Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:29.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

“Paman, kenapa harus ke kamarmu?”

“Supaya aku bisa bebas menjamah em maksudnya supaya para pelayan tidak melihat. Bukannya tadi kau bilang malu?”

“Iya juga, sih.”

Alessandro menuntun lengan Lucia dengan lembut, membawanya ke tengah ruangan dan mendudukkannya di tepi ranjang.

Gadis desa itu tampak canggung, matanya bergerak ke sana kemari mengagumi kamar super luas yang ukurannya bahkan lebih besar dari rumahnya di desa.

Pria tegap itu kemudian berjalan mengambil kotak obat dari atas laci nakas, lalu kembali dan menjatuhkan tubuhnya tepat di samping gadisnya.

Dengan jemari yang biasanya digunakan untuk merakit senjata api atau mematahkan leher musuh, Alessandro mengambil sehelai kapas dan menuangkan cairan antiseptik.

Ia melakukannya dengan amat hati-hati, seolah Lucia adalah porselen paling rapuh di dunia.

“Tahan sedikit. Ini akan terasa sedikit perih,” bisik Alessandro, membelai wajah Lucia.

“Pelan-pelan ya, Paman. Aduh! Perih,” ringis Lucia seketika.

Gadis itu memejamkan mata erat-erat dan memundurkan wajahnya saat cairan steril itu menyentuh luka kecil di sudut bibirnya akibat tamparan cincin Isabella.

Alessandro dengan sigap menahan tengkuk Lucia dengan telapak tangan besarnya yang hangat.

“Jangan menjauh, Lucia. Nanti lukanya bisa infeksi. Sedikit lagi selesai.”

Lucia mengerucutkan bibirnya dan terpaksa diam. Mata Alessandro kini menatap lurus ke arah bibir mungil Lucia yang masih agak bengkak karena ciuman panasnya tadi.

Suasana di dalam kamar mendadak berubah sangat canggung.

Ibu jari Alessandro mengusap lembut sudut bibir gadis itu, menyingkirkan kapas dan mulai mengoleskan salep. Sentuhan ibu jarinya sengaja berlama-lama membelai bibir bawah Lucia.

Jantung Lucia mendadak berdebar tak karuan, seolah ada segerombolan kuda liar yang berpacu di dalam dadanya.

“Paman, kenapa menatapku begitu? Mata Paman seram, seperti orang kelaparan yang mau makan kue jajanan pasar.”

Alessandro tidak langsung menjawab. Sudut bibirnya hanya berkedut membentuk senyum tipis yang memabukkan.

Pria itu baru saja menyadari satu hal penting, selama kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit Lucia, rasa panas dan gatal akibat alergi mematikan dari Isabella tadi benar-benar menguap hilang tanpa sisa.

Gadis ini adalah penawar mutlaknya.

Penasaran untuk memastikan teorinya lebih jauh, Alessandro membuang sisa kapas ke tempat sampah. Lalu menggeser posisi duduknya makin merapat ke belakang Lucia.

Dengan posesif, lengan kekarnya melingkar erat di pinggang mungil Lucia, menarik tubuh gadis itu ke belakang hingga punggung Lucia menempel erat di dada bidangnya yang keras bagai batu.

“Paman? Kenapa memelukku dari belakang begini?” tanya Lucia bingung. Refleks memegang lengan berotot Alessandro yang kini mengunci perutnya.

“Diamlah sebentar. Aku sedang memastikan obatnya bekerja,” alibi Alessandro dengan suara berat seraya membenamkan wajah tampannya di ceruk leher jenjang Lucia.

Alessandro menghirup dalam-dalam aroma alami bunga dan sabun yang menguar dari tubuh gadis itu.

“Obat apa? Kan yang diobati bibirku, kenapa perutku yang dipeluk?” protes Lucia polos.

“Ini namanya terapi pelukan medis. Dokter pribadi keluargaku yang menyarankannya,” dusta sang mafia berdarah dingin itu tanpa dosa, makin menenggelamkan hidungnya di kulit leher Lucia yang lembut.

Sialnya, mengurung tubuh molek Lucia dalam pelukan erat ternyata menjadi keputusan yang sangat fatal dan berbahaya bagi kewarasan seorang pria dewasa.

Aroma manis Lucia, hembusan napasnya dan gesekan punggungnya di dada Alessandro membuat aliran darahnya bergejolak hebat.

Tanpa bisa dicegah, gairah buas yang selama bertahun-tahun tertidur di balik celananya, kembali bangun.

Milik sang mafia menegang sempurna, mengeras dan tanpa ampun menekan tajam tepat di lekuk pinggul serta bagian bawah Lucia.

Lucia membeku seketika. Matanya melotot. Ia merasakan ada benda asing yang sangat keras me-nusuk bagian belakang tubuhnya.

Gadis itu membelalak panik, wajahnya pucat pasi. “Paman Tampan!”

“Ssst... diamlah, Lucia...” bisik Alessandro dengan napas yang mulai memburu kasar.

