Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahaya di Depan Mata

Saka dan petugas polisi dibuat terkejut mendengar jawaban sang pria. Kompak keduanya menoleh pada wanita yang sedang menggendong anak.

“Tanyakan padanya. Aku ini ayahnya!”

“Apa benar, Bu?”

“I-Iya. Dia mantan suami saya.”

“Kalau Anda benar suaminya, kenapa harus dengan cara seperti itu? Kamu bisa menemuinya baik-baik,” Saka mulai ikut campur.

“Itu karena dia selalu menghalangi saya untuk bertemu anak saya!”

“Kamu hanya membuatnya takut! Alena tidak mau bertemu denganmu.”

“Bohong! Kamu yang sudah meracuninya, mencuci otaknya!”

“Bapak dan Ibu, harap tenang. Kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin,” sang petugas berusaha melerai pertengkaran.

“Kita ke kantor polisi saja. Kita selesaikan masalahnya di sana!” tantang ayah anak bernama Alena itu.

“Baik. Siapa takut? Kita lihat siapa yang berhak mengasuh Alena.”

Demi menjaga ketertiban di tempat umum, petugas polisi itu akhirnya membawa pasangan suami istri tersebut ke kantor polisi yang hanya berjarak lima puluh meter dari taman.

Merasa tak punya kepentingan, Saka memilih pergi. Namun langkahnya tertahan oleh suara ayah Alena. “Kamu juga harus ikut!”

“Kenapa?”

“Kamu sudah memukulku! Aku akan menuntutmu!”

Belum sempat Saka bereaksi, petugas polisi yang bersama mereka mengajak pria itu ikut ke kantor polisi. Untuk kedua kalinya Saka harus berurusan dengan polisi.

Dalam waktu singkat mereka sudah tiba di kantor polisi. Baru saja melangkahkan kakinya ke dalam, dia berpapasan dengan Firlan yang hendak keluar.

Petugas itu berhenti ketika Saka melewatinya. “Kita bertemu lagi Saudara Aryan,” ujarnya pelan tapi penuh penekanan.

Sepertinya hari sial Saka masih belum berakhir. Setelah tidak sengaja terlibat dalam urusan keluarga sepasang mantan suami-istri, sekarang dia kembali bertemu dengan Firlan.

Mengapa pria itu selalu berada di kantor polisi yang didatangi Saka?

“Sekarang apalagi yang membawa Anda ke kantor polisi?”

Saka sama sekali tidak berniat menanggapi ucapan Firlan. Pria itu langsung mengikuti petugas yang membawanya.

Dia menarik kursi di samping pria yang dihajarnya tadi. Polisi yang bertugas segera mengambil keterangan mereka.

Firlan yang hendak keluar membatalkan niatnya. Pria itu mendekati meja di mana Saka berada. Dia cukup penasaran pada Saka.

Instingnya sebagai penyidik mengatakan bahwa ada sesuatu yang janggal pada pria itu.

Perdebatan sengit terjadi antara Saka dan pria yang dihajarnya. Tak terima sudah dihajar Saka hingga hidungnya berdarah, pria itu menuntut Saka. Usulan petugas untuk berdamai pun tidak digubrisnya.

Dituduh melakukan penganiayaan, tentu saja Saka tidak terima.

“Salah dia, kenapa merebut anak yang digendong ibu ini. Saya hanya membantu saja. Tidak ada niatan untuk menganiaya.”

“Saya ini ayah kandungnya!”

“Mana saya tahu! Tindakanmu tadi lebih mirip penculik dibanding ayah kandungnya,” Saka mencoba membela diri.

Mendengar perdebatan yang terjadi, Firlan memanggil petugas yang membawa Saka dan yang lain ke kantor polisi.

Dari petugas itu, Firlan mengetahui duduk persoalan yang terjadi. Pandangannya terus tertuju pada Saka. Sosok pria itu terlihat mencurigakan di matanya.

