Indonesia
NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Mas!

Mari Bercerai, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Mari bercerai, Mas!”

Rania menatap lurus ke mata suaminya tanpa gentar, meski hatinya terasa hancur perlahan.

Harsa membeku. Kata cerai tak pernah ada dalam hidupnya. Baginya, Rania adalah miliknya selamanya, takdir yang tak bisa diubah siapa pun.

“Apa katamu?!”

Rania menggigit bibir, menahan sesak di dada sebelum akhirnya berkata pelan namun tegas, “Aku ingin bercerai. Aku sudah lelah menjadi istrimu!”

Selama tiga tahun pernikahan mereka, semuanya baik-baik saja. Harsa mencintainya dengan cara yang hangat. Sampai kematian sang adik mengubah segalanya.

Sejak saat itu, Harsa seolah perlahan menjauh darinya. Semua waktunya habis untuk menjaga janda adiknya dan keponakan kecil mereka. Sedangkan Rania, hanya menjadi bayangan di rumahnya sendiri.

Tak ada yang tahu, di balik senyum tenangnya, Rania sedang berjuang melawan penyakit yang mematikan.

Akankah Harsa setuju dengan perceraian itu? Ataukah Rania memilih pergi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 20

“Akhirnya kamu datang juga, Ran,” ucap Jonathan hangat.

Jonathan langsung bangkit dari kursi kebesarannya begitu pintu kayu bernuansa putih itu terbuka, lalu melangkah lebar untuk menyambut kedatangan Rania.

Rania memaksakan seulas senyum tipis di bibirnya yang nampak semakin memucat.

“Maaf ya, Jo. Kamu sudah lama nunggu?” tanya Rania.

Padahal, ia tahu persis Jonathan baru saja masuk ke ruangan ini beberapa menit lalu setelah menyelesaikan obrolan menegangkan dengan Harsa di lorong depan.

“Belum, kok. Aku juga baru saja kembali dari bangsal atas. Sini, silakan duduk dulu,” ujar Jonathan.

Lalu, ia menarik salah satu kursi berlapis busa di depan mejanya, lalu membimbing pundak Rania dengan sangat hati-hati, seolah wanita di hadapannya adalah sebongkah porselen langka yang bisa pecah kapan saja.

Rania terkekeh pelan melihat perlakuan berlebihan dari sang dokter.

“Jo, tolonglah. Jangan perlakukan aku seperti orang yang sudah sakau dan sekarat begini. Aku masih kuat berjalan, bahkan masih bisa berdiri tegak kalau kamu mau mengujiku.”

Jonathan sempat terpaku di tempatnya berdiri.

Senyuman Rania barusan, meski terlihat begitu getir dan dipaksakan, adalah senyuman pertama yang berhasil Jonathan lihat setelah ia menyerahkan hasil laboratorium dan memvonis wanita itu mengidap leukemia stadium lanjut.

Di dalam lubuk hatinya, Jonathan merasakan denyut perih yang luar biasa.

Akhirnya, setelah bertahun-tahun berpisah, ia bisa kembali melihat senyuman dari wanita yang dulu sangat ia idam-idamkan semasa kuliah.

Meski kini, Jonathan harus menelan kenyataan pahit dengan sangat sadar bahwa Rania sudah seutuhnya menjadi milik Harsa, pria yang sayangnya tidak pernah tahu cara menghargai permata di dalam rumahnya sendiri.

“Jo? Kok malah diam?” tanya Rania, membuyarkan lamunan Jonathan. Ia meletakkan tas selempangnya di atas meja kayu dengan gerakan pelan.

“Kamu memanggilku ke sini cuma buat melihatmu melamun dan mematung seperti itu?”

Jonathan tersentak, lalu buru-buru membenarkan letak kacamata dan duduk di kursi kerjanya, tepat di hadapan Rania.

“Nggak, Ran. Bukan begitu. Aku memanggilmu karena ada hal penting terkait pengobatanmu. Ada seseorang yang ingin aku kenalkan padamu hari ini. Dia adalah salah satu dokter onkologi terbaik di rumah sakit ini, sahabat lamaku juga. Dia yang akan membantu memandu seluruh proses kemoterapi kamu ke depan.”

