Indonesia
NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:32.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa?

"Lina, ambil makan siangmu sekalian untuk Azura." suruh Ariska pada Lina, karyawannya di toko.

"Baik, Mbak."

Lina merentangkan kedua tangannya yang terasa sangat pegal. Walaupun kelihatan sepele, tapi badannya lumayan pegal karena duduk dan membungkuk terlalu lama. Banyak sekali orderan hari ini, sampai Ariska tidak bisa mengungkapkan rasa bahagianya. Strategi marketing yang digunakan oleh Arka, ternyata berhasil. Bahkan video yang diupload pagi tadi, sudah menembus ratusan ribu penonton. Dia berharap usahanya ini bisa membantu orang di sekitarnya.

Siang nanti, Nana akan berangkat kuliah. Dia ada jam kuliah siang. Sekalian Nana nanti akan membawa dua temannya untuk kerja part time di toko milik Ariska. Sedangkan Arka, sedari tadi mengomeli Azura. Gadis cilik itu selalu diminta Arka untuk bekerja. Entah mengambil barang, memotong atau menyerahkan lembaran resi pada Ariska. Padahal Ariska sudah mengatakan pada Arka untuk tidak menyuruh Azura.

"Azura, makan dulu. Itu tinggalkan saja di sana," suruhnya pada Azura yang tengah memotongi lembaran resi. Ekspresi wajahnya begitu serius hingga kedua pipinya menggembung lucu.

"Ompong dua, makan dulu. Nanti badanmu kulus kelempeng, Alka yang disalahkan." suruh Arka saat Azura tak mempedulikan ucapan Ariska.

"Sebental, tinggal sedikit lagi. Nanggung, Azula balu semelius." ceplos Azura tanpa mengalihkan pandangannya.

"Selius, ompong dua. Semelius tuh apaan coba?"

"Padahal potong lesi mah tinggal talik-talik begini. Ngapain selius mamat kaya mau ujian?" seru Arka sambil menghela nafasnya kasar.

"Alka dali tadi komental telus kaya deteljen," ceplos Azura dengan tatapan sinisnya.

Astaga... Netizen, Azura.

Hahaha...

Azura hanya cengengesan menampilkan giginya yang ompong dua bagian depannya. Sangat lucu sekali bocah cilik itu. Selalu ceria dan jarang menangis jika tidak dijahili. Azura meletakkan semua resi yang sudah dipotongnya itu kemudian meletakkannya di atas meja. Bagi anak kecil seusia Azura, ini adalah bukti kecerdasannya. Sangat hati-hati dan tidak berantakan, satu poin penting untuk bocah itu. Azura pun diberikan susu oleh Ariska, begitu juga dengan Arka.

"Susu..." seru Azura dengan raut wajah berbinar cerah.

"Sudah lama Azula ndak minum," lanjutnya yang kemudian dibantu oleh Ariska ketika minum dengan gelas. Lina menatap sendu keponakannya yang harus ikut dirinya dan malah kesusahan.

"Di sini Azula halus minum susu dan makan semuanya. Jangan jadi kelempeng, nanti ndak lucu dan cantik lagi." ucap Arka dengan ketus. Walaupun terdengar ketus, tapi terselip kalimat perhatian.

"Wah... Belalti selama ini Azula cantik dan lucu ya, Alka?" tanya Azura sambil mengerjapkan matanya berulangkali.

"Nggak, tadi Alka cuma salah bicala. Keseleo ini lidahnya,"

Arka langsung memalingkan wajahnya yang memerah karena ketahuan memuji Azura. Ariska, Lina, dan Nenek Yuli sampai tertawa melihatnya. Kedua bocah cilik itu setiap kali bertemu, ada saja dramanya. Kadang saling perhatian, mengejek, kemudian jahil dan membuat menangis. Mereka pun segera makan siang bersama dengan ditemani celotehan Arka dan Azura.

Tit... Tit... Tit...

"Laptopnya Mama kenapa itu?" seru Ariska tiba-tiba saat ada suara alarm berbunyi dari laptopnya. Bahkan Ariska langsung berdiri dan mendekati laptopnya.

"Arka, kamu cari apa? Ini kenapa kok bisa ka..."

"Alka lagi cali infolmasi tentang Papa, Ma. Bial Mama ndak susah cali uang lagi," sela Arka yang sudah berdiri di samping Ariska.

Deg...

"Sebenalnya dimana Papaku, Ma? Kenapa Papa ndak pelnah ada di sini? Temani Alka main dan makan," tanyanya lagi.

"Alka mau cali Papa," lanjutnya.

Sebuah pertanyaan sederhana dari Arka, tapi tak pernah bisa dijawab oleh Ariska. Bahkan Ariska pun tidak tahu siapa laki-laki yang menjadi Ayah kandung dari Arka. Dia hanya melihat wajahnya sekali saja dan sekarang pun sudah sedikit lupa. Mata Ariska terlihat berkaca-kaca kemudian menggendong Arka. Nenek Yuli sudah menangis tanpa suara dan mencoba ditenangkan oleh Lina.

