Indonesia
NovelToon NovelToon
Takut Sial, Mau Tunangan

Takut Sial, Mau Tunangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Teen / Idola sekolah
Popularitas:275
Nilai: 5
Nama Author: whimsy quinn

menikahi musuh? itu biasa.
menikahi sahabat masa kecil karena takut sial? itu baru bencana.

Baffin yang dingin dan serba rapi sangat membenci segala bentuk kekacauan. Sialnya, hidupnya selalu diacak-acak oleh Silva, sahabat masa kecilnya yang super ceroboh dan pembawa bencana.

Tepat di hari ulang tahun mereka yang ke-17, keduanya mendapat kejutan tak terduga: mereka dipaksa bertunangan karena sebuah mitos kuno. Konon, karena lahir di hari dan jam yang sama, menolak perjodohan ini akan mendatangkan kutukan kesialan seumur hidup.

Baffin tentu saja menolak mentah-mentah takhayul itu. Namun, Silva yang ketakutan setengah mati justru bertekad melakukan segala cara agar cincin pertunangan itu terpasang di jari Baffin—meski ia harus memecahkan lebih banyak piring dan terjungkir dari kursi demi mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesona Si Kapten Jersey Merah

Begitu melangkah masuk ke dalam area tribun, Silva dan Kenya langsung disambut oleh gemuruh suara teriakan yang memekakkan telinga.

Ruangan itu padat, dan anehnya, rata-rata penonton yang memenuhi tribun adalah perempuan. Suasananya lebih mirip seperti tempat konser daripada pertandingan bola lokal.

Sebagian besar dari mereka memegang ponsel, bersiap merekam lapangan.

"Gila, ini arena futsal apa tempat audisi boyband? Kenapa isinya cewek semua?" bisik Kenya setengah berteriak di antara kebisingan.

"Mereka kayaknya kesini karena pengen cuci mata deh, Ken," sahut Silva.

Tiba-tiba, suara pengeras suara dari meja panitia menggema di seluruh sudut gedung olahraga, memutus gemuruh penonton untuk sesaat.

"Pertandingan babak pertama akan segera dimulai! Di sebelah kanan lapangan, tim tamu dari Black Steel! Dan di sebelah kiri lapangan, mari kita sambut... tim BAFFIN TAMPAN FC!"

Detik itu juga, langkah kaki Baffin yang baru saja mau melewati garis lapangan langsung mengerem mendadak.

Rahangnya mengeras menahan malu yang luar biasa hebat. Di belakangnya, Cyriel menepuk pundak Baffin sambil menahan tawa sampai pundaknya bergetar, sementara Novel justru melambaikan tangan ke arah tribun penonton dengan senyum narsis tanpa dosa—karena dialah dalang utama di balik pendaftaran nama tim absurd tersebut.

Baffin melirik jersey merah yang melekat di tubuhnya, bersyukur logo tim yang disponsori Kaisan-salah satu teman mereka yang sedang berlibur di luar negeri bersama keluarganya.- itu hanya berupa lambang mahkota kecil, bukan tulisan "Baffin Tampan" dengan huruf kapital berukuran besar.

Kalau bukan karena dipaksa teman-temannya, Baffin bersumpah lebih baik dihukum lari keliling lapangan seratus kali daripada harus menanggung malu menyandang nama tim sekonyol ini di depan ratusan pasang mata perempuan.

Di tribun, Kenya yang mendengar pengumuman itu langsung melongo. "Hah? Baffin Tampan? Itu nama timnya, Sil? Pede banget sumpah!"

Silva hanya bisa menepuk dahinya sendiri, ikut merasa malu sekaligus ingin tertawa melihat ekspresi kaku Baffin di bawah sana.

Tidak lama kemudian, peluit panjang ditiup. Pertandingan resmi dimulai. Baffin berjalan memimpin timnya masuk ke tengah lapangan dengan ban kapten melingkar di lengan kirinya.

Rambut hitamnya yang sedikit berantakan karena keringat, ditambah jersey merah yang melekat pas di tubuh tegapnya, membuat ketampanan cowok itu naik berkali-kali lipat di bawah sorot lampu futsal.

