Xiao ye kultivator terkuat dari aliran putih di khianati oleh istri tercintanya dan sahabat yang berjuang bersamanya.
Dengan mata penuh kekecewaan, kemarahan, dan kebencian, dia membunuh semua orang sampai hanya tersisa dia seorang.
Dari langit muncul pria berjubah hitam menatap dengan sinis kearahnya sambil berkata.
"Apakah ini hasil yang kamu mau setelah berjuang selama bertahun-tahun, teman ku?"
Xiao ye menatapnya sambil menghela nafas panjang.
"Benar, apa katamu, tidak ada yang mutlak antara aliran putih dan hitam, aku dulu terlalu bodoh sampai percaya dengan perkataan mereka."
Pria jubah hitam itu menggeleng kepala, "Tidak ada obat penyesalan. Ini mungkin pertemuan terakhir antara kita, apa kata terakhir mu, temanku?"
Xiao ye sambil tersenyum bangga menatap langit malam yang penuh bintang-bintang cerah, berkata.
"Jika aku terlahir kembali, aku tidak akan menjadi kultivator aliran putih maupun hitam."
"Aku ingin menjadi kultivator Abu-Abu!"
Lanjut cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dejane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertarungan Dengan Kelompok Bandit
Dengan jejak kaki yang masih baru dan beberapa Informasi dari pria tadi, Xiao ye dan ayahnya akhirnya sampai, dua gunung terapit dengan tengahnya membentuk sebuah benteng tinggi 3m yang terbuat dari kayu.
Kami berdua bersembunyi dibalik semak, memantau situasi di sekitar benteng. Xiao ye mengerutkan kening, karena dia tidak merasakan ada satupun penjaga yang menjaga benteng tersebut.
"Mereka ini dimana, harusnya ada yang menjaga benteng walaupun mendapat jarahan, kecuali...!!" Tiba-tiba Firasat buruk muncul dihatinya, "Ayah, bisakah kita langsung serang saja, kelihatannya mereka tidak ada yang menjaga." Kata Xiao ye cemas, dia menggoyangkan tangan ayahnya dengan kuat.
Ada pikiran buruk yang terlintas di otaknya, dia tidak mau percaya, namun situasi diluar benteng terlihat dengan jelas.
"Memang aneh, namun kita harus menunggu, melihat situasi benar-benar jelas terlebih dahulu, kita tidak tahu di dalam sana ada jebakan atau bukan, yang pasti berhati-hati adalah hal yang utama."
Kata ayah dengan tenang, Xiao ye tidak punya cukup waktu untuk menunggu apa yang dikatakan oleh ayahnya, dia melempar tasnya, langsung keluar dari semak, berlari menuju kearah benteng.
Ayahnya terkejut, dia menggertakkan giginya, mengambil kedua tas yang dilempar, keluar semak dan mengikuti anaknya. Xiao ye dengan cepat berlari dan manjat benteng tersebut.
Hatinya terus-menerus berdetak, dia tahu kalau pasti tidak ada yang beres disini, melompati pagar dan turun dari benteng, dia menjalankan Mata Kebenaran dan merasakan kalau 100m disini tidak ada orang sama sekali.
Firasat dan pikirannya semakin lama semakin benar, hati Xiao ye sangat panik, perjalanan Langit digunakan sampai ekstrem, saat melewati beberapa rumah dan melihat rumah yang paling besar hati Xiao ye kembali berdetak kencang.
Saat Mata Kebenaran digunakan kembali, terasa ada puluhan orang didalam sedang terhubung satu sama lain, kemarahan langsung melonjak di hatinya, dia merasakan yang terkuat ada di Ksatria tingkat 5, satu tingkat lebih tinggi dari dirinya, namun Xiao ye tidak peduli, kemarahan sudah menguasai dirinya.
Saat pintu dihancurkan, Xiao ye akhirnya bisa melihat dengan jelas, aura Ksatria tingkat 6 dan niat membunuh menyebar keseluruh ruangan. Selama ini, pedang yang selalu dia simpan di pinggangnya akhirnya terhunus.
Pedang putih keperakan, bilah bewarna hitam tajam dan panjang 1,5m, ini pedang yang dihadiahan oleh ayahnya saat dia berhasil menjadi Kultivator, namanya putih, dia belum pernah keluarkan ini karena belum ada seseorang yang layak, tapi situasi ini dia harus keluarkan.
