Indonesia
NovelToon NovelToon
Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Berawal dari Kesialan Hidup, membuat Kevin Sanjaya Bangkit dengan bantuan Meteorit dan buku pemberian Kakeknya "Kitab Medis Surgawi"

Beberapa hal dari hidupnya seketika berubah, tiga wanita cantik, Asosiasi Super Power Nasional, bahkan mendapat Cacing Emas Gu Legendaris untuk memperkuat tubuhnya.

Namun, perjalanan Kevin Massi Panjang. Dan, kali ini dia menjadi target organisasi terkuat dunia 'Demonic' dalam memperebutkan 5 Artifak Medis Legendaris, yang di percaya bisa membuat pemiliknya hidup abadi.

Apa saja yang akan di lewati Kevin Sanjaya, di season 2 kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Poin Kontribusi

Setelah menghabiskan satu malam di rumah, keesokan harinya Kevin kembali berangkat karena masih memiliki beberapa urusan yang harus diselesaikan.

Di tengah perjalanan, dia menerima telepon dari Nona Amel. Kevin langsung menyapanya sambil tersenyum,

“Nona Amel, ada apa mencariku?”

“Ada dua hal,” jawab Nona Amel. “Pertama, hadiah untuk penangkapan Murid Raja Racun sudah dicairkan. Kau perlu datang mengambilnya.”

“Kedua, perwakilan dari Divisi Lainnya sudah kembali. Kedua Kepala Devisi secara khusus meminta bertemu denganmu.”

“Aku tidak tertarik!”

Kevin langsung menolak.

Sekarang dia sudah memiliki buku merah kecil milik Biro Super Nasional. Jadi, dia sama sekali tidak peduli dengan identitas siapa pun.

Terlebih lagi, hubungannya dengan Divisi Langit sedang tidak baik. Dia juga tidak melihat alasan untuk bertemu dengan perwakilan Divisi lainnya.

“Itu mungkin keputusan terbaik,” kata Nona Amel dengan tenang. “Bertemu mereka juga tidak akan memberimu keuntungan apa pun.”

Kevin langsung merasa lega.

Nona Amel memang bisa diandalkan.

Dia tertawa kecil.

“Kalau uang hadiahnya tetap akan kuambil. Aku sedang butuh uang untuk membeli beberapa mentimun.”

“Selain itu, ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu.”

“Baik. Aku akan menunggumu di markas,” jawab Nona Amel.

Satu jam kemudian, Kevin tiba di markas Biro Super Nasional dan langsung berjalan menuju ruangan Nona Amel.

Begitu melihat kedatangan Kevin, Jesika langsung berseri-seri.

“Kevin, sekarang kau bisa memberiku uang yang kau janjikan, kan?”

“Tentu saja.”

Kevin mengangguk serius.

“Sekali berjanji, aku pasti menepatinya. Bagaimana mungkin aku menipumu?”

“Hebat!”

Jesika tampak sangat gembira. Dia bahkan menepuk dadanya dengan puas.

“Kevin, kalau suatu hari kau membutuhkan bantuanku, katakan saja. Aku pasti akan membantumu!”

“Tentu. Kalau nanti aku membutuhkan bantuanmu, aku pasti akan mencarimu.”

Kevin tersenyum melihat antusiasmenya.

Investasi ini ternyata sudah mulai membuahkan hasil.

Setidaknya, dia berhasil mendapatkan niat baik Jesika. Kemampuan gadis itu juga pasti akan sangat berguna untuk urusannya di masa depan.

Saat itu, Nona Amel menyerahkan sebuah kartu bank kepada Kevin.

“Ini kartu baru yang diterbitkan oleh Biro Super Nasional untukmu.”

“Kartu ini memberimu hak jalur khusus di bank mana pun, selain berbagai fasilitas lainnya.”

“Setelah dikurangi satu miliar yang sebelumnya kau gunakan secara berlebihan dan dua miliar yang diberikan kepada Jesika, masih tersisa bonus dua miliar untukmu.”

“Lumayan.”

Kevin menatap kartu bank berwarna emas gelap tersebut, lalu tertawa.

“Nona Amel, kalau begitu aku ingin bertanya. Di mana Biro Super Nasional menjual wortel dan mentimun? Aku ingin membeli beberapa.”