Di tengah interogasi, ponsel Saka berdering. Melihat sang pemanggil adalah Dirga, pria itu beranjak dari tempatnya. “Halo.”

“Kamu di mana, Ar?” terdengar suara Dirga dari seberang.

“Aku sedang di kantor polisi.”

“Hah? Kenapa bisa?”

“Panjang ceritanya.”

“Kantor polisi mana? Aku ke sana sekarang.”

Saka langsung menyebutkan kantor polisi tempatnya berada. Setelah panggilan berakhir, pria itu kembali ke tempatnya semula.

Begitu panggilan berakhir Dirga hendak segera ke kantor polisi untuk membantu sahabatnya. Saat hendak pergi, Revan, atasannya di PRIMA TAKSI menghentikannya. “Kamu mau ke mana?”

“Saya mau ke kantor polisi, Pak. Aryan lagi di sana.”

“Kenapa?”

“Dia belum cerita, panjang katanya.”

“Ya sudah, ayo kita berangkat sekarang.”

“Bapak mau ke sana juga?”

“Iya, ayo!”

Bergegas Revan menuju mobilnya diikuti Dirga dari belakang.

Sementara itu di kantor polisi, ketegangan antara Saka dan ayah Alena masih berlangsung. Pria itu masih bersikeras menuntut Saka secara hukum atas perbuatannya tadi. Sementara ibu Alena membelanya.

“Lebih baik semuanya diselesaikan secara kekeluargaan. Masalah hak asuh anak juga bisa dibicarakan bersama,” petugas itu kembali mengusulkan perdamaian.

“Saya tetap mau menuntutnya!”

“Kamu jangan keras kepala! Semuanya terjadi karena kesalahanmu!” kali ini ibu Alena mulai membela Saka.

“Kalau kamu tidak melarangku, aku tidak mungkin melakukan hal itu!”

“Masalah Alena bisa kita bicarakan lagi. Tapi lepaskan dia!”

“Kenapa kamu membelanya? Atau jangan-jangan dia itu selingkuhanmu.”

“Sikap posesifmu ini yang membuatku muak padamu! Jangan libatkan dia atau aku akan membawa Alena pergi selamanya darimu!”

Ancaman sang mantan istri membuat pria itu akhirnya mengalah. Dia tidak memperpanjang lagi urusannya dengan Saka dan pria itu diperbolehkan pergi.

Saka yang hendak pergi kembali tertahan oleh Firlan.

Sementara di pelataran parkir, Dirga sudah tiba. Namun pria itu tidak datang sendiri. Dia datang bersama Revan Bramantyo, pimpinan PRIMA TAKSI. Keduanya segera memasuki kantor polisi.

Dirga langsung mendekati Saka yang sedang berbincang dengan Firlan.

“Dua kejadian, dua tempat berbeda, tapi hanya ada satu kesamaan. Selalu ada Anda di sana.

Pertama Anda melarikan seorang wanita yang ternyata hampir menjadi korban penganiayaan.

Kedua, Anda menyelamatkan seorang anak yang hendak diculik oleh ayah kandungnya sendiri. Apa Anda bisa menjelaskan Saudara Aryan?”

“Tidak ada yang perlu dijelaskan. Semuanya karena kebetulan. Anggap saja saya berada di waktu dan tempat yang salah.”

“Anda boleh saja menyangkal, tapi … saya akan terus mengawasi Anda.”

Saka sama sekali tidak menggubris ucapan Firlan, pria itu segera berbalik dan hendak pergi. Dia terkejut saat melihat Dirga dan Revan sudah berada di belakangnya.

“Pak Revan,” sapa Saka dengan kikuk. “Ada apa Bapak ke sini?”

“Tentu saja untuk menjemputmu. Aku ingin memastikan kalau pegawaiku tidak tersandung kasus hukum.”

