Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Dusta CEO

Pernikahan Dusta CEO

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:241.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bhebz

Dendam dan Cinta gila yang membuatnya buta.

Arya Bimo Lee, seorang CEO blasteran Indonesia-Korea, kembali dari perjalanan bisnisnya dan menemukan calon istrinya sudah menikah dengan pria lain.

Ia tidak terima dan berniat merebut kembali perempuan yang sudah bersuami itu.

Memutuskan menikahi Miyu Kara Santana, adik perempuan dari pria yang telah memperistri kekasihnya. Niatnya tak lain dan tak bukan adalah untuk bisa lebih dekat dengan sang mantan dan merebutnya.

Akankah usahanya berhasil membuat pernikahannya sendiri dan kakak iparnya hancur?

Dan bagaimana reaksi Miyu Kara Santana ketika tahu bahwa pernikahannya hanyalah pernikahan dusta?

Mampukah ia bertahan atau malah meninggalkan hubungan yang tidak sehat itu?

Pantengin kisahnya hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Tutup Pintunya

Miyu menatap tak percaya sosok pria yang sedang berdiri di depan hidungnya saat ini. Suaminya itu muncul dihadapannya dengan ekspresi kesal seraya menepuk lengannya berkali-kali.

"Ya ampun nyamuk disini ganas-ganas ya?" pria itu mendongak dan tanpa sadar bertemu pandang dengan istrinya yang sedang menatapnya.

"Tuan Arya?" Mbak Rina mendahului Miyu mengucapkan kata yang sama karena sama-sama kaget dengan penampakan pria itu di hadapan mereka berdua.

Arya langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sudah berada di dalam rumah itu dan tidak punya cara lain selain mencari alasan agar istrinya tidak lagi menampakkan wajah kesal padanya.

"Kok bisa ada di sini? tahu darimana kalau Aku ada di rumah Mbak Rina?!" tanya Miyu seraya berdiri dari duduknya. Ia bersiap untuk masuk ke dalam kamar untuk menghindari pria itu tetapi tangannya ditarik oleh sang suami.

"Aku minta maaf Miyu. Aku tidak bermaksud untuk masuk ke Rumah ini dan menemukanmu di sini."

"Lalu?"

"Yah, Aku memang mencarimu kemana-mana karena tidak Aku temukan di Rumah Sakit." jawab Arya seraya menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya.

Pria itu sudah bisa menduga kalau Miyu mungkin akan menyalahkan Mbak Rina atas kedatangannya di tempat ini. Ia lantas melanjutkan,

"Jangan salahkan Mbak Rina Miyu. Aku datang karena GPSnya menunjuk ke tempat ini." Miyu menatap wajah suaminya dengan tatapan bingung.

"GPS?" tanyanya dengan dahi mengernyit. Ekspresi kesalnya kini berganti menjadi ekspresi bingung dengan kata-kata sang suami.

"Iya, GPS nya sedang aktif di dalam perutmu Miyu. Ia yang mengirimkan sinyal padaku kalau kamu berada disini sedang menungguku."

"Hah?"

Miyu mendengus dan menyentakkan tangannya agar terlepas dari genggaman tangan suaminya. Ia langsung berlari ke dalam kamar dan membanting pintunya.

Huffft

Arya menghembuskan nafasnya berat. Rupanya

Istrinya masih kesal dan belum juga mau bertemu dengannya. Ia pun menatap Mbak Rina dengan ekspresi tak terbaca.

"Tidak Apa Tuan. Masih ada kamar kosong di Rumah ini. Tuan bisa menginap di sini dan tidur di kamar itu." ujar Mbak Rina dengan senyum diwajahnya. Ia bisa memaklumi bagaimana perasaan kedua pasangan suami-istri ini.

"Terimakasih Mbak. Tapi usahakan jangan ada nyamuk lagi ya."

