Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Sebagai anak dari selir rendahan, Xiu Ying Nona Ke-9 dari Kediaman Utama selalu hidup tertindas, pasrah, dan dianggap sebagai "sampah" oleh ayah serta saudara-saudaranya. Namun, sebuah insiden di kolam teratai mengubah segalanya. Xiu Ying yang terperosok ke dalam air dingin bangkit sebagai sosok yang sama sekali baru: dingin, cerdik, dan tak lagi sudi diinjak-injak.

Guna menyingkirkan Xiu Ying yang mulai sulit dikendalikan dan demi menyelamatkan putri-putri kesayangannya dari pernikahan politik yang merugikan, sang ayah dengan tega menikahkan Xiu Ying dengan Zhen Yu—Pangeran Ke-7 yang dituduh "idiot" dan kerap dijadikan bahan tertawaan di seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 16

Pagi harinya, sebuah kereta kencana bersepuh emas dengan panji resmi Kekaisaran tiba di depan gerbang Istana Zhen. Utusan khusus dari Istana Utama membawakan Titah Kekaisaran berlapis sutra kuning keemasan. Berbeda jauh dengan surat undangan pribadi dari Kediaman Xiu yang bisa ditolak dengan mudah, Titah Kekaisaran untuk menghadiri Perjamuan Ulang Tahun Ibu Suri adalah perintah mutlak dari Kaisar Yang Mulia. Seluruh pangeran dan istri sah mereka wajib hadir tanpa terkecuali.

Xiu Ying menerima titah tersebut dengan ketenangan yang luar biasa. Baginya, perjamuan ini bukan lagi sebuah ancaman, melainkan panggung besar untuk memamerkan taringnya dan memperkokoh posisinya di lingkaran tertinggi kerajaan.

Hari Perjamuan Ulang Tahun Ibu Suri pun tiba. Aula Keagungan Agung di Istana Utama dihiasi oleh ribuan lampion merah bertatahkan benang emas, nampan-nampan perak berisi buah-buahan langka, serta alunan musik gending istana yang menggema megah. Ratusan pejabat tinggi, menteri, dan keluarga kerajaan duduk berderet rapi di atas bangku kayu cendana.

Di dekat panggung utama, Pangeran Ke-4—sang Putra Mahkota duduk berdampingan dengan Xiu Mei. Wanita itu melirik ke sekeliling aula dengan kepala terangkat tinggi, mengenakan gaun sutra berlapis mutiara yang sangat mahal. Di mata para pejabat yang hadir, serasi-nya penampilan Pangeran Ke-4 dan Xiu Mei membuat mereka tampak bagaikan Calon Kaisar dan Permaisuri masa depan yang amat berwibawa.

"Lihatlah Nona Ketiga dari Keluarga Xiu itu," bisik seorang istri menteri di barisan belakang. "Anggun dan mempesona. Sangat cocok mendampingi Putra Mahkota."

Xiu Mei yang mendengar bisik-bisik pujian itu menyunggingkan senyum penuh kemenangan. Ia membetulkan letak selendangnya, melirik penuh harap pada Pangeran Ke-4 yang duduk tegap di sampingnya.

Namun, ketenangan aula mendadak terpecah saat kasim istana menyuarakan pengumuman nyaring dari pintu utama:

"Yang Mulia Pangeran Ke-7, Zhen Yu, dan Istri Pangeran, tiba!"

Seluruh pandangan mata di aula seketika tertuju ke arah pintu masuk. Langkah kaki yang teratur dan anggun bergema di atas lantai marmer.

Xiu Ying melangkah masuk dengan keanggunan seorang ratu sejati. Ia mengenakan gaun sutra berlapis kain marun tua berbordir benang perak bermotif bunga krisan mekar. Rambut hitam panjangnya ditata rapi dengan mahkota giok putih buatan pengrajin terbaik. Di sampingnya, Pangeran Zhen Yu berjalan gagah dalam balutan jubah jenderal biru tua berlapis bulu rubah putih di bahunya. Muka tampannya yang bersih dan postur tubuhnya yang tinggi tegap membuat siapa pun yang melihatnya terperangah.

"Apakah itu benar-benar Pangeran Ke-7 dan Istrinya?" bisik-bisik kagum seketika membuncah di aula.

"Luar biasa... Aura keanggunan Istri Pangeran Ke-7 bahkan meredupkan seluruh wanita di ruangan ini!"

"Pangeran Ke-7 tampak begitu gagah dan tampan!"