“Semua hanya salah paham, Pak. Terima kasih sudah datang ke sini.”

“Jadi, kita bisa pergi sekarang?”

“Iya.”

Revan hanya menganggukkan kepalanya. Tadi secara tidak sengaja dia mendengar percakapan antara Saka dan Firlan, dan itu membuatnya penasaran.

Saat keluar dari kantor polisi, tak sengaja Saka menoleh ke pintu kaca di sebelahnya. Pintu kaca itu tampak beriak. Lagi-lagi Saka menahan napasnya.

Kali ini dia melihat ada seorang tersangka yang baru saja tiba. Dia digelandang oleh dua orang petugas.

Ketika berpapasan dengan Revan, dengan cepat dia menarik pria itu sebagai sanderanya. Pria itu mengarahkan pisau ke leher Revan.

Pintu kaca kembali beriak dan kembali seperti semula.

Melihat Saka yang terpaku di depan pintu kaca tentu saja membuat Firlan curiga. Dia langsung mendekati pria itu. “Ada apa?” tanya Firlan.

Belum sempat Saka menjawab, matanya menangkap pria yang tadi dilihatnya dalam penglihatan.

Ternyata pria itu benar-benar telah tiba dan sekarang sedang berjalan memasuki kantor polisi. Sebentar lagi dia akan berpapasan dengan Revan.

“Cepat amankan dia!” seru Saka sambil menunjuk pria yang diapit dua petugas polisi.

Dua polisi yang mengapit tersangka dibuat bingung ketika mendengar teriakan Saka.

“Dia akan menyandera atasanku!” seru Saka lagi.

Saat kedua polisi itu masih kebingungan, sang tersangka langsung melepaskan diri kemudian menarik Revan seraya mengarahkan pisau yang sedari tadi disembunyikannya ke leher pria itu.

***

Hadeuh ... masalah lagi😅

1
tehNci
Jujur ajalah Saka... Siapa tau, Dirga dan Firlan bisa mbantumu mengungkap kejahatan Baskara lebih cepat dan bang Indra bebas dari tuduhan pelaku penggelapan pajak
yula
💪💪💪💪💪thor
ismi
jujur saja saka,bahwa jiwamu tertukar dengan aryan
Ria alia
Kalo saka jujur apa mrka akan percaya ?🤔
fifia
dah lah jujur wae
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sakaaaa inget tubuh mu adl aryan
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mantan CEO koq dilawan🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ntah Bun...
bentar mau ambil air sama baskom...
mau di liat lewat media air dlm baskom... apakah bisa keliatan gk ya .... Saka mau jujur apa mingkem 😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
plus plus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
hayooo lohh..... Saka kamu mau jawab apa tentang pertanyaan yg Firlan ajukan 🤔
apakah mau jujur kau...ato kau masih mau ngeles blom mau terbuka 😔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
tiga serangkai bersatu padu....kerja sama....saling bantu... semoga kamu gk knp np ....setelah istirahat bisa pulih kembali ya Saka...aamiin 🤲🏻
jangan bikin in cemas pembaca Ka....kamu itu kuat dan dgn keyakinan seyakin-yakinnya pasti kerja kerasmu akan membuahkan hasil /Determined//Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
gk ada mendingnya ya Bani.... mundur kena maju kena😔
Euis Sri
jujur aja,.Dirga dan Firlan orang baik dan tulus,.biar ada yg bantuin klo Saka dalam kesulitan,.😅
Febri Nayu
jujur ae wees Yo kan Yo kan .. Ben enak wadul e wkwk
Febri Nayu
hayoo looo kepiye wes Iki wess
vania larasati
lanjut kak
yula
💪💪💪💪💪thor
RosMa🌹🌹🌹
makin keren ini Saka..
RosMa🌹🌹🌹
Dirga,..mempan gak ya rayuannya 😅😅
Ayuk Witanto
penglihatan tentang baskara pastinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!