Indonesia
NovelToon NovelToon
Resep Terakhir Dari Ibu

Resep Terakhir Dari Ibu

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Setelah kehilangan sang ibu tercinta, Aldo yang kelelahan mencari kerja nekat mendaftar audisi kompetisi memasak bergengsi berbekal resep masakan Nusantara. Perjuangan kerasnya di galeri kompetisi yang kejam akhirnya membawanya menjadi juara, sekaligus mewujudkan impiannya membangun restoran dari nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Teeet.

Sirine berbunyi sangat keras dan kedua tim langsung berlarian menuju meja masak raksasa yang sudah disiapkan.

"Tim Biru, dengarkan aku baik baik!" teriak Danang sambil menepuk tangannya keras keras.

"Kita akan membuat menu Western kelas atas untuk membungkam mulut para kritikus itu."

"Menu utamanya adalah Pan Seared Salmon dengan saus Lemon Butter dan mashed potato."

Mendengar menu tersebut Aldo langsung mengerutkan dahinya dengan sangat dalam.

"Tunggu dulu, Mas Danang. Menu itu terlalu berisiko untuk kita," sela Aldo cepat.

"Berisiko bagaimana maksudmu, anak muda?" tanya Danang tidak suka dibantah.

"Salmon adalah ikan yang sangat rapuh dan butuh tingkat kematangan yang sangat presisi."

"Kita harus memasak lima puluh porsi dalam dua jam, sebagian besar dari kita tidak terbiasa menangani salmon dalam jumlah besar."

"Kalau ada satu saja salmon yang terlalu matang atau hancur, kritikus akan langsung memberi nilai buruk."

Rina juga mengangguk setuju dengan argumen logis dari Aldo tersebut.

"Mas Danang, lebih baik kita memasak menu Nusantara saja seperti Ayam Bakar Bumbu Rujak atau Rendang," saran Rina lembut.

"Makanan Nusantara itu terlalu biasa dan murahan untuk disajikan kepada tamu VIP," bantah Danang kasar.

"Kalian berdua ini masih amatir yang tidak tahu selera pasar elit."

"Aku kaptennya di sini, jadi ikuti saja perintahku atau kalian akan aku laporkan ke juri karena membangkang!"

Ancaman Danang membuat anggota tim lain langsung terdiam ketakutan dan tidak berani melawan lagi.

Aldo mengepalkan tangannya kuat kuat menahan amarah yang mulai mendidih di dadanya.

Sikap Danang yang otoriter dan merendahkan masakan Nusantara benar benar menyulut emosi Aldo.

"Baiklah, kalau itu keputusan mutlakmu. Tapi jangan salahkan kami kalau rencanamu hancur berantakan," ucap Aldo dingin.

"Tutup mulutmu dan cepat pergi ke pantry ambil lima puluh potong salmon segar sekarang!" perintah Danang semena mena.

Aldo menarik nafas panjang lalu berlari menuju pantry diikuti oleh beberapa anggota tim lainnya.

Di sebelah meja mereka, Tim Merah terlihat sangat rapi dan terorganisir di bawah komando Kevin.

"Tim Merah, kita buat Beef Wellington mini dengan saus truffle," perintah Kevin dengan sangat tenang.

"Kalian bagi tugas dengan jelas, jangan ada yang saling bertabrakan di depan kompor."

Kevin memang sombong tapi tidak bisa dipungkiri dia memiliki jiwa kepemimpinan dan pengetahuan restoran yang nyata.

Sementara itu di Tim Biru, suasana langsung berubah menjadi sangat kacau balau sejak menit kelima belas.

Prang.

Seorang anggota menjatuhkan panci besar hingga menimbulkan suara berisik yang mengganggu.

"Hati hati kerjanya, dasar ceroboh!" bentak Danang dari arah meja utama tempat dia berdiri.

Danang menugaskan dirinya sendiri untuk memasak lima puluh potong salmon tersebut di atas wajan pipih raksasa.

Sedangkan Aldo hanya ditugaskan untuk mengupas puluhan kilogram kentang di sudut meja.

Sret sret sret.

Tangan Aldo bergerak seperti mesin mengupas kentang dengan pisau kecilnya.

Meski mendapat tugas rendahan, Aldo tetap mengerjakannya dengan sangat serius dan presisi.

Matanya terus mengawasi pergerakan Danang yang sedang menuangkan minyak zaitun ke dalam wajan raksasa.

"Minyak itu belum cukup panas, dia tidak akan mendapatkan kulit salmon yang renyah," batin Aldo menganalisis.

Srenggg.

Suara desisan ikan salmon yang masuk ke wajan terdengar sangat lemah dan tidak agresif.

Itu adalah tanda pasti bahwa suhu wajan terlalu rendah untuk teknik pan seared.

Danang malah membalik ikan salmon itu terlalu cepat padahal bagian bawahnya belum membentuk kerak.

Brak.

Daging salmon yang rapuh itu menempel di dasar wajan dan hancur berantakan saat Danang memaksanya lepas dengan spatula.

"Sialan, wajannya lengket sekali," umpat Danang mulai panik dan berkeringat dingin.

Dia membolak balik sisa salmon lainnya namun hasilnya sama saja, dagingnya hancur dan warnanya pucat.

Bau amis khas ikan yang kurang matang mulai tercium kuat memenuhi area dapur Tim Biru.

