Rachel Avree Kaisha,mahasiswi badung yang jatuh cinta pada dosennya sendiri.Gadis itu mencoba mencari perhatian sang dosen dengan segala tingkah konyolnya.
Dirga Alandra,dosen tampan yang menjadi incaran para kaum wanita.Dia memiliki sikap arogan,tegas dan datar.Kehadiran Rachel membuat kehidupannya jungkir balik.
Akankah dosen itu menerima Rachel setelah tahu mereka dijodohkan?
NOTE : DILARANG PLAGIAT KARYA INI DAN KARYS SAYA YANG LAIN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu andita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Dua hari berlalu Dirga berangkat bersama temannya menuju keluar negeri untuk pengobatan.Pria itu menatap sendu istrinya yang enggan mengantarkan-nya.
"Segeralah berangkat agar tidak ketinggalan penerbangan hari ini." ucap Rachel.
"Fokuslah pada kesehatanmu mas, jangan pikirkan aku." jawabnya santai tapi menusuk.
"Aku berangkat dulu sayang." pria itu mengecup kening istri lalu membiarkan Edward mendorong kursinya.Mobil yang membawa Dirga meninggalkan kediaman-nya.
Rachel menatap kepergian suaminya dengan sendu.Wanita hamil itu lantas bangkit dan kembali ke dalam mansion.
mommy lekas menyusul sang menantu.Wanita paruh baya itu sangat yakin jika Rachel tengah sedih saat ini.
"Sayang sabar ya,mommy yakin kamu pasti bisa melalui ini semua." bujuk mommy Alesia.
"Iya mom,lagipula aku juga akan fokus pada kandunganku.Selama beberapa bulan kedepan aku tak akan menghubungi mas Dirga." ungkap Rachel.
Mommy Alesia tentu saja kaget dengan keputusan sang menantu. Rachel meyakinkan mertuanya atas keputusan nya barusan.Wanita paruh baya itu tak bisa memaksa sang menantu untuk mengikuti keinginannya.
"Mommy tak akan memaksa kamu sayang,tapi biar mommy yang akan menghubungi suamimu." ucap mommy yang diangguki oleh Rachel.
Rachel menghela napas lega,wanita cantik itu menyalakan televisi.Dia memindah chanel dengan cepat mencari tayangan yang menghibur.
deg
Wanita itu tertegun dengan kabar berita mengenai kaburnya Selena dari kediaman suami wanita itu. Hatinya langsung resah kepikiran Dirga.
"Tidak,mas Dirga pergi keluar negeri untuk berobat bukan menemui wanita itu." batinnya dalam hati.
Rachel tentu saja tetap berusaha positif thinking saat ini.Tak hanya itu dia juga tak mengatakan perihal apa yang dia pikirkan pada sang mertua.Wanita itu refleks mengelus perut buncitnya.
"Sayang,kau ingin sesuatu nak?" tanya mommy Alesia berusaha mengalihkan kesedihan sang menantu.
"Aku tidak ingin apapun mommy." jawabnya.
"Permisi nyonya,ada tamu yang mencari nyonya Rachel." sela pelayan.Rachel meminta pelayan untuk mengajak tamunya masuk.
Tak lama Ara dan suaminya masuk ke dalam.Rachel langsung bangun dengan hati hati kemudian memeluk sang sahabat.
"Ara kamu kemana saja?" tanya Rachel dengan bibir cemberut.
"Maaf ya aku pergi cuma pamit di chat." sesal Ara.Rachel melepaskan pelukannya,lalu mengajak sahabatnya duduk.Ara sendiri mengenalkan suaminya pada sang sahabat.
Ara juga meminta maaf tak mengundang Rachel dalam pernikahannya.Rachel tentu saja tak masalah,dia cukup lega melihat keadaan sahabatnya baik baik saja.
Kini kedua wanita itu saling melepaskan rindu satu sama lain. Rachel mendengarkan penjelasan Ara mengenai dimana dia tinggal selama ini.
"Oh ya Rachel,lalu dimana suami kamu?" tanya Ara.
"Dia pergi berobat Ra." jawab Rachel tanpa ada yang ditutupi.Ara turut prihatin dengan apa yang menimpa sahabatnya.
"Oh ya saat ini aku juga tengah
hamil " ungkap Ara dengan senyuman lebarnya menyentuh perut rata-nya.Rachel tentu saja sangat senang dan memberikan selamat pada Ara dan Maxime.
Ara juga memberikan selamat pada Rachel dan calon baby wanita itu. Keduanya kembali mengobrol dengan seru.nyonya Alesia kerasa lega melihat sang menantu kembali ceria.Dia turut mengobrol dengan Rachel dan Ara.
Pelayan datang membawakan camilan untuk mereka bertiga.Ara langsung meminum teh-nya dengan pelan-pelan.Dia hanya diam saja saat suaminya mengusap perut ratanya.
"Oh ya aku minta izin ke kamar mandi,Chel." ucap Ara sambil tersenyum.
"Silakan Ra,kamu lurus saja lalu belok ke kiri." ucap Rachel.Ara mengangguk,wanita itu lekas bangkit dan pergi ke kamar mandi.
Maxime menatap kepergian istrinya.Pria itu sangat tahu jika wanitanya berusaha menghindari dirinya.Dia menghela napas panjang,memilih mengobrol dengan Rachel dan tante Alesia.
"Aku harap kamu bisa membahagiakan Ara,Max." ucap Rachel.
"Doakan saja Chel,aku mencintai Ara dan calon anak kami." jawab Maxime.
Rachel mengangguk saja,dia berharap Ara akan selalu bahagia dengan Maxime begitu pikirnya.Tak lama Ara kembali,dia memilih duduk disofa kosong hal itu membuat Rachel merasa heran.Namun Ara memberikan alasan masuk akal hingga sahabatnya itu tak curiga.