Hai, aku Arabelle, aku merasa aku wanita paling beruntung, keluarga ku harmonis, aku memiliki 2 kakak laki-laki dan 2 kakak ipar yang sangat menyayangiku, bahkan keluarga ku merupakan keluarga terpandang. Tapi suatu saat aku sadar tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, seperti kesehatan, dan cinta. Aku ingin mendapatkan pria yang sudah kudambakan dari dulu. Dan membawanya kedalam pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elisabeth Vadelin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#27
Ting tong.. Ting tong..
Gavin membukakan pintu.
"Ah Meisie dan kak Jovi. Ada apa?" Tanya Gavin.
"Iya kita mau mampir tadi lagi main ke mall di bawah, terus inget Ara jadi mampir deh." Ujar Meisie.
"Oh ya sudah silahkan masuk" Ujar Gavin sambil mempersilahkan masuk.
"Dek, kamu dimana? Kakak beliin donat kesukaan mu nih" Teriak Jovi.
.............
"Eh loh kak Jovi yang datang. Kamu bersihin kamar ya Re, aku samperin kak Jovi dulu." Ujar Ara.
"Iya. Tapi nyonya jangan bicara seperti tadi lagi ya?" Ujar Rene khawatir.
"Iya iya kamu tenang saja" Ujar Ara.
Lalu Ara pergi meninggalkan Rene yang akan membersihkan kamar.
"Waaahhhhh ! Kak Jo kak Mei!! Wah ada Arka juga ya ampun" ujar Ara dari lantai dua.
"Iya sini turun makan donat sama Arka sini dek. Kakak beliin rasa favorit mu nih tiramisu." Ujar Jovi.
"Okay ! Aku datang" Ujar Ara senang.
Ara pun turun menghampiri mereka yang berkumpul di ruangan.
"Duh duh pengantin baru memang yaa isi nya memang harus di rumah terus baru segar ya." Ledek Meisie.
"Apa sih kak Mei" Ujar Ara tersenyum.
"Tante Alaa donaaattt !!!" Teriak Arka.
"Wah iyaa nih tante juga kebagian dong donat nya sama kayak Arka." Ledek Ara sambil menunjukkan donat yang di ambil nya.
"Di makan tante di makan" Ujar Arka dengan polos nya.
"Siap bos besar !!" Ledek Ara.
"Kamu mau Vin?" Tanya Ara kepada Gavin yang duduk di sofa.
"Boleh" Ujar Gavin.
"Mau rasa apa?" Tanya Ara.
"Samain aja sama punya kamu" Jawab Gavin.
"Arka om Gavin minta satu boleh?" Tanya Ara.
Arka menatap Gavin malu-malu, dan saat Gavin membalas tatapannya dengan senyuman, Arka langsung memalingkan muka dan menganggukkan kepala nya.
"Aduh... Smart Boy !" Puji Ara sambil mengambil donat dan menghampiri Gavin sambil memberikan donat yang ia ambilkan. Lalu duduk di sebelah Gavin.
Lalu Meisie pun ikut duduk di sebelah Ara dan Arka, Jovi duduk di sebelah Arka.
"Tau nggak? Tadi aku agak ragu tau mau datang kesini. Aku takut kalian pergi jalan-jalan karena malian masih dalam jadwal libur dan bulan madu. Cuman kak Jo bilang kalau insting nya mengatakan kamu pasti di rumah nggak akan pergi kemana-mana. Jadilah kita bawakan donat buat kamu" Cerita Meisie sambil melirik Jovi sedikit.
"Apaan lirik-lirik? Tapi benar kan Ara di rumah? Terbukti kan?" Tanya Jovi.
"Iya iya terbukti" Ujar Meisie.
"Iya dong kan kak Jo sama aku punya telepati yang kuat. Aku bahkan meragukan aku benar-benar adiknya Ade sama Alva beneran atau ternyata aku selama ini adalah adiknya kak Jovi. Dan atau ternyata adiknya kak Jovi dan aku tertukar." Ujar Ara asal bicara.
"Maaf ya aku anak tunggal" Tegas Jovi.
Meisie tertawa terbahak-bahak.
"Sih kak Jo langsung mengatakannya dengan tegas dong ! Dia benar-benar nggak mau jadi kakak kandung kamu" Ujar Meisie tertawa.
"Ah.... jahat ih...." Ujar Ara kecewa.
"Hei hei... Bukan begitu, kalau kamu jadi adikku yang ada kamu mengalami hidup susah kayak aku. Dengan jadi kakak ipar mu aja aku sudah bahagia" Ujar Jovi tersenyum.