Rania mengangguk-angguk paham, matanya menatap kosong ke arah deretan berkas medis di atas meja.

“Begitu ya... Terima kasih banyak ya, Jo. Kamu sudah repot-repot membantuku sejauh ini.”

Jonathan menghela napas panjang. Ia memajukan tubuhnya, melipat kedua tangannya di atas meja dengan tatapan mata yang berubah menjadi sangat serius.

“Bagaimana dengan Harsa? Sampai detik ini, dia masih belum tahu tentang kondisimu yang sebenarnya?”

Rania terdiam. Ia memalingkan wajahnya ke arah jendela ruangan, menatap langit yang kian benderang, sekontras hatinya yang kian menggelap.

“Belum. Dan kurasa, dia memang tidak perlu tahu, Jo.”

“Rania, tolong dengarkan aku. Penyakit leukemia yang ada di dalam tubuhmu ini tidak bisa sembuh dengan cara instan atau sekadar keajaiban yang datang tanpa usaha. Kamu butuh pengobatan medis yang panjang dan melelahkan secara fisik. Tapi di atas semua obat kimia itu, setidaknya kamu harus punya satu alasan kuat... satu alasan yang membuatmu merasa berharga untuk tetap bertahan hidup,” pungkas Jonathan.

Rania menggelengkan kepalanya lemah, seulas senyuman sinis terukir di sudut bibirnya.

“Nggak ada, Jo. Alasan itu sudah lama hilang. Aku tidak punya siapa-siapa lagi yang menganggapku berharga di dunia ini. Aku—”

“Rania! Aku belum selesai bicara!” tegas Jonathan, memotong ucapan keputusasaan Rania dengan cepat.

Dokter spesialis penyakit dalam itu menarik napas, mencoba mengontrol emosinya sebelum memberikan penjelasan dari sudut pandang medis dan psikologis yang menjadi keahliannya.

“Sebagai doktermu, aku wajib memberi tahu ini. Di dalam dunia kedokteran, ada hubungan yang sangat kuat antara kondisi psikis pasien dengan sistem imun tubuh. Penyakit seberat apa pun, termasuk kanker darah yang kamu miliki, akan jauh lebih mudah ditekan dan disembuhkan jika hati kita merasa bahagia. Sel-sel imun dalam tubuhmu butuh asupan hormon endorfin dan serotonin dari otakmu sendiri untuk bisa melawan sel kanker itu, Ran.”

Rania tetap bergeming, namun matanya mulai berkaca-kaca mendengar penjelasan Jonathan.

“Saat ini, tubuhmu sedang digerogoti karena hatimu terlalu lelah. Ada beban mental yang terlalu menumpuk di kepalamu, dan itu bertindak sebagai racun yang mempercepat kerusakan sel darahmu. Secara psikologis, jika kamu ingin bertahan hidup, tolong untuk sementara waktu tinggalkan dan lepaskan beban yang membuatmu stres itu. Jauhi sumber rasa sakitmu. Buang semua hal yang membuat dadamu terasa sesak setiap hari. Egoislah sedikit demi nyawamu sendiri,” lanjut Jonathan

Kata-kata Jonathan bergaung dengan sangat keras di dalam gendang telinga Rania, seolah menghantam tepat di pusat kesadarannya.

Jauhi sumber rasa sakit?

Lepaskan beban yang menumpuk?

Pikirannya seketika melayang pada sosok Harsa, pada Wulan, pada Gavin, dan pada semua drama rumah tangga yang selama satu tahun terakhir ini telah menguras habis air mata dan kebahagiaannya.

Rania mencengkeram lututnya sendiri di balik meja. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya luruh, membasahi pipinya yang tirus.

Ia menatap lurus ke dalam manik mata Jonathan dengan tatapan yang teramat dalam.

“Jadi, aku harus melepaskan mas Harsa supaya aku bisa bahagia dan bertahan hidup, Jo?”

“Maksud kamu apa dengan melepaskan Harsa? Apa selama ini dialah beban hidup terbesar kamu, Ran?” tanya Jonathan.

Rania tak menjawab.

Dari diamnya Rania, Jonathan seolah tahu maksud ucapan sahabatnya itu.

