Indonesia
NovelToon NovelToon
Takut Nikah

Takut Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Cintamanis / Romansa
Popularitas:367.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Kapan nikah?"

"Udah mau 30 loh."

"Jangan pilih-pilih, nanti jadi perawan tua."

Jena muak sekali dengan semua itu. Baginya, menikah bukan kriteria kesuksesan seseorang. Mau nikah atau pun tidak, itu juga bukan urusan mereka, tapi entah kenapa, mereka suka sekali mengurusi hidupnya.

3 kali ia menjalin kasih, endingnya selalu diselingkuhi. Sahabat terbaiknya, jadi janda diusia 25 tahun karena suaminya selingkuh. Dan yang paling gong, Papa yang ia sayang dan sosok yang ia kagumi, diam-diam ternyata punya istri kedua. Lalu, laki-laki seperti apa lagi yang bisa ia percaya.

Baginya, berurusan dengan laki-laki, hanyalah cari penyakit. Entah sekarang atau nanti, pasti endingnya disakiti. Ia tak mau menikah. Kalau sendiri bisa bahagia, untuk apa berdua?

Sampai kejadian tak terduga, mempertemukanmu dia dengan Budi. Laki-laki yang humoris, dan selalu bilang. "Gak semua laki-laki kayak gitu, Mbak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Hampir pukul dua belas malam ketika Jena akhirnya sampai di rumah. Begitu turun dari taksi, ia langsung memanggil satpam untuk membukakan gerbang.

Ia berjalan menuju rumah. Lampu teras masih menyala karena tak pernah dimatikan saat malam. Untung ia punya kunci rumah, jadi pulang jam berapa pun, tak takut di kunciin. Ruang tamu gelap, begitu pun dengan ruangan lain.

Tidak ada suara Papa. Tidak ada Mama yang menunggu dengan wajah penuh pertanyaan.

Jena mengembuskan napas lega. "Syukurlah..." Ia naik ke lantai atas, lalu masuk ke kamarnya.

Malam ini ia benar-benar tidak ingin mendengar satu kata pun tentang Angga, tentang makan malam, apalagi pernikahan.

Begitu sampai di kamar, Jena langsung menjatuhkan tubuh ke kasur. Entah kenapa, pikirannya malah kembali pada obrolannya dengan Budi di angkringan.

Tawa mereka, candaan receh, dan suasana sederhana yang justru membuatnya merasa nyaman. Jena tersenyum kecil sebelum akhirnya tertidur.

Pagi harinya, suara pintu kamarnya dibuka dengan keras.

"Jena!"

Jena yang masih setengah sadar langsung terbangun.

"Apaan sih, Pa?"

Papa berdiri di ambang pintu dengan wajah merah menahan emosi.

"Kamu pikir perbuatan kamu semalam itu lucu?"

Jena langsung duduk. "Maksud Papa?"

"Masih nanya! Kamu meninggalkan acara makan malam begitu saja!"

"Oh, itu." Jena menguap. Tak ada ekspresi menyesal apalagi bersalah di wajahnya. "Dari awalkan aku sudah bilang, aku gak mau."

Suara Papa meninggi, ia masuk ke dalam. "Kamu bikin Papa malu!"

"Aku gak suka sama Angga, Pah. Aku juga gak nyaman disana."

"Kalau nggak nyaman, kamu bisa bicara baik-baik. Bukan malah kabur seperti anak kecil!"

Jena mulai kesal. "Emang kalau aku ngomong baik-baik, bakalan diizinin pulang sama Papa? Enggak kan? Aku sudah bilang dari awal, aku nggak mau dikenalin!"

"Tapi kamu tetap datang."

"Karena Mama maksa!"

"Jadi karena dipaksa, kamu boleh mempermalukan Papa?"

Jena terdiam.

Papa menunjuknya dengan wajah kecewa. "Papa sudah bertahun-tahun membangun hubungan baik dengan keluarga Pak Dani. Dan gara-gara kamu, Papa kehilangan muka."

"Papa ngerti gak, gimana perasaanku kemarin disana? Aku ngerasa seperti alat pertukaran bisnis, Pah. Aku ngerasa kalau tujuan perjodohan ini, semata-mata hanya untuk bisnis, bukan karena Papa peduli dengan masa depanku, kebahagiaanku."

"Jangan kurang ajar! Papa nggak pernah bilang kamu bagian dari bisnis. Papa cuma ingin kamu dapat jodoh yang terbaik."

"Jodoh itu yang ngatur Tuhan, bukan Papa." Jena mendengus. "Lagian ini hidup Jena, jadi Papa gak berhak ngatur."

Andika menghela napas kasar. "Papa cuma ingin yang terbaik."

"Aku yang paling tahu apa yang terbaik buat aku." Jena balas menatap Papanya.

Suasana kamar mendadak hening.

