Indonesia
NovelToon NovelToon
Aplikasi Toko Dewa Tiga Alam

Aplikasi Toko Dewa Tiga Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah menyelesaikan masa militernya, Jiang Ming mendapati dirinya terjebak dalam kerasnya realita sebagai pemuda tanpa uang, pekerjaan, maupun koneksi, yang harus memutar otak demi menghidupi adik perempuannya.

Di tengah himpitan utang dan cibiran orang-orang yang meremehkannya, sebuah aplikasi aneh bernama "Toko Dewa Tiga Alam" tiba-tiba terinstal secara paksa di ponsel bututnya.

Aplikasi tersebut menjual berbagai barang supranatural dan keajaiban dari dimensi para dewa, namun ironisnya, semua benda ajaib itu hanya bisa dibeli jika Jiang Ming memiliki uang.

Alih-alih menjadi pahlawan super, Jiang Ming menggunakan kecerdasan dan insting bisnisnya untuk memanfaatkan barang ajaib termurah demi membangun kekayaan dari nol, perlahan memutarbalikkan nasibnya dari seorang pengangguran rendahan menjadi sosok yang mengendalikan kekuatan Tiga Alam di dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Kacamata Penembus Batas

Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah jendela kamar kontrakan yang reyot.

Kringgg.

Suara alarm dari ponsel butut Jiang Ming berbunyi nyaring memecah keheningan.

Pemuda itu terbangun dengan napas memburu dan tubuh dipenuhi keringat dingin.

"Apakah semalam itu hanya mimpi?" gumamnya dengan suara serak khas orang bangun tidur.

Dia buru-buru merogoh bagian dalam tas ranselnya yang tergeletak di lantai.

Jari-jarinya bersentuhan dengan gagang plastik yang terasa dingin.

Jiang Ming menarik benda itu keluar dan menghela napas panjang penuh kelegaan.

Kacamata berbingkai hitam itu benar-benar ada di tangannya.

"Ini nyata. Semuanya nyata," bisiknya sambil tersenyum tipis.

Dia bergegas mandi dengan air dingin dan memakai pakaian kasualnya yang paling bersih.

Hari ini dia memiliki sebuah misi penting yang akan menentukan masa depannya.

Jiang Ming memasukkan kacamata itu ke dalam saku jaketnya dengan sangat hati-hati.

Dia melangkah keluar dari gang sempit itu menuju jalan utama.

Tujuannya hanya satu, yaitu toko kelontong milik Paman Zhao yang berada di persimpangan jalan.

Kring.

Lonceng kecil di atas pintu berbunyi saat Jiang Ming mendorong pintu kaca toko kelontong tersebut.

"Selamat pagi, Paman Zhao," sapa Jiang Ming dengan nada ramah.

Seorang pria paruh baya berkepala plontos yang sedang merapikan rak rokok menoleh ke arahnya.

"Oh, Jiang Ming! Kudengar dari Bibi Wang kau baru saja pulang dari militer kemarin," balas Paman Zhao sambil tersenyum lebar.

"Benar, Paman. Aku baru sampai kemarin sore," jawab Jiang Ming sambil berjalan mendekati meja kasir.

"Lalu apa rencanamu sekarang? Sudah dapat pekerjaan di kota ini?"

"Belum, Paman. Aku masih berusaha mencarinya ke sana kemari," jawab Jiang Ming dengan nada merendah.

Paman Zhao mengangguk-angguk paham sambil mengelap meja kasirnya dengan lap basah.

"Zaman sekarang cari kerja memang susah, apalagi kalau kau tidak punya ijazah sarjana."

"Paman Zhao benar sekali. Karena itu aku ingin mencoba peruntunganku hari ini," ucap Jiang Ming perlahan.

Matanya menatap tajam ke arah tumpukan tiket undian gosok yang terpajang rapi di dalam etalase kaca.

Paman Zhao mengikuti arah pandangan Jiang Ming dan tertawa pelan.

"Kau mau main undian gosok? Jangan konyol, Ming."

"Kenapa tidak boleh, Paman? Siapa tahu hari ini dewa keberuntungan sedang memihakku."

"Bukannya aku melarangmu, tapi kau itu baru pulang dan pasti sedang butuh uang untuk makan," nasihat Paman Zhao dengan niat baik.

"Harganya sepuluh yuan per lembar, kan? Aku beli lima lembar, Paman," pinta Jiang Ming mengabaikan nasihat pria tua itu.

