Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: tamat
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:526.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Ia menjadi lebih percaya diri setelah satu buketnya laku. Ia mulai tak malu untuk berteriak, memancing perhatian orang-orang.

"Yang istrinya ulang tahun, yang mau aniversary, yang pengen nembak cewek, yuk beli bunga yuk!"

Laku lagi.

Lama-lama suaranya tidak gemetar. Langkahnya tidak ragu. Ia mulai bisa bercanda: "Pak, beli bunga biar nggak dimarahin bini di rumah."

Jam 09.40. Keranjang Ilona akhirnya kosong. Elang, di luar dugaan, Laki-laki itu berhasil menjual 10 buah buket, bahkan jauh lebih banyak dari Ilona yang hanya berhasil menjual 5 buket.

Mereka duduk di bangku taman, sama-sama ngos-ngosan, tapi senang.

Ilona menyedot es teh cup nya. "Hebat kamu. Tadi jago banget nawarinnya."

Elang tersenyum, meletakkan cup es teh yang hanya tinggal es batunya ke sebelah.

"Aku juga gak nyangka," kata Elang jujur. "Rasanya...wow banget pokoknya."

Ilona tersenyum. "Jualan itu gitu. Capek, tapi pas ada yang bilang 'makasih ya mbak bunganya cantik', rasanya senang sekali. Dan pas lihat duit, capek langsung ilang."

Keduanya tertawa bersama.

Elang menatap Ilona. Gadis yang kakinya ia ambil.

Di dalam dadanya, di penuhi rasa bersalah. Berulang kali buka mulut, lalu menutup lagi, ragu untuk memulai obrolan tentang bagaimana kehidupan Ilona selama ini.

"Ilona..." panggilnya pelan.

"Hmm?" Ilona sedang mengecek ponselnya.

"Boleh nanya nggak? Soal... soal dulu."

Tangan Ilona berhenti. Ia menoleh. "Soal apa?"

"Soal kejadian yang bikin kaki kamu..." Suara Elang tercekat. "Yang bikin kamu jadi gini."

Ilona diam beberapa detik. Lalu ia menarik napas, seperti orang yang sudah ditanya hal ini seribu kali. Ia dipaksa untuk selalu mengingat kejadian itu. Ia menyender. Matanya menatap ke arah pohon beringin yang indah dengan akar gantungnya.

"Maaf, kalau tidak mau, juga tidak apa-apa," ujar Elang.

"8 tahun silam. Dini hari yang masih gelap, sesuatu yang mengerikan terjadi. Sebuah benturan keras, yang lalu mengubah seluruh hidupku. Tubuhku dihantam, aku terpental, sakit, gelap, nafasku seperti berhenti."

Kedua telapak tangan Elang, mencengkeram pinggiran kursi, tenggorokannya tercekat.

"Bangun-bangun sudah di RS. Kakiku tak dapat digerakkan. Dokter bilang tulang kakinya remuk." Dadanya nyeri sekali saat ingat waktu itu. "Sudah tak bisa dipertahankan lagi, dan harus diamputasi. Amputasi." Ulang Ilona dengan mata berkaca-kaca. "Aku masih 20 tahun saat itu, masih kuliah semester baru 3. Banyak mimpi yang ingin kuraih, banyak tempat yang ingin ku kunjungi, tapi duniaku runtuh." Ia menyeka air mata.

"Aku terpuruk, aku mengurung diri dalam waktu yang cukup lama. Hampir 2 tahun aku hanya berada di rumah, tidak berani menghadapi dunia. Aku takut tatapan orang-orang, aku takut bisikan-bisikan mereka tentang kondisi ku. Kuliahku berhenti di tengah jalan, kekasihku yang awalnya mensupport, lama-lama pergi. Satu persatu teman menghilang, aku terlupakan. Aku marah pada Tuhan. Kenapa harus aku? Kenapa aku diberi cobaan yang terlalu berat. Katanya Tuhan memberi cobaan sesuai kemampuan, tapi aku gak mampu. Aku gak kuat. Rasanya, gak gila aja, itu sudah bagus."

