Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
...Setelah mendapatkan pesan itu, Thomas segera menjemput Indra di kantor polisi atas perintah Devandra....
...Setelah mengurus dokumen jaminan darurat yang telah disetujui....
Thomas mencengkeram erat lengan Indra yang terborgol
...Indra tertawa terbahak-bahak, suara tawanya yang sumbang menyuarakan rasa puas dan kemenangan yang picik....
..."Makanya, sebelum berani menangkapku dan merasa paling berkuasa, seharusnya kamu berpikir jernih dulu, Devandra! Kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa!"...
...Devandra yang berdiri di samping mobil mewah hitamnya hanya menatap wajah Indra dengan pandangan yang amat dingin, seolah sedang melihat bangkai yang tak berharga....
...Tidak ada raut kepanikan di wajah sang pimpinan maskapai....
...Devandra mengalihkan pandangannya dan memberi isyarat mata yang tajam kepada Thomas....
...Thomas yang mengerti maksud atasannya tanpa perlu satu patah kata pun, langsung bergerak secepat kilat....
...Ia memiting kedua tangan Indra ke belakang tubuhnya hingga pria itu memekik kesakitan, lalu dengan kasar menyumpal mulut Indra menggunakan kain tebal yang sudah disiapkan—persis seperti apa yang dilakukan para penculik itu kepada Ratri....
..."MMMMPPHH!! MMMM-!!" ...
...Indra melotot tajam, memberontak histeris saat mulutnya terkunci rapat dan tangannya diikat erat oleh Thomas....
..."Simpan tawamu untuk di Bali nanti, Indra," bisik Devandra sangat pelan tepat di telinga Indra....
...Perkataan Devandra mengandung ancaman mematikan yang membuat nyali Indra seketika ciut....
..."Kamu pikir aku menemuimu untuk menyerah? Kamu hanyalah umpan untuk menarik seluruh tikus-tikusmu keluar dari sarangnya."...
...Thomas dengan kasar mendorong Indra masuk ke dalam bagasi mobil yang terisolasi....
...Ia menutup pintunya dengan keras, lalu bergegas masuk ke kursi pengemudi untuk membawa mereka menuju jet pribadi Devandra yang siap lepas landas ke Bali....
Setelah sampai bandara mereka segera masuk ke dalam jet pribadi Devandra.
...Jet pribadi Devandra mulai lepas landas dan membelah gelapnya malam dengan kecepatan penuh, melaju menembus awan hitam menuju Pulau Dewata....
...Di dalam kabin, atmosfer terasa sangat tegang. Devandra berdiri memandangi layar monitor pelacak yang masih menunjukkan titik lokasi terakhir ponsel Ratri yang mati di bandara....
...Sementara itu, di sebuah gudang tua terlantar di pinggiran daerah pesisir dimana Ratri terbaring lemas di atas lantai semen yang dingin....
...Kesadarannya mulai kembali sepenuhnya meskipun rasa sakit masih menyengat kepalanya....
...Kedua penjaganya sedang berada di luar ruangan, sibuk merokok dan mengobrol....
...Menggunakan sisa tenaga yang ada, Ratri perlahan menggeser tubuhnya yang terikat ke arah sudut remang-remang....
...Dengan jemarinya yang terikat rapat di belakang tubuh, ia mencoba menyentuh jam tangan pintar (smartwatch) khusus penerbangan yang melingkar di pergelangan tangannya....
...Tombol darurat itu tersembunyi rapat di sisi samping jam....
...Dengan susah payah dan napas bergetar di balik sumpalan kain, ibu jarinya berhasil menekan tombol SOS Panic Button selama tiga detik....
...Bip... Bip......
...Sebuah sinyal GPS darurat bersandi militer seketika aktif, memancarkan koordinat lokasi akurat langsung ke sistem penerbangan Devandra....
...Dev, tolong aku, bisik Ratri dalam hatinya penuh harapan....
...Ia memejamkan matanya menahan rasa sakit di pergelangan tangannya....
...Di saat yang sama, layar utama di dalam jet pribadi Devandra mendadak menyala merah dan berbunyi nyaring....