Dia mengeluarkan lembaran uang lima puluh yuan terakhir yang paling berharga dari dompetnya.

Paman Zhao menghela napas panjang melihat kekeraskepalaan pemuda di depannya.

"Terserah kau saja, Ming. Uangmu adalah hakmu."

Paman Zhao mengeluarkan setumpuk besar tiket undian gosok dari dalam etalase dan meletakkannya di atas meja.

"Pilih sendiri mana yang kau suka. Jangan salahkan aku kalau uangmu habis begitu saja."

"Terima kasih, Paman."

Jiang Ming menatap tumpukan tiket yang tertutup lapisan perak tebal itu.

Jantungnya mulai berdegup kencang, menabrak rongga dadanya dengan keras.

Dia merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan kacamata berbingkai hitam tersebut.

"Kacamata baru? Sejak kapan matamu jadi minus, Ming?" tanya Paman Zhao sedikit heran.

"Mataku sedikit bermasalah sejak latihan menembak di kamp militer, Paman," bohong Jiang Ming dengan sangat lancar.

Dia menempelkan kacamata itu ke wajahnya dan memposisikannya tepat di depan matanya.

[Kacamata Penembus Batas diaktifkan. Durasi tersisa: 2 Jam 59 Menit.]

Sebuah notifikasi teks melayang transparan tiba-tiba muncul tepat di pandangan matanya.

Wush.

Rasa dingin yang aneh seketika menjalar dari gagang kacamata itu masuk ke bagian belakang kepalanya.

Dunia di depan mata Jiang Ming tiba-tiba berubah bentuk.

Meja kayu di depannya terlihat agak pudar, memperlihatkan laci penyimpanan uang di bawahnya dengan sangat jelas.

Jiang Ming menelan ludah dan menundukkan kepalanya melihat tumpukan tiket undian.

Lapisan pelindung perak yang tebal itu kini terlihat tembus pandang seperti kaca bening di matanya.

Angka-angka dan simbol hadiah yang tersembunyi di baliknya terpampang dengan sangat nyata.

"Ini gila... ini benar-benar gila," batin Jiang Ming berteriak kegirangan.

Dia mulai menyisir tumpukan tiket itu satu per satu dengan jari telunjuknya.

Tiket pertama, tulisan di baliknya adalah coba lagi.

Tiket kedua, coba lagi.

Tiket ketiga, coba lagi.

"Pantas saja bandar undian ini sangat kaya. Kebanyakan isinya hanya sampah kosong," gumamnya dalam hati.

Dia terus mencari dengan teliti dari ratusan lembar yang ada di atas meja.

Setiap detiknya terasa begitu berharga dan menegangkan.

Tiba-tiba, mata Jiang Ming terkunci pada selembar tiket di tumpukan paling tengah.

Di balik lapisan perak tiket itu, tercetak angka sepuluh ribu yuan dengan sangat jelas.

Jiang Ming menarik napas dalam-dalam untuk menyembunyikan senyum lebarnya.

Dia dengan santai menarik tiket itu dan meletakkannya di samping.

"Satu sudah dapat," ucapnya dalam hati.

Dia kembali mencari dengan cepat dan menemukan empat tiket lain yang memiliki hadiah masing-masing lima ratus yuan.

1
Armoire
10 roses meluncur lah Thor... /Drool//Drool//Smirk//Smirk/ ... Thanks, dah update banyak... Next lanjut ... GPL yah
Armoire
Perfect story.. Perfect MC... No doubt /Drool//Drool//Smirk//Smirk/
Armoire
1 vote meluncur lah Thor /Drool//Drool//Smirk//Smirk/
Yui: makasih kk😊
total 1 replies
MW
bagus
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor mantap nih👍👍😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha...menghancurkan mental mereka🤣👍mantap Thor lanjut bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 👍👍😀😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mempunyai karyawan untuk topeng seorang penguasa petir🤣👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
memiliki sekutu yang cerdas🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh ngaku ga ya😀😀👍 bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣patung nya benar2 bekerja dan bisa berguna🤣🤣👍👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...ayoooo bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...balas dendam akan segera terlaksana 👍🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
salah pilih lawan 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur cerita yang bagus
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca sampe bab 7 alur ceritanya menarik 👍👍lanjut Thor
Äï
klo di curigai dan dia langsung ngaku sih percuma, percuma nyamar klo sekali nya di curigai ngaku
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!