Indonesia
NovelToon NovelToon
RAHASIA DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lullabyyy

Anjani Pitaloka Notokoesoemo terbiasa hidup serba kecukupan, apapun yang ia inginkan pasti mampu ia dapatkan, termasuk jabatan yang sekarang ia pakai.

Anjani adalah perempuan yang berpengaruh di dunia bisnis. Dia mempunyai kekuasaan, gelar dan harta melimpah.

Tidak hanya itu, Anjani juga mempunyai suami seorang CEO di perusahaan ternama. Siapapun pasti tergiur dengan kehidupan pribadinya, tentu juga menilai bahwa dia adalah perempuan yang kehidupannya sangat sempurna.

Namun, setelah lima tahun pernikahan, Anjani mengetahui Syahrul Bhaskara telah berselingkuh dengan seorang sekretaris bernama Yeshika Larasati.

Hidup Anjani seperti berhenti, dan otaknya berpikir, ternyata selama ini ia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya?

Semalaman menangis, akhirnya ia memutuskan untuk diam. Alih-alih mengemis cintanya lagi, ia membiarkan mereka bermain, dan ia menyelidiki seberapa jauh mereka berselingkuh untuk ia jadikan objek balas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lullabyyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyum Di Balik Permainan

Ting!

Pintu lift terbuka. Mereka langsung berhadapan dengan beberapa karyawan yang hendak masuk. lift. Anjani langsung menarik diri, menegakkan badan dan tersenyum kemudian.

Beberapa orang yang sejak tadi menunggu di depan lift segera memberi jalan setelah tahu ada Anjani yang akan lewat, sedangkan Anjani tersenyum tipis untuk membalas kebaikan mereka.

Anjani segera keluar, disusul Abbas dan diikuti Syahrul. Yeshika yang berjalan paling belakang kini mempercepat langkahnya, mendahului dua pria di depannya, tatkala tubuhnya di samping Anjani, ia dengan sengaja menabrakkan diri ke bahu perempuan itu dan jatuh ke lantai dengan begitu dramatis.

"Aduh, Nyonya, Maaf. Saya tadi tidak sengaja, kenapa Nyonya malah mendorongku?" Yeshika menundukkan kepala, lalu berpura-pura mencubit pergelangan kakinya supaya memar, laku mendongak menatap Anjani dengan tangisan palsunya.

"Nona?!"

"Nona nggak apa-apa?"

"Nyonya Anjani yang dorong Nona?"

Beberapa orang yang ada di sana langsung bergerak mundur, memperhatikan Yeshika khawatir, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang mau menolong.

Syahrul bahkan terdiam di depan lift, ia belum bisa mencerna apa yang terjadi barusan, semua terjadi begitu saja.

"Bagaimana caramu mengatasi ini, Anjani?" Yeshika tersenyum menang.

Anjani menutupi sebagian wajahnya menggunakan telapak tangan. Ia merasa malu karena tingkah Yeshika yang kekanakan. Bahkan ia belum menyentuh perempuan itu untuk balas dendam, tetapi ternyata selingkuhan suaminya sesuatu sekali, hingga berhasil mencuri satu persen rasa malunya keluar dari bilik hati.

"Apalagi ini?" Abbas menggaruk ujung hidungnya yang tidak gatal. Ia tidak habis pikir dengan perempuan di depannya ini.

"Tuan Syahrul, saya tidak sengaja memberikan saran yang salah waktu rapat tadi kepada Nyonya. Mungkin Nyonya Anjani marah dan menjatuhkanku begini, Tuan jangan marah, ya?" Yeshika menatap Syahrul seperti anjing yang minta dipungut, air matanya turun secara cuma-cuma itu berhasil menarik atensi beberapa orang untuk menatap Anjani sinis.

Beberapa orang yang ikut rapat melihat itu langsung berhenti berjalan, mereka menunjuk Yeshika lalu teringat perkara Anjani menolak usulan.

"Memangnya Nyonya Anjani begitu?" tanya salah satu investor.

