Ini novel pertama ku,smoga suka
"tuan tolong hentikan,ssshhh sakit...."
Pria bertubuh kekar itu menarik paksa tangan Delia, dia membawa delia masuk kedalam kamar nya dan menghempaskan tubuh delia ke atas ranjang yang berujuran king size
"tolong bantu aku hhmmmm,aku akan membayar untuk pelayanan mu malam ini "
Silahkan mampir dicerita ku ini, smoga pada suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aspriyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Nyonya Lena tadi nya ingin menjemput Delia di dapur karena terbilang lama mengambil cemilan ,dia melihat dan mendengar apa yang dibicarakan oleh Gilang dan Delia membuat dia tersenyum. Dia senang kalau gilang bisa lebih aktif seperti ini,bik rani juga ikut senang.
Saat melihat gilang berbalik,nyonya Lena langsung memberikan kode pada bik rani agar langsung meninggalkan mereka . Mereka kembali berjalan ke halaman belakang,mereka akan menunggu disana. Apalagi hari masih pagi ,mereka akan membiarkan Delia dan Gilang berduaan lebih lama .
Gilang sudah berjalan meninggalkan Delia yang masih sibuk di dapur,dia kembali ke halaman belakang dengan senyuman tipis di bibir nya . Ini kesempatan untuk nya, dia akan mulai memperlihatkan pesona nya saat berjalan berdua dengan Delia.
Ucapan ibu nya yang mengatakan kalau masih calon suami ,blom jadi suami nya. Membuat gilang ingin mencoba mencari kesempatan untuk mendekati Delia,walaupun hanya sebentar. Dia berharap ada kenangan yang tersimpan nanti nya ,siapa tau dia akan berjodoh dengan Delia.
Gilang duduk didekat ibu nya sambil menunggu Delia datang,karena dia melihat kalau Delia sudah selesai membuat cemilan nya dan tinggal mengangkat saja. Sehingga ngak butuh waktu lama membuat Delia sudah ada didepan nya, tapi ngak duduk melainkan meletakan nampan berisi toples yang berisi cemilan di atas meja .
"Hmmm....del,Kamu siap-siap sekarang saja . Biar kita ngak kelamaan pulang nya " ucap Gilang dengan pelan
Nyonya Lena merasa senang tapi dia berpura pura menatap ke arah Gilang,meminta jawaban dengan apa yang dia katakan pada Delia tadi.
"mau kemana lang ?" tanya nyonya Lena yang menatap ke arah Gilang
"mau ke bank bu,mau buat rekening untuk Delia biar aku enak transfer saat dia gajian. Nanti kami juga mau singgah ke mall bentar,mau beli ponsel untuk Delia biar bisa Video call dengan nenek nya " jelas Gilang sambil menatap mata nyonya Lena.
Delia yang baru selesai meletakan cemilan di atas meja ,hanya bisa menganggukan kepala nya saja kemudian dia melangkah meninggalkan mereka menuju kamar nya .
"apa ada yang ibu ingin kan ? nanti biar gilang belikan sekalian " tanya Gilang dengan pelan
"Hhmmm....ibu pengen beli roti keju,kamu tau kan roti kesukaan ibu ? di toko Ratna ya Lang,ibu ngak mau yang lain. Udah lama ibu ngak makan roti keju buatan ratna" jawab nyonya Lena dan gilang hanya menganggukan kepala nya.
Gilang tau kalau ibu nya itu ingin membuat pemilik toko roti kesukaan nya kesal,karena dulu nyonya Lena pernah di anggap sepele sama mama nya ratna karena nyonya Lena ngak mau menjodohkan Gilang dengan ratna . Nyonya Lena bilang kalau gilang masih sibuk dan belum memikirkan hal itu,tapi karena kesal mama nya ratna mengatakan
"Alah,pasti gilang itu jeruk makan jeruk. Dari dulu di jodohin sama cewek tapi ngak mau ,alasan masih sibuk kerja "
Ucapan mama nya ratna membuat nyonya Lena tersinggung,dia juga merasa kesal dengan anak nya karena tidak pernah mau dijodohkan dengan anak teman-teman nya . Mama nya ratna merupakan teman nya saat mulai dulu ,apalagi mama nya ratna sangat suka membuat kue dan roti sehingga dia membuka toko roti .