...BEEP! BEEP! BEEP! SOS SIGNAL DETECTED....
...Thomas langsung melompat dari kursinya dan menghampiri Devandra....
..."Pak! Sinyal darurat dari jam tangan Nyonya Ratri baru saja aktif! Lokasinya ada di sebuah gudang tua dekat Pelabuhan Benoa!"...
...Devandra mengepalkan tangannya kuat-kuat, matanya memancarkan aura membunuh yang sangat dingin saat menatap titik merah di layar....
..."Arahkan semua helikopter dan tim eksekusi langsung ke koordinat itu," perintah Devandra....
...Kemudian ia melirik ke arah Indra yang terikat dan tersumpal lemas di sudut kabin....
..."Saatnya kita memberi pelajaran kepada mereka." ucap Devandra....
...Dua jam kemudian, jet pribadi Devandra mendarat darurat di landasan helipad pribadi kawasan pesisir Bali....
...Tanpa membuang waktu sedetik pun, Devandra dan Thomas langsung memindahkan tubuh Indra yang tersumpal lemas ke dalam helikopter tempur sipil milik tim keamanannya yang mesinnya sudah meraung panas....
...Baling-baling helikopter berputar kencang membelah angin malam yang dingin, melaju rendah memotong jalur udara langsung menuju gudang tua di kawasan Pelabuhan Benoa....
...Dari balik jendela, Devandra memasang rompi tahan peluru dan mengisi amunisi senjatanya dengan tatapan tajam....
..."Dua menit lagi menuju koordinat, Pak!" teriak pilot helikopter di tengah deru mesin....
..."Thomas, siapkan tim. Dobrak dari atas dan samping. Jangan beri mereka kesempatan menembak," perintah Devandra dingin....
Mereka segera berangkat untuk menyelamatkan Ratri.
Dua menit kemudian mereka melihat Gudang dimana Ratri berada.
...Helikopter melakukan hovering sangat rendah tepat di atas atap seng gudang....
...Kemudian yali-tali diturunkan, dan dalam hitungan detik, tim keamanan terlatih Devandra merangsek turun, membobol atap dan kaca-kaca jendela gudang secara bersamaan....
BRAKKKK!!
DOR!!
...Suara tembakan meletus sengit di dalam bangunan tua itu....
..."Ada serangan! Tembak mereka!!" teriak salah satu komplotan penculik panik....
...Suasana di dalam gudang seketika menjadi medan tempur yang sangat mencekam....
...Kilatan cahaya tembakan dan gemuruh ledakan granat kejut membuat para penculik kocar-kacir....
...Ratri yang terikat di sudut ruangan membelalakkan mata, berusaha menyembunyikan dirinya di balik tumpukan kayu saat peluru berseliweran di udara....
...Devandra melompat turun dari helikopter, bergerak cepat menembus asap tebal. ...
Ia melihat Ratri yang mencoba bersembunyi di sudut ruangan
..."Ratri!!" teriak Devandra....
...Ia mendekat sambil menembak jatuh seorang penculik yang mencoba mengarahkan senjata ke arahnya....
...Namun, bos penculik yang bersembunyi di balik pilar beton mendadak mengarahkan laras senjatanya tepat ke dada Ratri yang tak berdaya....
..."Mati kau, Pilot!"...
...Melihat bahaya mematikan itu, naluri Devandra bergerak lebih cepat dari akal sehatnya....
...Ia melompat pasang badan tepat di depan tubuh Ratri....
...DORR!!...
..."MMMPHHH!!" jerit Ratri di balik sumpalan kainnya....
...Peluru tajam menembus lengan atas Devandra, menyemburkan darah segar yang membasahi kemeja putihnya....
...Namun, meski meringis menahan nyeri yang membakar, Devandra tidak roboh....
...Dengan tangan kanannya yang masih kokoh, ia membalas tembakan itu presisi hingga melumpuhkan sang pelaku seketika....
...DORR!...
...Suasana mendadak hening ketika tim Thomas berhasil menguasai seluruh area dan melumpuhkan sisa-sisa penculik....