Syahrul tidak tahu harus melangkah bagaimana. Bila ia membela Yeshika, tentu citranya sebagai suami Anjani tercoreng. Namun membela istrinya, ia juga merasa enggan kepada Yeshika.

Anjani menatap Syahrul, mengamati bagaimana Syahrul menyelesaikan ini, tetapi tidak ada tanda-tanda dia membela siapa. Alhasil, Anjani menjadi gerah sendiri.

Anjani tak perlu waktu lama memahami mengapa Yeshika melakukan ini. Perempuan itu berusaha memfitnahnya untuk mencoreng nama baik yang ia bawa.

Bagi para pebisnis, nama baik adalah kekuatan yang mereka bangun sebaik mungkin selain ekonomi, dengan mencoret nama baik seseorang bisa membuat orang-orang memandang rendah pebisnis. Karena drama rendahan seperti ini bisa saja menjadi senjata menyerang pebisnis.

"Baiklah. Kamu yang mau, ya!" Anjani mengerlingkan mata sebal. Melonggarkan sedikit kancing dan menggeser sedikit bagian bahu blazer yang ia pakai.

"Maaf," ucap Anjani sambil maju selangkah mendekati Yeshika. "Saya benar-benar tidak tahu kalau Nona Yeshika tidak terima dengan penolakan tadi, mungkin saya yang kurang pandai membaca situasi," lanjutnya.

"Dia orang di rapat tadi?" Bagas, investor gemuk itu menunjuk Yeshika yang terduduk manis dj atas lantai. "Dia berani ngomong begitu ke Nyonya Anjani?"

"Entahlah," sahut yang lain.

Yeshika semakin menunduk. "Maafkan saya Nyonya, saya tidak bermaksud begitu. Anda boleh memarahi saya!"

"Maaf, ya, saya tidak sengaja menyenggol Nona barusan." Anjani berhasil berdiri tepat di depan Yeshika. Ujung sepatu heels-nya dengan sengaja ia majukan hingga menekan kulit kaki Yeshika. Bila ia tidak memikirkan nama baiknya, sudah ia tendang perempuan itu.

Yeshika mengangkat wajah, tatapan mereka bertemu, tetapi sorot mata Anjani tak seperti yang ia harapkan. Istri sah Syahrul itu menatapnya dengan tatapan polos dan wajah yang terlihat mengkhawatirkan dirinya.

"Ada apa dengan ekspresi itu, sedangkan kakimu siap menendangku, sialan!” maki Yeshika di dalam hati. Matanya mendelik memperhatikan ujung sepatu Anjani yang kini sedikit menekan kulit lututnya. Itu sangat sakit! 

Perilaku Anjani berbanding terbalik dengan apa yang dia ucapkan dan bagaimana dia bersikap. Seolah-olah bila ia terus melanjutkan drama ini, kakinya akan diremukkan, sementara wajahnya bak malaikat yang mengasihinya. Yeshika benar-benar tidak terima, tetapi tidak bisa berkutik.

"Tidak, Nyonya. Saya yang salah, saya tadi yang terburu-buru," lirih Yeshika. Ia buru-buru memundurkan badan demi menghindari tekanan sepatu Anjani, lalu ke oleh pada Syahrul meminta pertolongan.

"Saya akan menelpon dokter pribadi saya untuk mengobati Nona. Maafkan saya, ya, Nona?" Anjani merundukkan badan dan membantu Yeshika berdiri.

Syahrul segera ikut membantu Anjani menolong Yeshika.

Anjani tersenyum tipis ketika suaminya ikut serta dalam membantu berdiri Yeshika, lalu ia melepaskan pegangannya pada perempuan itu dan berbalik mengarah pada beberapa karyawan yang masih sibuk berbisik-bisik.

"Suamimu lebih peduli aku!" Yeshika menatap punggung Anjani bengis, lalu menatao Syahrul penuh cinta.

Syahrul segera membopong Yeshika menuju salah satu kursi di sana tanpa memedulikan bagaimana perasaan istrinya saat itu juga.