Jonathan menghela napas panjang. Ternyata dugaannya selama ini benar. Saat melihat Harsa berjalan mesra bersama Wulan dan anaknya tadi, Jonathan sudah bisa menebak bahwa Rania sedang tidak baik-baik saja karena kehadiran orang ketiga di rumah tangganya.

“Mas Harsa, Jo... mas Harsa selalu lebih mementingkan istri mendiang adiknya ketimbang aku. Aku yang istrinya, tapi aku selalu menjadi orang asing di rumahku sendiri. Aku lelah, Jo. Dadaku rasanya mau mati karena sesak setiap hari hiks....”

Melihat kerapuhan wanita yang pernah dicintainya itu, Jonathan tidak bisa tinggal diam.

Tepat saat itu, dengan tak mengurangi rasa hormatnya sebagai seorang dokter sekaligus sahabat, Jonathan maju dan memeluk Rania dengan erat.

Jonathan membiarkan Rania menangis sesenggukan, menumpahkan seluruh rasa sakit dan air mata yang selama satu tahun terakhir ini ia pendam sendiri di atas pundaknya.

“Menangislah, jika itu bisa membuat perasanmu lega, Rania. Aku akan dengan senang hati meminjamkan pundakku ini untukmu,” batin Jonathan dengan tangan terkepal erat.

1
Dini
bener" ceritamu menguras emosi pembaca thor'semangat thor 👍 💪
Senja: Hehe makasih kk
total 1 replies
Dini
ini gambaran d dunia nyata pun pelakor lbh unggul 😄
Dini
bagus rania aku setuju👍👍 udah fisik sakit bathin jg sakit'mending lepas salah satu fokus buat ksehatan
Dini
baru baca udh ikut ngaheng ni otak'lanjut thor 👍🤣
Ika Yanti Unyil
seneng banget ketika rania bisa hidup dan bahagia bersama dokter jo.apalagi dikasih anak kembar sepasang.setelah mendapatkan perlakuan yg menyakitkan pada rumah tangga sebelumnya.awal2 membaca bener2 bikin nyesek.rania wanita kuat.
terus semangat berkarya thor ❤️🥰❤️🥰
hariyoo: mampir kk hehe ke chat story aku dong jadilah pembacaku kak /Frown/
total 1 replies
enungdedy
maaf..bukan nya dibab2 sbelumnya ktanya usaha harsa disokong sm keluarga rania krn papa rania melihat harsa punya potensi makanya keluarga rania mau membantu usaha harsa
koq skg critanya mlah beda
Lesmana
berkat elu , nenek tua 😤😤 emosi dah gw
Ernawati
aku bacanya jam 02:13 tgl 20 Agustus 3026
Wahyu Arfyanti
papa rania beraeti founder ya,kan pemilik,..klo ceo bukan pemilik.klo ga salah ya.🙏
oss
Kan udah pernah ketemu mamanya di toko perhiasan, masa si wulan lupa
Nur Aulia
peran utamanya terlalu lemah lembut
Senja: Sesuai tema kakak, yg bada ada KETIKA ISTRI PENDIAMKU BERUBAH BAR BAR
total 1 replies
Gembul Mbulz
gimana seh... Bagas kan eng dokter hebat kangker🤨😒🤨😒
Erna Fkpg
bagus Rania jangan jd sosok yg lemah jadilah sosok wanita yg kuat dan td mudah ditindas
Gembul Mbulz
wis.... meninggoy si Gavin.😕😕
Gembul Mbulz
sepertinya itu Wulan dan Gavin,yg secara gak mau hidup miskin. 🤣🤭
Rini Marwanti manurung
saya sh tim yg ngikutin apa kata author aja.. menikmati semua karya para author.. gk pake ekspektasi2an..😊
Senja: heheh makasih kk
total 1 replies
Dewa Nara
jangan lupa posis mereka difoto ya Rania
Dewa Nara
rasain tuh Wulan, kamu terlalu lancang dan berani
Dewa Nara
katanya Harsa peka, kalau Harsa memang peka, jauh2 hari harusnya sudah tau Rania sakit
Dewa Nara
semangat, Rania 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!