*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepuluh
# Sepuluh
Bukannya menjawab pertanyaan dari Leon, Hanum malah makin terisak. Membuat perawat dan Leon jadi tak sabaran. Ini bukannya saat untuk mendayu-dayu, bila tak langsung ditangani. Sean akan semakin kehilangan banyak darah.
Sambil memegang kedua pundak Hanum, Leon mencoba menenangkan wanita itu. “Ayahnya siapa, katakan!” Nada tinggi keluar dari bibir Leon. Ia hanya ingin mendengar pengakuan dari wanita yang berdiri di depannya itu.
“An... anakmu!” Hanum merasakan sesak yang hebat ketika harus berterus terang pada Leon. Dengan terpaksa ia mengatakan fakta yang sesungguhnya. Bahwa Sean adalah anak kandung Leon, hasil dari perbuatannya malam itu.
Leon sendiri mengusap wajahnya dengan berat, ribuan rasa berkecamuk dalam hatinya.
“Mari iku kami, pak!” Ajakan perawat tersebut mengalihkan perhatian Leon. Tanpa banyak kata ia mengikuti wanita berpakaian serba putih dan memakai penutup di kepalanya tersebut.
Leon masuk ke sebuah ruangan, setelah melakukan beberapa pemeriksaan. Hasil golongan darah mereka memang sama. Tidak ingin membuang waktu, dokter pun melakukan transfusi darah. Ketika Leon sedang mencoba membantu putrinya di dalam.
Di depan ruang UGD, Hanum menanti dengan cemas. Berdoa untuk keselamatan putri satu-satunya itu. Setelah menunggu sekian lama, pintu kembali terbuka.
“Bagaimana anak saya, Dok?” Hanum langsung menghadang dokter yang baru melepas masker yang menutupi wajahnya.
“Berkat suami ibu, putri anda bisa tertolong tepat waktu. Hampir saja hal buruk terjadi, karena kami kehabisan stok darah langkah tersebut.”
Hanum hanya diam, tak berkomentar. Ia pun mengusap wajahnya, dua pipinya sudah basah karena sejak tadi ia terus menangis. Lantaran khawatir dengan keadaan Sean.
“Terima kasih, Dok!” ucap Hanum kemudian, setelah itu dokter pun pergi meninggalkan ruangan. Sean sendiri akan segera di pindah ke ruang rawat inap setelah keadaan stabil.
Ruang pemulihan
Sean nampak masih terpengaruh bius, karena matanya masih belum terbuka. Ketika Hanum duduk dan di samping ranjang, membelai wajah putrinya dengan sayang. Seorang masuk ke dalam ruangan.
Bila biasanya Hanum akan mengusir Leon bila melihat pria itu, kali ini Hanum tak bergeming. Ia tak mengusir dan tak menyambut ayah dari putrinya itu.
“Mengapa dia bisa jatuh?” Dari perawat, Leon tahu. Putrinya itu jatuh dari perosotan saat menaiki tangga perosotan. Tak sengaja kepalanya terbentur beton tiang penyangga yang ada di sebelah ayunan.
“Aku gak tahu!” jawab Hanum dengan memalingkan wajahnya. Ia kembali mengusap mata. Matanya pun sudah bengkak karena terus menangis berjam-jam.
“Mengapa kamu sembunyikan dia dariku?”
“Dia tidak ada kaitannya denganmu!”
“Kamu lihat? Dalam tubuhnya ada darahku!” Leon merasa sangat frustasi akan sikap Hanum selama ini.
“Hanya itu, tidak lebih.”
“Hanum!”
“Jangan teriak!” Hanum yang tak kalah prustfasi, tangisnya pun pecah. Kekacauan ini semua bermula dari Leon. Pria yang kini sedang marah-marah padanya. Harusnya Hanum yang marah, karena Leon hidupnya hancur berkeping-keping.
“Kamu keterlaluan Hanum!”
Hanum mendesis, rasanya tak pantas bila Leon mengatakan dirinya keterlaluan.
“Sepertinya kamu tetap sama, tak akan pernah berubah. Aku mohon tinggalkan kami.”
“Kamu mau memisahkan ku dengan darah dagingku lagi?”
“Ya Tuhan Leon, sadarlah!” Hanum memegang kepalanya yang hampir pecah. Sean lahir dari sebuah hubungan tanpa cinta. Anak itu lahir di luar pernikahan.
