"Aku tidak pernah menyesal memilihmu untuk memiliki cintaku ,walaupun pada akhirnya kamu melupakan cintaku padamu",
Isvara.
Dexano menangis setelah melihat vidio yang ditinggalkan Isvara untuknya di hari pernikahan dexano .
"Maafkan aku Vara ,aku tidak pernah melupakan cintamu untukku ,cintamu selalu ada di dalam hatiku sampai jantungku berhenti berdetak ,aku hanya milikmu Vara,tunggu aku " .
Bagaimana kisah cinta Isvara dan dexano pada akhirnya........
HAPPY READING
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Ayah Isvara mendekat pada Isvara dan ,plakkkkkkk (suara tamparan yang sangat kencang) mendarat di pipi Isvara.
Bibi doroty menutup mulutnya kaget. Wajah Isvara sampai tertoleh ke samping ,Isvara tersenyum sangat lebar.
"Jangan mentang mentang aku baik padamu ,kamu jadi kurang ajar begini ya ,aku sudah berpikir sebelumnya untuk memaafkan perbuatanmu dulu ,tapi karena perbuatanmu hari ini aku menghapus pikiran itu ,aku sangat kecewa padamu" teriak ayah Isvara marah.
Isvara menatap ayahnya dengan senyum yang menyeramkan ,"Sudah marahnya tuan ,baiklah apapun yang anda pikirkan anggap saja itu benar ,saya sudah malas meladeni anda ,lagipula saya di sini juga hanya sebagai tamu ,saya cukup tahu diri ,sebagai tamu tidak baik untuk bertengkar dengan tuan rumahnya ,kalau begitu saya permisi " ucap Isvara datar.
Saat Isvara membalikkan badannya ingin pergi dari hadapan ayahnya tiba tiba ayah Isvara menghentikan Isvara ,"Tunggu siapa bilang kamu boleh pergi ,minta maaflah pada istriku dulu baru kamu boleh pergi" teriak ayah Isvara.
Isvara berdecih melihat ayahnya ,"Aku tidak akan merendahkan diriku untuk hal yang bahkan tidak akan pernah aku sesali kalau aku melakukannya " ucap Isvara.
Ayah Isvara mengepalkan tangannya , sedangkan ibu tiri Isvara tersenyum penuh kemenangan .
"Jika kamu tidak mau meminta maaf pada istriku ,jangan berharap besok kamu masih bisa melihat butik milikmu" ucap ayah Isvara penuh penekanan .
"Memang Anda hanya bisa mengertak saja ,baiklah saya akan melakukan apa yang anda katakan tadi ,dengan syarat mari kita tonton bersama cctv yang terjadi tadi ,dari awal kejadian sampai akhir ,bagaimana anda setuju" ucap tenang Isvara.
Ibu tiri Isvara gelagapan takut ,sedangkan ayah Isvara yang merasa ditantang pun tidak mau kalah ,"Baiklah ayo kita lihat bersama ,setelah itu kamu harus meminta maaf pada istri saya ,kita ke ruang keluarga sekarang" ucap ayah Isvara sambil berlalu ke ruang keluarga.
"Sayang sebaiknya tidak usah sampai melihat cctv ,kalau Isvara tidak mau meminta maaf tidak papa ,aku baik baik saja" ucap ibu tiri Isvara .
Isvara berdecak kesal , "Drama lagi" ucap Isvara sambil bersedekap dada.
Ayah Isvara menatap Isvara ,"Setelah melihat cctv ,aku mau kamu berlutut sambil meminta maaf pada istriku ,paham " ucap ayah Isvara.
Ayah Isvara berjalan cepat ke ruang kerja sambil memanggil pelayan agar membawa laptop miliknya.
Isvara tersenyum ,bibi doroty langsung mendekat pada Isvara ,"Non ,ya ampun pipi nona sampai membengkak ,hiks hiks hiks " tangis bibi doroty sambil mengelus pelan pipi Isvara yang lebam bengkak.
"Bibi jangan menangis ,Isvara kan anak yang kuat bibi tahu itu ,bibi bawa foto ALM.ibu Isvara ke kamar di pojok Isvara akan menyusul sebentar lagi " ucap Isvara sambil memberikan foto ALM .ibunya pada Isvara .
"Nona baik baik ya ,kalau ada apa apa panggil bibi " ucap bibi doroty.Isvara mengangguk lalu berjalan menuju ruang keluarga.
Di ruang keluarga Isvara melihat ayahnya yang berada di depan laptop ,sedangkan ibu tirinya berada di samping ayahnya terlihat wajahnya sangat pucat.
Isvara turun perlahan ,ayah Isvara melihat ke arah Isvara dengan tatapan tajam . Isvara langsung duduk di hadapan ayahnya sambil bersedekap dada.