“Tidak bisa diam, Paman! Ular Paman pasti mengamuk lagi!” jerit Lucia panik setengah mati seraya mencoba meronta maju untuk melepaskan diri.

“Padahal tadi pagi belum sempat aku kasih minum susu hangat. Benda keras di belakangku ini bernapas, Paman! Jangan-jangan dia mau makan aku dari belakang?!”

Alessandro menggeram tertahan bak singa yang kelaparan. Rahangnya mengeras kaku, urat-urat di leher dan lengannya menonjol tegang saat ia dipaksa menahan nafsunya sendiri setengah mati.

Pria penguasa dunia bawah yang paling ditakuti di Italia ini benar-benar disiksa habis-habisan, memaksakan diri agar tidak melakukan tindakan beringas yang bisa merobek gaun gadis itu dan membuatnya pingsan ketakutan untuk kedua kalinya.

“Dia tidak akan memakanmu, Lucia. Berhentilah bergerak!” desis Alessandro seraya mencengkeram sprei ranjang dengan kuat dan meremasnya hingga nyaris robek demi menetralkan gairah yang menyiksa akal sehatnya.

“Risih Paman!” protes Lucia dengan kepolosan tanpa batas, malah mencoba menoleh ke belakang untuk melihat wujud monster di balik celana suaminya itu.

“Apakah dia sedang kelaparan parah karena Paman belum minum susu maduku? Coba Paman keluarkan saja, biar aku belai kepalanya supaya jinak!”

Mendengar kepolosan yang mengundang dosa itu, kewarasan Alessandro benar-benar berada di ujung tanduk.

“Lucia, demi Tuhan...” ancam Alessandro dengan suara parau. Tangan besarnya meremas pelan pinggang gadis itu. “Kalau kau bergerak satu kali lagi atau berani menyentuhnya, aku tidak menjamin dia cuma akan me-nusuk dari luar celana.”

Mendengar nada mematikan itu, Lucia seketika mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ia membeku kaku di dalam pelukan Alessandro bagai patung batu, takut setengah mati jika ular ajaib itu benar-benar melompat keluar dan menggigitnya hidup-hidup.

“Aku harus bagaimana sekarang? Kenapa paman senang sekali memelihara ular sih!” gerutu Lucia dalam hati.

1
Muft Smoker
pawang ular aman 👍👍👍👍
Muft Smoker
nah loo anaconda dtg ,,
Muft Smoker
nah kan bnr ,, ni cuma pengalihan aj ,, target sbnrnya yx si Lucia ,,
tinie
dia menyukaimu karna kamu baik
makanya sekolahkan dia
biarkan dia cerdas
dia pasti akan memilihmu ,, dalam keadaan apapun
Ita rahmawati
jgn geer kamu Alesandro,, semua yg baik SM dia pasti akan disukain 🤣
Muft Smoker: udh terbang melayang lngsung di jatuhkan sampai inti bumi klo bgtu kak
🤭🤭😂😂😂😂
total 2 replies
zhelfa_alfira
keren
Ita rahmawati
polosnya lucia lebih ke bodoh 😂
jd aku rasa perlu belajar deh dia biar pinter 🤭
tinie
yaya Alesandro datang
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sngt keren aq sk
🇦 🇵 🇷 🇾👎
biar aq perjls... yaaaa yaaaa yaaaa yaaaa di sk kau🙂
🇦 🇵 🇷 🇾👎
😅😅😅😅😅😅😅😅ya allah mules
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk ada kapok" manusian durjana ni
Sri Rahayu
untung Alessandro datang dan bisa nenyelamatkan Lucia dari Jhoni dan anak buah Marco....lanjut Thorr😘😘😘
+82
ular aman 🌚
Endang Sulistiyowati
Makanya Alesandro, itulah perlunya Lucia untuk belajar. Lucia kan baik, ga bakal khianatin kamu. Biar Lucia jg tahu caranya bertahan hidup di kota, dan ga terjebak karna kepolosannya itu.
Muft Smoker
sumpah kak ,, kram perut aq tuh ,,
bnr2 saling melengkapi ni si Lucia dg Ale Ale rasa 🍌 ,, 🤭🤭🤭
kasihan Vincent yg trus nahan ketawa ,, takut kembung Dy tuh ,,
semoga Lucia selalu aman dsna jgn sampai ini cuma jebakan biar si ale2 keluar mansion sdang kn target sebenarnya Lucia ,,
Muft Smoker
undangan blum sampe k rumah aq loo kak senja ,, udh jd suami aj niih🤭🤭
Muft Smoker
hmmmm mencari kesempatan dlm kesempitan anda Ale😼😼😼😼😼😼
Ita rahmawati
ya gpp Lo dia belajar kan biar jd pinter 🤣
Ita rahmawati
aku jd kyk orang gila baca cerita ini 😂
Muft Smoker: udh paling sbar AQ tuh ,,
🤭🤭😭😭
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!