Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Konyolnya Aulia
Tangisan Dhira sudah berhenti, hanya tersisa isakan kecil. Kedua matanya terlihat bengkak, dengan kelopak mata yang sipit.
Keduanya duduk di tepi pantai, deburan ombak terdengar bagai melodi. Dhira dan Arkan duduk bersisian, dengan kepala Dhira yang di sandarkan pada bahu Arkan. Sesekali Dhira mengusap pipi, karena air matanya yang tak kunjung berhenti.
"Sudah lebih baik?" tanya Arkan, Dhira mengangguk pelan
"Apa aku salah, bila belum bisa memaafkan mommy?" tanya Dhira, dengan suara nya yang serak.
"Tidak, bila aku ada di posisi mu. Mungkin aku takkan bisa memaafkan mommy Emily, tapi aku percaya bila kamu bisa. Meski membutuhkan waktu lama, tapi lambat laun hatimu akan membaik." jawab Arkan, yang juga menyandarkan kepala pada kepala Dhira.
Ya... Arkan yakin, bila Dhira bisa menerima kembali mommy Emily. Hanya saja, membutuhkan waktu. Anak mana yang tak sakit hati, saat mendengar ibu kandungnya tak mengingat hari dia dilahirkan. Belum lagi, mommy Emily juga tak tau apa yang di suka dan tak di sukai Dhira.
Pengabaian
Tak di anggap ada
Tak mendapatkan kasih sayang
Beruntung Dhira tak lari pada hal negatif, tidak merusak dirinya. Tidak mencari kasih sayang pada orang yang salah, karena dia dan orang tua nya, yang selalu ada di samping nya.
"Jangan dipaksa kan, kalo emang belum bisa. Jadilah dirimu sendiri, karena aku menyukai kamu yang seperti ini." ucap Arkan, Dhira memeluk lengan suaminya.
"Sayang banget aku ma kamu, cinta setengah idup pokonya." balas Dhira, membuat Arkan tersenyum. Kekasih hati nya sudah kembali, ke mode konyol. Itu artinya, dia sudah baik-baik saja.
"Kita pulang sekarang?" Dhira mengangguk, keduanya berdiri dan menepuk bagian pantat mereka.
"Mau di gendong belakang?" tanya Arkan
"Emangnya aku anak kecil apa?? Ayo, aku cuma ingin gandengan tangan." jawab Dhira, Arkan mengangguk dan mereka berjalan beriringan. Dengan Arkan, yang memegang sepatu milik Dhira.
.
.
Tak terasa sudah dua minggu berlalu, dari insiden terbongkarnya perselingkuhan ayah kandung Dhira. Dan benar saja, keluarga Sinclair membuat bangkrut keluarga Malik. Meski tanpa mereka turun tangan, keluarga Malik tetap akan jatuh. Karena terbongkarnya kejahatan Januar dan keluarga, yang di lakukan oleh Aulia.
Belum lagi satu per satu pemilik saham, menjual saham mereka. Karena kondisi perusahaan, yang semakin turun. Dengan mudah keluarga Sinclair, mengakusisi perusahaan milik keluarga Malik. Semarah-marahnya mereka, tak semestinya menyeret para karyawan yang berada dalam naungan keluarga Malik.
Aulia dan yang lain, sudah mulai belajar. Aulia yang sudah menguasai semua pelajaran, dia mengikuti mata pelajaran dengan ogah-ogahan, bahkan dia tidur di kelas. Para guru tak bisa menegurnya, karena Aulia bisa menjawab setiap pertanyaan mereka.
Flashback
Saat itu di depan kelas, guru Kimia tengah menjelaskan materi. Guru yang terkenal galak dan tegas, bu Yuni namanya. Beliau melihat Aulia tengah tertidur, dengan menelungkup kan wajah di antara kedua tangannya. Dengan beralaskan buku-buku pelajaran hari itu, terlihat tenang dan damai. Sampai...
"AULIAAAA" panggil bu Yuni, dengan nada do tinggi. Membuat Danish, langsung menepuk bahu Aulia cukup keras.
"Hmmm" Aulia gegas menegakkan tubuhnya, dengan kedua mata yang belum terbuka sempurna.
"Hadir bu" jawab Aulia, dengan mengangkat tangan kanan. Susah payah, semua murid menahan tawa mereka. Muka bantal Aulia, terlihat menggemaskan. Membuat para siswa terpana, sedangkan para siswi menggelengkan kepala mereka. Jujur saja, wajah Aulia membuat siapa saja suka menatapnya. Tidak akan merasa bosan, bila melihat setiap ekspresi yang muncul di wajahnya.
BRAAKK
"SIAP BU!!!" Aulia refleks mengangkat tangan kanan, ia memberi hormat pada bu Yuni.
GRRRR
Tawa di kelas itu pun pecah, akhirnya nyawa Aulia terkumpul.