"Aku akan putar vidionya sekarang " ucap ayah Isvara ,ibu tiri Isvara gelagapan dan langsung merebut laptop milik ayah Isvara.
Ayah Isvara kaget ,"Ada apa ,kenapa kamu mengambil laptopku?" tanya ayah Isvara pada ibu tiri Isvara.
"Emm aku hanya ingin meminjamnya untuk emm eh itu mengirimkan file untuk sahabatku ,iya untuk sahabatku " ucap ibu tiri Isvara terbata bata.
Ayah Isvara memicingkan matanya ,"Kamu punya tablet ,kamu bisa mengirimnya lewat tablet milikmu sendiri ,berikan laptopku" ucap ayah Isvara ingin mengambil laptopnya.
Namun ibu tiri Isvara langsung menjauhkan laptop milik ayah Isvara dari jangkauan ayah Isvara.
"Tapi aku ingin mengirim lewat laptop karena menurutku akan lebih enak ,biarkan aku memakai laptop ini ya " ucap ibu tiri Isvara.
"Kamu bisa menggunakannya setelah kita melihat cctv ,mana berikan laptopku" ucap datar ayah Isvara.
"Tapi" ucap ibu tiri Isvara dipotong ayah Isvara ,"jangan bilang kamu menyimpan rahasia hingga kamu melarangku untuk memakai laptopku" ucap datar ayah Isvara.
"Tidak sama sekali tidak ,aku tidak menyimpan rahasia apapun padamu" ucap ibu tiri Isvara.
"Kalau begitu berikan padaku " ucap ayah Isvara.Ibu tiri Isvara pun memberikan laptop milik ayah Isvara dengan sedikit ragu .
Ayah Isvara merebut laptop di tangan istrinya dengan kasar sambil melirik Isvara yang hanya terdiam dari tadi dengan pandangan tetap datar dan tangan yang bersedekap dada.
Ayah Isvara pun mencari vidio dimana istri dan anaknya bertengkar tadi .
Di awal vidio ayah Isvara melihat ketika istrinya berdiri di depan pintu kamar istrinya .
"Tuan kalau aku boleh memberi saran ,aku sarankan untuk memperbesar suaranya agar semua mendengarnya ,aku bahkan yang duduk di depan anda tidak bisa mendengar suara sedikitpun " ucap Isvara.
"Diam kamu " ucap ibu tiri Isvara kasar. Ayah Isvara pun menuruti permintaan Isvara dan mulai memperbesar suaranya.
Vidio pun terputar dengan suara yang kencang. Ayah Isvara melihat vidio itu dengan mata yang membola kaget ,sedangkan Isvara hanya menutup matanya menahan kemarahan yang ada di hatinya ketika mendengar perkataan ibu tirinya di vidio itu.
Setelah vidio itu selesai yaitu saat ayah Isvara datang dan langsung menampar Isvara dengan kencang ,ayah Isvara langsung menutup laptopnya dengan kasar.
Ibu tiri Isvara takut bercampur kaget menjadi satu.Isvara membuka matanya dan melihat ke arah ayahnya ,"Bagaimana tuan ,apakah aku masih harus merendahkan diriku untuk istri tercinta anda ini " ucap Isvara tenang.
Ayah Isvara menatap Isvara dengan pandangan yang sulit diartikan.Isvara tersenyum remeh ,"Saya bertanya pada anda tuan Birendra" tekan Isvara.
Ayah Isvara mengelengkan kepalanya. Isvara tersenyum lebar ,"Baiklah ,karena sudah selesai saya izin untuk ke kamar dulu tuan,karena saya masih harus mengurus perusahaan milik putri tersayang Anda nanti" ucap Isvara sambil berjalan menjauh dari ruang keluarga.
Namun saat Isvara akan menaiki tangga tiba tiba ayahnya menghentikan Isvara ,"Kembalilah ke kamar yang sudah saya siapkan ,tidak usah kembali ke kamar pojok karena kamar itu belum direnovasi" ucap ayah Isvara.
Isvara tersenyum ,"Tidak usah tuan Birendra yang terhormat ,saya cukup tahu diri sebagai tamu di sini saya tahu kalau kamar yang Anda siapkan adalah kamar milik putri tersayang Anda ,jadi saya lebih memilih kamar pojok karena menurut saya itu adalah tempat yang pantas untuk saya di rumah ini " ucap Isvara.
"Tapi kamar itu belum direnovasi " ucap Birendra sampai berdiri .
"Saya tidak peduli mau direnovasi ataupun tidak ,karena sejak bertahun tahun lalu memang tempat saya di situ " ucap Isvara sambil berjalan lagi dan menghiraukan panggilan ayahnya.
Ayah Isvara marah besar hingga membalikkan meja di depannya hingga pecah dan kaca berhamburan di mana mana.Ibu tiri Isvara kaget hingga berteriak kencang sambil menutup telinganya.