"Bocah, siapa kamu, kamu merusak pesta kami semua." seorang pria besar berotot, kulit cokelat dengan tinggi 2m, dia keluar dari tumpukan, memancarkan aura ganas dan berbahaya kearahnya.
Xiao ye menatap dengan dingin, tidak menjawab ataupun menghiraukan, dia menghilang dan melakukan tebasan, "Pedang pembasmi langit: pemotongan" siluet putih tercampur aura pedang dan niat membunuh melesat kearahnya.
Pria berotot ngeri, dengan tangannya dia mencoba menahan pedang tersebut, tapi hanya tertahan sesaat sebelum menembus tubuhnya dan melemparnya sampai menghancurkan tembok. Bawahan lain pada kaget, tiba-tiba ada anak kecil datang langsung menyerang tanpa peringatan.
Mereka belum sempat bereaksi sebelum teriakan marah terdengar dari balik reruntuhan, "Kalian idiot, kenapa diam saja, cepat serang bocah itu." Mereka tersadar, mengangkat senjata dan menyerang Xiao ye.
Puluhan Kultivator dengan rata-rata adalah Prajurit tingkat 6, ini cukup kuat untuk menghabisi beberapa desa lagi, tapi sayang ini tidak cukup untuk lawan Xiao ye.
Dia mengeluarkan jarum dan menyerang ke setiap titik kelemahan mereka, untuk sementara pedang ditaruh di tangan kiri, tangan kanan melempar jarum satu demi satu.
Setelah menjadi Kultivator, hal pertama yang dia pelajari adalah Kitab Jarum ini, karena sangat cocok untuk membunuh musuh kuat secara cepat atau lakukan pembunuhan massal bagi yang yang lemah, seperti contohnya ini. Kitab Rentetan Jarum Peluru bisa langsung menunjukkan kekuatannya, tapi disini dia tidak langsung membunuh, namun melumpuhkan tubuh mereka.
Selain dipelajari pertama, Kitab ini juga yang paling terdepan dari Semua Kitab tentang pemahaman, dia hanya perlu sedikit tes atau menambah pengalaman di setiap pertarungan agar bisa menerobos Tingkat Lancar.
Pertarungan masih terus berlanjut, Pria berotot telah keluar dari tumpukan kayu, saat bawahannya terus terjatuh, pria berotot itu langsung takut dan panik, mereka yang bisa menjadi bandit disini selain punya otot, mereka juga punya otak, tapi melihat kemarahan di wajah anak kecil ini ia mengurungkan niatnya untuk menyerah.
Tidak ada pilihan lain, mengertakkan giginya ia langsung menyerang kearah Xiao ye, tebasan tadi hanya luka kecil di tubuhnya tapi masih merasakan denyut sakit di dadanya. Ini menunjukkan kalau kekuatan bertarung anak kecil ini sangat kuat.
Sambil melempar jarum, Xiao ye juga tidak lupa mengawasi pria berotot, dia tahu seberapa keras tubuhnya, dari tebasan tadi saja dia sudah merasakannya.
Melempar beberapa jarum lagi, tangan kiri langsung melempar pedang ke tangan kanan, dengan langkah cepat Xiao ye tiba didepannya, Qi mengalirkan ke pedang sambil merubah warnanya dan kobaran samar terlihat.
Pria berotot tidak ketinggalan, aura Ksatria tingkat 5 mengerutkan ototnya, melapisi tubuhnya menjadi hitam dan sebuah pukulan keras menyerang.
Tabrakan keduanya terjadi, Xiao ye bergetar sedikit tapi langsung bisa menstabilkan, sementara pria berotot terlempar lagi, ini malah semakin keras dan cepat.
Boom..
Ledakan menghancurkan lebih parah temboknya, Xiao ye melihat kesempatan bagus, dia melesat dan muncul diantara reruntuhan, "Mati."
Pedangnya terlapisi oleh api panas, saat tebasan terjadi mereka membakar reruntuhan tersebut, serangan tidak dilakukan sekali, tapi dilakukan berulang-ulang.