Dada Elang sesak sekali mendengar cerita Ilona. Ia menikmati hidup di Jerman, tapi Ilona, dia hampir gila karenanya.

"Untung aku punya keluarga yang tidak pernah meninggalkanku. Ibu, Ayah, Eliana, semua menyayangiku." Ilona mulai tersenyum saat menceritakan keluarganya.

"Kasih sayang merekalah yang membuat aku akhirnya bangkit. Aku tidak boleh membuat mereka sedih terus. Ayahku meninggal dunia 3 tahun setelah kecelakaan itu. Dan itu, menjadi titik balik kehidupanku. Sampai kapan aku begini terus? Terus-terusan menyalahkan Tuhan, tidak akan membuat kakiku kembali. Aku harus bangkit, aku tidak boleh menjadi beban keluarga. Ibu sudah kehilangan Ayah, dan dia tak boleh kehilangan aku juga. Aku dengan keterbatasanku, dan ijazah yang hanya SMA, awalnya bingung mau kerja apa, sampai akhirnya, aku belajar membuat buket, awalnya Eliana yang bantu jualin ke teman-temannya, lalu berlanjut jualan di sosmed. Dan sudah hampir setahun, aku selalu disini setiap Minggu pagi."

"Terus... pelakunya?" Elang memberanikan diri untuk membahas soal itu.

Ilona ketawa kecil. Pahit. "Tidak tertangkap sampai sekarang. Ayahku tidak pernah berhenti mencari keadilan untukku, bahkan disaat-saat terakhir hidupnya. Tapi...orang jahat itu tetap tidak tertangkap. Kasusnya sudah ditutup sekarang, tanpa ada seseorang yang diadili, tanpa aku mendapatkan keadilan." Ia menoleh ke Elang. Senyumnya tipis.

Elang menelan. Tenggorokannya sakit. Ia ingin teriak "Itu aku". Tapi suaranya hilang, yang keluar cuma, "Kamu hebat, Lon."

Ilona tersenyum. "Setiap orang, berjuang dengan caranya sendiri."

Angin berhembus lumayan kencang, membawa sedikit kesejukan di cuaca yang mulai panas bersama dengan matahari yang semakin naik. Beberapa daun gugur, dan di antaranya menyangkut di rambut Ilona yang dikuncir kuda.

Ilona menjauhkan kepala saat Elang mengulurkan tangan ke arah kepalanya.

"Maaf, ada daun di kepala kamu."

"Oh... "

Ilona kembali mengecek ponsel. Hari semakin siang, matahari semakin terik, tapi yang ia tunggu belum juga datang. Ia mengambil ponsel, mencoba menelepon Arya, yang katanya mau datang menjemput.