Waktu sudah berjalan selama empat puluh lima menit dan protein utama mereka kini berwujud seperti makanan kucing.

Chef Arya yang berjalan memantau langsung berhenti di depan meja Danang dengan wajah murka.

"Apa apaan ini, Kapten Danang?" bentak Chef Arya menunjuk tumpukan salmon hancur di atas wajan.

"M-maaf Chef, kualitas wajannya kurang bagus jadi ikannya lengket," jawab Danang mencari alasan bodoh.

Brak.

Chef Arya memukul meja baja itu dengan sangat keras hingga Danang melompat mundur ketakutan.

"Jangan pernah menyalahkan alat dapur atas kebodohan teknik memasakmu!"

"Salmon hancur ini bahkan tidak pantas kuberikan kepada anjing peliharaanku di rumah."

"Jika kalian menyajikan sampah ini kepada kritikus nanti, aku akan memastikan seluruh Tim Biru pulang hari ini juga!"

Ancaman mengerikan dari Chef Arya membuat seluruh anggota Tim Biru berhenti bekerja dan mematung ngeri.

Rina bahkan sudah mulai menangis diam diam di sudut meja karena takut tereliminasi.

Chef Arya meninggalkan meja Tim Biru dengan langkah lebar dan raut wajah sangat kecewa.

Danang berdiri mematung menatap salmonnya dengan tubuh gemetar hebat dan pikiran yang benar benar kosong.

Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menyelamatkan waktu yang terus berjalan menipis.

"Waktu tersisa tujuh puluh menit lagi!" teriak panitia mengingatkan penderitaan mereka.

Aldo meletakkan pisau pengupas kentangnya dan mencuci tangannya dengan cepat di wastafel.

Dia berjalan mendekati Danang dan menatap kekacauan di atas wajan itu dengan tatapan dingin.

"Sudah aku peringatkan dari awal, tapi egomu terlalu besar untuk mendengarkan orang lain," ucap Aldo datar.

"Diam kau anak ingusan, ini semua hanya kecelakaan kecil!" balas Danang masih berusaha mempertahankan sisa harga dirinya.

"Kecelakaan kecil yang akan membawa kita semua pulang malam ini."

Aldo langsung merebut spatula besi dari tangan Danang dengan gerakan paksa yang sangat cepat.

Sret.

"Hei, apa yang kau lakukan? Kembalikan spatulaku!" teriak Danang tidak terima.

"Mulai detik ini, aku yang mengambil alih komando dapur Tim Biru," ucap Aldo dengan suara sangat keras dan berwibawa.

Seluruh anggota Tim Biru langsung menoleh ke arah Aldo dengan wajah terkejut sekaligus penuh harapan.

"Kau tidak berhak melakukan itu, aku kapten resminya!" bantah Danang sambil mencoba merebut kembali spatulanya.

Aldo menatap mata Danang dengan tatapan membunuh yang membuat pria sombong itu langsung ciut seketika.

Aura yang dipancarkan Aldo saat ini bukanlah aura seorang pemuda miskin, melainkan aura seorang koki kepala yang sangat buas.

1
lutfi lutfi
sukses lanjutkan
ceuceu
Tamat thor?
yah deh berpisah dgn cerita yg bagus penuh insfiratif
kiyoe: iyaa kak huhuhu
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah aldo sukses😍
kayra lubna
Mantapp 👍
kayra lubna
Terimakasih banyak author....semangat selalu untuk berkarya💪
kiyoe: Terimakasih kak atas support nya 🙏
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat, terus semangat dan terus berkarya Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni sehat selalu kak heni🙏
total 1 replies
Was pray
yeee kalau sonu beneran pulang kamu udah ko'it Aldo... hutang nyawa Doni sama kamu udah lunas
ceuceu
Alhamdulillah tumbang jg kesombongan hendrik
kiyoe: hehehe iya Alhamdulillah
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: Terimakasih kak Heni yang terus selalu mensupport karya saya 🙏
total 1 replies
ceuceu
Terimakasih cray up nya thor
ceuceu
Alhamdulillah kevin kalah telak
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Was pray
hancur sempurna? berarti hancur lebur kah?
Was pray
waktu yg disediakan panitia empat jam tapi Aldo dalam roses pengasapan butuh waktu lima jam. berarti waktunya gak cukup dong .. 😱
Was pray
itulah hidup Aldo , harta warisan yg kau banggakan akan jadi senjata makan tuan karena dipamerkan ke orang lain yg jadi sainganmu yg berjiwa licik
ceuceu
Duh ikutan tegang.
pertarungan taruhan antara hidup dan mati restoran lestari
Adelina Lin
thor, jadikan Aldo pemenangnya, buat keluarga Wijaya dan koki bayarannya merasakan malu didepan umum
Heni Setiyaningsih: harus dong k👍
total 1 replies
Was pray
kecerdasan mu lumayan meningkat Aldo,otakmu tetap dingin disaat hatimu panas ,tidak mengadili dengan gegabah, mencari sebab dari sebuah baru menyimpulkan dan mengambil tindakan
Was pray
ego pribadi yg berbicara saat kerja adalah awal dari kehancuran
Adelina Lin
thor jangan sampai buku resepnya ibu Aldo dicuri bunglon, kasihan aldonya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!