Jena menarik napas panjang. "Aku nggak mau menikah dengan Angga, titik."

"Baik kalau begitu, itu artinya, kamu memilih Dion."

"PAH!" teriak Jena.

Asri yang beru menaiki beberapa anak tangga, mempercepat langkah mendengar teriakan Jena.

"Keputusan Papa gak bisa diganggu gugat." Andika menatap Jena tajam.

"Kalian berdua, bisa gak sih, kalau bicara jangan teriak, jangan pakai otot. Bisakan, bicara baik-baik," ujar Asri.

"Dia udah mempermalukan Papa." Rahang Andika mengeras.

"Papa mau jodohin aku sama Dion Mah, ponakannya si lakor."

Asri langsung mendelik tajam. "Gila kamu, Mas!"

"Papa udah ngasih pilihan, tapi karena dia nolak Angga, jadi pilihannya tinggal Dion."

"Ada banyak laki-laki di dunia, kenapa harus ponakan ja lang itu? Mama gak setuju!" Asri siap menantang suaminya kali ini.

Andika membuang muka, mendengus kesal. Ponsel di tangannya berdering, apa panggilan masuk dari Juwita.

"Hallo, Ta."

Asri yang ada di sampingnya mendengus mendengar suaminya menyebut nama istri mudanya.

"Iya, habis ini aku pulang."

"DIA MAU KAWIN LAGI!" teriak Jena.

Andika kaget, tiba-tiba Jena sudah berdiri di sampingnya.

"Dia mau menikah dengan wanita yang seumuran anaknya," lanjut Jena.

"JENA!" Andika melotot, buru-buru ia mematikan sambungan telepon.

"Kenapa Pah?" Jena tersenyum puas. "Papa ngotot nyuruh aku nikah, itu artinya, Papa setuju dengan syarat yang aku ajukan. Kalau Papa masih nekat nyuruh aku nikah, baiklah. Kita nikah sama-sama."

Asri yang ada diantara mereka bingung. "Ada apa ini sebenarnya?"

"Papa mau aku suruh nikah sama Aline, Mah."

"Hah!" Asri syok.

"Hitung-hitung bantu janda dan anak yatim."

Andika mendengus, lalu pergi. Disini dibikin pusing oleh Jena, di rumah nanti, Juwita pasti ngomel gara-gara ucapan Jena tadi.

1
Asih Rahmadhani Bohara
padahal udh dksh peringatan sama Jena.. tetap aja ngulah
novel destiny
keluarga emak nya jena julid nya kaya si Juwita 🤣🤣
Hani Ekawati
Ga usah berlebihan muji nya Bud, aku kok jadi ngeri klo cowok yang mulutnya manis 😂
Hani Ekawati
Awas kamu Bud ga usah pinter gombal, klo cowok pinter gombal aku jadi inget si aki Andre 😂
lyani
bener Jen jangan diem aja..lawan mulut julid....kl perlu sini saya tambah sandal
Hani Ekawati
Bagus Jen, lawan aja mulut nyinyir nya si Cindy. 😂
Hani Ekawati
Ini si Cindy punya mulut nyinyir banget julid banget, kudu disemprot sama kamu Jen biar mulutnya bisa diem.
Hani Ekawati
Heh mau tukang roti bakar atau tukang apa pun yang penting kerjaan nya halal dan yang penting bukan suami orang !!!
Situ julid banget jadi orang🙄
ryuka
selalu,ada yg kaya gitu jen di keluarga besar.. ngomongin orang seakan dia yg paling bagus
lyani
kesian deh gagal Dion berarti gagal jg kamu menguasai harta y ju
Eonnie Nurul
biasa hidup ya gitu belum nikah di tanya kapan nikah , sudah nikah kapan punya anak , kapan mantu , segitunya orang gak punya kerjaan ngurus orang lain padahal sudah tua ( dalam hati kapan kamu menghadap ilahi ) 🤭
Rahmawati
kasian bocah bau kencur kecewa karna jena tetep nikah sama budi😂
vj'z tri
aku suka huru hara /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ serangggggg
jumirah slavina
padahal barusan dia mode Singa lo Bud., senggol bac0k

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
hidup sombong🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
pinter nak udah di brifing dulu ternyata /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
enungdedy
gak tau knp klo baca cerita dri author tuh kyak gmn ya..gk lebay penulisannya
lebih ke cerita dam bhasa sehari2 kita gtu..jdi yg baca tuh kyak ikut mssuk kedlm cerita langsung....pokoknya suka bgt sm cerita2 kak yutantia🥰
yutantia 10: Makasih kakak
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ alam mendukung
vj'z tri
punya mata oi punya mata mata masih normal ya ada suara tengok terus liat dah masa gitu ajj gak tahu onah onah /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
jumirah slavina
b o h o n g g g !!!

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!