Kayla selalu gagal dalam membina hubungan dengan pria. Ia selalu saja di tinggal menikah.
Sebenarnya Kayla menerima takdir jika ia di tinggalkan kekasihnya menikah dengan orang lain, tapi ia tidak terima jika di tuduhkan menjadi penghalang mantan kekasihnya memiliki keturunan dengan istrinya.
Mampukah Kayla melawan tudingan itu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Efelin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Gerrard merasa kejadian tadi menguatkan perasaannya bahwa ia sudah jatuh cinta pada Kayla dan Kayla pun sebaliknya.
Sesaat mereka terdiam, berusaha untuk menetralkan jantung yang tadi berdetak kencang.
" Mari pak. " ujar Kayla mempersilahkan Gerrard untuk duduk.
" Wah, sepertinya kamu sedang makan ya? " tanya Gerrard saat melihat beberapa hidangan ada di meja.
" Iya pak. Maaf sebentar saya bereskan dulu. "
" Tidak perlu, justru jika kamu tidak keberatan, saya boleh ikut makan? "
" Tapi hidangannya hanya begini. "
" Justru itu yang perlu saya coba, sesekali mencicipi masakanmu. "
" Baiklah, semoga bapak tidak kecewa. Sebentar saya ambilkan piringnya. "
Kini Gerrard dan Kayla sedang makan siang bersama di kostan Kayla.
" Wah, ini enak, apa ini? " tanya Gerrard.
" Itu perkedel, pak. Biasanya memang dari kentang tapi itu dari kepiting. " jawab Kayla.
" Bisa kamu buatkan untukku? Aku pesan 50 buah. "
" Tapi tidak bisa sekarang untuk sebanyak itu, saya harus memesan kepitingnya dulu. "
" Baiklah, beri tahu jika nanti sudah siap. "
Gerrard sangat menikmati hidangan yang ada. Tadinya Kayla akan makan dengan perkedel kepiting, tumis sayur kangkung, dan tahu tempe goreng. Tapi ia menambahkan persediaan makan malamnya yakni ikan bakar, udang balado dan sambal terasi karna Gerrard mengatakan ingin ikut makan.
" Jika makanannya seperti ini terus, sepertinya aku harus menambah jam olahragaku. " ujar Gerrard setelah selesai makan.
" Bapak bisa saja. Saya berterima kasih bapak menikmati masakannya. " ucap Kayla.
Kini mereka berbincang sederhana hingga Gerrard pamit pulang.
Seminggu kemudian, pesanan perkedel Gerrard sudah selesai dan kini Gerrard sudah di kostan Kayla.
" Terima kasih Kay, kamu sudah membuat pesanan saya. " ucap Gerrard.
" Sama-sama pak. Semoga rasanya seperti yang diharapkan. "
" Apa saya boleh minta tolong sekali lagi? "
" Apa itu pak, jika bisa, akan saya usahakan. "
" Temani saya ke pesta ulang tahun pernikahan rekan kerjaku. "
" Apa bapak tidak salah, mau mengajak saya ke acara seperti itu. Saya takut nanti bapak malah mendapat hal yang kurang berkenan? "
" Saya tidak salah, Kay. Masalah yang kau takutkan tidak akan terjadi. "
" Mengapa bapak tidak mengajak orang yang bapak sukai, kan tempo hari bapak bilang sedang jatuh cinta? "
" Saya memang sedang jatuh cinta dan sedang berusaha membuat dia tahu apa yang ku rasa. "
Kayla bingung akan kalimat ambigu Gerrard.
" Bapak bisa jamin tidak ada yang protes jika saya pergi dengan bapak? "
" Saya jamin 1000 persen. "
Kayla akhirnya bersedia menemani Gerrard.
" Kapan acaranya, pak? "
" Minggu depan. "
" Semoga saya tidak mengecewakan bapak. "
Hari telah senja dan Gerrard pamit meninggalkan kostan Kayla.
Hari terus berjalan dan hari Jumat telah tiba. Saat jam pulang kerja hampir tiba, resepsionis memberi tahu Kayla bahwa ada tamu menunggunya di lobi.
" Siapa ya, perasaan tidak ada yang janjian. " gumam Kayla saat menuju lobi.
Tiba di lobi, Kayla terkejut karna tamu yang dimaksud adalah Gerrard.
" Sore pak. " sapa Kayla saat bertemu Gerrard.
" Sore Kay, saya sengaja datang menjemputmu. "
" Tapi pak... "
" Saya tunggu di ruang tunggu itu ya. "
" Baik pak. Terima kasih "
Gerrard dan Kayla menuju ruang tunggu di lobi dan setelahnya Kayla berlalu meninggalkan Gerrard.
