Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kau Siakan

Wanita Yang Kau Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Demi menepati janji masa lalu, Mahira memilih hidup sederhana dan menjadi istri yang berbakti bagi Ziko, seorang pengusaha sukses di Bandung.

Namun, ketulusan Hira justru dibalas dengan dinginnya sikap Ziko dan hinaan bertubi-tubi dari ibu mertuanya.

Hira kerap dianggap wanita tak berpendidikan yang hanya menjadi beban keluarga. Padahal, di balik layar, koneksi rahasia Hiralah yang membuat bisnis Ziko terus meroket.

​Penderitaan Hira mencapai puncaknya ketika sebuah kesalahpahaman sengaja diciptakan untuk menjebaknya. Saat Ziko terang-terangan melukai harga dirinya demi wanita lain, kesabaran Hira akhirnya habis. Ia memutuskan melangkah pergi dan menyetujui perceraian tanpa meminta harta sepeser pun.

​Kepergian Hira menjadi awal kehancuran dunia Ziko. Rumah yang tadinya hangat berubah menjadi asing, dan rahasia besar di balik sukses bisnisnya perlahan terbongkar. Di sisi lain, Hira bangkit menunjukkan identitas aslinya sebagai wanita berkelas dan berpengaruh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Senyum Licik Ibu Mertua

   ​Pagi itu, langit digelayuti awan kelabu yang menggantung rendah. Udara dingin sisa hujan semalam masih terasa menggigit kulit.

   Di dalam rumah megah milik Ziko, suasana sepi sudah tercipta sejak pukul tujuh pagi. Ziko dan Clarissa telah berangkat lebih awal untuk menghadiri pertemuan prapresentasi dengan salah satu rekan bisnis di kawasan pusat kota.

   ​Mahira baru saja menyelesaikan tugasnya membersihkan area lantai bawah. Hari ini, ia memiliki jadwal penting yang tidak bisa ditunda.

   Seminggu yang lalu, ia sudah berjanji kepada salah seorang kerabat lamanya di daerah pinggiran kota untuk mengantarkan beberapa potong pakaian hangat dan mukena titipan mendiang ayahnya.

   Jaraknya cukup jauh, dan Mahira berencana menggunakan mobil sedan tua berwarna perak miliknya, satu-satunya kendaraan yang ia bawa dari desa dan diizinkan Ziko terparkir di sudut garasi.

   ​Mahira melangkah menuju area dapur untuk berpamitan kepada mertuanya yang sedang duduk santai di meja makan sambil menyesap teh hangat.

   ​"Bu," panggil Mahira lembut, berdiri dengan jarak yang sopan. "Saya mau izin pergi sebentar untuk mengantarkan amanah titipan Almarhum Ayah ke daerah ujung kota. Mungkin saya akan pergi sampai siang."

   ​Bu Rani tidak langsung menjawab. Ia meletakkan cangkir tehnya dengan dentingan sengaja yang lambat, lalu melirik pakaian rapi Mahira, sebuah dress polos berwarna marun dengan pita di belakang. Tatapan matanya seketika memancarkan rasa tidak suka yang amat kentara.

   ​"Pergi? Jam segini?" dengus Bu Rani dengan nada sinis. "Kamu itu senangnya keluyuran ya, Mahira. Rumah baru saja ditinggal Ziko kerja, kamu sudah gatal mau keluar. Memangnya pekerjaan rumah sudah beres semua?"

   ​"Sudah, Bu. Lantai sudah dipel, pakaian Mas Ziko sudah disetrika, dan makan siang untuk Ibu sudah saya siapkan di dalam tudung saji," jawab Mahira, tetap mempertahankan intonasi suaranya yang lembut dan penuh hormat. Sebagai seorang istri, ia ingin menuntaskan baktinya tanpa cela hingga detik terakhir.

   ​Bu Rani berdecak jengkel, membuang mukanya ke arah halaman. "Ya sudah! Sana pergi! Bikin mata saya sepet saja melihat kamu di sini."

   ​"Terima kasih, Bu. Saya pamit," ucap Mahira seraya mengulurkan tangan untuk bersalaman. Namun, Bu Rani dengan cepat menarik tangannya menjauh, menolak sentuhan Mahira seolah-olah kulit menantunya itu dipenuhi kuman.

   ​Mahira hanya tersenyum tipis, memaklumi penolakan itu dengan ketenangan yang sudah membatu di dalam dadanya. Ia berbalik dan melangkah menuju garasi samping.

   ​Di balik punggung Mahira, seulas senyum kelicikan perlahan terbit di wajah Bu Rani. Wanita tua itu melirik ke arah gantungan kunci mobil di dekat pintu dapur, lalu melirik ke luar jendela dengan tatapan penuh kepuasan yang kejam.

   ​Mahira membuka pintu kemudi sedan tuanya. Ia meletakkan tas kain berisi barang-barang amanah di kursi penumpang, lalu menduduki kursi kemudi. Ia memasukkan kunci dan memutar tuas kontak. Mesin mobil tua itu terbatuk sejenak sebelum akhirnya menyala dengan suara yang agak kasar.

   ​Namun, saat pandangan Mahira terlempar ke arah papan instrumen di balik kemudi, alisnya seketika bertaut.

   ​Jarum indikator bahan bakar berada di titik paling bawah, bersandar pasrah di atas garis merah Empty. Lampu peringatan bensin menyala berkedip-kedip dengan warna kuning pekat.