Wajah Xiu Mei yang tadinya dipenuhi senyum kemenangan seketika memucat dan memerah padam karena cemburu. Gaun mahal yang dikenakannya mendadak terasa hambar dibanding aura dominasi mutlak yang dipancarkan oleh Xiu Ying.

Xiu Ying dan Zhen Yu memberi salam dengan sempurna di hadapan Kaisar Yang Mulia dan Ibu Suri yang duduk di takhta tertinggi.

"Hamba Zhen Yu dan Istri memberi salam kepada Ayahanda Kaisar dan Ibu Suri! Semoga Ibu Suri panjang umur dan dipenuhi kebahagiaan!" seru Xiu Ying jernih. Zhen Yu di sampingnya menyunggingkan senyum polos, menyatukan kedua tangannya ikut memberi salam dengan gaya yang menggemaskan.

Ibu Suri yang mengenakan jubah keagungan emas tersenyum hangat. "Bangunlah, Anak-anakku. Senang sekali melihat kalian berdua hadir dalam keadaan sehat dan serasi."

Saat giliran penyerahan hadiah ulang tahun dimulai, Xiu Mei yang tak tahan ingin merebut kembali perhatian aula segera berdiri dan melangkah ke tengah ruangan.

"Hamba, Xiu Mei, memohon izin untuk mempersembahkan hadiah dari Kediaman Xiu untuk Ibu Suri yang terhormat!" ujar Xiu Mei dengan suara yang dibuat selembut mungkin. Pelayannya maju membawa sebuah kotak kayu ukir berisi sutra langka dari selatan.

"Sutra yang sangat indah. Terima kasih, Nona Xiu," puji Ibu Suri formal.

Xiu Mei menyunggingkan senyum miring, lalu memutar tubuhnya menatap Xiu Ying dengan pandangan merendahkan di hadapan seluruh tamu.

"Ibu Suri yang agung," buka Xiu Mei dengan nada licik. "Hamba sangat bahagia melihat Adik Kesembilan hamba, Xiu Ying, bisa hadir hari ini. Namun... hamba khawatir. Mengingat kehidupan Istana Zhen yang terisolasi dan Pangeran Ke-7 yang... memiliki keterbatasan akal, hamba takut Adik Kesembilan tidak sanggup menyiapkan hadiah yang pantas untuk keagungan Ibu Suri."

Xiu Mei melirik Zhen Yu yang sedang berdiri memiringkan kepalanya. "Jangan sampai hadiah dari Istana Ke-7 justru mempermalukan kemegahan perjamuan kerajaan ini."

Gelak tawa kecil dan bisik-bisik merendahkan mulai terdengar dari beberapa pejabat yang memihak Putra Mahkota. Pangeran Ke-4 hanya duduk bersedekah tangan dengan senyum dingin, menunggu kehancuran Xiu Ying.

Namun, Xiu Ying tidak panik sedikit pun. Ia justru tersenyum amat tipis, melangkah maju satu garis di depan Xiu Mei.

"Kakak Ketiga sungguh terlalu mengkhawatirkanku," jawab Xiu Ying datar namun bergema di seluruh aula. "Di hari yang penuh berkah ini, saya tidak membawa perhiasan emas atau sutra biasa yang sudah menumpuk di istana Ibu Suri. Saya membawa sesuatu yang dibuat khusus untuk kesehatan dan kecantikan Ibu Suri."

Xiu Ying memberi isyarat tangan. Susu melangkah maju membawa sebuah kotak porselen giok putih yang dihiasi pita kain merah murni.

"Hamba mempersembahkan paket khusus Krim Balur Salju dan Teh Herbal Keabadian Wajah," ujar Xiu Ying penuh percaya diri.

Seketika, seluruh nona muda dan istri pejabat bangsawan di aula membelalak kaget. Kasak-kusuk heboh mendadak pecah!

"Apa?! Krim Balur Salju?!"

"Produk langka dari Kedai Obat Kebajikan yang sangat terkenal itu?!"

"Astaga! Aku sudah mengantre tiga minggu di pasar dan tetap tidak bisa mendapatkannya karena selalu habis!"

Xiu Mei tersentak hebat, matanya melotot tak percaya. Selama sebulan terakhir, Xiu Mei telah menyuruh pelayannya membawa ratusan tael perak ke pasar untuk memburu Krim Balur Salju yang sangat viral itu demi menyembuhkan kulit wajahnya yang kering, namun ia selalu gagal karena produk itu dibatasi dan sangat eksklusif. Bagaimana bisa adik tirinya yang miskin ini memiliki produk legendaris tersebut?!

