Indonesia
NovelToon NovelToon
Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rizza Khan

Aisha Senjani mahasiswa matematika yang baru menyelesaikan pendidikannya di universitas luar negeri dan mendapatkan pekerjaan di sana. Setelah kurang lebih sebulan ia mengambil cuti untuk pulang ke tanah air, sejak menyelesaikan pendidikannya ia belum pernah sama sekali pulang kampung. Dihari kepulangannya ternyata di rumah sedang ada acara pernikahan sang kakak, ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Namun, sang kakak kabur disaat mempelai Pria dan rombongan sudah datang. Pihak pria tidak ingin membatalkan karena akan merusak nama baik keluarganya. Sehingga sang mempelai meminta Aisha jadi penggantinya.

Apakah Aisha akan menerima perkawinan tiba-tiba ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizza Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Sinar matahari pagi di Isle of Skye menyiram jalanan beraspal mulus dengan cahaya keemasan yang hangat.

Mobil hitam yang dikemudikan Anton melaju tenang membelah lembah Glen Brittle, meninggalkan area vila batu menuju salah satu destinasi paling magis di Skotlandia, Fairy Pools.

Di dalam kabin mobil yang hangat, nuansa perjalanan terasa sangat santai. Suara gemericik angin dingin dari luar berpadu lembut dengan musik instrumen berirama tenang yang diputar Anton.

"Di depan sana itu Pegunungan Black Cuillin, Aisha," ujar Tania. "Kamu pasti akan sangat menyukai pemandangan di sana."Lanjutnya

Aisha yang duduk di kursi belakang menempelkan wajahnya agak dekat ke jendela, matanya berbinar-binar penuh ketakjuban.

"Masya Allah... tebing batu hitamnya gagah banget. Dari jauh saja sudah kelihatan megah sekali."

"Bagus kan?" timpal Tania riang dari kursi depan. "Makanya, untung banget aku berhasil membujuk  Pak Anton  buat menunda kepulangan kita sampai besok! Kalau nggak, kita pasti cuma melewatkan tempat indah ini begitu saja!"

"Iya, Miss." Jawab Aisyah singkat dan lanjut melihat pemandangan diluar.

Beberapa menit kemudian, mobil terparkir rapi di pelataran parkir tanah liat. Mereka bertiga melangkah turun, menyusuri jalan setapak berbatu yang membelah padang rumput hijau keemasan.

Suara gemericik air deras dan deru air terjun kecil makin nyaring terdengar. Begitu sampai di atas bentangan batuan rata, pemandangan Fairy Pools membentang megah di hadapan mereka.

Air terjun bertingkat mengalir deras dari lelehan es pegunungan, bermuara di kolam-kolam alami berundak. Airnya luar biasa jernih, berwarna pirus kristal hingga setiap kerikil di dasarnya terlihat sangat jelas.

"Masya Allah... indah banget airnya!" seru Aisha tanpa sadar.

Aisha seketika tenggelam dalam dunianya sendiri. Gadis itu melangkah perlahan mengelilingi tepi kolam, berjongkok di atas batu datar untuk memotret riak air, bunga-bunga liar Skotlandia yang tumbuh di sela batuan, dan gugusan tebing Cuillin menggunakan ponselnya.

Tania yang melangkah di belakang langsung menyenggol lengan Anton pelan, berbisik jahil. "Lihat tuh, Kak... Aisha senang banget! Sana susul!"

"Kamu nggak ikut naik ke atas?"

"Aduh, kakiku pegal nih!" kilah Tania seraya berpura-pura memegangi lututnya. "Aku mau duduk santai di sini dulu, sambil menikmati udaranya. Kalian berdua naik duluan aja!"

Anton menggeleng pasrah. Dengan langkah pelan dan tenang, Anton melangkah menyusuri jalan setapak, diam-diam menjaga jarak sekitar dua meter di belakang Aisha.

Aisha benar-benar sibuk mengeksplorasi setiap sudut Fairy Pools. Ia  perlahan mencelupkan jemarinya ke air kolam pirus.

"Aduh! Dingin banget!" pekik Aisha pelan pada dirinya sendiri, terkekeh renyah seraya mengibas-ibaskan tangannya yang kedinginan.

Di belakangnya, Anton berdiri memandangi wajah Aisha dari samping. Angin dingin pegunungan mengibaskan lembut ujung jilbab  yang dikenakan gadis itu. Binar kebahagiaan yang terpancar murni dari mata Aisha membuat seluruh dada Anton berdesir hangat.

'Cuma melihat kamu tersenyum begini saja... rasanya semua lelah tiga hari kemarin hilang begitu saja, Aisha,’ batin Anton.

Saat Aisha melangkah ke atas batu yang sedikit lebih tinggi untuk mengambil sudut foto air terjun, pijakan kakinya yang licin oleh lumut sempat goyah.

"Eh!" pekik Aisha kaget, tubuhnya hilang keseimbangan.

Dengan cepat Anton maju dan  memegang lengan mantel  Aisha, menahan tubuh gadis itu agar tidak terjatuh.

"Hati-hati, Aisha," ucap Anton pelan. "Batunya licin."

"Eh? Pak Anton?" cicit Aisha canggung, buru-buru berdiri tegak dan merapikan posisinya. "B-Bapak dari tadi jalan di belakang saya?"

Anton berdehem canggung, buru-buru melepaskan pegangannya pada lengan  Aisha dan memasukkan kedua tangannya ke dalam sakunya.

"I-iy, saya hanya... mau melihat  pemandangan dari sini juga," sahut Anton sedikit gugup

Aisha mengulum senyum ramah, sama sekali tidak menaruh curiga sedikit pun pada perhatian ekstra atasannya itu. Kepolosannya membuat benteng perhatian Anton terasa begitu halus.

"Terima kasih banyak ya, Pak." tutur Aisha.

Anton menatap manik mata hitam jernih Aisha lekat-lekat, lalu mengulas senyum paling tulus yang ia miliki.

"Pak Anton, coba lihat deh!" puji Aisha antusias, menunjuk ke arah aliran air terjun kecil di atas batu.

"Airnya bening banget, sampai batu-batu kecil di dasarnya kelihatan jelas seperti kristal. Indah sekali, ya?"

Anton mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Aisha menuju arah yang ditunjuk gadis itu. Ia mengulas senyum tipis.

"Iya, Aisha. Sangat indah," tutur Anton pelan. Namun, alih-alih menatap aliran air terjun, mata Anton justru kembali tertuju pada pendar kebahagiaan di wajah Aisha.

"Sesuatu yang murni dan tulus... memang selalu terlihat indah."

Aisha menoleh, mengangguk setuju tanpa menyadari bahwa pujian tersirat itu sejatinya ditujukan untuk dirinya.

"Benar banget, Pak! Berada di tempat seluas dan setenang ini rasanya benar-benar bikin pikiran jadi segar lagi."

Sementara itu, beberapa puluh meter di bawah mereka, Tania yang mengintip dari balik batu raksasa tampak tersenyum puas seraya mengarahkan kamera ponselnya.

Cekrek!

Sebuah foto candid indah yang merekam momen Anton sedang menatap Aisha dengan tatapan penuh kehangatan berlatar air terjun Fairy Pools berhasil tersimpan rapi di galerinya.

1
Rian Moontero
mampiir👍
Rizza: Makasih udh mampir Kak🙏 semoga suka ceritanya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!