Kirana seorang pro gamer yang memilih untuk pensiun karena penghianatan teman-temannya.
Karena penghianatan tersebut membuat Kirana yang tidak mempercayai rekannya terpaksa harus mengakhiri karirnya sebagai PROgamer.
Satu tahun setelah menghilangkannya Kirana, Civilization of Warlord yang kehilangan banyak pemain akhirnya merilis versi terbaru yang sekarang telah menjadi Virtual reality game.
Dengan sistem baru yang membuat game CoW menjadi lebih nyata akankah membuat Kirana sang Srikandi kembali ke Medan perang?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon orpmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembalasan Dendam si Mumi
Di sebuah kamar rumah sakit terdapat sesosok pasien dengan perban di sekujur tubuh bagaikan mumi. Dia hanya berbaring di kasur karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Sudah dua hari pasien itu dirawat di rumah sakit yang awalnya hanya karena terkena serangan jantung, namun saat menuju rumah sakit mobil yang mengantar pasien itu terkena Sambaran petir.
“Tuan Edward hari ini anda sudah boleh melihat televisi.” ucap perawat yang baru saja memasuki kamar pasien.
“……”
Edward tidak dapat membalas perkataan suster perawat yang mulai menyalakan televisi.
“Jadi apa yang anda ingin tonton tuan Edward?, Oh benar bukankah Anda orang yang bekerja di perusahaan pembuat game Civilization of Warlord, game yang sedang booming itu. Bagaimana jika kita melihat kabar terbaru tentang game itu.”
Merasa idenya begitu brilian suster perawat pun mengganti saluran ke channel game yang saat itu tengah menayangkan sebuah video tentang pertarungan pasukan demihuman melawan pasukan semut demi memperebutkan sebuah monolith.
“Grrrr…. Grrrrrr!.”
Tiba-tiba saja Edward yang sejak tadi tidak bereaksi menjadi begitu marah saat melihat video tersebut.
“Eh?, yah aku pikir memang buruk mengingatkan seorang pasien yang sedang sakit keras pada pekerjaannya.”
Berpikir jika Edward menjadi marah karena mengingat pekerjaannya di Terlilit Games, suster pun berniat menganti channel. Tapi tiba-tiba.…
Kriiiiit
Terdengar suara deritandari belakang syster perawat, seolah pasien itu telah bangkit dari ranjang.
‘Tidak, tidak mungkin. kata dokter yang menangani pasien ini mengatakan jika si pasien tidak mungkin menggerakkan seluruh tubuhnya selama 4 tahun karena luka yang dia alami.’ pikir suster.
Tapi perlahan telinganya mendengar langkah kaki terus mendekatinya, hingga suara nafas berat yang seolah tepat di sampingnya.
Suster itu mulai ketakutan terlebih saat dirinya teringat dengan cerita-cerita mistis dari seniornya yang telah bekerja di rumah sakit ini selama belasan tahun.
Di penuhi rasa takut suster itu perlahan menoleh ke belakang, dan benar saja dibelakangnya telah berdiri sesosok mumi dengan mata merah menatap kearahnya.
“……..”
“……..”
Keduanya terdiam sambil saling menatap hingga si mumi kemudian menunjukkan gerakan ‘DAB’.
“Hiyaaaaaaa…..”
Bruk!.
Suster itu langsung jatuh pingsan karena terlalu takut. Sementara si mumi justru terlihat begitu kebingungan, tapi tatapan mata merah si mumi kembali beralih ke layar televisi dimana acara Civilization of Warlord masih berlangsung.
Sorot mata mumi itu menunjukkan kemarahan luar biasa saat dia sekilas melihat sebuah akar yang berada di atas pohon bersama pasukan semut.
Jika orang tidak tahu mungkin mereka akan menganggap jika itu akar bagian dari pohon. Namaun bagi Edward akar itu merupakan musuh terbesarnya.
“Hararara Rara ghaaa...”
Entah apa yang dia bicarakan, tapi setelah bergumam tidak jelas Edward dengan emosi dia berjalan keluar kamarnya.
Saat itu waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam sehingga rumah sakit itu agak sepi, Edward pun dengan mudah dapat keluar dari rumah sakit.
Sementara itu para pengawas yang melihatnya melalui kamera CCTV begitu terkejut dengan penampakan mumi yang berjalan keluar rumah sakit.
Di pinggir jalan Edward mencoba menghentikan taksi, tapi tidak ada satupun taksi yang berhenti karena supirnya terlalu takut.
Tapi seolah keberuntungan berpihak padanya, tiba-tiba ada sebuah ambulans yang baru datang ke rumah sakit membawa pasien. Beberapa perawat langsung membawa pasien ke dalam rumah sakit sementara supir ambulans masih berada di dalam mobil.
Edward pun menghampiri ambulans bermaksud meminta tumpangan.
“P…pak b…isa antar saya tidak.” dengan susah payah Edward berbicara senormal mungkin agar supir ambulans tidak takut padanya.