Api terus berkobar bahkan di sekitar rumah juga terkena dampaknya, Xiao ye teringat kalau masih ada wanita di dalam sini,
"Kalian semua keluar, tempat ini tidak aman." Saat teriakannya, para wanita yang ketakutan langsung berhamburan keluar, mereka mengambil sisa dari baju mereka dan keluar dari rumah besar ini.
Diantara wanita yang keluar ada beberapa pria nyalip diantara mereka, ini sisa diantara yang belum dia lumpuhkan olehnya, Xiao ye mendeteksi itu dan melempar jarum kearah mereka.
Para wanita berteriak ketakutan melihat orang jatuh disampingnya, tapi melihat kalau mereka laki-laki, beberapa wanita melampiaskan amarahnya, bahkan ada yang sampai membunuhnya, setelah itu baru mereka pada berlari keluar.
Setelah 10 menit, semua wanita sudah pada keluar, hanya ada puluhan bandit dilumpuhkan yang tersisa di tengah kobaran api, teriakan dan keputusasaan terdengar, Xiao ye tidak peduli dengan mereka.
Setelah melihat apa yang mereka lakukan pada wanita tersebut, sebuah ide muncul di dalam pikirannya, Xiao ye ingin membuat simulasi neraka kecil, dia ingin agar puluhan bandit ini merasakan bagaimana tersiksanya sebelum kematian mereka.
Setelah terlahir kembali, walaupun dia bertujuan untuk menjadi abu-abu, tapi dia masih tidak bisa mentolerir mereka menyentuh skala terbaliknya, seperti perbudakan, wanita, ritual, Sekte dan orang tua.
Pria berotot berbaring diantara kobaran api yang lebih besar, tubuhnya dipenuhi luka-luka tebasan dan gosong, Xiao ye datang kearahnya, dan bertanya dengan dingin, "Bagaimana kamu mau mati?"
Dia tidak menjawab namun langsung memudahkan darah ke mukanya, kobaran api kecil menghalangi dan menghilangkan darah tersebut.
"Sepertinya kamu ingin mati." katanya masih dengan ekspresi yang sama, api semakin melahap tubuhnya, pria berotot berteriak sangat keras, sebelum mati dia tertawa gila, "Sekte Kalajengking Hitam akan mengejarmu."
Tubuhnya terlalap api sepenuhnya dan teriakan terakhir terdengar sebelum perlahan menghilang, Xiao ye mengerutkan alisnya, tapi itu hanya sesaat, dendam dia dengan Sekte Kalajengking Hitam sudah terhitung sangat lama jadi dirinya tidak terlalu peduli dengan ancaman itu.
Dia berbalik dan menatap puluhan bandit yang masih berteriak, berjalan kearah mereka dan menebas berurut, yaitu tangan, kaki dan kepalanya.
Teriakan dan kutukan terus diselingi sampai semuanya menjadi hening, disini hanya tersisa lahapan api dan puluhan mayat dengan tubuh tidak lengkap dari para bandit, mengibas darah dan memasukkan kembali pedangnya. Helaan panjang terdengar, kemarahannya telah mereda sepenuhnya, namun memikirkan nasib selanjutnya dari para wanita membuat pikirannya pusing.
Tiba-tiba ada tepukan di pundaknya, saat Xiao ye berbalik, dia melihat senyum puas ayahnya.
"Ayo kita keluar, disini akan berbahaya." Xiao ye mengangguk dan kami keluar dari rumah, Xiao ye juga tidak lupa untuk menambah Api sampai melahap semua rumah tersebut. Keburukan yang terjadi disini, lebih baik dihilangkan menjadi sebuah abu.
Kami keluar dan bertemu dengan para wanita tersebut, keadaan yang tidak selayaknya bahkan beberapa ada yang sudah tergeletak karena sudah tidak kuat dengan tekanan dan masa depan, Xiao ye hanya bisa menghela nafas, dan berikan belasungkawa kepada mereka.
Ayahnya mengambil alih para wanita ini, setelah masing-masing menjelaskan identitasnya, ayahnya bertanya kepada beberapa kelompok wanita, "Kalian mau tinggal disini atau pergi?"
Beberapa kelompok adalah budak atau wanita dari beberapa desa yang telah dihancurkan oleh bandit ini, mereka sudah lama menjadi tahanan jadi agak bingung saat ditanyakan seperti ini.
