Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencuri
Pada awalnya Angel tidak mengerti sama sekali kenapa Vino menyuruh mereka berhenti. Bukankah kalian tidak ditemukan sama sekali di dalam kamarnya? Lebih tepatnya tidak mungkin ditemukan di dalam kamarnya.
Tapi ketika dirinya terbalik wajahnya seketika pucat pasi, membulatkan matanya melihat kalung berlian milik Melda berada di tangan Vino.
“Ketemu! Kalung ini aku temukan di balkon.” Kalimat yang diucapkan oleh Vino, melangkah mendekati istrinya.
Pandangan mata semua orang kini tertuju kepada Angel. Setelah mereka mengamati kalung yang dibawa oleh Vino.
“I…ini benar-benar kalungku. Kalung termahal yang kamu belikan dengan jalan menabung.” Melda memeluk kalung yang diberikan oleh suaminya. Matanya sedikit melirik penuh rasa kesal ke arah Angel.
Kalung ini ditemukan di kamar Angel. Kamar yang bahkan pelayan sendiri tidak memiliki kunci cadangannya.
“Kenapa kalung ini bisa ditemukan di kamar Angel? Atau jangan-jangan Angel…” arabella menutup mulutnya sendiri, seakan-akan wanita itu takut salah bicara.
“Aku tidak mencurinya! Aku juga tidak tahu kenapa kalung ini bisa ada dalam kamarku! Kalau aku tahu ada dalam kamarku, pasti aku tidak akan membiarkan Kalian menggeledahnya kan?” Angel menelan ludahnya, harus ada yang ditumbalkan dan disalahkan dalam peristiwa ini. Matanya melirik ke arah arabella. Kemudian berucap.”Kakak menuduhku? Aku tahu aku ini cuma numpang hidup, Tapi aku benar-benar tidak pernah mencuri.”
“Aku tidak pernah menuduhmu mencuri. Mungkin saja ibu yang masuk ke kamarmu, kemudian menjatuhkan kalung itu di balkon. Aku tidak pernah berkata kamu yang mencurinya ya…itu asumsi dan perkataanmu sendiri.”arabella menyandarkan punggungnya di dinding. Wanita itu bagaikan tersenyum penuh kemenangan. Lihat! Bagaimana Angel akan menghadapinya? Menghadapi badai meteor raksasa yang dikirimkan oleh seorang arabella.
“A…aku berkata seperti itu hanya karena aku panik. Atau…Apa mungkin Kakak yang menjebakku!?” Angel kini mendekati Melda, memeluk wanita itu bagaikan ketakutan. Tentu saja Angel takut semua orang membencinya. Karena itulah dirinya berbuat seperti ini, harus berpura-pura lemah dan berpura-pura merayu.
Arabella menatap ke arah tulisan-tulisan yang kini melayang kembali. Tulisan-tulisan berupa komentar.
‘Munafik!’
‘Untung saja Xavier berpikiran begitu cepat. Menemukan kalung itu di bawah bantal, kemudian melemparkannya melalui balkon kamar arabella menuju balkon kamar milik Angel. Benar-benar Angel babi! Babi liar yang begitu bodoh!’
‘Pada awalnya karakter Angel tidak seperti ini. Atau sebenarnya memang karakternya seperti ini? Hanya saja sebelumnya pura-pura tidak berdaya. Teh hijau sejati ternyata…’
‘Tanganku benar-benar gatal ingin memukul wajah munafiknya.’
Arabella memutar bola matanya malas. Pada akhirnya mereka berpihak kepadanya. Padahal tadinya bahkan berharap dirinya dicincang hingga mati oleh psikopat. Tapi memang itulah pandangan manusia, dapat berubah dengan mudah.
“Sekarang pelakunya sudah ketahuan. Aku juga tidak ada urusan lagi, mau dilaporkan ke polisi?” Arabella kini berani menuduh terang-terangan.
Melda menunduk, tidak ada pembelaan untuk anak asuhnya ini. Anak yang tidak diadopsi secara resmi, hanya di sponsori olehnya.
“Ibu…aku benar-benar tidak mencuri. Kemungkinan besar ke Arabella yang menjebakku menggunakan para pelayan. Bisa saja dia membayar pelayan untuk mengambil kalung dari kamar ibu kemudian meletakkannya ke kamarku.” Lagi lagi wanita ini menuduh.
“Kalau begitu kita periksa saja kamera CCTV.” Arabella berucap dengan tenang.
“Nona muda, kamera cctv-nya rusak dari dua hari yang lalu. Butler tidak mengizinkan kami memanggil ahlinya untuk memperbaiki.” Jawaban dari sang security.
Arabella mengepalkan tangannya. Tidak diduga olehnya, Angel begitu bergerak melakukan semuanya dengan begitu rapi.
Wanita menyebalkan ini bagaikan sosok yang tidak bersalah. Padahal aslinya korbannya adalah arabella. Jika dirinya terjebak, sudah pasti akan diusir dari rumah ini, setelah diusir dari rumah ini maka kedudukan sebagai Putri satu-satunya akan jatuh ke tangan Angel. Sudah pasti itu skema dalam pikiran wanita itu.
Wanita yang tidak tahu, Kaisar dari segala Kaisar, kakeknya tersayang…hanya mencintainya. Bukan Ayah dan ibunya.