Masakan nya juga enak,makanya nyonya Lena lebih senang membeli disana. Walaupun ada rasa ngak suka karena mulut mama nya ratna sangat cerewet dan ingin tau apa pun,membuat nyonya Lena kesal tapi tetap makanan buatan nya enak.
"iya ma.....nanti aku belikan " ucap Gilang, dia pun berdiri saat Delia berjalan mendekati mereka.
"Bu....aku pergi sebentar ya" ucap Delia, dia ngak mungkin langsung pergi gitu saja makanya dia berpamitan pada nyonya Lena.
"hati hati ya del,pegangin tangan gilang. Takut nya kamu ditinggalkan dia ,gilang kalau jalan suka ngak inget sama yang dia bawa . Suka jalan duluan bahkan pulang duluan, nanti kamu ketinggalan " jawab nyonya Lena sambil tertawa kecil
Wajah Delia terlihat terkejut,dia jadi bingung mau ikut apa ngak . Mana mungkin dia memegangi tangan gilang,jika dia ditinggal bagaimana dia mau pulang karena dia belum mengetahui daerah disini .
"Ayo,kenapa malah bengong di sana ?" ucap Gilang dengan tatapan mengarah pada wajah Delia.
Delia masih belum bergerak, dia masih melihat Delia diam saja dengan wajah bingung nya. Gilang tersenyum kecil dan menarik tangan Delia dengan cepat membuat Delia terkejut, gilang terus menarik pergelangan tangan Delia hingga membuka kan pintu untuk Delia seperti seorang kekasih.
"eh....makasih tuan muda " ucap Delia yang merasa ngak enak hati.
Gilang pun menjalankan mobil nya menuju bank dimana dia memiliki rekening disana,hanya butuh beberapa menit saja hingga mereka sampai disana. Terlihat wajah Delia menelisik setiap jalanan semenjak mereka keluar dari pekarangan rumah gilang,Delia tersenyum sesekali melihat jalanan yang dipenuhi oleh pepohonan yang rindang di pinggir jalan
"sudah sampai,ayo turun " ucap Gilang saat mobil nya sudah terparkir didepan sebuah bank swasta.
Delia pun turun dan mengikuti langkah kaki Gilang memasuki ruangan bank tersebut,mereka berjalan beriringan dengan saling menjaga jarak. Benar kata nyonya Lena,jalan gilang terbilang cukup cepat. Mungkin karena dia memiliki kaki yang panjang, makanya jalan nya juga terbilang cepat
"Duduk lah del,berkas nya sudah disiapkan. Kamu tinggal tanda tangan saja " ucap Gilang,dia sudah lebih dulu menelpon bagian bank karena memang dia sudah mengetahui nomor ponsel pemilik nya.
Apalagi perusahaan gilang bekerja sama dengan bank itu,sehingga dia ngak perlu mengantri untuk membuka rekening . Kini dia sudah berada didalam kantor pemilik bank,Delia hanya perlu tanda tangan kemudian gilang langsung mentransfer sejumlah uang dalam jumlah besar karena Delia sudah membuat ibu nya sadar.
"pak gilang sudah datang, dari tadi saya tungguin lho "
Tiba tiba seorang wanita yang cukup cantik dan bertubuh seksi masuk ke dalam ruangan itu,dia berjalan melenggak-lenggok didepan gilang sambil tersenyum dengan senyuman manis nya.
Gilang hanya diam saja ,dia ngak mau menjawab ucapan wanita itu karena dia tau kalau wanita yang merupakan manager di bank itu menyukai nya. Dia tidak ingin memberikan harapan pada wanita itu, dia ingin membuat wanita itu tau kalau dia tidak menyukai nya .
"Hhmmm....ini siapa pak gilang ?" tanya wanita itu dengan nada manja nya.
"Ini Delia,calon istri saya . Sekarang tinggal di rumah bersama ibu,makanya aku harus buatkan rekening atas nama nya. Aku ngak mau nanti ibu pengen sesuatu dan aku ngak ada dirumah,kau tau bagaimana ibu kan ?" jelas Gilang membuat Delia terkejut.
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