“Antar?, Kau pikir ini mobil taksi apah?.” balas supir itu sambil meminum kopi, tapi saat dia menoleh untuk melihat siapa yang mencoba meminta tumpangan padanya…
“Berrrrrrrrrrrr…..” supir itu langsung menyemburkan kopi di mulutnya kearah Edward.
“The… the... the….mit, thethemit dedemiiiit!.” supir itu langsung berteriak dan kabur meninggalkan mobil ambulans.
“…….”
Edward hanya terdiam meratapi nasibnya yang begitu sial. Pertama dua terkena serangan jantung, lalu terbakar di dalam mobil ambulans kemudian wajahnya disembur dengan kopi.
(Note : oleh Mbah dukun)
“Grrrr kurang ajar semua ini karena gadis itu!.” Edward mengaggap semua kesialan yang dia alami disebabkan oleh Kirana.
Emosi Edward semakin tidak dapat dikendalikan, dia segera masuk kedalam ambulans dan mengemudi menuju ke arah gedung Terlilit games.
“Muahaha… tidak ada yang dapat menghentikan aku, hahaha!.” Dia tertawa jeras saat ambulans yang dua kendarai melaju kencang tanpa memperdulikan lampu lalulintas.
Hingga saat ambulans itu menerobos lampu merah, dua polisi yang melihatnya pun hanya terdiam. Mereka menata satu sama lain seolah telah melihat penampakan.
“Apa kau melihat mumi mengendarai mobil ambulans sambil tertawa jahat?.” tanya polisi senior.
“Ya.”
“Apa kau merekamnya?.”
“Ya. Apa kita perlu mengejarnya karena menerobos lampu merah?.”
“Eeeee….. oke ayo kita kejar.”
Saat mendengar pertanyaan polisi junior, polisi senior cukup ragu memberikan jawaban. Tapi pada akhirnya kedua polisi itu mengejar ambulans yang dikendarai oleh mumi.
Adegan kejar-kejaran terjadi disepanjang jalan kota, sirine yang dibunyikan pada mobil polisi membuat para warga tertarik.
Hasilnya banyak orang yang melihat penampakan mumi mengendarai ambulans yang dikejar oleh polisi karena menerobos lampu merah. Bahkan sebuah stasiun televisi menayangkan berita ini secara live.
***
Edward tidak peduli dengan belasan mobil polisi dan sebuah helikopter yang terus mengikutinya. Dia terus mengendarai ambulans yang dia pinjam menuju gedung tempat dia bekerja.
Memasuki gedung parkir yang berada di basemen Edward kemudian berlari memasuki lift.
“Lantai 69 ayoooo!.”
Dengan terburu-buru Edward menekan tombol lift. Saat sedang menuju lantai yang dua inginkan beberapa kali pintu lift terbuka karena seseorang ingin masuk, namun mereka semua langsung jatuh pingsan saat melihat Edward yang sudah berada di dalam lift lebih dulu.
Bruuuk!.
Edward hanya menatap korban ke 12 yang jatuh pingsan di depan pintu lift.
“Hemp, lemah!.” kata Edward yang kemudian segera menutup pintu lift.
Sesampainya di lantai 69 Edwar segera menuju ke meja kerjanya. Dia sama sekali tidak menyadari jika sedang diawasi oleh salah satu rekannya.
“Lah kok ada setan di sini?, Jangan jangan ada yang ngirim.”
Lelaki yang tidak terlihat taku dengan kemunculan Edward tidak lain adalah pencipta game Civilization of Warlord, Saito Kiriyama.
Dia terus mengawasi Edward yang tengah mengotak Atik komputer miliknya yang membuat Kiriyama sadar jika mumi itu adalah karyawannya sendiri.
“Seriusan dia Dateng ke kantor dengan wujud seperti itu hanya untuk menjahili gadis ini?, Gila sebenci apa dia?.” di depan monitor Kiriyama hanya bisa tertawa melihat ulah dari Edward.
“Hahahaha… kena kau player gratisan!, Dengan ini kau tidak akan bermain game kami selama tujuh tahun, huwahahah.”
Edward menyabotase proses evolusi yang dilakukan oleh Athena. Dia sengaja mengganti hasil evolusi yang semula hanya tingkat lanjut menjadi tingkat Expertis dimana tingkat itu merupakan tahap akhir dari semua evolusi ras di game Civilization of Warlord.
Tahap Expertis seharusnya di capai secara perlahan, langkah demi langkah. Jika dilakukan secara langsung maka hasilnya akan seperti yang dialami oleh Athena saat ini, yaitu waktu penyelesaian evolusi yang terlalu lama.
“Buwahaha… akhirnya aku membalas mu….. Berrrrrrrr.”
Seolah telah memenangkan pertempuran yang begitu sulit, Edward berteriak keras untuk merayakan. Namun tiba-tiba para polisi datang dan menembaknya dengan Stun gun.
Mumi itu terjatuh dan kejang kejang di tanah bagai ikan yang ditaruh di tanah. Sementara itu Kiriyama merasakan perutnya begitu sakit karena terlalu banyak tertawa.
***
Chp 28 end.
ceritanya menarik aku suka💜
eksperimen baru juga hehe