Jam pulang kerja telah tiba. Kayla segera berbenah karna merasa tidak nyaman jika Gerrard menunggu terlalu lama.
" Kok aku jadi grogi begini sih? " tanya Kayla dalam hati ketika hendak melangkah keluar ruangannya.
Kayla menghampiri Gerrard dan mereka berjalan beriringan menuju parkiran. Setiba di mobil, Gerrard membuka pintu dan mempersilahkan Kayla untuk masuk.
Saat mereka berdua sudah berada dalam mobil, Gerrard memberikan Kayla goodie bag yang berisi gaun.
" Maaf sebelumnya tapi tolong terima ini dan pakai untuk acara besok. " ucap Gerrard.
" Baik pak, terima kasih. " ujar Kayla.
Kayla merasa pasti Gerrard menginginkannya berpenampilan yang baik karna yang akan di temaninya besok adalah seorang pengusaha muda sukses.
Gerrard terlebih dahulu mengajak Kayla untuk makan malam sebelum mengantarnya pulang.
Setelah membersihkan diri, Kayla membuka goodie bag yang diberikan Gerrard tadi. Ia sangat terkejut ketika melihat isinya.
" Inikan gaun yang di factory outlet tempo hari. Kok pak Gerrard tahu aja aku suka. " ucap Kayla.
Kayla pun mencoba gaun tersebut dan lagi-lagi ia terkejut karna ukuran gaun tersebut pas di tubuhnya.
" Kok pak Gerrard seperhatian begini? Atau ini hanya kebetulan? " tanya Kayla dalam hati.
Kayla pun membereskan gaun itu dan segera beristirahat. Keesokan harinya, Kayla pergi ke salon. Ia tidak ingin mengecewakan Gerrard.
Siang hari, Gerrard datang menjemput Kayla. Gerrard sangat terpukau melihat penampilan Kayla.
" Bapak kenapa melihat saya seperti itu, apa kurang cocok ya? " tanya Kayla.
" Eh...sangat cocok sekali. " jawab Gerrard yang tersadar dari kekagumannya.
" Kalo begitu, mari kita berangkat, takut kena macet. Tidak enak kalo bapak datang terlambat. " ucap Kayla sambil mengambil tasnya.
Akhirnya mereka telah berada di tempat acara. Para tamu nampak kaget melihat Gerrard yang selama ini terkenal cuek terhadap wanita, kini menggandeng wanita cantik.
Gerrard dan Kayla menghampiri yang punya acara.
" Selamat untuk pak Andi dan ibu Audi atas usia pernikahan yang langgeng sampai saat ini. " ucap Gerrard.
" Terima kasih pak Gerrard. " ujar ibu Audi.
" Wah, ternyata pak Gerrard sudah punya calon, sayang putri saya lebih memilih karir daripada berkeluarga. " kelakar pak Andi.
" Pak Andi bisa saja. Maaf kami mohon pamit karna banyak tamu mengantri. " ujar Gerrard.
Kini Gerrard dan Kayla sedang menikmati hidangan yang ada.
Ketika Kayla hendak mengambil buah potong, ternyata ada yang menghampirinya.
" Wah, ternyata ada pelakor di sini. Siapa lagi yang akan menjadi mangsamu? " kata Vinka.
Kayla yang tidak merasa ia sedang di sapa, berlaku cuek saja dan tentu membuat Vinka geram.
" Hei, teman-teman, perhatikan wanita ini. " ujar Vinka pada rekannya yang ada di dekatnya.
" Ada apa dengan dia, Vinka? " tanya teman Vinka.
" Dia itu adalah... " ucapan Vinka terpotong.
" Tolong hormati tuan rumah yang punya acara. Jangan membuat keributan di sini. " tiba-tiba Gerrard datang.
Sontak teman-teman Vinka terdiam melihat siapa yang berbicara. Tentu saja mereka tidak mau mengambil resiko yang nantinya bisa merusak reputasi orang tua mereka.
Sesaat Vinka terpaku melihat Gerrard yang selama ini ia kagumi. Di saat itulah, Gerrard memberi kode pada Kayla untuk pergi.
Akhirnya tanpa Vinka sadari, Kayla sudah meninggalkannya bahkan keluar dari gedung acara.
Gerrard yang melihat itu, segera menyusul dengan terlebih dahulu memberi peringatan.
" Jangan kalian rusak nama baik orang tua dengan melakukan tindakan yang tidak seharusnya di lakukan oleh orang terhormat seperti kalian. "
Gerrard berlalu untuk mengejar Kayla. Kayla nampak bingung di parkiran karna ia merasa telah mengecewakan Gerrard yang telah mengajaknya ke acara itu.