Indonesia
NovelToon NovelToon
Qin Yuchen : Seni Dewa Naga

Qin Yuchen : Seni Dewa Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di Tanah Soul Martial, hukum rimba adalah segalanya — hanya kekuatan yang menentukan hidup dan mati. Para kultivator menembus langit, para raksasa mengguncang bumi, dan setiap jiwa bermimpi meraih matahari serta bintang.

Namun, takdir berputar.Qin Yuchen, Raja Dewa yang pernah menguasai Alam Atas, jatuh ke jurang kehancuran. Dari abu kehancuran itu, ia bangkit kembali dalam tubuh seorang pemuda biasa di perbatasan barat, membawa rahasia terlarang: Seni Dewa Naga Kekacauan

Dengan seni ilahi itu, ia menapaki jalan berdarah — menantang langit, menundukkan bumi, dan menyingkirkan segala jenius yang berani menghalangi. Perjalanan menuju takhta tertinggi pun dimulai, sebuah kisah tentang kebangkitan yang akan mengguncang seluruh jagat raya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17:Kekuatan Sejati di Balik Racun Tidur

Pemilik toko tua itu menyeringai puas, campuran iri dan kemenangan tergambar jelas di wajahnya.

"Kau tanya aroma apa ini tadi? Baik, akan kuberitahu. Ini gas tidur — bahkan seorang Guru Jiwa Agung bisa pingsan karenanya. Bagaimana rasanya? Lemas seperti kultivasimu lenyap seketika, bukan?"

"Kalian benar-benar menjijikkan. Tapi kenapa aku justru merasa kalianlah yang sedang mencari mati?" Suara Qin Yuchen berubah dingin, senyum tipis bermain di wajahnya.

"Kau akan segera mati, tapi masih sempat sombong. Paman Ketiga, biar aku yang memenggal kepalanya!" seru Yan Bo.

"Silakan. Dia sekarang cuma tumpukan daging lemas, orang biasa pun bisa mencincangnya. Ingat, bawa kepalanya ke Lu Yuan supaya dia senang," jawab pria tua itu sambil mengelus janggutnya, yakin penuh akan kemenangan.

Yan Bo menghunus pedang dan melangkah maju. "Hari ini kau akan sadar — orang tak berguna akan selamanya tak berguna, tanpa kesempatan bangkit kembali!"

Pedangnya menebas ke arah Qin Yuchen.

"Bodoh!"

Tubuh Qin Yuchen melompat menghindar, tinjunya melesat lurus menghantam dada Yan Bo.

Mata Yan Bo membelalak, mulutnya menganga. Tubuhnya gemetar bingung — bukankah dia sudah terkena gas tidur? Kenapa masih bisa bergerak selincah ini?

Belum sempat berpikir lebih jauh, tubuhnya terlempar mundur akibat pukulan itu. Qin Yuchen merampas pedangnya, menarik salah satu kaki Yan Bo yang melayang, lalu mengayunkan pedang.

Darah menyembur. Kepala Yan Bo terpenggal, melayang membentuk lengkung merah ke arah si pemilik toko tua.

Penjaga toko yang masih terkejut refleks menangkap benda yang melayang ke arahnya. Begitu sadar itu adalah kepala Yan Bo, wajahnya berubah pucat.

"Ah! Mustahil — bagaimana kau masih bisa bergerak?!"

Ketenangan pria tua itu runtuh seketika, wajahnya berkedut panik.

"Bodoh. Kau kira aku makan angin? Dengan trik murahan seperti itu, kau berani mempermainkanku? Satu Ramuan Roh saja cukup untuk menetralkan racunmu. Sekarang, matilah!"

Qin Yuchen mencibir. Begitu kata terakhir terucap, cahaya hijau menyambar dari pedangnya, memenggal kepala kedua yang jatuh ke tanah bersimbah darah.

"Beraninya kau!"

Sesosok bayangan menerobos masuk lewat jendela — namun tetap terlambat selangkah.

Auranya jauh lebih kuat dibanding Yan Bo maupun si pemilik toko. Jelas ini seorang Prajurit Jiwa, dan Qin Yuchen sudah merasakannya sejak tadi.

Pria berpakaian serba hitam itu, dengan beberapa helai rambut putih di pelipisnya namun wajah yang belum menua, menatap Qin Yuchen dengan amarah membara. Satu tangannya menopang mayat pemilik toko yang hampir ambruk — kepala Yan Bo masih tergenggam di tangan si mayat, sementara kepalanya sendiri terlempar ke belakang, tak sengaja membentur sebuah kompartemen rahasia di rak buku.

*Krak!*

Rak buku itu bergeser, memperlihatkan sebuah pintu kecil tersembunyi.

Baik Prajurit Jiwa itu maupun Qin Yuchen sama-sama terkejut. Tak satu pun menduga akan ada ruang rahasia di balik rak tersebut.