“Sungguh kebetulan ya butler tidak becus itu tidak mengizinkan perbaikan. Sudah aku bilang lebih baik ganti saja butlernya. Masih banyak yang lebih berpengalaman, untuk menjadi butler di rumah keluarga kaya. Kakek juga tidak pelit untuk memberikan gaji lebih kan?” Saran yang benar-benar masuk akal dari arabella.
Sementara, Angel mengepalkan tangannya. Benar-benar wanita sialan, bisa-bisanya ingin mengganti butler yang sepenuhnya berpihak kepadanya.
“Arabella, Angel tidak mungkin berbuat seperti ini. Itu karena selama ini Angel benar-benar baik. Ayah tidak meragukan sifatnya. Apa benar kamu yang menjebak Angel menggunakan pelayan?” Pertanyaan dari Vino kepada putrinya.
“Bagaimana caranya?” Arabella mengerutkan keningnya.”Maksudku seperti ini, kakek selalu menyayangiku karena aku lebih mengutamakan logika daripada perasaan. Tidak seperti ayah yang mengutamakan perasaan daripada logika. Coba Ayah pikirkan baik-baik, kalaupun aku berhasil menyuap pelayan, Bagaimana caranya pelayan itu memasuki kamar Angel. Kamar ini terkunci, berada di lantai 2, hanya memiliki dua kunci satunya sudah pasti ada di tangan Angel. Satunya lagi ada di tangan siapa?”
“Cakra…” sang ayah menghela nafasnya, Putri kandungnya benar. Tuduhan bahwa arabella yang membayar pelayan untuk menjebak Angel, sama sekali tidak terbukti. Bahkan tidak memiliki dalil.
“Nah! Akhirnya Ayah menjadi sedikit pintar. Kalau dari dulu ayah konsisten pintar seperti ini, pasti akan memilih ibu yang lebih baik. Sudah pasti akan memilih Ibu dari keluarga kaya berpendidikan bagus, yang tidak menangis hanya karena kalung murahan. Lalu menyuruh putrinya untuk mengalah pada anak angkat.” Kalimat yang diucapkan oleh arabella.
Anggaplah dirinya adalah anak durhaka. Tapi, ayahnya yang pilih kasih, itu semua diawali oleh ibunya. Ibunya selalu berkata, dan merayu ayahnya, mengatakan bahwa Angel tidak memiliki apapun. Arabella benar-benar beruntung karena punya semuanya, seharusnya memberikan semuanya kepada Angel juga. Begitu buruk perlakuan arabella pada Angel. Semuanya adalah bisikan dari ibunya kepada ayahnya. Lebih tepatnya sebagian besar…
Entah apa tujuan ibu kandungnya…
“Arabella! Bagaimanapun Aku tetaplah ibumu! Aku yang mengandungmu selama 9 bulan dan melahirkanmu!” Suara bentakan dari Melda kepada putrinya.
“Aku tidak pernah mengatakan kamu bukan ibu kandungku. Aku memang lahir dari rahimmu dan itu adalah kenyataan. Tapi yang aku pertanyakan, sejak aku lahir aku dibesarkan oleh pengasuh. Sementara sebagai seorang ibu kamu tidak bekerja, pergi setiap siang dengan alasan arisan. Bahkan saat pembagian raport, yang datang adalah kakek dan ayah. Kamu memang adalah ibu kandungku…anggaplah Aku anak durhaka. Karena itu yang selalu kamu katakan. Orang tua durhaka…” arabella tersenyum penuh kemenangan, bukan penuh kemenangan, tapi hatinya sudah kebas akan kekecewaan. Sudah terlalu lama ibunya tidak menyayanginya.
“Kakak…kakak tidak boleh seperti itu kepada ibu. Kalau aku yang menjadi Putri Ibu, kalau aku yang dilahirkan oleh ibu yang luar biasa seperti ini, aku pasti sudah akan benar-benar bersyukur. Setiap hari aku akan berdoa dan beramal, berharap dalam kehidupan kehidupan selanjutnya pun memiliki Ibu seperti ini. Kakak seharusnya merasa beruntung. Ibu benar-benar mencintai dan menyayangi kakak…”
Plak!
“Bacot…dasar pencuri.”
alurnya selalu menarik dan selalu ditunggu kelanjutannya 😁😁👍👍👍
tidak mau rugi itulah pebisnis, harus selalu untung...
ntah si arabella anaknya siapa
sebelum berucap sudah disembur naga api😂😂😂
kau salah berpijak. mereka mah tinggal dicire6t dr kk aja langsung the end alias TAMAT.🤣🤣🤣🤣🤣
anal ounggut disayang bagaikan anak kandung. dan anak kandung dianggap bagaikan anak pengemis jalanan yg tidak kenal.
nuh gelo siahhh😂😂😂😂
. buuang ja orang tua laknat macam mereka. tendang dr silsilah keluarga mahendra. emng benar benar keliatan ga bergunanya. mungkin nafas juga ga berguna lagi buat mereka.
aku akan selalu membelamu, akan sellu menjagamu, dan kan selalu ikut merundung dan membully musuh musuhmu😅😅
jangan pake timbang timbangan apa lagi pake acara nolak2 segala. bekerja sama lebih baik dr pada kerja sendiri. jd balas dendam pun bisa lancar. hancurkan si bunga bangke dan ortu durhakamu
kembali ke mode kesadaran sendiri.