"I-ibu... gimana bu?" tanya Aulia, yang sadar pada akhirnya
"Bisa-bisanya kamu tidur di kelas ibu, apa sebegitu membosankan nya mendengar kan ibu menjelaskan materi? Kamu meremehkan ibu, HAH?!" Aulia menggelengkan kepala cepat
"Maaf bu, Lia ngantuk." jawab Aulia polos
"IBU JUGA TAU, ORANG TIDUR KARENA NGANTUK AULIAAAA"
GLEK
"I-iya bu, kalo lapar kan makan." balas Aulia, menundukan kepalanya. Tawa di kelas, kembali terdengar.
"DIAM" bentak bu Yuni, kelas langsung hening. Walau sebenarnya, mereka semua menahan tawa sekuta tenaga. Terutam Dhira, yang duduk di belakang Aulia. Dia menyembunyikan wajahnya, di balik buku. Arkana terkekeh, sahabat barunya benar-benar konyol dan berani.
Bu Yuni berbalik, dia menulis 5 soal di papan tulis. Para murid membulatkan kedua bola matanya, jantung mereka semua berdebar.
'Jangan-jangan ujian dadakan' pikir mereka, tentu saja mereka panik. Jangankan untuk materi hari ini, materi dua hari yang lalu saja mereka tak mengerti.
"Aulia.. kamu pilih berdiri di luar, atau mengerjakan soal-soal ini?" tanya bu Yuni, Aulia melihat ke arah papan tulis. Sedangkan teman-teman sekelasnya, serentak menghembuskan nafas lega.
"Boleh nego bu?" tanya Aulia, membuat teman sekelas tak habis pikir dengan Aulia.
"Apa menurutmu ibu bisa di ajak nego?" tanya bu Yuni, ekspresi wajahnya jelas sekali sedang kesal.
"Tapi saya cuma minta satu syarat ko bu" jawab Aulia, bu Yuni menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Apa?" tanya bu Yuni
"Kalo Aulia bisa jawab semuanya, Aulia boleh lanjut tidur kan bu?" tanya Aulia, tangan bu Yuni terlihat terkepal. Itu artinya, ia sangat marah.
"AULIAAAA" ucap bu Yuni penuh penekanan
"Serius bu, kalo Aulia bisa jawab semuanya. Aulia boleh lanjut tidur kan bu?" tanya Aulia lagi, ia benar-benar sangat mengantuk saat ini. Semalam ia bermain game, sampai tak tau waktu. Dan itu karena Danish, yang memperkenalkan Aulia pada game tersebut.
"Huft... baiklah, asal kamu bisa menjawab semuanya dengan benar. Ibu ijinkan kamu tidur lagi, atau mau ke kantin juga boleh." jawab bu Yuni, membuat senyuman di wajah Aulia terbit.
"DEAL YA BU" ucap Aulia
'BJIRRRRR... GEULIS EUY!!!' jerit para siswa di dalam hati
Dengan semangat 45, Aulia berdiri dan melangkahkan kakinya ke depan kelas. Ia tersenyum menatap bu Yuni, seraya meminta spidolnya.
Set set set set
Dengan cekatan dan cepat, Aulia menjawab satu per satu kelima soal itu. Bu Yuni duduk, ia mengambil tumbler dan meminum isinya. Guna menurunkan emosinya, kesabarannya hanyalah sehelas tisu yang di bagi 4.
TAK
"Sudah bu" ucap Aulia, membuat bu Yuni tersedak. Aulia gegas mengusap pelan punggung bu Yuni, dia terlihat panik.
"Ibu ga papa?" tanya Aulia, bu Yuni melambaikan tangan.
"Tidak apa-apa, kamu... baru juga... " bu Yuni melihat waktu di ponselnya
"Cuma 2 menit, kamu bisa jawab apa?" tanya bu Yuni, ia bangun dari duduknya dan melihat jawaban Aulia.
"A-APA?! Bagaimana bisa? Jawabannya benar semua, Aulia... kamu...
"Sesuai kesepakatan, ibu ijinin Aulia makan tidur lagi." potong Aulia, dengan wajah girangnya.
"I-iya... tidurlah" jawab bu Yuni
"YEEESSS" Aulia kembali ke mejanya, dan benar saja. Hanya hitungan detik, dia sudah kembali terlelap.
"Otak kalkulator" ucap Danish
"Kalkulator aja kalah Dan" balas Arkan
Dan hal itu, terjadi di setiap mata pelajaran. Sehingga membuat para guru, membiarkan Aulia tidur di kelas.
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
Akhrnyaaa....kjhtn mreka trbongkar jg...siap2 msuk pnjra,abs tu mngkn bkln pndh alam
...😡😡😡
obu Yumi Narendra
ibu Laras Bintang
Zara
neng Aulia siapa nih pasangannya ..ditunggu ya teh
wahh si Aul jadi pujaan banyak orang inimahh 🤭
paman mana paman thor😄😄
tambah thor🤭💪😄