Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Wanita yang dulu kau buang seperti sampah, kini menjadi Ratu yang tak sanggup kau beli!"
Demi Fandi, Maya rela melepas statusnya sebagai supermodel ternama dan menjadi ibu rumah tangga biasa. Namun, pengorbanannya dibalas penghinaan. Begitu penampilannya tak lagi segar, Fandi menceraikannya demi wanita lain dan mengusirnya tanpa membawa apa pun.
Fandi mengira hidup Maya sudah hancur. Namun, ia salah besar.
Di balik kehancurannya, Maya bangkit merintis kembali kerajaannya. Ketika Maya berdiri di puncak kejayaan sebagai wanita paling berpengaruh, Fandi merangkak dalam penyesalan yang tak bertepi.
Sayangnya... Ratu yang dulu disia-siakannya kini melayang terlalu tinggi untuk kembali.

bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. DSKKR

Suara panggilan dari pengeras suara memotong ketegangan di antara mereka.

"Mari, Mbak Maya," bisik pengacaranya sopan.

Maya mengangguk pelan, melangkah masuk ke dalam ruang sidang tanpa sekali pun menoleh lagi pada Fandi yang berdiri lemas di belakangnya.

Prosedur persidangan berjalan relatif cepat. Karena bukti-bukti penelantaran dan perselingkuhan yang dikumpulkan tim hukum VANE sangat solid, posisi Fandi benar-benar terpojok. Bahkan Fandi tidak sanggup membawa pengacara kelas atas karena kondisi keuangannya yang makin menipis.

Hakim Ketua mengetuk palunya tiga kali di atas meja kayu.

Tok! Tok! Tok!

"Berdasarkan bukti, penuturan dan saksi dengan ini memutuskan, mengabulkan gugatan cerai Penggugat untuk seluruhnya. Menetapkan hak asuh ketiga anak sepenuhnya jatuh kepada pihak Penggugat yaitu maya indah pratama," tegas Hakim Ketua menggelegar di dalam ruangan.

Dua ketukan palu itu serasa mencabut separuh jiwa Fandi. Dia tertunduk dalam-dalam, meremas ujung celananya. Pernikahan bertahun-tahun yang dibangun di atas pengorbanan Maya kini resmi runtuh hancur berantakan. Semuanya karena kesombongan dan kebodohannya sendiri.

Sementara itu, Maya menarik napas panjang. Sebuah kelegaan yang sangat luar biasa merayapi seluruh dadanya. Beban berat yang bertahun-tahun menghimpit pundaknya mendadak lenyap begitu saja.

"Syukurlah.. aku sangat lega" gumam maya.

Saat keluar dari ruang sidang, Maya menatap langit cerah di luar gedung Pengadilan Agama.

Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan satu pesan singkat kepada Arch: 'Selesai, Mas Arch. Hak asuh anak-anak 100% di tanganku. Aku siap fokus penuh buat VANE'

Tak sampai satu menit, balasan dari Arch masuk: 'Bagus. Selamat atas kebebasanmu, Maya. Mobil penjemputan sudah menunggumu di depan. Saatnya kita menaklukkan panggung yang sebenarnya.'

Maya memasukkan ponselnya ke dalam tas, menyunggingkan senyuman paling anggun dalam hidupnya, dan melangkah mantap menyongsong masa depan baru tanpa bayang-bayang Fandi lagi.

Namun, sedang maya melangkah ke depan, fandi memanggil nya.

"May! Maya!" Panggil fandi pada maya.

Maya hanya menoleh dan menyunggingkan senyum tipis, "Ada apa lagi?"

"Emm bisakah, aku nemuin anak-anak?:"

"Buat apa?" Jawab maya sambil menyilangkan dada.

"Aku cuma kangen mereka. Mereka kan darah daging ku juga."

"Baru sadar sekarang kamu mas? Kemaren kemana aja?"

"May, sungguh. Aku hanya ingin ketemu mereka sesekali. Gimana pun juga aku ayah nya"

"Tidak.." Jawab maya dengan tegas.

"May, kamu ini mempersulitku. Mereka butuh ayah juga"

"Tidak mas, anak-anak aku, tidak butuh ayah mereka." Jawab maya lalu berbalik dan berjalan menjauh dari fandi.

Fandi sempat mengejar namun di halangi oleh bodyguard suruhan Arch.

"Tolong jangan dekati bu maya pak, lebih baik anda cepat pergi menjauh dan jangan mendekati bu maya lagi. Atau kami akan melakukan suatu hal pada anda" Ucap bodyguard itu.

Terpaksa fandi pun menuruti perkataan bodyguar itu.

**

(Studio fandi)

Siang itu di studio Fandi Photography, suasana begitu mencekam. AC ruangan bertiup dingin, tapi dahi Fandi dipenuhi bulir keringat dingin. Di hadapannya, seorang pria bersetelan rapi melipat berkas kerja sama dengan raut wajah kecewa.