Anjani tidak perlu peduli soal urusan romansa suaminya dan Yeshika. Ia kemudian menundukkan badan hingga sembilan puluh derajat pada para karyawan, sehingga mereka terkejut bukan main, bahkan Bagas melotot horor karena melihat Anjani bertindak demikian.

Syahrul tak kalah kaget, dia sampai melepas gandengannya pada Yeshika, hingga selingkuhannya itu terjerembab ke kursi besi di ruang tunggu.

Biasanya postur itu untuk memberi hormat kepada yang lebih tinggi jabatannya, tetapi kali ini Anjani melakukannya, membuat mereka yang melihat langsung merasa tidak enak diri. 

"Maaf atas kejadian barusan. Saya benar-benar tidak sengaja menyenggol Nona Yeshika. Mungkin karena terlalu lelah setelah perjalanan bisnis, saya jadi tidak fokus. Silakan lanjutkan pekerjaan kalian, saya pamit dulu,” terang Anjani kemudian, senyum lebar ia tunjukkan dan gestur rasa bersalah pun dikeluarkannya. 

Lalu setelah itu ia pergi bersama Abbas menuju pintu keluar.

Syahrul tidak berkata apa-apa. Namun, ia khawatir dengan Anjani, wajah istrinya memucat. Ketika ia hendak menghampiri istrinya, dia melewatinya begitu saja seolah dirinya tak pernah terlihat. Hati Syahrul mencelos seketika.

Di sisi lain Yeshika yang berusaha bangkit sendiri dari posisi tidak enak di atas kursi besi, menatap Syahrul intens.

"Dia masih menatap istrinya seperti itu!" Yeshika meremas buku tangannya hingga berdarah. Seluruh darahnya mendidih seketika, tetapi ia masih harus mempertahankan ekspresi gadis teh hijaunya supaya Syahrul meliriknya.

"Padahal tadi dia jatuh sendiri!"

"Aku juga lihat! Mana ada Nyonya besar seperti ucapannya!"

"Untung aku nggak kemakan omongannya."

Wajah manis yang dipertahankan Yeshika akhirnya luruh juga. Mendengar ocehan beberapa karyawan kepada dirinya membuat seluruh urat marahnya pecah. Ia langsung menghentakkan maki ke lantai, berdiri dan pergi begitu saja dengan wajah muram.

"Tuh, dia bisa jalan!" Bagas menunjuk Yeshika dengan penuh candaan, akhirnya ia tertawa bersama dua orang investor yang lain.

"Nyonya kenapa malah minta maaf?" Abbas berjalan beriringan dengan Anjani, kali ini ia menatap atasannya bingung.

“Karena orang-orang lebih mudah percaya pada seseorang yang meminta maaf daripada seseorang yang sibuk membela diri,” sahut Anjani, ia tersenyum lebar seperti berhasil meraih penghargaan besar.

"Dia hanya butuh panggung untuk bersandiwara, aku hanya mengakhiri dramanya tanpa harus menekan tombol matikan," batin Anjani sambil masuk ke dalam mobil dengan dibantu Hann.

Hann sejak tadi memperhatikan Anjani, langkah kakinya seperti menakan sakit, dengan segera ia melepas heels itu dan memberikan sandal kain untuk Anjani.

"Nyonya, saya lupa tidak membawa salep, apa kita mampir dulu untuk beli?"

Mendengar penuturan Hann, Anjani segera menggeleng, ia tidak perlu merepotkan sopir pribadinya.

Abbas memperhatikan dari jauh, ia berpikir bahwa Anjani mulai berubah, tidak seperti biasanya yang diam.

"Semoga Nyonya baik-baik saja," harap Abbas. Lalu ia berjalan mendekati Hann dan Anjani yang sedang bercengkrama entah tentang apa.

1
Ade Chubi
cerita nya bagus
Lullabyyy: Terimakasih kakak😍😍
total 1 replies
Almayra Aya S
mantap bget
Lullabyyy: terimakasih Kak😍😍😍
total 1 replies
ERSANN_
diganti yg kemarin?
Lullabyyy: Yoi kakkkk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!