"B-Bagaimana bisa kau memiliki produk itu?!" seru Xiu Mei tanpa sadar, lupa akan tata kramanya di depan Kaisar.

Xiu Ying menoleh pada Xiu Mei dengan tatapan meremehkan. "Tentu saja saya memilikinya. Karena toko tersebut... berada di bawah pengawasan langsung Istana Zhen."

Ibu Suri yang mendengar kehebohan para wanita di aula menjadi sangat penasaran. "Ooh? Krim Balur Salju? Ibu Suri pernah mendengar para dayang istana membicarakan rahasia kecantikan kulit yang sedang diperebutkan di ibu kota ini. Apakah ini produk yang sama?"

"Benar, Ibu Suri," sahut Xiu Ying anggun. Ia membuka kotak giok tersebut, memperlihatkan krim putih lembut berkilau dan aroma harum herbal yang langsung menyebar memenuhi panggung utama. "Krim ini diracik khusus untuk menjaga kelembapan kulit di musim dingin yang membeku ini. Hamba menyerahkan racikan terbaik edisi khusus kekaisaran ini murni untuk kesehatan Ibu Suri."

Kasim Utama bergegas menyerahkan kotak itu kepada Ibu Suri. Saat Ibu Suri mencoba mengoleskan sedikit krim di punggung tangannya, matanya seketika berbinar takjub. Kulit keriputnya terasa dingin, lembut, dan meresap seketika.

"Luar biasa!" puji Ibu Suri dengan tawa gembira yang menggelegar. "Kulitku langsung terasa sangat halus dan wangi! Xiu Ying, kau sungguh menantu yang sangat berbakti dan penuh perhatian! Hadiahmu ini jauh lebih berharga daripada tumpukan emas dan sutra!"

Kaisar Yang Mulia pun ikut tersenyum puas dari takhtanya. "Bagus! Istri Pangeran Ke-7 tidak hanya cerdas menjaga kediamannya, tapi juga sangat paham cara menyenangkan hati Ibu Suri. Berikan hadiah sepuluh gulung sutra emas dan seribu tael perak untuk Istana Zhen!"

"Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia Kaisar dan Ibu Suri!" jawab Xiu Ying membungkuk hormat.

Xiu Mei berdiri mematung di tengah aula dengan wajah merah padam karena malu yang amat sangat. Rencananya untuk mempermalukan Xiu Ying justru berbalik menjadi panggung pujian tertinggi bagi adik tirinya. Ia mengepalkan tangannya rapat-rapat, melangkah mundur ke kursinya dengan gigitan bibir penuh dendam.

Namun, suasana hangat akibat pujian Ibu Suri tidak bertahan lama. Di meja para pangeran, gesekan politik yang membara mulai memanas.

Pangeran Ke-4 (Putra Mahkota) mengetukkan cangkir peraknya ke meja dengan bunyi nyaring, menatap Zhen Yu dengan pandangan dingin dan merendahkan.

"Adik Ke-7," buka Pangeran Ke-4 dengan suara berat yang menekan. "Istrimu sungguh pandai berbisnis dan mencari muka di hadapan Ibu Suri. Tapi sangat disayangkan... seorang pangeran kekaisaran harus mengandalkan 'krim kecantikan' wanita untuk mendapatkan pujian di aula kerajaan ini. Apakah kau sama sekali tidak malu hanya berdiri diam seperti patung di balik rok istrimu?"

Pangeran Ke-8 yang duduk tak jauh dari sana terkekeh pelan sambil mengibaskan kipas lipatnya. "Kakak Ke-4, jangan terlalu keras padanya. Bukankah Kakak Ke-7 memang sudah terbiasa dilindungi? Dulu ia bersembunyi di balik jubah ibunya, sekarang ia bersembunyi di balik gaun istrinya. Hahaha!"

Saling sindir dan ejekan antar faksi pangeran seketika membuat atmosfer di aula menjadi sangat tegang dan membeku. Para pejabat menahan napas, tidak ada yang berani bersuara.

Zhen Yu yang duduk di samping Xiu Ying tidak menunjukkan amarah sedikit pun di wajah tampannya. Ia justru memiringkan kepalanya, memegang sepotong paha bebek panggang dengan kedua tangannya yang belepotan minyak, lalu menatap Pangeran Ke-4 dengan binar mata sangat polos.