"Pemilik toko keluarga Yan ini ternyata cukup murah hati, memberiku hadiah perpisahan. Semoga isinya tidak mengecewakan," ujar Qin Yuchen santai, seolah tak peduli lawan di depannya.

Pria berjubah hitam itu murka mendengar nada acuh tak acuh tersebut — dia seorang Prajurit Jiwa, dan diperlakukan seolah tak berarti apa-apa!

Ia menatap tajam, matanya lebih menusuk dari elang.

"Mencoba membunuhku dengan tatapan? Sebutkan namamu, biar kau tak jadi hantu tanpa nama di bawah pedangku. Oh ya, pedang ini kupinjam dari Yan Bo!" balas Qin Yuchen sambil menyeringai.

Ia tahu, meski aura lawannya sudah mencapai Puncak Prajurit Jiwa Tingkat Tiga, kekuatan fisiknya jauh di bawah miliknya sendiri. Membunuh lawan yang levelnya lebih tinggi bukan masalah besar baginya.

"Mulutmu tajam. Kau mencari mati!"

Tekanan seorang Prajurit Jiwa Tingkat Tiga menyelimuti ruangan. Pria itu melesat maju, pedang merah tua penuh Qi dingin menusuk lurus ke arah Qin Yuchen.

Qin Yuchen mundur setengah langkah, rambutnya bergoyang tanpa angin. Meski kultivasinya lebih rendah, pengalaman bertarungnya jauh lebih matang. Ia mengelak ke samping, pedangnya balas menebas.

*Trang!*

Kedua bilah beradu, memercikkan api. Serpihan kecil rontok dari pedang panjang di tangan Qin Yuchen.

Pria berjubah hitam sedikit terkejut lawannya bisa menghindar. Ia memutar pergelangan tangan, mengubah tusukan menjadi tebasan menyamping.

Qin Yuchen membalas dengan tebasan ke arah kepala lawan, membuat gerakan pedang musuh melambat sesaat. Tubuhnya merendah, menghindari serangan sambil menghunuskan Pedang Awan Mengalir secepat kilat.

*Trang!*

Cahaya merah memancar dari pedang itu. Terdengar jeritan — pergelangan tangan pria berjubah hitam patah, pedangnya terlepas jatuh ke tanah.

Qin Yuchen menendang perut bagian bawah lawannya, membuatnya terhuyung mundur beberapa langkah. Tanpa jeda, ia mendorong tubuhnya maju kembali untuk menyerang.

Menahan sakit di pergelangan tangan yang patah, pria itu mengangkat kembali pedangnya dengan tangan kiri, menusuk langsung ke punggung Qin Yuchen dari belakang.

Merasakan ancaman itu, Qin Yuchen berputar cepat, memegang Pedang Awan Mengalir vertikal untuk menangkis.

Kesempatan itu justru dimanfaatkan lawannya. Sambil menahan sakit, ia melangkah cepat, mengepalkan tangan kiri, menghantam ke arah punggung Qin Yuchen — pukulan yang bila kena, sanggup membunuh siapa pun di Tingkat Pemurnian Tubuh Level Sembilan.

Namun tepat saat seringai kemenangan muncul di wajahnya, tubuh Qin Yuchen bergeser ke samping bagai bayangan. Sedetik kemudian, kilatan pedang menyambar.

*Cring!*

Ujung pedang tajam menembus dada pria berjubah hitam.

Ia menatap pedang yang menancap di dadanya, darah menyembur dari mulutnya. Dengan susah payah ia bertanya, "Siapa... siapa kau sebenarnya?"

Ia tak mengerti bagaimana seseorang yang hanya berada di Tingkat Pemurnian Tubuh Tujuh bisa sekuat ini. Kematiannya terasa tidak adil.

"Seseorang yang tak boleh kau ganggu. Istirahatlah dengan tenang," jawab Qin Yuchen tenang, menarik pedangnya keluar.

Darah menyembur lagi, tubuh kurus itu roboh ke tanah, cahaya di matanya meredup cepat.

Merasakan ada orang lain mendekat, Qin Yuchen tak punya waktu untuk berlama-lama. Ia menyarungkan Pedang Awan Mengalir, melangkah cepat masuk ke pintu kecil yang baru terbuka. Melihat sebuah batu bundar di atas pintu, ia memutarnya perlahan — rak buku itu kembali menutup ke posisi semula.

Cahaya putih memancar dari dalam ruangan, ternyata berasal dari sebuah Batu Jiwa yang menerangi seluruh ruang.

Pintu ruang rahasia itu memang kecil, tapi ruangan di dalamnya cukup luas — sanggup menampung setidaknya sepuluh orang.

---

1
Ardi ansyah
saling support ka The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny. bantu saling berkembang
Pecinta Gratisan
bunuhlah
nanonano
mantap
Friska trisna
Semangat thor💪
Ardi ansyah: saling support kak The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!