi, Marvel ingin membawa Freya saat acara inti dimulai.
"Aya..., kamu duduk di sini saja. Kita masuk nanti ya" bujuknya. Marvel tidak ingin freya merasa dirinya menyembunyikan nya di sini dengan sengaja.
"Baik Abang..."
Freya duduk di samping abangnya. Dari sini ia bisa melihat suasana acara. Bagaimana tidak? Marvel menampilkan layar besar untuknya di sini.
Jadi ia bisa tau apa yang sedang terjadi di tempat acara.
Di sisi lainnya.....
Nenek Laura menatap sedih ke arah pintu mansion nya. Ia sangat jelas menunggu kedatangan anak dan cucunya yang sudah lama tidak menjenguk dirinya.
Helaan nafas terdengar begitu jelas di sekitarnya. Selena yang paling dekat dengan Nenek Laura langsung menyadarinya.
"Nenek apa nenek lapar?" tanyanya dengan nada lembut.
Nenek Laura menggelengkan kepalanya, "Nenek tidak lapar Selena. Hanya saja nenek sangat merindukan paman, bibi mu, dan juga Freya. Sudah hampir satu tahun mereka belum pernah lagi ke sini" jelasnya dengan nada yang terdengar sedih.
Selena memegang tangan nenek Laura, "Nenek aku juga merindukan mereka...., aku yakin paman masih sibuk makanya tidak bisa datang. kalau Freya mungkin saja ia sudah mulai nyaman di sana" ucapnya.
Kenan dan Arga yang juga di sana sama-sama mendengus. "Bisa-bisanya Selena berbohong" bisik Arga.
Arga ingin sekali langsung mengajak Freya ke sini. Tapi ia tidak bisa menolak apa yang di inginkan abang pertamanya.
Terlebih Marvel pasti punya rencana pikirnya.
Tap...
Tap....
"Selamat ulang tahun nenek" ujar Anggota keluarga Morgan.
Nenek Laura tersenyum kemudian menyambut mereka. Sudah lama mereka tidak mengobrol. ia mempersilakan semuanya untuk duduk dan menikmati pesta ulang tahunnya.
Sedangkan Justin dan Langit duduk dekat Kenan dan juga Arga. Sebenarnya mereka malas mengikuti acara seperti ini. Hanya saja mereka sempat berfikir Freya akan datang.
Tapi setelah sampai di sini, mereka berdua tidak dapat melihat kehadiran Freya. "Ayaa sepertinya masih di inggris" ucap Justin.
Langit menghela nafasnya, "Lo benar. Berarti setelah ulang tahun ini baru kita ke inggris" ujarnya.
Mereka sendiri yang akan mendatangi Freya. Tidak peduli jika orang tuanya akan melarang, mereka akan tetap pergi.
Kenan yang mendengar pembicaraan mereka berdua hanya diam. lagian Freya akan muncul nanti, percuma saja ia menjelaskan pada mereka.
"Baiklah hadirin semuanya, acara akan dimulai sebentar lagi" ucap mc di sana.
Para tamu mulai merapat mendekati acara. Kue ulang tahun juga sudah mulai dikeluarkan di dekat nenek Laura dan suaminya.
Di sekeliling mereka juga sudah ada anggota keluarga Smith yang lain. Selena dengan senang berdiri di samping nenek Laura.
Dari bawah semua orang dapat melihat wajah putri dari keluarga Smith. Selena begitu dikenal oleh mereka, apalagi Selena selalu muncul di acara-acara penting keluarga ataupun urusan lainnya.
Berbeda dengan Freya yang menyembunyikan identitasnya. Makanya jika ia muncul di luar tidak akan ada orang yang mengenal dirinya.
Hal ini lah yang membuat Selena bisa merebut pusat perhatian. Ia hanya perlu membuat keluarga Smith menatap ke arahnya! Bukan lagi Freya.
Setelah pemotongan kue selesai dilaksanakan. Nenek Laura menyuapi satu persatu cucunya.
"Terimakasih nenek..." ucap mereka bersamaan.
Nenek Laura tersenyum tulus. Walaupun salah satu cucunya tidak hadir di sini. ia tidak boleh membuat cucu yang lainnya ikut sedih.
Justin dan Langit mendekati nenek Laura. Mereka berdua membawa satu kotak kado yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil.
"Nenek selamat ulang tahun. ini kado dari kami" ujar Langit yang diangguki oleh Justin.
Nenek Laura terkekeh, "Kalian tidak harus menyiapkan hadiah. lagian kalian berdua sudah nenek anggap cucu sendiri" ucapnya.
Justin dan Langit tersenyum, "Tidak masalah nek. Kami memang ingin menyiapkan untuk nenek" tambah Justin memberikan kado pada pelayan yang bertugas membawa kado.
Mereka berbincang sebentar baru pergi dari sana. barulah satu persatu tamu mulai memberikan kado pada nenek Laura.
Ketika salah satu pria muda maju ke arah sana. Selena dengan senyumannya malah sengaja mendekati pria itu.
"Gue gak tau Lo akan datang" ujarnya dengan mata yang berbinar menatap Elvano.
Elvano hanya diam tanpa menanggapi Selena. Ia datang karna ingin melihat drama seperti apa yang akan dilakukan oleh Freya bukan bertemu dengan Selena yang bermuka dua ini.
Kenan yang melihat Elvano risih membantunya agar berjauhan dengan Selena. Walaupun sedikit sulit karna Selena bersikeras ingin dekat dengan Elvano.
Namun dengan ancaman Kenan, barulah Selena kembali mendekati nenek Laura.
"Sekarang giliran ku. Aku yakin nenek akan menyukai kado yang sudah aku siapkan" ucapnya dengan senyuman yang lebar.
Nenek Laura mengelus rambut Selena, "Nenek akan menyukai apapun hadiah yang kamu berikan" ujarnya.
Selena memberengut kesal, "Tidak begitu, aku yakin kado kali ini akan menjadi kado terbaik untuk nenek" ujarnya menatap ke arah pintu yang masih tertutup.
Para tamu yang di sana karna penasaran mulai menatap ke arah pintu masuk.
Klek.....
Pintu besar itu terbuka dengan lebar. Selena yang tadinya tersenyum malah terdiam membisu. bahkan wajahnya mulai memucat.
"Ayaa..." teriak nenek Laura dengan senang.
~ To Be Continue
mksh tor , berasa dkit bgt tor, bisakah nmbh lg? 😁😁 🌹
.