Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms Al

demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.

setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Ariana yang habis menghajar putri terlihat senyum-senyum sendiri. "mau nya tadi aku hajar sampai babak belur". Ujarnya memanyunkan bibirnya.

"sepertinya olahraga bagus nih". dengan cepat Ariana berganti pakaian dengan pakaian olahraga, turun ke lantai bawah dan berjalan kaki ke samping rumah dimana tempat nge-gym disana.

sebelum melakukan nge-gym, Ariana terlebih dahulu pemanasan kecil-kecilan, bayangan putri masih membekas di kepalanya, tapi dengan cepat wanita itu menyingkirkan wajah putri dari pikiran nya.

"huuu menyebalkan sekali".

Ariana langsung memulai dengan berolahraga menggunakan sepeda, hingga hampir tiga puluh menit peluh sudah muncul di jidatnya, kemudian berpindah menggunakan alat yang lain. Ariana menghabiskan waktu didalam tempat nge-gym itu selama satu jam lama nya.

Bajunya sudah basah oleh keringat, karena haus Ariana segera berjalan ke bagian tempat duduk untuk minum.

Drttt

Drttt

Kening Ariana mengerut karena melihat ponsel nya, ternyata Arga yang menelpon.

"apa dia marah karena aku memukul selingkuhan nya ?". gimana Ariana menghela nafas berat.

Ariana menggeser tombol hijau, kemudian menempelkan ponsel itu pada telinga nya.

"ahhhh kak Arga cepat...lebih dalam lagi ahhhh". Desah putri negur kencang sedangkan suara Arga tersengat ngos-ngosan diseberang sana.

tutttt

Ariana mematikan ponsel nya, rasa mual melanda perutnya begitu saja. Rasa jijik mendengar suara yang membuat perutnya seperti di guncang.

Dengan cepat Ariana berlari menuju toilet, menumpahkan semua disana.

Huekkkkk

Huekkkkk

Ariana menyalakan keran air membasuh mulutnya, tatapannya mengarah ke cermin. Matanya begitu tajam dengan tangan terkepal kuat, bahkan mata wanita itu memerah menahan amarah.

"s*alan!!! Dasar binatang". Gumam Ariana dengan nafas memburu.

setelah merasa tidak mual lagi, Ariana berjalan pelan kembali ke tempat duduknya tadi dan meneguk air dalam botol minum nya.

Tapi baru saja Ariana bernafas lega, panggilan masuk kembali. tapi bukan dari Arga, melainkan dari nomor baru.

"halo..". ucap Ariana pelan.

"halo...Ariana, aku Sinta teman Mery. sebentar sore aku yang akan mengajak mu untuk mengikuti tuan Adrian Atmajaya bermain golf". Ujar sinta dibalik telepon.

"ah iya...baik lah". Ariana tersenyum mendengar ucapan Sinta.

"sampai jumpa sebentar sore".

"ummm sampai jumpa".

Setelahnya sambungan telepon dimatikan, Ariana menatap ponselnya dengan hembusan nafa pelan.

Tanpa menunggu waktu lagi, wanita itu keluar dari tempat nge-gym dan berjalan pulang ke rumah nya karena ingin membersihkan diri.

Sekitar empat puluh menit Ariana berada di kamar mandi, kini wanita itu keluar dengan wajah segar kemudian berganti pakaian dengan pakaian formal, apalagi akan bertemu dengan Adrian Atmajaya, sebagai calon kandidat sekretaris utama, tentu pakaian nya harus sopan.

Dengan semangat yang membara, Ariana langsung menuju ke lapangan golf dimana sudah dijanjikan oleh Sinta.

Mobil melaju dengan sedikit cepat sebab waktunya sudah tak banyak lagi, Ariana tidak mau jika Sinta akan menunggu nya lama.

setelah sampai, Ariana segera keluar dari mobil dan menunggu Sinta di samping sebuah gedung ganti pakaian, Ariana juga sudah menghubungi Sinta jika dia berada disana.

"Ariana ...". panggil Sinta dari arah belakang, pakaian nya sudah memakai rok mini dan baju sedikit ketat dengan topi di kepalanya sebab ingin ikut bermain golf.

Ariana berbalik menatap Sinta dengan senyum kecil nya, tak lupa membungkukkan badannya.

"ahhh ternyata memang benar kamu". Sinta menepuk pundak Ariana pelan.

"maaf merepotkan, setelah ini selesai aku akan mentraktir mu makan".

Sinta mengambil kedua tangan Ariana. "tidak perlu sungkan seperti itu Ariana, kamu tema Mery, berarti teman ku juga". Sinta menatap Ariana dari atas sampai bawah kemudian tertawa pelan. "kamu ini, kenapa berpakaian seperti itu, tidak sekalian leher mu juga kamu bungkus". tunjuk Sinta pada leher Ariana.

Ariana sedikit bingung mendengar ucapan Sinta kemudian memegang lehernya, bibirnya mengerucut. "aku kan datang untuk cari kerja".