Xiao ye memikirkan solusi namun hampir semua tidak ada yang bisa diandalkan, kebuntuan terjadi. Beberapa wanita yang tidak tahan menangis atau menunduk diam. Ayahnya menatap suasana buruk para wanita ini dengan tenang, dia melirik anaknya dan helaan nafas panjang keluar dari mulutnya.
"Kalian semua diam, saya akan kasih solusi." Teriakan dari ayah membuat para wanita tersebut diam, Xiao ye tersadar dan menengok ayahnya, dia lanjut berkata,
"Ada kota yang jaraknya tidak jauh dari sini, saya akan berikan masing-masing dari kalian dua koin perak, cukup untuk makan 10 hari dan membeli pakaian." setelah memberikan penjelasan, para wanita pada berdiskusi sampai salah satu dari mereka bertanya, "Tuan baik, apakah jalan kesana berbahaya?"
"Tidak, kami juga akan kesana untuk singgah sebentar, saya akan memulusi jalan agar kalian tidak menemui bahaya." balas ayahnya.
"Tuan, kenapa kita tidak bareng saja?" tanya salah satu wanita, ayah hanya menggeleng kepala, "Tidak, kami ada misi mendesak, jadi kami perlu buru-buru untuk sampai kesana."
Ekspresi kekecewaan terlintas di wajah mereka, Xiao ye ingin berbicara namun sebuah tangan menyentuh pundaknya, dia menatap ayah dan langsung terdiam.
Para wanita berdiskusi kembali, setelah beberapa menit salah satu perwakilan menyetujui solusi kami, ayah menurunkan kedua tas milik Xiao ye, melihat tasnya Xiao ye meminta maaf kepada ayahnya setelah itu mengambil di saku tas dan memberikan mereka koin perak.
Awalnya para wanita ini berjumlah 40, tapi 5 orang tewas karena tidak tahan, ada 9 wanita yang ingin diselamatkan, 20 gadis desa, dan 6 wanita budak, karena masing-masing dari mereka dapat dua Xiao ye mengeluarkan 70 koin perak.
Mata uang di Kekaisaran Ming dibagi menjadi Perunggu, Perak, dan Emas, ada yang lebih tinggi dari ketiga ini, tapi sangat jarang ditemukan dan Kultivator biasanya sangat enggan untuk ditukarkan.
Pertukaran koin, 1 emas sama dengan 100 perak, dan 1 perak sama dengan 100 perunggu.
Sambil mengeluarkan dan menghitung uangnya, ayah banyak berbicara dengan para wanita tersebut, kebanyakan dari mereka bercerita tentang desa mereka yang telah hancur dan sebagainya.
Xiao ye mendengar ini ingat dengan kebingungan dulu, dia agak bingung dengan pikiran dari Kultivator, apalagi aliran hitam, mereka aktif hancurkan puluhan desa atau beberapa kota kecil, maksudnya ini untuk apa? Apakah untuk reputasi? Atau apa?
Orang-orang desa kebanyakan mencari uang dari bertani atau berburu, rata-rata yang didapat sekitar 30-40 perunggu, dari kota kecil juga sama, rata-rata yang didapat sekitar 50-1 perak, sementara pejabat Kekaisaran hanya mendapat sekitar 3-10 perak, berbeda sangat jauh dengan kota sedang dan kota besar.
Apalagi mereka yang bekerja untuk keluarga besar, rata-rata bisa dapat 15-40 perak, bahkan pekerjaan terendah bisa dapat 1 perak, ada lebih jauh lagi dari ini.
Mereka, Kultivator, rata-rata uang yang mereka dapat bisa 70-10 emas, yang paling rendah bisa dapat 10-50 perak, mereka bisa karena menjual obat-obat herbal, memburu binatang buas, atau merampok.
Pedagang bisa dapat lebih dari 1-25 emas, jika laku habis bisa dapat sampai 50-100 emas, ahli senjata dan alkimia, mereka bisa dapat lebih banyak dari ini, tapi dari ini semua, kenapa hanya desa dan kota kecil, apakah karena lemah? Benar, tapi apakah mereka banyak uang? Jelas, mereka tidak punya apa-apa, tapi kenapa Kultivator masih membunuh mereka, Atau apakah mereka tidak ingin bakat?