"Iya Tuan. Akan saya bakar obat nyamuknya." Perempuan itu pun membuka satu lagi kamar tamu di Rumah itu dan membersihkannya agar majikannya bisa tidur lelap malam ini.

Arya memandang pintu kamar yang baru dibanting oleh istrinya itu dengan hati mencelos. Ia sangat berharap bisa masuk ke dalam dan ikut berbaring bersama Miyu sang istri.

"Mari Tuan. Kamarnya sudah siap." Mbak Rina tiba-tiba muncul di belakangnya dan berhasil mengagetkannya.

"Eh iya Mbak," jawabnya seraya mengikuti langkah pemilik Rumah itu dengan hati tidak rela. Ia tidak ingin ke kamar lain tetapi ia juga tidak punya keberanian untuk memasuki kamar itu.

"Terimakasih banyak Mbak," ucapnya setelah berada di dalam kamar tamu itu. Ia pun duduk di atas ranjang sederhana yang hanya cocok untuk satu orang saja.

"Mohon maafkan saya Tuan karena Rumahnya sangat sederhana."

"Tidak apa Mbak. Hanya saja sebenarnya saya ingin marah sama Mbak Rina karena sudah bekerja sama dengan istri saya untuk kabur dari Rumah Sakit." ujar Arya dengan tatapan lurus ke wajah perempuan yang selama ini bekerja padanya.

"Ah iya Tuan. Saya bersalah karena tidak memberi tahu pada Tuan terlebih dahulu." ucap Mbak Rina mengakui kesalahannya. Perempuan itu pun melanjutkan dengan membela dirinya.

"Tetapi kan Nyonya Miyu yang melarang saya untuk memberitahu siapa-siapa termasuk anda." Arya tersenyum seraya berucap,

"Untuk itulah saya tidak jadi marah. Karena ternyata Mbak Rina membawanya ke tempat yang aman. Terimakasih ya Mbak."

"Alhamdulillah. Kalau begitu saya aman dong Tuan."

"Tidak. Mbak Rina belum aman kalau tidak mengusahakan supaya saya bisa tidur bersama istri saya malam ini."

"Waduh, mohon maaf ya Tuan. Kalau urusan itu sih saya tidak bisa membantu." Mbak Rina mengernyit tak nyaman. Ia tahu kalau istri majikannya itu masih belum mau bertemu dengan pria yang berhasil membuatnya hamil.

"Mbak Rina gimana sih? Pokoknya Mbak Rina harus membantu saya, minimal jauhkan kunci dari pintu kamar itu supaya saya bisa masuk ke sana."

"Hah?" Mbak Rina terlongo tak percaya dengan rencana majikannya itu. Ia sampai menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan ide brilian dari CEO yang sangat cerdas itu.

"Baiklah Tuan. Saya akan melakukan semua perintah Tuan. Nah sekarang silahkan beristirahat." ujar perempuan itu kemudian meninggalkan majikannya yang sedang tersenyum senang.

Mbak Rina pun mendatangi kamar yang ditempati Miyu dan mengetuk pintunya.

"Nyonya, bisa saya masuk?" tanyanya saat pintu ia dorong dan ternyata tidak terkunci.

"Masuklah Mbak." jawab Miyu seraya bangun dari tidurnya. Ia meminta perempuan pemilik Rumah itu untuk duduk di sampingnya.

"Nyaman gak kamarnya, Nyonya?" tanya Mbak Rina berbasa-basi.

"Alhamdulillah. Nyaman kok Mbak. Buktinya tadi siang aku bisa tidur nyenyak."

"Oh baguslah kalau begitu. Saya jadi senang mendengarnya."

"Terimakasih banyak ya Mbak atas bantuannya sama Aku."

"Ah jangan berkata seperti itu Nyonya. Ini cuma ngajak nginap kok bukan bantuan yang sebenarnya."

"Nginap di sini udah bikin Aku senang lho Mbak. Udah bikin lupa masalah dengan pria itu tetapi kok dia malah datang kesini sih, perasaan aku kan kembali buruk." Perempuan cantik itu memanyunkan bibirnya karena kembali kesal.