Ternyata Arka tengah mencari informasi tentang Papanya menggunakan laptop milik Ariska. Kemampuan Arka ini juga baru diketahui oleh Ariska. Entah kemampuan apalagi yang dimiliki oleh Arka, tapi Ariska sedikit khawatir. Dia adalah orang awam yang tak tahu mendalam tentang IT. Sedangkan anaknya sekarang, sedang mencari jati diri Papanya sendiri. Dia khawatir kalau apa yang dilakukan oleh Arka ini bisa membahayakan dirinya.

"Arka, kamu boleh cari informasi apapun tentang Papamu. Tapi harus didampingi sama orang yang mengerti IT. Mama nggak ngerti. Mama khawatir kalau kamu malah dalam bahaya karena cari informasi orang," ucap Ariska sambil menahan sesak dalam dadanya. Dia sakit hati pada orang yang tengah menodainya dan trauma akan kejadian masa lalu. Namun berusaha menekan rasa itu agar Arka tidak tersinggung.

"Alka sudah bisa, Mama. Tenang saja," ucap Arka dengan semangat. Bahkan kini Arka langsung meminta Ariska agar menurunkannya.

"Ini lho, Mama. Gampang calanya bial ndak ketahuan," Arka pun mengetikkan beberapa kode dengan cepat. Bahkan Ariska sampai tidak tahu apa yang tadi diketik oleh Arka.

Klik... Klik...

"Tante Alis, Alka lagi apa? Tadi malah cali Papanya telus nangis, sekalang kok kaya olang kesetanan." ceplos Azura yang sudah selesai makan.

Ariska yang fokus pada anaknya pun terkejut melihat Azura berdiri di sampingnya. Ariska langsung menggendong Azura untuk mengalihkan kesedihan dan kekhawatirannya. Apalagi tadi laptopnya sampai mengeluarkan bunyi peringatan. Ariska berulangkali menghela nafasnya pelan saat melihat Arka menunjukkan kemampuannya.

"Mama, apa ini Papanya Alka?" tanya Arka setelah menemukan sebuah foto seorang laki-laki. Ariska yang melihatnya sampai memelototkan matanya.

"Tampan sekali Papanya Alka. Milip, punya dua mata dan telinga. Lubang hidungnya juga ada dua," ucap Azura saat melihat foto laki-laki itu.

"Apa wajahnya milip, ompong dua? Bukan telinga, mata, dan hidungnya dengan jumlah dua aja ya yang Alka maksud," ucap Arka meminta pendapat Azura.

Azura melihat wajah Arka dan foto laki-laki yang tak lain adalah Frans secara bergantian. Azura menganggukkan kepalanya. Wajah keduanya sangat mirip. Sedangkan Ariska hanya bisa berdiri kaku di tempatnya. Nenek Yuli dan Lina langsung mendekati mereka. Lina mengambil Azura dari gendongan Ariska. Terlihat sekali jika Ariska begitu shock dengan apa yang berhasil ditemukan oleh Arka. Ingatan tentang dia saat hamil Arka, saat ini langsung terlintas dalam kepalanya.

"Kenapa mirip sekali dengan Arka? Apa benar itu Papa dari Arka? Bukan orang sembarangan rupanya," gumam Nenek Yuli sambil menutup mulutnya.

"Mama..." panggil Arka saat tak mendengar jawaban dari sang Mama.

"Mama nggak tahu, Arka. Mama nggak ingat," Ariska pun langsung memilih pergi ke kamarnya dibandingkan menjawab dengan jelas pertanyaan dari Arka.

"Nenek..." rengek Arka yang tetap menginginkan jawaban pasti.

"Nenek juga tidak tahu pasti, Arka. Nenek belum pernah lihat," ucap Nenek Yuli membuat Arka meluruhkan bahunya lesu.

Jadi Alka ini anak siapa?

1
Puspa Sella
Ya Allah bacanya sampai ngakak
Novita Sari
Alhamdulillah tinggal nunggu ariska memaafkan Frans, semoga Azura dibawa arka kemana arka pindah..mm
E F
😄😄
tq thor🙏😍
lanjutttt💪😄
tia
ending nya ngakak 🤣🤣🤣
E F
mana thor lanjutttt?????💪😍
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
kejamnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gk kuat ya carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tia
👍👍👍👍👍👍👍
Novita Sari
hanya opa n oma yg bisa mengendalikan arka
Rubi Yati
arka love sekebon dh🤭🤭🤭🤭😍😍😍😍😍
Puspa Sella
love buat arka sekebon😍😍😍
Tang Bin
lanjut Thor 🤭
tia
di Tamba satu bab lg thor
E F
🤭🤭😄😄
tq thor🙏😍
lanjutt lg ya🤭💪😄
Sani Srimulyani
hayolo diroasting anak sendiri......pasti jleb banget tuh rasanya.😜
Muft Smoker
pov Frans : sakit ny tuh di sini ,, pas kena hati ku ,,

pov Carlo : lanjuuut pak bos ,, 🕺🕺🕺🕺🕺




🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!