Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

Status: tamat
Genre:Sistem / Penyelamat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:45.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Genta sama sekali tidak merespons, matanya justru sibuk mengamati keindahan halaman rumah yang luasnya mengalahkan lapangan sepak bola.

Ada taman bunga mawar yang tertata rapi, air mancur marmer yang megah, dan deretan mobil mewah yang harganya pasti tidak masuk akal.

Genta kemudian dibawa masuk ke sebuah ruangan tunggu kecil di paviliun depan, terpisah dari kemegahan bangunan utama.

Dia duduk diam di atas kursi kayu berukir, membiarkan air hujan terus menetes dari celananya dan membuat genangan kecil di lantai marmer yang mengkilap.

Satu jam berlalu dalam kesunyian, tidak ada teh hangat atau sekadar handuk kering yang diberikan kepadanya.

Genta mulai merasakan perutnya berbunyi nyaring karena dia belum memasukkan sepeser makanan pun sejak kemarin sore.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan sepatu hak tinggi yang tergesa-gesa dari arah koridor penghubung.

Seorang wanita paruh baya dengan balutan gaun sutra dan kalung berlian mencolok masuk ke ruangan dengan wajah merah padam.

Dia adalah Nyonya Ratna, ibu kandung dari Kiara yang terkenal gila harta.

Di belakangnya, Kiara berjalan mengikuti dengan langkah elegan, wajahnya tetap beku seperti manekin.

"Jadi ini rupa gembel rendahan yang mengaku membawa pesan dari gunung itu?!" bentak Ratna seketika sambil menunjuk tepat ke hidung Genta.

Genta segera berdiri dari duduknya, mencoba menunjukkan rasa hormat dan sopan santun yang diajarkan gurunya.

"Benar Nyonya, namaku Genta, saya adalah murid tunggal dari..."

"Tutup mulut busukmu, aku tidak peduli siapa namamu dan dari lubang mana kau berasal!" teriak Ratna memotong ucapan Genta dengan suara melengking.

"Mana surat itu? Serahkan padaku sekarang juga!"

Genta menatap mata wanita arogan itu sejenak, menekan emosinya dalam-dalam sebelum menyerahkan amplop cokelat yang basah tersebut.

Ratna merampas amplop itu dengan gerakan kasar menggunakan dua ujung jarinya, seolah takut kulitnya akan tertular penyakit kusta.

Dia merobek ujung amplop dengan paksa dan menarik paksa secarik kertas usang yang berisi tulisan tangan pudar bercampur bercak darah kering.

Mata Ratna bergerak cepat membaca isi surat wasiat itu, dan urat-urat di lehernya perlahan bermunculan menahan amarah.

"Omong kosong macam apa ini!" jerit Ratna murka hingga suaranya bergema di ruangan.

"Orang tua bangka dari gunung itu benar-benar berniat menghancurkan masa depan putri kesayanganku!"

Ratna meremas surat peninggalan itu tanpa belas kasihan dan melemparkannya dengan keras tepat ke wajah Genta.

Genta terdiam kaku saat gumpalan kertas peninggalan orang yang paling disayanginya itu membentur pipinya dan jatuh berguling ke lantai.

Hatinya terasa diremas kuat, rasa nyeri bercampur amarah perlahan mendidih di dalam darahnya melihat wasiat terakhir gurunya diperlakukan seperti sampah.

"Nyonya, surat itu ditulis oleh Guruku dengan sisa darah dan napas terakhirnya di ranjang kematian," ucap Genta dengan nada suara rendah namun penuh penekanan.

"Tolong tunjukkan sedikit saja rasa hormat sebagai sesama manusia."

"Hormat?!" Ratna malah tertawa terbahak-bahak, tawanya terdengar sangat mengejek dan merendahkan.

"Kenapa aku harus menghormati penipu tua yang telah membohongi ayah mertuaku belasan tahun lalu?"

"Dengar baik-baik ya, gembel kotor, perjanjian konyol antara Kakek Kiara dan gurumu itu tidak akan pernah menjadi kenyataan!"

"Keluarga Prameswari lebih baik hancur daripada harus menerima menantu seorang gelandangan miskin dan bodoh sepertimu!"

Kiara yang sejak tadi hanya diam menonton akhirnya melangkah maju mendekati Genta.

Aroma parfum mewahnya langsung menyerbak, seketika mengalahkan bau hujan dan keringat yang melekat di tubuh Genta.

"Genta, atau siapapun namamu itu," ucap Kiara memulai bicaranya dengan nada yang sangat merendahkan.

"Kakekku saat ini sedang koma di ruang ICU rumah sakit, hidupnya seratus persen bergantung pada mesin."

"Dia memang pernah membuat janji gila di masa lalu untuk menikahkan cucu perempuannya dengan murid dari tabib gunung yang pernah menyelamatkan nyawanya."

"Tapi coba kau lihat baik-baik pantulan dirimu di cermin."

Kiara memindai sosok Genta dari ujung rambut yang lepek hingga ke sandal jepitnya yang putus.

"Kau bahkan tidak terlihat seperti laki-laki yang bisa memberi makan dirimu sendiri."