"Kakak Ke-4 marah karena tidak dapat krim wangi?" celoteh Zhen Yu dengan suara jernih kekanak-kanakan yang bergema di aula sepi itu. "Paha bebek ini enak sekali! Kalau Kakak Ke-4 lapar dan tidak punya krim, Yu-er bisa bagi paha bebeknya sedikit! Tapi jangan galak-galak sama Kakak Cantiknya Yu-er!"

Puk!

Zhen Yu dengan sengaja—namun terlihat sangat tidak sengaja—melemparkan sepotong tulang bebek berlemak yang tepat mendarat di atas jubah sutra hitam mewah milik Pangeran Ke-4, meninggalkan noda minyak yang sangat kotor di dada sang Putra Mahkota!

"Kau—!" Pangeran Ke-4 berdiri mendadak dengan wajah merah padam karena murka yang tak tertahankan.

"Aduh! Maaf! Tulangnya terlepas!" jerit Zhen Yu polos sambil buru-buru bersembunyi di belakang bahu Xiu Ying dengan raut ketakutan yang menggemaskan.

Para pejabat di aula berusaha setengah mati menahan tawa mereka melihat sang Putra Mahkota yang terkenal dingin dan ditakuti kini ternoda oleh tulang bebek pangeran "idiot".

Xiu Ying menahan senyum puasnya, lalu berdiri membungkuk singkat pada Pangeran Ke-4 dengan nada angkuh. "Harap Putra Mahkota memaafkan keluguan suami saya. Pangeran Zhen Yu hanya ingin berbagi makanan."

Pangeran Ke-4 mengepalkan tangannya hingga berbunyi krek, menatap Zhen Yu dan Xiu Ying dengan pandangan membunuh. Intrik dan ketegangan politik di antara mereka kini telah resmi membara di hadapan seluruh istana.

Bersambung....

1
Quinza Azalea
next
merry
romantis bagi yg melihat nya
Pa Muhsid
pangeran edan gak tau tempat kan kasian tim jomblo 🙊
Nurhasanah
makin seru tapi sayang cuma 1 bab 😁😁😁 .. boleh tambah lagi nggak thor nanggung nih 👍👍👍👍
Nurhasanah: eh maaf cuma 2 bab 🤣🤣🤣 ... saking serunya sampe salah tulis 😁😁😁😁
total 1 replies
merry
belah duren kah mrkk 🤭🤭
Nurhasanah
masih kurang kak 🤣🤣🤣 ... tambah lagi kalau bisa 😁😁😁😁 seru bangett soalnya 👍👍👍👍
Apis
aku salfok sana kata " kain kafan di cerita tema kerajaan Tiongkok kuno thor
Anggye syahab
Sangat bagus..semoga sukses trus karya nya kak
Anggye syahab
wach kak..ceritamu sangat kerennn..jangan lupa jaga kesehatan yaaa..tetap semangat dengan karya nya🤗
Heresnanaa_: wahhh terimakasih banyak Kaka, Kaka juga jaga kesehatan selalu yaa🫶😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Nurhasanah
karya bagus yg wajib di baca 👍👍👍
Nurhasanah
lanjut thor makin seru ceritanya ... jangan hiatus ya thor semangatt 👍👍🥰🥰🥰🥰
Pelangi Jingga
perbanyak up tor 💪😂🤭🤣
Heresnanaa_: stay tune yaa 😚🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
sehari tidak up bbrp bab kak?
Heresnanaa_: tergantung mood author si 🙏😂
total 1 replies
Pa Muhsid
mending ini didalam kereta, ada satu yang belah duren dibawah pohon diatas rumput pernah baca di novel tetangga 🙈🙈🙈
Heresnanaa_: huaaaa🥹😂
total 1 replies
Arix Zhufa
semakin menarik
Arix Zhufa
Belah duren di dlm kereta....baru kali ini ada cerita yg berbeda dari novel lain 😄😄
Heresnanaa_: stay tune terus beb😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Arix Zhufa
pangeran ke 7 kok bisa kaya modal nya dari mana thor?
Xeon Nana
jujur aja pangeran ke 7 itu engga idiot kayak yg di ceritakan apa lagi kata mereka atau rumor yg beredar malah pangeran menurutku sedang menyembunyikan identitas nya entah apa alasannya aku gak tau tpi jujur aku suka sama alur ceritanya semangat terus buat up ya kk 🙏🙏
Xeon Nana: oke kak aman semangat ya banya banya up
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!