   ​Mahira tertegun. Dua hari yang lalu, ia ingat betul baru saja mengisi tangki mobil ini hingga setengah penuh dalam perjalanan pulang dari pasar. Mobil ini tidak pernah disentuh oleh siapa pun kecuali dirinya. Tidak mungkin bensinnya bisa menguap habis dalam waktu singkat secara alami, kecuali ada seseorang yang sengaja menyedotnya keluar.

   ​Mahira menoleh ke arah jendela dapur yang menghadap langsung ke garasi. Di balik tirai tipis, ia bisa melihat siluet Bu Rani yang sedang mengintip dengan senyuman mengejek yang tertahan.

   ​Tindakan itu terlalu jelas. Bu Rani sengaja menghabiskan bensin mobilnya agar Mahira terjebak, tidak bisa pergi, atau setidaknya mengalami kesulitan besar di jalan.

   Wanita tua itu tahu betul bahwa daerah yang akan dituju Mahira tidak dilewati oleh jalur transportasi yang mudah, dan Mahira harus menggunakan angkutan umum jika ingin tetap pergi.

   ​Rasa ingin membela diri atau melabrak mertuanya sempat terlintas, namun Mahira segera menekannya rapat-rapat. Kemarahan hanya akan merusak keanggunan rencananya.

   ​"Jika ini yang Ibu inginkan... maka saya akan mengikutinya," bisik Mahira pelan pada kemudi mobilnya.

   ​Ia mematikan mesin, mengambil tas kainnya kembali, lalu melangkah keluar dari garasi dengan kepala tegak. Ia tidak sudi memperlihatkan wajah frustrasi yang sangat dinantikan oleh mertuanya.

   ​Perjalanan menggunakan angkutan umum ternyata jauh lebih menguras tenaga daripada yang Mahira bayangkan. Udara Kota Bandung yang tadinya sejuk mendadak berubah menjadi terik yang menyengat ketika awan kelabu bergeser.

   Mahira harus berganti angkutan kota sebanyak tiga kali, berdesakan di dalam kabin kendaraan yang panas dan pengap, ditambah dengan kondisi fisiknya yang sebenarnya belum pulih seratus persen dari demam kemarin.

   ​Debu jalanan dan asap kendaraan membuat napasnya terasa agak sesak, namun ia tetap mendekap tas kain titipan almarhum ayahnya dengan erat. Fokus utamanya adalah menuntaskan amanah ini secepat mungkin.

   ​

1
Sri Widiyarti
balasan keaombonganmu Ziko...
Sri Rahayu
hancur....hancur sudah diri mu Ziko karena pelihara ular berbisa Clarissa... kamu dan ibu mu yg sombong dan se mena2 skrg menerima karma nya 🙃🙃🙃🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
kasihan deh lo Ziko 🤪🤪🤪🤪🤪
Sri Rahayu
rasain Ziko 🤪🤪🤪🤪🤪
Sri Rahayu
ayolah Ziko jgn ganggu Mahira lg....dia bukan istri mu skrg ...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
yaiyalah Mahira tdk akan kembali dan menolong mu Ziko....cari aja jalang mu si Clarissa 🤪🤪🤪🤪🤪
Nasir: Wkwkwk... Clarissa aja udah kabur bawa duit Ziko.. 😄😄
total 1 replies
Danny Muliawati
kapok kamu Ziko
Nasir: Lanjutkan ya Kak...
total 1 replies
Danny Muliawati
bagus jln cerita nya ampe ikut sebel sm mertua d suami Hira ayo semangat thor
Nasir: Lanjut ya Kak sampai tamat.
total 1 replies
Danny Muliawati
sdh ga sabar pengen liat Clarissa d bu ranu d ziki andai tau group Wijaya punya hira
Danny Muliawati
tunggu aza yah siapa yg menanam itu yg menuai bu mertua d suami iblis
Danny Muliawati
ya ampun ampe segitu nya pengorbanan kamu Hira apa nunggu km terbujur kaku tampa ada pembalasan oh suami d mertua ... jd gemes
Danny Muliawati
Mahira bicara mu bgt elegan ayo jangan di tunda perlihatkan jati diri d kemampuan km
Sri Widiyarti
sayang penyesalan dah ga guna Ziko...
Dokkan Battle
terlalu di drama drama kan
Sri Rahayu
terlalu bnyk dan menyakitkan luka yg kalian torehkan terhadap Mahira, lbh2 dgn perselingkuhan mu... jgn salahkan Mahira kl dia menutup mata dan hatinya trhdp kalian🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Ziko...Ziko...kamu ma ibu mu sama saja...tdk akan Mahira melihat mu karena sakit yg sdh kalian torehkan 🤪🤪🤪... lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Apapun usahamu tdk akan berhasil Ziko , Mahira tdk akan sudi untuk kembali bersama dgn mu .
Ai Oncom
Bagus..
Ai Oncom
baru baca.. mampir lg di karya kakak..
Nasir: Mksh Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ma Em
Itulah akibat kesombongan mu dan ibumu Ziko yg selalu merendahkan orang tdk tahunya orang yg sering dihina dan di rendahkan orang yg kekayaan nya lbh dari Ziko dan Ziko mah tdk ada apapa nya kalau dibandingkan dgn kekayaan Mahira .
Nasir: Iya betul... rasain ya Ziko.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!