...Devandra berlutut di hadapan Ratri, mengabaikan darah yang terus mengucur deras melumuri lengan kirinya....
...Jemarinya yang bergetar cepat memotong tali pengikat tangan Ratri dan menarik penyumpal mulutnya....
..."Kamu, tidak apa-apa, Ratri?" tanya Devandra dengan napas terengah-engah, wajahnya sedikit pucat namun tatapannya penuh rasa lega yang luar biasa....
...Ratri langsung menghambur memeluk leher Devandra erat-erat, menumpahkan tangisnya di dada pria itu....
..."Dev! Lenganmu, mengeluarkan darah banyak sekali, Dev!" seru Ratri histeris saat merasakan kebasahan hangat di bajunya....
..."Hanya luka kecil, Sayang." bisik Devandra terkekeh pelan di tengah rasa sakitnya....
...Ia mengusap lembut rambut Ratri dengan tangan kanannya....
..."Aku tidak apa-apa, sayang. Yang penting kamu selamat, calon istriku."...
...Ratri semakin erat memeluk tubuh Devandra, tangisnya pecah di dada pria itu....
...Rasa takut yang menyiksa dan kepanikan melihat darah segar mengucur dari lengan Devandra membuat tubuhnya gemetaran hebat....
..."Sayang, jangan menangis. Aku tidak apa-apa," bisik Devandra lembut dengan suara bergetar menahan nyeri, mencoba menenangkan wanita yang sangat dicintainya itu....
..."Tapi lenganmu seperti ini, Dev! Kamu tertembak gara-gara menyelamatkanku!" seru Ratri di selang isak tangisnya....
...Ia menatap kemeja putih Devandra yang kini bersimbah darah merah pekat....
...Di sudut gudang yang mulai terkendali, Indra yang memanfaatkan kekacauan berusaha merangkak pelan-pelan untuk kabur....
...Namun, belum sempat ia berdiri, sebuah cengkeraman besi mendarat di bahunya....
..."Mau lari ke mana kamu?!" bentak Thomas dingin. ...
...Dengan satu gerakan cepat, Thomas mencengkeram erat lengan Indra dan menguncinya ke belakang tubuh hingga pria itu memekik kesakitan....
...Devandra berdiri perlahan sambil tetap merangkul pinggang Ratri, menatap Thomas dan Indra dengan pandangan tajam penuh ketegasan....
..."Thomas, bawa dia ke penjara lagi. Pastikan kali ini dia dan seluruh komplotannya tidak akan pernah melihat matahari lagi," perintah Devandra....
...Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah pilot helikopter dan tim medisnya....
..."Siapkan penerbangan kembali ke Jakarta serta rumah sakit terbaik. Aku memutuskan untuk menikahi calon istriku secepatnya. Tidak ada lagi penundaan!"...
...Ratri mendongakkan kepalanya, matanya yang basah menatap Devandra dengan rasa cemas yang belum reda....
..."Tapi tanganmu, Dev. Kamu harus berobat dulu!"...
...Devandra tersenyum tipis, mengusap air mata di pipi Ratri menggunakan ibu jarinya....
..."Tidak apa-apa, Sayang. Mungkin hanya butuh operasi kecil untuk mengeluarkan pelurunya. Yang terpenting, kamu aman di sampingku." ucap Devandra sambil tersenyum tipis....
keluarga baru ratri juga udh bahagia ,,
semoga si indra ma Imelda gx perlu deh kluar dr penjara ,, ganggu aj nnti dy bisa nya ,,
org yg km sakiti ,,
msh peduli Dan cemas dg kondisi kalian ,,
alhamdullah tasya Dan Gabriel juga udh punya pekerjaan masing2 ,,
bahagia selalu kalian semua
semoga jalan kalian di permudah ,,
krn semua org pernah berbuat salah ,,
hingga mereka berdua pun pantas mendapat kesempatan kedua buat berubah ,,
semoga setelah ini cuma kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
udh deg2an ,,
baru juga masalah satuu beres ,, dtg masalah lain ,,
semoga ratri cepat di temukan Selamat sampai lgi di Jakarta ,, ,,