1
Ila Lee
alhamdulillah akhirnya selesai juga baca kisah elang dan ilona😍😍😍 akan aku baca karya mu thor/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mamah Dini11
kok udh tamat padahal blm beranak pinak tuh pengantin nya. lggi seru2nya ,ya udh terimakasih thor cerita nya bagus keren ,sehat slalu thor semangat dn terus berkarya🙏🙏💪💪👍👍
Mamah Dini11
mau buka seggel si elang pakai perasaanmu dn hatimu , tpiii lgsung bekerja kalian gk mau mandi dulu gitu seharian kalian di pelaminan lengket tau, 😄😄😄 oooohhh mungkin lgsung mandi keringat aja , lanjuuuuuuttttt 🤭😄😄😄
Mamah Dini11
selamat berbahagia buat kamu illona dn elang srmoga samawa ,🙏 maaf gk bisa datang karna gk di undang 🤭🤭🤭🤭🤭😄😄😄😄😄😄, cepet bikin kecebong2 nya biar rame suasana rumah kalian 👍👍
Mamah Dini11
tenangkan dirimu lang ayo tdk akan terjadi apa2 semangat lang 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Mamah Dini11
alhmdulilah akhirnya yg di tunggu2 tiba juga , makasih illona sudah menerima niat baik elang dn kluarganya , jgn lama cepetin hari H nya , undangan nya jgn lupa lang kan kita2 udh doain. kmu bareng2😄😄 udh gk sabar nunggu elang meratukan illona,, semoga ke bahagian bersama kalian,👍👍
Mamah Dini11
ayo lang cepet. jgn sampai ke duluan si duda tuh punya anak lgi, nanti ngerepotin illona anaknya , kmu siihh banyak mikir , baru lihat illona sm si damar lgsung ngacir , takut di pelihara , kapan kmu matang nya , mentah terus ,aku dukung ya lang semoga lamaranny di terima tdk ada hambatan apapun di lancarkan semuanya , sampai bersanding di pelaminan ,tpiii. jgn lupa. undang kita2 ya🤭💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
Humaira
terima kasih juga buat kak othor 🩷🩷
Mamah Dini11
yg itu gengsi yg ini gengsi , mau nya apa si kalian , ngalah doong yg. satunya , biar cepet clar cerita kalian, ayo illona temui. elang gk. apa2 kmu duluan , elang kan lgi jadi banci 🤭 dia takut kmu ada kbr lgi. deket sm duda , blm tentu benar kan ill dia udh payah. ah gk seru kalau sm2 berpikirnya kejauhan, pliiisss ill temui elang yah pancing duluan sm kmu 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Gia Nasgia
Happy forever Elang Ilona 😍🥰🥰 terimakasih kakak Tia untuk semua karya mu🤗🫶👍💪lanjut dgn Aa Budi dan neng Jena 😍
Mamah Dini11
elang kenapa kmu jadi cemen sekarang ,dulu ngejar2 ilona sampai segitunya, kmu udh bebas lang ayo tunjukan dirimu dan mana janji2mu ,gentlmen jgn dulu percaya kbr yg blm nyata , kmu harus dengerin omongan illona baru percaya , kita udh gk sabar lihat kmu membina rumah tangga sm illona dn kmu akan jaga illona seumur hidupmu , ayo lang semangat💪💪💪💪💪💪💪
Ila Lee
mula dari harini Jun ada rasa malu lagi Olona kerana elang akan melihat semua yg ada di diri mu jdi sanrai2 ayer jalani peranan sebagai seorang isteri elang🤭🤭🤣😍😍😍
Cinta Rodriques
kok tamat thour...blm punya anak???
Ila Lee
akhirnya mereka bersatu menjadi suami isteri bait masa lalu terus berlaku masa ini hanya fikirkan masa depan yg mungkin lebih sempurna dalam rumah tangga/Heart//Heart//Heart//Heart/
Diana Fitri.N
terimakasih sudah menemani hari-hari ku dengan karya mu kak, semangat selalu🥰
Hani Ekawati
Iya siap Thor, kisah Jena dan Budi juga tak kalah mendebarkan 🤭 kesel sama si Juwita dan Naura 😂 kalau dulu di kisah Nisa dan Ojan, si Naina sama si Sandi yang nyebelinnya minta ampun 😂 Tapi jujur Thor, aku lebih greget ke kisah Nisa dan Ojan, penasaran anak kembar mereka.☺️
Septi
terimakasih juga untuk cerita nya. semangat terus berkarya 💪🏻
Mamah Dini11
semoga 4 thn itu di percepat sm author nya, dn elang Bener2 membuktikan ke tulusan hatinya , dan illona sabar menantinya 🤭
Ummah Intan
kasih bonchap dong Thor..ga kebayang wanita seperti Ilona hamil dan melahirkan
Akhila Davina
terimakasih untuk ceritnya ❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!