Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Miskin seumur hidup, ia bahkan harus mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak mampu ia obati.

Namun, ketika membuka mata, ia justru mendapati dirinya telah masuk ke dalam novel sebagai seorang wanita yang baru saja melompat dari sebuah gedung demi melarikan diri dari pernikahan perjodohan.

Seharusnya ia ikut kabur.

Tapi setelah mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah seorang pewaris kaya raya, pikirannya berubah.

“Melarikan diri? Untuk apa? Bukankah lebih baik aku menikah dan hidup nyaman?”

Kini, ia bertekad mempertahankan pernikahan yang bahkan tidak diinginkan oleh pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Mereka berjalan agak menjauh dari mobil. Isabella langsung berkata, "Kau benar-benar ingin menikah dengan Sebastian?"

Elena mengangguk. "Tentu."

"Kenapa?"

Elena terdiam. Jawabannya sederhana, karena Sebastian kaya. Tapi tentu saja ia tak bisa mengatakannya. "Aku merasa kita bisa menjalani pernikahan ini dengan baik."

Isabella tersenyum pahit. "Kau mencintainya?"

Elena terdiam. 'Aku belum tahu. Aku baru mengenalnya beberapa hari. Bagaimana mungkin aku sudah mencintainya?'

 "Aku belum tahu."

Jawaban jujur itu membuat Isabella sedikit terkejut. "Kau tidak mencintainya, tapi tetap ingin menikah dengannya?"

Elena mengangguk. "Pernikahan tidak selalu dimulai dari cinta, kan?"

Isabella menatapnya tajam. "Kau tidak takut suatu hari dia mencintai orang lain?"

Elena tersenyum. "Kalau itu terjadi, aku akan menghadapinya."

Isabella mengerutkan kening. "Kau benar-benar berbeda.. bukankah dulu kau tidak mau dengannya?"

Elena tersenyum tipis. "Semua orang bisa berubah dong.. Ini sudah keputusanku."

Ia tak bisa mengatakan bahwa wanita yang berdiri di hadapannya memang berbeda.

Isabella menatapnya lama. "Aku menyukai Sebastian."

Elena sudah menduga. "Aku tahu."

"Aku sudah menyukainya bertahun-tahun."

Elena tak menjawab.

"Jadi, aku tidak akan menyerah begitu saja." Tatapan Isabella berubah tegas.

Elena menatapnya beberapa saat, lalu tersenyum. "Itu hakmu. Tapi," lanjutnya, "aku juga tidak akan menyerahkan pernikahanku hanya karena seseorang menyukai calon suamiku."

Wajah Isabella membeku. Elena berbalik dan berjalan menuju mobil. Sebelum masuk, ia mendengar Isabella berkata, "Kalau begitu, kita lihat saja siapa yang akhirnya mendapatkan Sebastian."

Elena berhenti sejenak, lalu menoleh dan tersenyum. "Baiklah.."

Elena masuk ke dalam mobil. Sebastian sudah duduk di dalam. Begitu pintu tertutup, ia bertanya, "Apa yang dia katakan?"

"Tidak banyak." Elena memasang sabuk pengaman. "Dia hanya bilang kalau dia menyukaimu."

Sebastian terdiam. "Kau sudah tahu?"

Elena mengangguk. "Kelihatan sekali kok.."

Sebastian menghela napas. "Maaf."

Elena menoleh. "Kenapa minta maaf?"

"Karena dia mungkin akan membuatmu tidak nyaman."

Elena tersenyum. "Tidak apa-apa." Ia menyandarkan punggungnya di kursi. "Lagipula, aku akan menjadi istrimu tiga hari lagi."

Sebastian menatapnya. Elena baru menyadari apa yang baru saja ia ucapkan. Wajahnya memerah. "Aku hanya menyatakan fakta."

"Aku tahu." Sebastian kembali menatap jalan, tapi kali ini senyum tipis terlihat di sudut bibirnya.

Di luar mobil, Isabella berdiri sendirian, menatap mobil Sebastian yang perlahan menjauh. Matanya penuh tekad. "Sebastian..." Tangannya mengepal erat. "Aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan Elena."

***

Malam itu, Elena tak bisa langsung tidur. Ia berbaring di ranjang, menatap langit-langit kamar. Pikirannya terus kembali ke kejadian siang tadi. Isabella. Wanita itu benar-benar menyukai Sebastian. Dan yang lebih merepotkan, ia sama sekali tak berniat menyerah. Elena menghela napas panjang.

"Kenapa hidup baruku malah penuh masalah?"

Bukankah ia sudah memilih kehidupan sederhana? Menjadi istri pria kaya, tinggal di rumah mewah, menikmati makanan enak, lalu hidup tenang sampai tua. Itu saja. Ia tak pernah meminta drama percintaan. Tapi sekarang, bahkan sebelum pernikahan berlangsung, sudah ada wanita lain yang terang-terangan ingin merebut calon suaminya. Elena membalikkan tubuhnya.

"Tidak."

Ia langsung duduk.

"Kenapa aku harus takut?"

Sebastian belum menikah dengan Isabella. Sebaliknya, pria itu akan menikah dengannya tiga hari lagi. Elena mengangkat tangan, menatap cincin yang baru saja dibelinya. Senyum perlahan muncul.

"Aku yang akan menjadi istrinya."

Ia menyentuh cincin itu dengan ujung jari.

"Lagipula, aku tidak melakukan kesalahan apa pun."

Elena tak merebut Sebastian dari Isabella. Ia hanya menerima perjodohan yang sejak awal sudah disepakati kedua keluarga. Dan jika Sebastian sendiri memilih tetap menikahinya, lalu mengapa ia harus mundur?

"Tidak."

Elena menggeleng mantap.

"Aku tidak akan membatalkan pernikahan."

1
MomRea
lanjut Thor... makin penasaran 😊
mauza
next😘😘😘😘😘
mauza
up
mauza
ditunggu upnya thor 😘😘
mauza
next
mauza
nah kan..
...tp trus lanjuuut💪💪😘😘
mauza
pinisirin ttp lanjut
mauza
up
mauza
😘😘😘😍😍😍/Rose//Rose//Rose//Rose/
mauza
lanjut trussss💪💪
mauza
lanjut kk
mauza
hati" dan ttp semangat
mauza
next
mauza
up
mauza
/Determined//Determined//Determined//Determined/
mauza
next😘😘
mauza
lanjutkan thorrr👍😘😘
mauza
up
mauza
lanjuttt👍💪
mauza
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!