Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Leon Luna Masuk SD Mafia

Setahun kemudian.

Leon dan Luna umur 7 tahun. Sudah lulus TK Pelangi Ceria.

Hari ini hari pertama masuk SD.

Bukan SD biasa.

Namanya SD De Luca International - sekolah milik keluarga De Luca sendiri. Muridnya cuma 20 orang, semua anak-anak keluarga mafia, pengusaha, dan diplomat.

Seragamnya? Hitam dan pink. Leon pakai blazer hitam kecil, Luna pakai blazer pink dengan mahkota kecil masih nempel.

Pagi-pagi, mansion sudah heboh.

Elena hamil 8 bulan, perutnya besar. Jalan aja sudah susah, tapi tetap mau anterin Leon Luna hari pertama SD.

"Pa, tas Leon mana? Tas Luna mana?" teriak Elena dari kamar.

Lorenzo sudah pakai jas, tapi kali ini jasnya ada pin tulisan: PAPA SIAGA SD.

"Tenang sayang, semua sudah di mobil. Stik keju 10 bungkus, bekal steak, susu, semua ada," jawab Lorenzo, sambil bantu Elena turun tangga pelan-pelan.

Leon dan Luna sudah menunggu di mobil. Luna agak takut.

"Leon, nanti di SD ada Bu Guru Sarah gak?" tanya Luna.

Leon geleng. "Gak ada. Katanya di SD gurunya lebih galak. Tapi Leon sudah siap jadi bodyguard."

Leon buka tasnya. Di dalam tas SD barunya, bukan cuma buku. Ada walkie-talkie kecil, plester, dan pistol mainan air yang dulu dikasih Thomas.

Gerbang SD De Luca International megah banget. Ada patung singa besar.

20 anak baru berdiri baris. Orang tuanya di belakang, semua pakai jas dan dress mahal.

Kepala Sekolah, Mr. Antonio, mantan anak buah Lorenzo dulu, pidato.

"Selamat datang di SD De Luca. Di sini kita belajar matematika, bahasa, dan... cara jadi pemimpin."

Anak-anak lain tepuk tangan.

Leon dan Luna masuk kelas 1A.

Kelasnya cuma 10 anak. Meja kayunya mahal.

Guru baru mereka, Ms. Clara, umur 30, galak tapi cantik. Rambutnya diikat ketat.

"Selamat pagi. Saya Ms. Clara. Di kelas saya, tidak boleh nangis, tidak boleh manja. Mengerti?" kata Ms. Clara tegas.

Luna langsung takut, pegang tangan Leon erat.

Leon berdiri. "Ms. Clara, Luna takut. Boleh Leon duduk sebelah Luna?"

Ms. Clara lihat Leon. Dia tahu ini anak bosnya bos. Tapi dia tetap galak.

"Boleh, tapi kalau Luna nangis, Leon yang hukum lari keliling lapangan," jawab Ms. Clara.

Leon angguk. "Siap!"

Jam pertama, Matematika.

Ms. Clara tulis di papan: 1+1\=?

Anak-anak lain jawab: 2.

Luna jawab: "2 stik keju pink!"

Satu kelas ketawa.

Ms. Clara mau marah, tapi lihat Luna imut, jadi tahan.

"Benar, Luna. 2. Besok bawa stik keju buat semua ya," kata Ms. Clara, ternyata bisa bercanda juga.

Jam istirahat, masalah datang.

Di kantin SD, ada kakak kelas umur 9 tahun, namanya Bruno. Anak mafia dari keluarga sebelah, badannya besar.

Bruno lihat bekal Luna yang isinya stik keju pink banyak, dia mau ambil.

"Sinikan, itu enak kayaknya," kata Bruno, tangan mau ambil.

Luna takut, mau nangis.

Leon langsung berdiri di depan Luna.

"Jangan ambil punya Luna. Itu punya Luna," kata Leon, suara kecil tapi tegas.

Bruno ketawa. "Kamu siapa? Bocah 7 tahun mau lawan aku?"

Bruno dorong Leon pelan.

Leon jatuh terduduk. Celana blazer hitamnya kotor.

Luna langsung nangis. "Leon! Jangan sakitin Leon!"

Anak-anak lain di kantin lihat, tapi gak ada yang berani bantu karena Bruno memang tukang bully.

Leon bangun, bersihin celananya. Wajahnya merah, bukan karena takut, tapi marah.

Dia ambil pistol mainan air dari tasnya.

"Leon sudah bilang, jangan ambil punya Luna," kata Leon, lalu semprot Bruno pakai air!

Bruno basah kuyup! Bajunya basah!

"ARGGH! Kamu!" Bruno mau balas.

Tapi tiba-tiba, dari pintu kantin, ada suara berat.

"BRUNO."

Semua noleh.

Lorenzo berdiri di pintu kantin. Jas hitam, kacamata hitam, tangan di saku. Di belakangnya, Thomas dan 5 bodyguard.

Lorenzo tadi belum pulang, dia ngintip dari pos satpam SD juga, kayak dulu di TK.

Bruno lihat Lorenzo, langsung pucat. Semua anak mafia tahu siapa Lorenzo De Luca.

"Tuan... Tuan De Luca..." kata Bruno gemetaran.

Lorenzo jalan pelan ke arah Bruno. "Kamu dorong anak saya?"

Bruno mundur. "Tidak... saya... saya cuma..."

Lorenzo jongkok depan Bruno, senyum tipis, tapi senyumnya serem.

"Di SD ini, tidak boleh bully. Apalagi bully Luna dan Leon. Mengerti?" kata Lorenzo pelan, tapi semua kantin dengar.

Bruno angguk cepat.

Lorenzo berdiri, lihat Leon yang celananya kotor.

"Leon, kamu tidak apa-apa?" tanya Lorenzo.

Leon angguk. "Tidak apa-apa, Pa. Leon bisa jaga Luna. Leon sudah semprot dia."

Lorenzo senyum bangga. Dia angkat Leon.

"Bagus. Itu baru anak Papa," kata Lorenzo, lalu lihat Ms. Clara yang baru datang lari-lari.

"Tuan Lorenzo, maaf, saya tidak lihat..." kata Ms. Clara panik.

Lorenzo angguk. "Tidak apa-apa, Ms. Clara. Tapi mulai besok, saya mau jadi Papa Siaga SD. Boleh?"

Ms. Clara bengong. "Papa Siaga SD?"

Luna yang tadi nangis, sekarang ketawa lihat Papa-nya gendong Leon. "Papa! Luna juga mau digendong!"

Jadi siang itu, kantin SD De Luca International jadi saksi: bos mafia paling ditakuti, gendong dua anak SD sambil bawa tas pink dan hitam.

Bruno? Dia dihukum Ms. Clara cuci piring kantin seminggu.

Dan sejak hari itu, tidak ada lagi yang berani ambil stik keju pink Luna.

Karena semua tahu, bodyguard Luna bukan cuma Leon umur 7 tahun, tapi juga Papa-nya yang punya SD-nya.

*BERSAMBUNG*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!