Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius / Tamat
Popularitas:56k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Kringgg!

Suara jam beker memecah keheningan pagi di kamar kecil itu.

Tommy membuka matanya perlahan dan langsung duduk di tepi kasur.

Ia tidak merasakan kantuk sedikit pun seperti hari-hari sebelumnya.

Pikirannya terasa sangat jernih dan segar.

"Ini bukan mimpi," gumam Tommy sambil menatap telapak tangannya.

Ia segera mandi dan bersiap-siap menuju sekolah dengan perasaan yang aneh.

Di meja makan, ibunya sudah menyiapkan sepiring nasi goreng sederhana.

"Tumben kamu bangun pagi, Tom," sapa ibunya sambil menuangkan air putih ke dalam gelas.

"Iya, Bu, Tommy mau berangkat lebih awal hari ini," jawab Tommy sambil tersenyum.

"Jangan lupa dimakan sampai habis ya, biar belajarnya kuat."

"Pasti, Bu," sahut Tommy dengan semangat yang baru.

Sepanjang perjalanan kaki menuju sekolah, Tommy melihat lingkungan sekitarnya dengan cara yang sama sekali berbeda.

Otaknya yang kini memiliki IQ delapan puluh delapan mulai memproses informasi dengan lebih teliti.

Ia bisa memperkirakan kecepatan motor yang lewat, menghitung waktu tempuh langkahnya, hingga mengingat deretan plat nomor kendaraan hanya dengan sekali lihat.

Ting!

Sebuah layar biru transparan tiba-tiba muncul melayang di depan wajahnya saat ia melangkah melewati gerbang sekolah.

[MISI HARIAN TERSEDIA.]

[Misi: Ikuti pelajaran hari ini tanpa mendapatkan teguran atau hukuman dari guru.]

[Hadiah: +2 Poin IQ.]

"Misi yang mudah," batin Tommy sambil terus berjalan santai menuju kelasnya.

Suasana kelas sebelas IPS dua masih cukup sepi ketika ia masuk melewati pintu.

Hanya ada beberapa murid yang datang awal, termasuk Nadin Aulia.

Nadin adalah siswi paling pintar di kelas, sekaligus ketua kelas yang selalu disiplin dan dingin.

"Tumben lo datang jam segini, Tom," tegur Nadin tanpa mengalihkan pandangannya dari buku catatan di mejanya.

"Lagi pengen aja, Din," jawab Tommy singkat sambil berjalan menuju bangkunya di sudut belakang.

Bruk!

Pintu kelas tiba-tiba didorong dengan kasar dari luar hingga menabrak dinding.

Bagas dan Reno masuk ke dalam kelas dengan gaya arogan seperti biasa.

"Wah, keajaiban dunia nih," seru Bagas saat melihat Tommy sudah duduk manis di bangkunya.

"Si bodoh udah datang pagi, mau nyapu kelas lo?" timpal Reno sambil tertawa mengejek.

Tommy hanya menatap mereka berdua tanpa minat sedikit pun untuk membalas.

"Heh, ditanya malah diam aja lo!" bentak Bagas sambil menghampiri meja Tommy dan menggebraknya pelan.

"Gue cuma mau duduk tenang, Gas," ucap Tommy dengan nada sedatar mungkin.

"Gaya lo sok tenang, palingan juga nanti dimarahi guru lagi," cibir Bagas sambil berlalu menuju bangkunya sendiri.

Kringgg!

Bel masuk berbunyi nyaring menggema ke seluruh penjuru sekolah.

Tidak lama kemudian, Bu Rina melangkah masuk ke dalam kelas membawa setumpuk kertas di tangannya.

Guru fisika yang terkenal disiplin dan pelit nilai itu meletakkan kertas-kertas tersebut di atas meja guru.

"Selamat pagi semuanya, simpan semua buku dan catatan kalian ke dalam laci sekarang juga," ucap Bu Rina dengan suara tegas.

"Loh, ada apa ini, Bu?" tanya salah satu murid dari barisan tengah dengan nada panik.

"Hari ini kita ulangan harian dadakan."

Keluhan panjang langsung terdengar serempak dari seluruh penjuru kelas.

"Bu, kan minggu lalu belum dikasih tahu!" protes Reno dengan wajah terkejut dan panik.

"Ulangan dadakan tujuannya memang untuk menguji kesiapan kalian, bukan untuk dihafal semalam suntuk," balas Bu Rina dingin tak terbantahkan.

Lembaran soal mulai dibagikan secara estafet dari barisan depan ke belakang.

Tommy menerima kertas soalnya dan menatap sepuluh pertanyaan pilihan ganda serta lima soal esai yang tercetak di sana.

Hanya butuh waktu beberapa detik bagi matanya untuk memindai dan memahami seluruh soal tersebut.

"Soal tentang gaya dan hukum Newton," batin Tommy dengan perasaan sangat santai.

Semalam ia sudah membaca seluruh buku paket fisika dan mengingat semuanya dengan sangat sempurna.

Bagi Tommy saat ini, soal-soal di kertas itu terlihat semudah pertanyaan perkalian anak sekolah dasar.

Srak! Srak! Srak!

Suara alat tulis yang beradu dengan kertas mulai memenuhi ruangan kelas yang tegang.