“Sayuran itu dikembangkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan. Tempat penanamannya bukan di sini, tetapi ada pengiriman setiap hari.”

Nona Amel kemudian berkata,

“Aku akan membawamu ke ruang penukaran.”

“Baik!”

Mengikuti Nona Amel, Kevin tiba di ruang penukaran beberapa menit kemudian.

Begitu melihat apa yang tersedia di sana, kedua matanya langsung berbinar.

“Wow!”

Kevin menatap rak-rak yang dipenuhi berbagai macam buah dan sayuran.

“Wortel, mentimun, persik, apel, pisang...”

“Ini benar-benar surga buah dan sayuran!”

Kevin sampai melongo melihat berbagai hasil bumi segar yang tersedia di hadapannya.

Wortel: 10 juta per buah atau 1 Poin Kontribusi.

Pembelian menggunakan uang tunai dibatasi maksimal lima buah per hari, tetapi tidak ada batasan jika menggunakan Poin Kontribusi.

Mentimun: 50 juta per buah atau 5 Poin Kontribusi.

Pembelian menggunakan uang tunai dibatasi maksimal tiga buah per hari, sedangkan dengan Poin Kontribusi tidak dibatasi.

Pisang: 30 Poin Kontribusi per buah.

Apel: 80 Poin Kontribusi per buah.

Persik: 200 Poin Kontribusi per buah.

“Apa itu Poin Kontribusi?”

Mata Kevin masih terpaku pada buah-buahan di depannya.

Jelas sekali Poin Kontribusi sangat berharga.

Kalau satu poin setara dengan sepuluh juta berdasarkan harga wortel, nilainya memang luar biasa.

Ketika melihat harga satu persik yang mencapai dua ratus point, sudut mulut Kevin langsung berkedut.

“Ini terlalu mahal!”

Nona Amel menjelaskan dengan lembut,

“Poin Kontribusi mencerminkan jasa seseorang terhadap Biro Super Nasional.”

“Pada dasarnya, itu merupakan ukuran seberapa besar kontribusimu kepada negara.”

“Semakin banyak Poin Kontribusi yang kau miliki, semakin banyak pula barang yang bisa kau tukarkan.”

“Seperti yang sudah kau lihat, banyak barang terbaik di sini tidak bisa dibeli menggunakan uang. Kau hanya bisa mendapatkannya dengan Poin Kontribusi.”

Kevin mengangguk.

Dia akhirnya memahami alasannya.

Kalau wortel saja sudah memberikan manfaat sebesar itu, buah-buahan lainnya pasti jauh lebih luar biasa.

Kalau semuanya bisa dibeli dengan uang, orang-orang kaya pasti sudah menghabiskan seluruh stok sejak lama!

“Kalau begitu, bagaimana cara mendapatkan Poin Kontribusi?”

Kevin menatap buah-buahan yang menggiurkan itu dengan penuh nafsu makan.

Aromanya saja sudah membuatnya merasa nyaman.

Bagi Kevin, pemandangan ini benar-benar seperti surga.

“Poin Kontribusi hanya bisa diperoleh dengan menyelesaikan misi.”

Nona Amel menjelaskan dengan tenang,

“Untuk misi Tingkat D, hadiahnya berkisar antara 1 hingga 5 Poin Kontribusi.”

“Misi Tingkat C memberikan 6 hingga 20 Poin.”

“Misi Tingkat B memberikan 30 hingga 80 Poin.”

“Misi Tingkat A memberikan 100 hingga 200 Poin.”

“Sedangkan misi Tingkat S dimulai dari 500 Poin dan terus meningkat. Tidak ada batas atas.”

“Selain itu, jika kau menyelesaikan misi dengan sangat baik, kau juga bisa mendapatkan bonus tambahan hingga setengah dari jumlah Poin Kontribusi yang diberikan misi tersebut.”

“Hanya sebanyak itu?”

Kevin menatap Nona Amel dengan tidak percaya.

“Bahkan tidak cukup untuk membeli satu persik!”

“Itulah kenyataannya.”

Nona Amel mengangkat bahu.

“Buah-buahan yang membutuhkan Poin Kontribusi untuk ditukar memang sangat mahal. Proses pembudidayaannya juga sangat sulit.”