"Kak Jo aku bercanda doang loh, omongan kakak kayak beneran aja" Ujar Ara.
"Aku serius, karena aku mencintaimu sebagai adikku jadi aku nggak mau kamu hidup susah" Ujar Jovi.
"Terus aku di anggap apaan nih sama kak Jo? Masa Ara doang?" Tanya Meisie.
"Pengganggu" Tegas Jovi.
Ara pun tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan tegas dari Jovi.
Gavin melirik istri nya yang tengah tertawa terbahak-bahak di samping nya. Dan tanpa sadar Gavin melukiskan senyum kecil di bibirnya. Yang seakan ia bahagia melihat Ara bahagia. Dan senyum yang terlukis itu terlihat oleh Meisie. Namun Meisie tidak membicarakan hal itu.
"Kak Ade kemana kak Mei?" Tanya Ara.
"Oh karena lagi libur begini, dia jalan tuh sama teman-temannya." Ujar Meisie dengan santainya.
"Wah.. wah.. bukannya nemenin kak Mei tapi malah pergi sama teman di hari libur ya" Ujar Ara kesal.
"Karena aku duluan sih yang minggat ke tempat nya kan Jo" Ujar Meisie bangga.
"Wah ya pantes ternyata dua dua nya sama saja." ujar Ara sambil memutar matanya.
"Bagaimana kalau kita semua jalan-jalan?" Ajak Gavin tiba-tiba.
"Waahhhh apaan nih tiba-tiba?" Tanya Meisie keheranan.
"Yah nggak apa-apa. Setelah menikah aku sama Ara kan juga nggak kemana-mana. Jadi karena sedang kumpul ku ajak aja semuanya." Ujar Gavin.
"Wah boleh tuh.. Gimana kalau jelajah alam? Kebetulan masih pagi ini" ajak Ara.
"Ah..... tapi itu jangan kecapekan !" Ujar Jovi sambil melihat Ara khawatir.
Meisie yang menyadarinya pun.
"Iya kasihan kak Jo dia bawa Arka" Sahut Meisie tiba-tiba.
"Oke kita ke pantai gimama?" Tanya Ara.
"Boleh ! Ayok kita siap-siap !" Ujar Meisie.
"Oke deh. Kalian siap-siap dulu di kamar Ara nanti kalau sudah selesai gantian aku, lagi pula laki-laki siap-siap nya cuman sebentar" Ujar Gavin.
Mereka pun beranjak masuk ke dalam kamar.
"Tadi itu apa yaa? Tatapan itu menunjuk ke arah Ara, seperti bukan Arka yang di khawatirkan tetapi Ara." Gumam Gavin.
.................
Di dalam kamar.
"Kak Jo khawatir mu berlebihan deh" ujar Ara.
"Hampir saja tadi Gavin curiga, untung aku bisa ngeles" sahut Meisie.
"Iya aku khawatir kalau kamu mau jelajah alam kayak jelajah goa atau naik gunung, itu kan bikin capek, dan kamu nggak boleh kecapekan" Ujar Jovi.
"Duh kak Jo tenang saja, aku nggak akan minta hal yang bisa membahayakan diriku sendiri kok. Terima kasih ya kak sudah perhatian banget sama aku." Ujar Ara.
"Iya itu kan karena aku sayang banget sama kamu." Jawab Jovi.
"Jadi nggak ada yang sayang aku kah?. Ya sudah deh aku sayang guling aja" Ujar Meisie sambil memeluk guling di atas ranjang Ara.
"Ranjang mu udh ranjang yang Queen eh di tambah masuk yang King jadi luas banget kasur nya" Ujar Jovi.
"Iya ini sih tempat tidur nya bisa buat olah raga ini mah" Ujar Meisie.
"Olah raga apaan olah raga." sahut Ara.
"Ngomong-ngomong kalian ngapain sih ikut aku ke kamar, kan yang mau siap-siap aku." Ujar Ara.
"Lah aku kan mau ganti baju juga sama gantiin Arka juga gantiin pampers dia juga" Ujar Jovi.
"Aku juga dong mau ganti baju kan mau ke pantai, tapi aku nggak sesiap Jovi jadi aku pinjam baju mu ya Ra" Ujar Meisie.
"Iya iya pinjam lah pinjam" Jawab Ara.
Bersambung..
"gadis buta cantik milik tuan arogan"
mari kita saling mendukung❤😘