"Bagaimana mungkin orang cacat sosial sepertimu bisa menjadi suami dari seorang CEO Prameswari Group?"

Genta balas menatap mata indah Kiara dengan sangat tenang, tidak ada sedikitpun rasa rendah diri di matanya.

"Aku datang jauh-jauh ke sini bukan untuk mengemis cinta apalagi menagih janji pernikahan denganmu, Nona Kiara."

"Aku murni hanya menjalankan amanat terakhir mendiang Guruku."

"Jika kalian berdua memang menolak janji itu, katakan saja secara resmi tertulis, dan aku akan angkat kaki dari rumah ini detik ini juga."

Ratna mendengus sinis layaknya ular yang sedang mendesis mendengar keberanian Genta.

"Angkat kaki katamu? Jangan mimpi kau bisa lari seenaknya!"

"Berita tentang Kakek Kiara yang mengirim surat panggilan untuk calon cucu menantunya dari kampung sudah bocor ke telinga seluruh keluarga besar."

"Paman-paman Kiara yang serakah itu sedang mencari celah untuk merebut kursi presiden direktur jika wasiat kakek tidak dijalankan sesuai aturan."

"Jadi kau tidak bisa pergi begitu saja dari sini, dasar gembel pembawa sial!"

Genta perlahan mengerutkan keningnya, otaknya yang cerdas mulai memahami situasi kotor politik internal keluarga ini.

"Lalu apa mau kalian sebenarnya dariku?" tanya Genta langsung pada intinya.

Kiara menyilangkan kedua tangannya di depan dada, menatap Genta layaknya menatap seekor semut.

"Kita akan tetap melangsungkan pernikahan ini di atas kertas secepatnya."

"Ini semua murni hanya alat untuk membungkam mulut keluarga besar dan mencegah pamanku merebut perusahaan."

"Tapi ingat ini baik-baik, jangan pernah berharap kau bisa menyentuhku, berbicara denganku di publik, apalagi tidur di kamar yang sama denganku."

"Kau di rumah ini hanyalah pion rendahan dalam permainanku."

1
VirgoRaurus 31Smile
sayang sekali Sekar dan Larasati gak di beri keturunan... istri MC 3 tapi yg di beri keturunan cuma istri pertama thok...kalau mereka di beri keturunan pasti makin hebat... sayang sekali.
VirgoRaurus 31Smile
keluarga LEBAY...
Cherlly: trimakasih kaka🙏
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
Sekar sebagai istri ke 3 masih juga dianggap pelayan... luar biasa hebat kau Thor...
Cherlly: makasih kaka😘😘😘
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
kapan istri ke 2 dan ke 3 MC hamil Thor...? sudah 5th lebih pernikahan kok belum hamil
Cherlly: belum hamil,soal nya mc masih sibuk kak😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
manggil Sekar dulu bibi sekarang mama...
VirgoRaurus 31Smile
gimana caranya bertepuk tangan dg membawa cangkir kopi Thor...
Cherlly: kan itu genta sedang bersandar di pilar sebelah nya ada meja sebelum tepuk tangan dia letakan dulu,cuman saya singkat cerita nya kaka😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
sudah 3th lebih menikah Sekar dan Larasati kok belum hamil...
VirgoRaurus 31Smile
pelayan.... katanya istri ke 3 MC.
VirgoRaurus 31Smile
Hmmm... terbuat dari apa boneka beruang itu, sampai harganya menyamai mobil sport... LEBAY...
Cherlly: itu boneka untuk colector maka nya mahal kaka
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
kok bawa marga Prameswari, kok gak bawa marga Genta...
VirgoRaurus 31Smile
orang tua dan kakek Tiara sudah meninggal semua ya Thor... kok gak pernah diceritakan... kalau sudah meninggal, kapan...
Cherlly: bukan meninggal tpi belum ada percakapan lagi kaka
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
keluarga inti... emangnya orang tua dan kakek bukan keluarga inti.... orang luar malah di undang.
VirgoRaurus 31Smile
ratusan batang jarum emas... katanya 99 batang jarum emas, ini kok ratusan... weleh.
Cherlly: itu tersembunyi kaka
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
apakah MC sudah bisa terbang...?
Cherlly: belum kaka😁
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
kakek, orang tua pengantin, sang jendral dan orang orang penting di sekitar para penganting gak di beritakan sama sekali....
VirgoRaurus 31Smile
apa gak terbalik kalimat ini Thor... hutang budimu padaku, begitu harusnya....
Cherlly: bukan kaka😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
emangnya Ratih punya berapa pedang, Thor... kan pedangnya sudah patah...
Cherlly: ada simpanan pedang yang ga pernah dia pakai😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
di dalam istana ada cahaya rembulan... apakah istananya tak beratap, Thor...?
Cherlly: itu kata istilah kaka😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
istana yg hancur... istana mana yg hancur, kan cuma gerbangnya yg hancur...
Cherlly: istana hancur bukan berarti hancur rata kaka
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
bangkai monster bukan mayat monster
Cherlly: kalo mayat baca nya kurang nyaman kak😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!