Indonesia
NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Tolong..." Keyna menahan tangis. Sejujurnya, ia sudah takut sejak awal, ia takut ketinggian, takut jurang, dan takut hewan buas yang mungkin ada di bawah sana.

"Bagaimana ini?" seru mereka panik.

"Sudah, tinggalkan saja!" usul Dimas.

"Kamu gila ya? Kalau dimakan hewan buas bagaimana?" tanya salah satu anggota dengan gemetar.

"Sudah, jangan berlebihan. Mana ada hewan sebesar itu di sini," kata Dimas kesal, meski wajahnya juga pucat ketakutan.

"Ya... mungkin saja," jawab orang itu ragu.

"Maaf, aku tadi kasar," ucap Dimas, sedikit menyesal.

"Sudahlah, santai saja. Jangan berlebihan," kata yang lain.

"Ayo cepat, nanti keburu malam," ajak Dimas, lalu berjalan pergi.

"Tolong aku..." Keyna hanya bisa berbisik lemah, tak ada yang menoleh padanya.

"Keyna?!" Keira berhenti mendadak, matanya menyapu sekeliling berharap melihat saudaranya.

"Dia jatuh ke jurang," jawab Dimas datar saat Keira bertanya.

Mendengar itu, Keira langsung melayangkan pukulan ke wajah Dimas. "Kau bilang begitu saja?! Dia bisa mati di bawah sana!"

"Sudahlah, itu urusan dia sendiri. Lagipula, siapa yang menyuruhnya begitu ceroboh," kata Dimas sinis.

"Masih saja bicara begitu?!" Keira mengamuk, namun ditahan oleh teman-teman yang lain.

"Keyna!!" teriak Keira sekuat tenaga, matanya menyapu tebing dan hutan di bawah sana, berharap melihat sosok sahabatnya.

Di bawah sana, Keyna yang awalnya pasrah mendengar teriakan itu langsung mengangkat kepalanya. Harapan kembali menyala di dadanya.

"Keira! Aku di sini!" teriaknya sekuat tenaga.

Keira segera menatap ke arah suara itu. "Di mana kau?!" serunya.

"Di bawah! Aku terjatuh!" jawab Keyna dengan suara gemetar.

"Aku turun untuk membantumu!" teriak Keira, lalu mulai mencari jalan turun ke dasar jurang itu.

"Tunggu sebentar, aku cari sesuatu dulu," kata Keira, lalu menghilang dari pandangan Keyna.

Beberapa menit berlalu. "Aku tidak menemukan apa-apa," ujar Keira dengan nada putus asa. Tubuhnya terasa nyeri, saat ia mencoba mencari benda yang bisa membantu Keyna, ia sendiri terjatuh dan membentur batu.

Biasanya tubuhnya tidak selemah ini. Kenapa hanya terjatuh sedikit saja sudah terasa begitu sakit?

Pandangannya jatuh pada akar-akar pohon yang melilit tebing. Sebuah ide muncul di benaknya.

Ia mencengkeram akar pohon itu dengan erat, lalu mulai menuruni tebing dengan sangat hati-hati.

"Akhirnya..." desisnya lega setelah sampai di bawah.

"Kita belum selesai, Keira. Kita belum bisa pulang," kata Keyna cemas.

"Ya sudah, biar aku bantu dulu," ujar Keira, berjalan mendekati sahabatnya.

"Tak bisa..."

"Kenapa?" tanya Keira, berlutut di hadapan Keyna.

"Kakiku sakit. Aku tidak bisa berjalan."

"Kalau begitu, biar aku menggendongmu." Keira berjongkok di depannya.

"Tidak usah... Aku berat," Keyna ragu.

"Tidak apa-apa. Jangan sampai lukamu bertambah parah. Pegang erat-erat ya?"

Keira menggendong Keyna, lalu berusaha naik kembali ke atas. Butuh tiga kali percobaan sebelum mereka berhasil naik ke permukaan.

Napas Keira terengah-engah. Tubuhnya terasa sangat berat. Tangannya memerah, bahkan ada luka yang mengeluarkan darah di pergelangannya. Dengan cepat, ia menutup luka itu agar Keyna tidak melihatnya.

"Maaf..." Keyna merasa bersalah melihat kondisi sahabatnya.

"Tidak apa-apa, ayo pergi."

Namun nasib sepertinya belum berpihak pada mereka. Hujan turun dengan deras, memaksa keduanya mencari tempat berteduh.

Keyna hampir menangis melihat wajah Keira yang memerah karena demam. Ia tidak tahu harus berbuat apa.

"Kenapa kau tidak tidur?" tanya Keyna pelan.

Keira hanya diam. Ia melepaskan jaketnya dan menyelimuti Keyna. Tubuhnya memang lebih tahan dingin, tapi ia tahu Keyna sangat sensitif terhadap cuaca.

"Keira, kenapa kau memberikannya padaku?"

"Kau kedinginan," jawab Keira singkat.

"Tapi kau.."

"Sudah, pakai saja. Lebih baik satu orang yang tetap hangat daripada kita berdua jatuh sakit. Tunggu di sini, aku periksa keadaan sekitar dulu."

Tanpa menunggu jawaban, Keira berjalan keluar dari tempat berteduh. Hujan begitu deras hingga jejak langkahnya langsung hilang terhapus air.

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!