Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Bodoh Ternyata Dokter Genius

Suami Bodoh Ternyata Dokter Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter Genius / Time Travel / Menantu Pria/matrilokal
Popularitas:165.5k
Nilai: 5
Nama Author: DF_14

Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya aneh, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.

Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.

Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat dan menjadi penguasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Helena telah merekrut empat orang dokter yang cukup mumpuni dibidangnya masing-masing. Walaupun dari segi kualitas, jauh dari Nova.

Mungkin karena Nova menggunakan uang sogokan, semua orang yang bergabung dengannya adalah dokter-dokter berkelas. Apalagi Reno.

"Hanya tinggal satu orang lagi yang aku butuhkan. Aku harap aku bisa segera menemukan pria misterius itu," gumam Helena.

Tiba-tiba terdengar sebuah ketukan pintu.

Tok...

Tok...

Tok...

Rupanya Asisten Riana.

"Bagaimana? Apa kamu sudah mencari tahu tentang pria misterius itu?" tanya Helena.

"Maaf, Nona. CCTV disekitar kejadian rusak. Jadi, jadi sangat sulit untuk mencari tahu orang yang telah melakukan pertolongan pertama pada pasien yang Nona tangani," jawab Asisten Riana.

Helena menghela nafas dalam-dalam. Kompetisi akan dilakukan tiga hari lagi, tapi dia masih kekurangan dokter yang bisa dia percaya untuk bergabung dengan timnya. "Entah bagaimana caranya, aku harap identitas orang itu segera ketemu."

Asisten Riana menjawab, "Baik, Nona. Kalau begitu saya permisi."

Helena hanya menganggukkan kepala. Dia kembali menghela nafas dengan pelan. "Kenapa susah sekali mencari orang itu?"

Setelah waktu pulang tiba, Helena memutuskan untuk segera pulang. Saat sedang menyetir mobil, dia tiba-tiba teringat pada Arjuna. "Kira-kira, dia melakukan hal aneh apalagi hari ini?" keluhnya.

Saat tiba di mansion. Dia harus mempersiapkan diri agar dia bisa sedikit bersabar untuk menghadapi tingkah suaminya yang aneh itu.

Namun, begitu dia masuk ke dalam mansion, dia mencium aroma masakan yang sangat menggugah selera, membuatnya sangat merasakan lapar.

Di ruang makan, dia melihat Arjuna sedang menata hidangan di atas meja makan.

Setidaknya dia sedikit merasa lega, karena hari ini Arjuna tidak membuat ulah.

"Kamu bisa memasak?" tanya Helena dengan nada ketus.

"Aku adalah seorang pangeran yang tidak pernah bersikap manja. Saat zaman dahulu, aku mencoba belajar memasak. Tapi karena saat ini aku hidup di zaman modern, aku menyesuaikan cara memasakku lewat aplikasi apa ya... yusup."

Helena langsung mengkoreksi. "Youtube?"

Arjuna terkekeh. "Iya, semacam itu."

Karena Helena sangat merasa lapar, dia segera mencicipi masakan Arjuna. Dia langsung membelalakkan mata, ternyata masakan pria itu sangat enak.

"Bagaimana masakan aku?" tanya Arjuna dengan penuh harap.

Helena menjawab dengan dingin. "Biasa saja. Tapi untuk menghargai kamu, aku akan memakannya."

Arjuna hanya tersenyum. Helena mengatakan masakannya biasa saja. Tapi dia begitu lahap memakannya.

"Ngomong-ngomong, aku sudah diterima bekerja di sebuah restoran," ucap Arjuna tiba-tiba.

Helena mengerutkan keningnya. Ternyata pria itu benar-benar serius telah mencari pekerjaan. "Seharusnya kamu tidak perlu bekerja. Kamu cukup diam saja dirumah. Aku sudah memiliki penghasilan yang cukup untuk kebutuhan kita berdua."

"Sudah aku katakan, aku ini suami kamu. Jadi aku berkewajiban memberikan nafkah padamu," ucap Arjuna dengan serius.

"Hm, ya sudah terserah kamu saja."

Beep...

Beep....

Beep...

Tiba-tiba, ponsel Arjuna berdering. Dia mendapatkan pesan dari Calista, manajer di restoran tempat dia bekerja.

Arjuna segera membacanya.

[Selamat malam, Arjuna. Jangan lupa besok kamu mulai masuk kerja ya.]

"Siapa yang mengirim pesan padamu malam-malam begini?" tanya Helena, penasaran. Setahu dia, hanya nomor dia satu-satunya yang tersimpan di ponsel Arjuna.

"Dari Calista. Dia adalah atasan di tempat aku bekerja. Tapi dia ingin aku memanggilnya Calista jika hanya sedang berdua," jawab Arjuna dengan polos.

Tangan Helena yang sedang memegang sendok seketika berhenti bergerak, entah mengapa dia sangat kesal mendengarnya.

1
Mey-mey89
semangat thorrr 👍
Mey-mey89
semangat thorrr
Mey-mey89
semangat thorrr 💪
Mey-mey89
semangat thorrr
~Hartwyn_Dee~
gasss otw rumah sakit Jun 🤭🤣🤣
~Hartwyn_Dee~
semoga aja Bravi ga dendam sama Juna dan bisa berteman baik saling tolong menolong
~Hartwyn_Dee~
tenang Jun km pasti bisa semangat
~Hartwyn_Dee~
wahhh kl Axel tau apa ga malu tuh udah merendahkan Juna
~Hartwyn_Dee~
OMG langsung jadi ketua mafia km jun🤣🤣🤣
~Hartwyn_Dee~
nah gitu,,,cek cctv semoga ga di hapus biar ketahuan si Reno kl dia bohong
~Hartwyn_Dee~
jangan datang Hel takutnya nanti di jebak sm si Reno
Winer Win
baru mampir neh tor..belum telat kan yak...
Qiqi Maryam
juna nnt jd penyelamat lg kan
Qiqi Maryam
ati2 dijebak kau helena
Sani Srimulyani
selamat ya junaaaa....
Sani Srimulyani
asa sih Juna kalah.....
ken darsihk
Gerak cepat Juna nggak pake lama , selamat kan team nya Helena Junnn cusss 👏👏👏
Eka ELissa
cus Juna semgat kmu psti bisaa
Sani Srimulyani
syukurlah Arjuna tidak nemuin si ondel2.
Sani Srimulyani
Arjuna kamu jangan polos2 amat....si Calista mau jebak kamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!