“Setiap buah sangat berharga. Kalau mendapatkannya terlalu mudah, tentu tidak masuk akal.”

Dia kemudian melirik Kevin.

“Tapi kau seharusnya sudah merasa beruntung. Bagaimanapun juga, kau langsung mendapatkan penilaian keseluruhan Tingkat A sejak pertama kali bergabung. Banyak orang bahkan iri kepadamu karena itu.”

“Apa yang istimewa?”

Kevin malah mengerutkan kening.

“Dibandingkan denganmu yang mendapat penilaian Tingkat S, aku masih jauh.”

“Gajiku setahun hanya setengah dari milikmu.”

“Entah kapan aku bisa mendapatkan penilaian keseluruhan Tingkat S.”

Jesika yang berada di samping mereka langsung merasa kesal.

Dia hampir saja ingin mencekik Kevin.

Kalau bukan pamer, lalu apa?

Dia sendiri hanya memiliki penilaian Tingkat C!

Mendengar Kevin mengeluh karena hanya mendapat Tingkat A, Jesika benar-benar ingin muntah darah.

“Kevin, kau masih belum puas?”

Jesika akhirnya tidak tahan dan memarahinya.

“Kau tahu betapa sulitnya meningkatkan penilaian keseluruhan?”

“Sesulit itu?”

Kevin benar-benar bingung.

“Sangat sulit!”

Jesika menjelaskan,

“Untuk naik satu tingkat, kau harus terlebih dahulu mencapai batas kekuatan tertentu. Setelah itu, kau juga harus menghabiskan sejumlah besar Poin Kontribusi.”

“Misalnya, untuk naik dari Tingkat D ke Tingkat C, kau harus terlebih dahulu menembus Tingkat Kaisar. Setelah itu, kau masih harus membayar 200 Poin Kontribusi untuk melakukan peningkatan!”

“Para ahli Tingkat D biasanya hanya bisa menerima misi Tingkat D. Dan hadiah maksimal dari misi seperti itu hanya lima Poin Kontribusi.”

Jesika sendiri saat ini berada di Tingkat Raja.

Untuk mencapai Tingkat B, dia harus terlebih dahulu menembus ke Tingkat Kaisar, kemudian mengumpulkan beberapa ratus Poin Kontribusi untuk melakukan peningkatan.

Kalau bukan karena itulah, dia juga tidak akan begitu perhitungan ketika ingin membeli mentimun.

Dia memang tidak mampu membelinya!

1
K4k3k 8¤d¤
👍👍
Hardware Solution
kereeeen abissss
Divka
lama " x update ..pdhal novel ne ckup bgus
Divka
la jut thorr..smg makin smngt menulis😍
Divka
bagus
GEMBONG SAKTI
lanjuuuut
Was pray
gak kelar. kelar kayak gangsing muter2
GEMBONG SAKTI
🤣🤣🤣🤣ni mo berantem apa curhat curhatan 🤣🤣🤣🤣🤣
GEMBONG SAKTI
apakah dagumu berkumis?
bibirmu berjenggot?
VirgoRaurus 31Smile
kenapa baru sekarang tingkat kultivasi dijelaskan... pada jilid satu kayaknya belum deh...
VirgoRaurus 31Smile
dengan musuh kok ber"anda"... sopan sekali... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
batu tahu kumis di dagu... 🤣🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
massi terussssss... paham bahasa gak sih... buka tuh kamus....
Was pray
preeeeeet, kalau gak ada sangkut pautnya dengan ramalan dari Jonathan kamu mungkin gak penting buat Amel vin
Was pray
seharus identitas sebagai anggota biro suoer nasional menjadi rahasia tidak diobral ke mana2...
Was pray
seperti di negeri Konoha polisi membela yg mbayar, beda banget kinerja polisi di negeri komodo.... 🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
hitung hitungannya gimana Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
Nah... ini baru benar Ridel Sanjaya...
VirgoRaurus 31Smile
harusnya keping giok yg pernah diperlihatkan Ridel Sanjaya, bukan Ardi Sanjaya.... INGAT... pernah di perlihatkan...
VirgoRaurus 31Smile
lho... pada jilid pertama setengah liontin giok kan sudah dipakai kalung MC... lha di bab ini kok kakeknya baru nyerahin liontin tsb... MEMBAGONGKAN.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!