Kenya yang awalnya mengira Baffin hanyalah cowok es balok yang menyebalkan, mendadak membeku di tempat.

Matanya tidak berkedip melihat bagaimana Baffin mengontrol bola dengan sangat tenang."Gila... Sil, itu tunangan lo?" bisik Kenya, suaranya tiba-tiba berubah jadi agak histeris.

Saat Baffin berhasil mengecoh dua bek lawan dengan gerakan step-over yang mulus lalu melepaskan tendangan melambung yang mencetak gol pertama, tribun langsung pecah oleh teriakan histeris para perempuan.

Kenya otomatis ikut melompat dari kursinya, ikut berteriak kegirangan tanpa sadar. "WOI! KEREN BANGET! GILA, SI APIN KEREN PARAH!" Teriak Kenya heboh, melambaikan tangannya di udara.

Silva hanya menatap sahabatnya dengan heran. "Katanya tadi kamu ngeri sama dia?"

"Itu kan tadi sebelum gue lihat dia giring bola, Sil!" seru Kenya, matanya beralih ke deretan pemain cadangan dan teman-teman tim Baffin lainnya yang sedang minum di pinggir lapangan. "Lagian, temen-temennya si Apin kok... enak dilihat semua ya? Itu yang nomor punggung tujuh siapa? Manis banget senyumnya?"

Tabiat alami Kenya sebagai makhluk hawa yang lemah terhadap cowok-cowok atletis tampan akhirnya keluar total.

Sifat sangar dan galaknya menguap entah kemana, digantikan oleh mode fan-girl akut.

"Sil, fiks ya. Gue beneran harus ikut pindah ke sekolah baru lo," ucap Kenya serius, menggoyangkan kedua pundak Silva dengan mata yang masih berbinar menatap lapangan.

"Gue harus memastikan 'aset-aset negara' di sekolah baru lo itu aman di bawah pengawasan gue!"

Silva hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku Kenya yang berubah drastis dalam sekejap.

•••

Di markas mereka—sebuah ruangan semi-terbuka yang menyatu dengan area lapangan futsal—Baffin tampak kehilangan gairah.

Cowok itu duduk bersandar di sofa, lalu merebahkan kepalanya di atas sandaran tangan sofa yang pendek. Matanya menatap kosong ke arah langit-langit, tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Beberapa saat kemudian, Cyriel datang. Cowok berwajah baby face itu berjalan agak kerepotan sambil membawa empat cup Pop Mie yang baru saja diseduh air panas.

"Ayo makan, Fin," ajak Cyriel sambil meletakkan salah satu cup di meja.

Baffin sama sekali tidak menjawab. Posisinya tidak berubah sedikit pun.

"Fin..." panggil Cyriel mengulang.

Mendengar panggilan kedua itu, Baffin hanya mengangkat sebelah tangannya, melambai pelan di udara sebagai tanda penolakan.

Melihat itu, Novel langsung menyeletuk. Cowok itu sebenarnya memiliki nama asli Garendra. Namun, karena cara bicaranya yang sering ngawur, aneh, dan suka berhalusinasi, teman-temannya sepakat memanggilnya Novel.

"Gak usah diganggu. Si Baffin lagi mikir keras gimana prosesnya makanan bisa berubah jadi tahi," ucap Novel asal bual.

Cyriel langsung melotot sebal. "Mau makan gak usah bahas yang jorok-jorok, bisa?!"

Cyriel kemudian mengalihkan pandangannya kepada Archard, cowok yang tingkat kedinginannya sebelas dua belas dengan Baffin. "Lo mau kan, Ar?"

Archard hanya berdeham singkat sebagai jawaban.

Cyriel pun meletakkan satu cup Pop Mie di depan Archard, lalu duduk untuk mulai menyantap bagiannya sendiri.

Novel juga melakukan hal yang sama, mulai sibuk dengan mi instannya. Suasana sempat hening selama beberapa saat, hanya diisi oleh suara mereka yang sibuk mengunyah.