Tommy memegang pulpennya dan mulai menyusun strategi di dalam kepalanya.

"Kalau aku menjawab semuanya dengan benar seratus persen, Bu Rina pasti akan sangat curiga," batin Tommy sambil memutar pulpennya di sela jari.

Ia harus mendapatkan nilai yang biasa saja agar tidak mencolok, tidak terlalu jelek tapi juga tidak terlalu bagus.

"Targetku nilai enam puluh lima saja," gumam Tommy pelan nyaris tanpa suara.

Ia mulai menyilang jawaban pilihan ganda dengan cepat namun terukur.

Untuk soal esai, ia sengaja menjawab tiga soal dengan rumus yang benar namun ia buat salah pada hasil akhir perhitungannya.

Dua soal sisanya ia biarkan kosong melompong agar terlihat seperti Tommy yang biasanya.

"Selesai," batin Tommy hanya dalam waktu lima belas menit sejak ujian dimulai.

Ia menoleh ke sekeliling kelas dan melihat teman-temannya masih berkeringat dingin mengerjakan soal.

Bahkan Bagas terlihat sedang menggigit ujung pulpennya dengan wajah sangat frustrasi.

Di barisan depan, Nadin tampak mengerutkan dahi saat mencoba memecahkan soal esai terakhir.

Waktu empat puluh lima menit yang menyiksa bagi murid lain akhirnya berlalu.

"Waktu habis, kumpulkan kertas kalian ke depan sekarang juga!" perintah Bu Rina sambil menepuk meja.

1
Sang M
gak suka cetita ini karna Host nya pengecut..
Sang M
Jgn jadi tikus pengecut
Sang M
Timggalkan fommy Idiot ganti timmy sejati. dancokkk payah
Sang M
Skil gak berguna. dancokk systemnya.
Sang M
tunjukkan intelekmu karna system...jgn memalukan. dancokkk lu
Sang M
matamu Idiot... ayo....berbah.
Sang M
Jgn memalukan, Cookkkkkk.!!!!
Markinyo
lama2 kok jd bad mood lht ceritanya..
krn alasan yg sgt d buat2, hny org bodoh yg prcy alasan2 trsbt..
Edy Sulaiman
kapan nich thor Tomi membuka stts nya yg jenius,kalu begini trs jalur ceritanya GK sip ..
Night Watcher
bagus, tp
Nissa Safira: Makasih banyak kak bintang 5 nya 😭❤️
Kakak bikin aku semangat banget! Makasih udah baca sampai tamat.. Sehat terus ya kak 🥰🔥🙏
total 1 replies
Fahri Al Jawas
Alhamdulillah tamat juga 2 hari bacanya, keren kak, seru cerita dan alurnya, teruskan berkarya nya kak, jgn tiba tiba padam yaa kyk penulis" yg lain, smangattt🔥🔥🔥
Nissa Safira: MasyaAllah makasih kakak 😭❤️ 2 hari tamat itu luar biasa! Makasih bilang keren & seru, aku janji gak padam, bakal terus berkarya. Sehat terus ya kak!🥰🥰
total 1 replies
Night Watcher
nadin itu sok pintar & sok ingin tau, bahkan sok berkuasa menekan teman²nya biar tunduk sama dia, tp justru menunjukkan bahwa dirinya itu ZONX🤦
Night Watcher
kecerdasannya cuma untuk mengikuti ke-kepoan dan mencampuri urusan orang lain.
ngapa gak dibinasain aja sih tom?
eneg bener sama nadin.
Night Watcher
insting untuk kepo... 😂😂😂😂🤭
Night Watcher
lama² ngeselin si nadin, terlalu ngikuti rasa penasaran, padahal seharusnya di saat² seperti ini kan lebih baik fokus belajar spy lbh banyak peluang bisa jawab soal² ujian nantinya.
bukan malah berburu hal yg ga ada manfaat utk ujian.🤦
Aphelios
Tertarik baca karena judulnya wkwk. Mimpi basah uad sama agit 😭
Heri Susanto8246
harusnya Elena ditangkap karena meretas fasilitas publik. enak bener bebas berkeliaran.
Nissa Safira: Setuju banget kak, harusnya Elena ditangkap. Enak banget dia main lapor palsu pakai kuasa bapaknya, terus Badan Siber malah yang disuruh cek Tommy.
Tapi di sini letak liciknya Tommy kak, dan ini sengaja aku tulis gitu.
Tommy itu bukan polisi, dia gak main tangkap-tangkapan. Dia main psikologi + sistem.
Kalau Elena ditangkap, yang ada Bapaknya (yang punya kuasa di kementerian) bakal ngamuk dan ngirim 10x agen yang lebih ngeri ke SMA Garuda. Sekolah bisa ditutup, Nadin dan Mamanya Tommy bisa keseret.😅🙏🙏
total 1 replies
Luna
saya tunggu cerita yg lainnya
Luna
makasih loh atas cerita nya kak author,berbeda dari yg lain ,seru,kocak,GK terlalu dramatis dan MC juga GK terlalu berambisi untuk lebih tinggi, Tommy is the best
Luna: saya tunggu cerita cerita selanjutnya😍👍👍
total 2 replies
Luna
apakah Nadin jodoh Tommy🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!