Xiao ye ingat kembali, di kehidupan sebelumnya, saat menjadi Kaisar, dia mengumpulkan para menterinya untuk menghitung berapa presentase dari seorang jenius, atau Kultivator kuat.
Awalnya dia hanya iseng, tapi saat mengetahui hasilnya dia ternganga, 40% Kultivator jenius berasal dari kalangan orang biasa, sisanya adalah keluarga besar, sementara Kultivator kuat 80% dari kalangan biasa juga, sisanya keluarga besar.
Saat hasil ini dipublikasikan banyak orang sama terkejut dengan dirinya, Kultivator mengira semua hasil ini bualan, karena bakat tinggi hanya bisa didapat dengan Tulang tinggi, tapi saat semua Sekte membuktikannya sendiri, mereka malah tambah terkejut.
Tidak satu atau dua tapi banyak Sekte, mau Aliran Putih atau hitam, mereka membenarkan hasil buatanya, setelah ini, karnaval terjadi untuk orang biasa. Kekacauan yang terjadi selama puluhan tahun terhenti selama beberapa tahun karena kejadian iseng ini.
Itu puluhan tahun mendatang, tapi sekarang walaupun presentase turun tapi masih tetap banyak kan?
Pikiran bingung dan tidak masuk akal memenuhi pikirannya, tapi Xiao ye menahannya dan membiarkan bertanya dengan ayahnya nanti, atau mungkin orang lain.
Di tasnya Xiao ye keluarkan 70 perak, dia membawa sekitar 100 emas, dan 80 perak, ini dia dapatkan dan dikumpulkan dari uang jajan dan hadiah ulang tahun, kebutuhan Xiao ye selama ini tidak pernah kurang, mau itu makanan enak, pil dan obat-obatan lainnya, jadi uang ini selalu tidak terpakai dan dia akan selalu simpan.
Ini pertama kali baginya mengeluarkan uangnya, setelah membagikan kepada mereka Xiao ye menggendong tasnya kembali.
Saat kami ingin berjalan keluar, tiba-tiba salah satu pintu dari rumah terbuka dan keluar pria berotot sama dengan yang ada di dalam rumah besar tadi.
Jalannya sempoyongan dan matanya tidak menentu, para wanita ketakutan, tapi mereka tidak ada yang berteriak, mereka malah menatap kami berdua.
Kami saling memandang dan senyum muncul diwajahnya, "Ayah, biarkan aku membunuhnya." dia berjalan pelan kearah pria tersebut.
"Jangan Xiao ye, ikat saja dia, kami perlu menanyakan Informasinya, kamu membunuh mereka semua didalam dan tidak tersisa satupun, jadi kami tidak tahu Informasi musuh, dengan adanya orang ini kita bisa mendapat banyak informasi." Kata ayahnya.
Xiao ye berhenti, setelah mendengar kata-kata ayahnya dia tiba-tiba teringat kata-kata pria berotot tadi, "Ayah aku lupa sesuatu?"
"Apa?" Tanyanya kebingunan, "Aku mendapat informasi kalau sepertinya bandit ini berhubungan dengan Sekte Kalajengking Hitam." ucap menjelaskan.
Ayah sedikir terkejut, setelah itu berkata dengan tenang, "Ohh, kalau begitu lebih bagus, kita akan menanyakan semua Informasinya, dan selama perjalanan kita akan habisi mereka sampai akar-akarnya."
Xiao ye merasa sangat semangat, dia memikirkan muka jelek dari Sekte Kalajengking Hitam setelah mendengar berita bawahan mereka hancur.
Karena lawannya dalan kondisi tidak siap, Xiao ye malas mengbangunkannya, dia melempar jarum dan menjatuhkannya.
Setelah itu ayah berjalan kearah para wanita, dan menunjuk rumah pria berotot itu, "Rumah ini akan menjadi rampasan kami, sisa rumah milik kalian."
Para wanita tidak tahu apa maksudnya, tapi beberapa wanita pintar langsung keluar barisan, berlari kearah rumah lain, wanita lain akhirnya mengerti maksudnya, mereka langsung berpencar dan meninggalkan kami berdua.
"Baiklah, semuanya orang sudah tidak ada, waktunya kita interogasi orang ini."
"Hehehe... Interogasi."
Kami menyeret pria berotot itu masuk ke rumahnya dan memulainya.