“Kamu yang harusnya sadar! Aku sudah ribuan kali meminta maaf, memohon dan mengemis. Tapi apa ini? Kamu masih saja ingin menendang ku jauh? Tidak adakah belas kasih untukku?”
“Ini caraku memaafkan kesalahanmu. Tolong pergi dari kehidupan kami.” Hanum terus memaksa Leon hilang dalam kehidupannya. Kenangan pahit itu tak bisa ia hapus jika ada Leon di sisinya.
“Maa... Ma!” suara rintihan kecil membuat keributan itu terpotong. Hanum langsung menatap putrinya.
“Iya, sayang. Mana yang sakit?” tanya Hanum sambil menangis, melihat kepala putrinya yang dibalut kasa perban tebal. Membuat Hanum tak kuasa menahan tangis.
Sementara itu, Leon yang agak merasa pusing karena setelah transfusi darah. Memilih duduk di sofa kamar tersebut. Hanum sempat melirik, hampir saja ia mengusir pria tersebut. Namun ketika melihat lengan bekas infus, Hanum menurunkan niatnya.
Wanita itu akan mengijinkan Leon istirahat sebentar di sana. Bagaimana pun juga Leon sudah menyelamatkan buah hatinya.
Ternyata Sean tidur kembali, rupanya anak itu hanya mengigau. Cukup lama Hanum menunggu putrinya yang masih belum sadar karena pengaruh obat. Tidak sengaja ia menoleh kebelakang. Dilihatnya Leon tidur juga namun sambil duduk.
Hanum pun membiarkan Leon sampai pria itu bangun, barulah akan menyuruh Leon pergi. Sampai malam tiba, Sean dan Leon sama-sama belum terbangun. Karena tubuhnya gerah, Hanum pun memutuskan mencari alat mandi di lantai bawah.
Mungkin akan membutuhkan waktu sebentar saja, lagian ada Leon. Hanum pun tak khawatir meninggalkan Sean. Biarpun ia membenci Leon, Hanum yakin Leon menyayangi putrinya. Entah mengapa ia bisa melihatnya dari mata Leon saat menatap putrinya.
Hanum pun membuka dan menutup pintu dengan pelan, begitu Hanum ke luar. Leon langsung membuka mata, ia sudah bangun sejak tadi. Hanya karena agar Hanum tak mengusirnya, Leon pun pura-pura tidur.
“Maa.. Ma!” lagi-lagi Sean memanggil Mamanya.
Leon yang melihat putrinya bangun, ia lantas mendekati gadis kecil itu.
“Mamaaa...!” Sean menangis mencari Mamanya.
Bingung tak tahu cara menenangkan anak kecil yang menangis, Leon pun memutar otak.
“Mama mandi, sebentar ya. Tunggu ya!” bujuknya dengan kaku.
“Mama!” tangis Sean makin menjadi.
“Sean jangan menangis, ada Papa.” Leon mencoba membetulkan selang infus Sean kemudian mengendong bocah kecil itu.
Entah mengapa, Sean yang tadinya terus menangis langsung dia dalam gendongan sang Papa. Padahal mereka tak seakrab itu sebelumnya. Mungkin ikatan batin yang membuat Sean nyaman di depan pria asing tersebut.
Leon menimang Sean dengan pelan, dan gadis kecil itu kembali tidur. “Mudah sekali ia tidur, sama sepertiku,” ucap Leon sembari memupuk punggung anaknya.
Cekrek
Hanum membuka pintu dengan pelan, ia begitu kaget saat melihat pemandangan di depannya.
“Apa yang kamu lakuin?”
“Dia tadi menangis mencari mu.”
“Sini, berikan dia padaku.”
“Sebentar, biarkan begini sebentar lagi. Nanti dia bangun dan menangis lagi.”
“Berikan padaku! Aku Mamanya.” Hanum terlihat ketakutan, ketika Leon dekat dengan putrinya. Ia takut Leon akan merengut Sean dari tangannya.
“Jangan berlebihan Hanum. Aku tak akan merenggutnya darimu!” Seakan mengerti arti tatapan dari Hanum padanya.
“Berikan padaku!” Mata hanum mulai mengembun, ia seperti tak percaya kata-kata Leon.
“Aku bersumpah, aku tak akan membawanya, Hanum.”
Ketika kata sumpah ia dengar, barulah Hanum merasa tenang.
“Aku tak akan membawa Sean seorang diri. Tapi aku akan membawa kalian berdua bersamaku!”
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️