"Maaf ya, Mas Fandi," ujar pria itu salah satu client utama dari brand pakaian muslim lokal yang selama ini menyumbang omzet terbesar untuk studio Fandi. Koleksi terbaru kami butuh pengarah gaya yang fresh. Hasil foto Mas Fandi belakangan ini kelihatan monoton banget. Feeds Instagram kami jadi sepi peminat."

Fandi memajukan badannya panik. "Tapi Pak Budi, kita kan udah kerja sama hampir tiga tahun! Saya bisa sesuaikan lagi konsepnya! Kasih saya waktu dua hari buat bikin moodboard baru!"

Pak Budi menggeleng pelan seraya berdiri dari kursi. "Enggak usah, Mas. Lagian jujur aja... dulu saya mau ambil project di sini karena suka sama sentuhan arahan Mbak Maya di belakang layar. Sekarang semenjak Mbak Maya gak ada dan diganti sama Siska... roh dari foto-foto Mas Fandi kayak hilang."

Kata-kata itu menyengat tepat di ulu hati Fandi. Pak Budi menepuk bahu Fandi sekali, lalu melangkah keluar dari studio tanpa ragu.

Brak!

Fandi menghempaskan tumpukan dokumen di mejanya hingga berserakan ke lantai. Matanya memerah menahan amarah dan kehampaan yang mendalam. Pak Budi benar. Selama bertahun-tahun ini, Fandi begitu jemawa merasa dirinya adalah fotografer genius. Dia lupa bahwa di balik setiap sudut pencahayaan yang pas, pemilihan warna busana yang elegan, dan pose model yang bernyawa ada otak cerdas Maya yang bekerja tanpa lelah di belakang layar.

Siska yang baru keluar dari ruang ganti sambil sibuk membuat video story di ponselnya hanya melirik malas ke arah kertas-kertas yang berserakan.

"Kenapa lagi sih, Mas? Bikin kaget aja," cetus Siska tanpa rasa empati sedikit pun. "Lagian Pak Budi itu klien resek, bajunya juga gak estetis. Bagus deh lepas, kamu bisa fokus cari klien kelas atas kayak VANE."

Fandi menatap Siska dengan pandangan yang makin muak. Dulu, Fandi mengira Siska adalah "inspirasi baru" yang bakal merangsang naluri seninya. Tapi kenyataannya? Siska cuma benalu yang tahu cara menghabiskan uang, menuntut dibelikan barang branded, tapi nol besar soal seni dan kerja keras.

"Kamu bisa diam gak, Sis?!" gertak Fandi, suaranya parau. "Pak Budi itu klien terbesar kita! Kalau dia putus kontrak, bulan depan aku bayar sewa gedung studio ini pakai apa?! Pakai baju-baju mahalmu itu?!"

Siska terperanjat, matanya membelalak tak terima dibentak. "Kok malah nyalahin aku?! Yang motret kan kamu! Lagian kamu kan laki-laki, ya tanggung jawab dong! Masa gara-gara ditinggal mantan istrimu yang dasteran itu kamu jadi melempem gini?!"

"Maya bukan dasteran lagi, Siska!" teriak Fandi meledak, hilang sudah kesabarannya. "Dia sekarang Head Creative Director di VANE Agency! Dia yang bikin konsep, dia yang pegang uang miliaran! Sementara kamu? Diuji lima detik aja kamu langsung gemetaran kayak udik!"

Napas Fandi terengah-engah. Kalimat yang baru saja keluar dari mulutnya bagai cermin raksasa yang menampar mukanya sendiri. Untuk pertama kalinya, Fandi mengakui kekalahannya di depan Siska.

Siska terpaku, wajahnya merah padam menahan malu dan amarah. "

Ooh... gitu? Jadi sekarang kamu ngebanding-bandingin aku sama si Maya?! Ya udah! Bikin aja dia balik sama kamu kalau bisa! Coba lihat, dia masih sudi gak nengok cowok yang studio nya mau bangkrut kayak kamu!"

Siska menyambar tasnya dan keluar dari studio sambil membanting pintu kaca keras-keras hingga bergetar hebat.

Fandi terduduk lemas di kursinya, menyandarkan kepala pada telapak tangannya yang gemetar. Keheningan studio yang sepi mendadak terasa begitu menyiksa. Bayangan senyuman anggun Maya di pengadilan agama tadi pagi kembali berputar di kepalanya.

Fandi baru menyadari satu hal yang paling mengerikan: pilar penyangga hidupnya sudah benar-benar roboh, dan dialah yang meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.

"Mau kemana kamu siska! Hey!" Ucap fandi berteriak.

Bersambung..

1
Heny
Sdh pergi baru nyesal
Heny
Sudah sukses lupa daratan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!