Mbak Rina tersenyum kemudian menjawab, "Kasihan Tuan Arya. Ia pasti tidak bisa jauh-jauh dari Nyonya dan calon Bayinya. Makanya ia mencari anda kesana-kemari dan berakhir di tempat ini."

"Ish, itu cuma alasannya saja Mbak Rina. Jangan dipercaya." bantah Miyu dengan bibir manyun.

"Eh beneran lho. Ada lho calon Ayah yang sakit saat berjauhan dengan calon bayinya. Mereka biasanya selalu rindu ingin tahu apa saja yang dilakukan sibayi di dalam kandungan Istrinya." Mbak Rina mulai ingin mempengaruhi pikiran dari perempuan cantik itu.

Miyu terdiam sejenak kemudian menatap perempuan baik yang selalu melayani keperluannya itu.

"Mbak Rina benar. Pria itu sangat menyayangi calon bayi yang ada di dalam perut Aku. Tetapi sayangnya ia tidak menginginkan ibunya Mbak." Mata Miyu berkaca-kaca saat mengucapkan kalimat menyedihkan itu.

"Itu sangat tidak mungkin Nyonya. Tuan Arya sangat mencintai Anda bukan hanya karena ada calon keturunannya di dalam perut anda." jelas Mbak Rina dengan senyum diwajahnya. Ia meraih tangan perempuan cantik itu dan mengelusnya lembut.

"Aku kok belum bisa percaya ya Mbak. Entahlah." ujar Miyu seraya menyusut airmata yang sudah berhasil menjebol lagi pertahanannya.

"Tanya hati anda yang paling dalam. Saya yakin anda pasti akan mendapatkan jawabannya." Mbak Rina pun berdiri dari duduknya kemudian meminta sang majikan untuk beristirahat.

"Kalau begitu tidurlah Nyonya. Anda harus banyak beristirahat."

"Terimakasih banyak Mbak." jawab Miyu kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang itu. Ia berharap bisa tidur nyenyak ditempat yang baru itu.

"Pintunya tidak perlu dikunci ya Nyonya. Karena sewaktu-waktu saya akan datang melihat anda."

"Iya Mbak, ditutup saja dari luar." Mbak Rina tersenyum kemudian segera keluar dari kamar itu. Ia berharap keinginan majikannya akan terlaksana malam ini.

🍀

*Bersambung.

Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

Nikmati alurnya dan happy reading 😍

1
Hera sasuwe
👍
Normah Basir
wah hadiah jetpot,gratis Tampa usaha bisa lihat langsung
Normah Basir
waduh Tami,klepek2
dia,
Normah Basir
kemal terlambat sudah
Normah Basir
TDK haid Krn hamil Tami kugu sekali
Normah Basir
Tami bisa luluh Raihan kasih dia perhatian
Normah Basir
waduh clbk ya,Krn masing SDH TDK ada pendamping
Normah Basir
lebih baik menikah dengan orang yg mencintai kita dari pada kita yg mencintai LBH besar, cinta bisa tumbuh dengan kebersamaan
Normah Basir
Miko icip2ajha nahan sampai 40 hr
Normah Basir
Alhamdulillah miyu mau berdamai
Normah Basir
terbalaskanlah sipat cuekmu selamaini arya
Normah Basir
miyu jnglah lari berdamailah walaupun km kecewa
Normah Basir
berilah Arya kesempatan kedau
Normah Basir
sekarang miulah yg menghindar dan marah2,Arya bisa jujur padanya
Normah Basir
sakit memang,arya km terlalu
Normah Basir
masih mau SM istri orang yg SDH hamil
Normah Basir
kasihannya miyu
Normah Basir
miyu berusahalah kasih perhatian mudah2an Arya luluh
Normah Basir
Serina kamu hrs mempertahankan rumah tanggamu
Normah Basir
masih menyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!