Tiba-tiba, Baffin menegakkan badannya. Posisi duduknya kini menjadi tegap, memutus lamunannya sendiri.

"Menurut kalian, kalimat 'jodoh cerminan diri' itu bener gak sih?" celetuk Baffin tiba-tiba.

Uhuk!

Ketiganya langsung menghentikan aktivitas makan dan menoleh cepat ke arah Baffin. Beribu tanda tanya mendadak bermunculan di kepala mereka karena tumben sekali kapten tim futsal mereka membahas hal sensitif seperti itu.

"Ada masalah?" tanya Archard dengan nada sedatar biasanya.

Baffin menggelengkan kepalanya sekilas, lalu kembali terdiam.

Novel yang dasarnya suka ngomong ngawur langsung menyahut, "Kalau jodoh lo beda banget sama lo, mungkin sebenarnya dia itu sisi lain dari diri lo. Kalau dia kayak reog, mungkin sebenarnya lo yang datar ini juga punya hasrat terpendam pengen jadi reog."

"Gak jelas lo!" kesal Cyriel yang langsung menggeplak bagian belakang kepala Novel.

"Ck, sakit b*go!" protes Novel sambil mengusap-usap kepalanya

Cyriel mengabaikan protes sahabatnya dan kembali menatap Baffin. "Kalau menurut gue, makna jodoh cerminan diri itu bukan berarti sifatnya harus persis sama kayak diri kita, Fin. Mungkin memang beda, tapi sebenarnya mereka saling melengkapi. Kayak tuts hitam dan putih di piano."

"Gila, tumben otak lo cemerlang, Riel," puji Novel sambil manggut-manggut, mengabaikan fakta bahwa kepalanya baru saja digeplak. Ia menyuap Pop Mie-nya dengan khidmat. "Hitam putih piano kalau ditekan bareng kan jadi nada yang indah. Kayak gue sama Selena Gomez."

"Mulai lagi halunya," cibir Cyriel seraya memutar bola mata.

Sementara itu, Archard tidak bersuara. Cowok itu hanya mengunyah makanannya dengan tenang, namun matanya yang tajam sempat melirik ke arah Baffin.

Ia tahu betul, Baffin tidak akan menanyakan hal se-filosofis itu jika tidak ada pemantik yang luar biasa besar di hidupnya.

Baffin kembali menyandarkan punggungnya ke sofa. Penjelasan Cyriel tentang 'hitam putih piano' entah kenapa malah membuat bayangan Silva langsung berputar otomatis di otaknya.

     Saling melengkapi? Baffin membatin sinis. Yang ada, kalau dia hitam dan Silva putih, mereka bukan jadi musik yang indah, melainkan jadi papan catur yang siap diacak-acak oleh kecerobohan gadis itu.

Mengingat Silva yang jatuh terduduk dengan posisi tidak estetik di ruang makan tadi saja sudah membuat pelipis Baffin berdenyut kasar.

"Lagian lo kesambet apaan sih, Fin? Tiba-tiba nanya soal jodoh?" Cyriel mencondongkan tubuhnya ke depan, didera rasa penasaran yang amat sangat.

     "Jangan bilang lo habis ditembak cewek?"

"Bukan ditembak," potong Archard tiba-tiba. Suaranya yang berat memutus spekulasi Cyriel. Archard meletakkan garpu plastiknya ke dalam cup Pop Mie yang sudah kosong. "Lebih parah dari itu, kan?"

Baffin tidak memberikan respons apa-apa secara verbal atas tebakan telak Archard. Ia hanya mengembuskan napas pendek.

Detik berikutnya, tangan cowok itu terulur ke depan meja, meraih cup Pop Mie hangat yang tadi sempat ia tolak dari Cyriel.

Baffin membuka tutup kertas pembungkusnya, mengaduk mi di dalamnya perlahan, lalu mulai memakannya dalam diam.

Sikap diam Baffin yang mendadak mau makan ini justru menjadi jawaban bagi ketiga sahabatnya: Tebakan Archard seratus persen benar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!