Sinta terkekeh memegang pundak Ariana. "sayang...kita ini mau mengikuti tuan Adrian bermain golf, tidak mungkin kan kamu memakai baju formal seperti ini. Ah iya kebetulan aku membawakan kamu baju ganti, ayo ikut aku". Sinta langsung menarik tangan Ariana berjalan masuk ke ruang ganti.

Ariana yang yang ingin menolak tapi tidak bisa lagi, sebab Sinta melarangnya untuk protes.

setelah beberapa menit, Ariana keluar dengan menggunakan rok mini dan baju sedikit ketat membalut tubuh cantiknya, tak lupa sebuah topi juga bertengger di kepalanya.

mata Sinta berbinar melihatnya, apalagi melihat tubuh Ariana yang seperti gadis saja. "kamu sangat cantik memakai pakaian ini, aku heran dengan Arga itu bagaimana bisa dia selingkuh dengan dari perempuan cantik dan berbakat seperti mu. Sungguh dia menyia-nyiakan batu Ruby dan memilih batu kali penuh lumpur". bibir Sinta maju kedepan sambil bersedekap dada.

Ariana menatap penampilan nya dari atas sampai bawah, senyum nya kecil sebab tidak terbiasa dengan baju mini seperti ini.

'pakaian seperti ini, apa Adrian tidak akan mengira kalau aku akan menggoda dia kan ?'. batin Ariana tersenyum canggung menatap Sinta.

"Sinta... menurut ku baju ini...".

"ehhh mereka datang". ucapan Ariana harus terpotong kemudian berbalik ke belakang menatap kedatangan Adrian dan sekretaris nya dengan memakai mobil.

Saat membuka pintu mobil, Adrian keluar dengan wajah datarnya bahkan tanpa menoleh kearah Ariana karena belum melihat wanita itu.

"Adrian Atmajaya ....". Gumam Ariana nyaris tak terdengar.

Adrian yang mendengar namanya disebut tapi suaranya begitu kecil langsung berbalik, tatapan nya bertemu dengan Ariana hingga beberapa detik, Ariana memutus duluan tatapan mereka.

'dia salah satu kandidat yang mendaftar sekretaris utama ku ?'. batin Adrian terus menatap Ariana sambil memperbaiki lengan bajunya.

Adrian berjalan meninggalkan Ariana dan Sinta begitu saja, sebab tidak akan lama lagi dia akan bermain golf.

Sinta langsung menyenggol lengan Ariana yang terdiam dengan wajah cemas. "kalian saling kenal ?". Tanya nya dengan senyum mengembang.

"gawat...".

"gawat ? Kamu menyukai tuan Adrian Atmajaya sampai tidak bisa berpaling karena ketampanan nya yah ? Ahhh sweet banget sih". Sinta terlihat heboh sendiri, sedangkan Ariana menggigit bibirnya.

"ayo cepat...aku akan mengajak mu berbicara dengannya". Ajak Sinta menggandeng tangan Ariana berjalan mengikuti Adrian.

Ariana hanya bisa pasrah dengan ajakan Sinta, jagungnya bahkan berdetak lebih kencang sebab pertemuan terakhir mereka di lift yang menurut nya sangat konyol.

'aku harus bagaimana ?'. Batin Ariana menangis.

Kini keduanya sudah sampai didepan Adrian yang sedang ingin memukul bola golf itu, tapi sebelum itu Sinta memperkenalkan Ariana pada Adrian.

"tuan Adrian, perkenalkan ini teman saya namanya Sinta. Saya yakin anda sudah tau jika Ariana adalah salah satu calon kandidat sekretaris utama". Ujar sinta mulai memperkenalkan Ariana.

Ariana menghela nafas panjang sambil menutup mata, kemudian melihat kearah Adrian yang sudah memukul bola golf itu.

"halo pak Adrian Atmajaya, pertamakali bertemu, senang bisa berkenalan dengan anda". Ariana membungkukkan badan nya sedikit.

Adrian menatap Ariana. "pertama kali bertemu ?".

'kenapa juga mulut ini harus mengatakan itu'. batin Ariana ingin sekali memukul mulutnya.

"ah maaf..senang bisa bertemu dengan anda". Ariana tersenyum canggung, apalagi Adrian terus menatap nya.

"nona Ariana memang kelihatan sangat senang". perkataan Adrian membuat Ariana semakin tersenyum canggung.

'ini sama sekali buka pujian, tapi sindiran halus'. batin Ariana ingin sekali menangis, sebab Adrian pasti mengira jika pakaian yang digunakan nya saat ini seperti ingin menggoda nya.

'apa aku pura-pura pingsan saja ? atau kalau tidak, bisa kah aku menghilang dulu dari hadapannya'. batin Ariana berteriak.

Bersambung....

1
Adinda
lanjut thor
sunaryati jarum
Ayo balasan apa yang akan kamu berikan pada Arga, Martha dan Putri,Ariana? Emak makin penasaran
sunaryati jarum
Emak menunggu pembalasan kamu pada Arga,Putri,dan Bu Martha,maka 5 🌟 kuberikan.Emak sabar menunggu momen itu
sunaryati jarum
Lega Ariana selamat,putri dan Martha harus bertanggungjawab jawab, karena preman suruhannya pasti berkicau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!