Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti

Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 Kopi Panas, Menjadi Malam Panas

Tok-tok-tok-tok-tok.

Kyarra berdiri di depan pintu kamar Alvino dengan membawa secangkir kopi tidak lupa mengetuk pintu itu.

"Masuk!" Alvino menjawab dari dalam.

Kyarra menghela nafas dan kemudian mendorong pintu dan memasuki kamar Alvino yang mana pria itu saat ini ternyata berada di meja kerjanya yang terletak di pinggir dinding kaca yang dapat melihat lampu gedung-gedung pencakar langit di ibukota.

Kyarra menghela nafas dan kembali menghampiri Alvino.

"Ini kopinya!" Kyarra meletakkan di atas meja

Entahlah apakah Alvino menyukai kopi buatannya atau tidak karena ini pertama kali Kyarra membuat untuk Alvino. Kyarra juga tidak mengetahui apakah kopi itu pas atau tidak takaran gulanya untuk seorang Alvino.

"Kalau begitu saya kembali ke kamar Kelly dulu!" ucap Kyarra berbalik badan.

"Siapa yang menyuruh kamu pergi?" tanya Alvino menghentikan Kyarra.

Kyarra kembali mengerutkan dahi dan melihat ke Alvino.

"Ini....." Alvino tiba-tiba meletakkan lembaran kertas yang sangat rapi seperti dokumen naskah.

"Saya sudah memeriksanya, ada beberapa hal yang harus kamu perbaiki, kamu seharusnya bersyukur, karena saya secara langsung memeriksanya dan menandai apa yang harus diperbaiki, tidak meminta untuk mengulang naskah," ucap Alvino.

"Serius!" Kyarra sangat excited dan mengambil naskah tersebut.

Ternyata naskah yang diperiksa oleh Alvino adalah tulisannya sendiri, bahkan melihat-lihat bagaimana coret-coretan yang sudah ditandai oleh Alvino.

"Makasih. Kak!" ucap Kyarra begitu sangat bahagia sampai menundukkan kepala.

"Makasih untuk apa? Saya tidak menerima naskah kamu?" tanya Alvino.

"Memang tidak langsung menerimanya, tetapi karena diperbaiki, itu artinya saya mendapat kesempatan, saya akan memperbaiki apa yang salah dan segera memberikannya kembali kepada Kakak," ucap Kyarra.

Alvino menghela nafas dan kemudian keluar dari area tempat duduknya, berdiri di depan Kyarra dengan kedua tangan dilipat di dada, bersandar pada pinggir meja.

"Baiklah kamu anggap saja itu kesempatan untuk kamu dan jangan pernah menghilangkan kesempatan yang saya berikan dan gunakan dengan baik, jika memang kamu ingin naskah kamu secepatnya di produksi," ucap Alvino.

Kyarra menganggukkan kepala, dia akan memperbaiki secepatnya, dia sangat bahagia, wajahnya tersenyum lebar, yang sejak tadi dipandangi Alvino, cantik, benar-benar sangat cantik.

"Jadi kamu sering berpacaran di depan anak saya?" tiba-tiba saja senyum di wajah Kyarra seketika menghilang, karena pertanyaan itu sudah tidak berhubungan dengan pekerjaan lagi.

"Hah! bagaimana maksud Kakak?" tanya Kyarra.

"Apa yang telah dikatakan Kelly, pria bernama Dimas yang ternyata berpapasan dengan kamu saat di depan Restaurant, pantesan saja terasa begitu canggung dan ternyata dia mantan kekasih kamu," ucap Alvino menatap selidik seolah-olah ingin mengetahui kebenaran yang dikatakan Kelly.

"Hmmmm, Dimas dan saya sudah tidak ada hubungan apapun lagi, kami sudah berpisah, karena saya menikah dengan Kakak!" ucap Kyarra seakan-akan menjelaskan.

"Tapi kalian bertunangan?" tanya Alvino dengan penasaran.

"Tidak, kok. Kak, kami tidak bertunangan dan meski Dimas sempat melamar saya sebelum kita menikah, tetapi saya harus membatalkan lamaran itu," jawab Kyarra.

"Karena saya?" tanya Alvino.

"Kan, tidak mungkin masih tetap menjalin hubungan dengan laki-laki lain, saya sudah menikah dan juga tahu aturan dan etika dalam rumah tangga," jawab Kyarra.

"Lalu benar apa yang dikatakan Kelly, kamu sering berpacaran di depan Kelly hah!" sahut Alvino.

"Tidak! Kelly hanya salah pemahaman saja, saya tidak berpacaran dan juga apa yang dikatakan Kelly itu hanya kami karena mengerjakan tugas bersama, Kelly hanya asal-asal mengatakan hal itu dan saya juga tidak mungkin pacaran seperti apa yang dikatakan Kelly di depan anak kecil," Kyarra berusaha untuk menjelaskan.

"Kamu ingin saya percaya dengan kata-kata kamu!" tanya Alvino.

Kyarra menghela nafas.

"Kak, lagian itu juga masa lalu dan kita belum menikah, kenapa juga harus dibahas, yang terpenting di saat saya menikah dengan Kakak dan saya tidak berhubungan dengan siapapun dan tidak pacar-pacaran dengan orang lain di depan Kelly!" tegas Kyarra.

"Lagi pula, kenapa tiba-tiba Kakak harus membahas ini, apa urusannya coba? Kakak cemburu kalau saya dekat dengan orang lain?" Kyarra tembak langsung menatap curiga Alvino yang sejak tadi marah-marah tidak suka dengan nama Dimas yang disebutkan.

"Kamu mengatakan bahwa saya cemburu?" tanya Alvino dengan satu alisnya terangkat.

"Lalu jika tidak apa? kenapa harus membahasnya, ekspresi wajahnya juga terlihat tidak suka," ucap Kyarra.

Alvino tersenyum miring, tiba-tiba saja tangannya memegang pinggang Kyarra membuat Kyarra panik dan lebih panik lagi Alvino menarik Kyarra mendekati dirinya, sangat dekat sampai wajah mereka tidak ada jarak.

"Kak....." Kyarra gugup dan memalingkan wajahnya untuk tidak saling berhadapan dengan Alvino.

"Jadi kamu menganggap bahwa saya cemburu, saya tidak suka dengan apa yang dikatakan Kelly?" tanya Alvino.

Kyarra menggelengkan kepala dengan cepat, dia takut sekali jika berurusan dengan Alvino.

"Tapi tadi kamu baru saja mengatakannya," ucap Alvino menggoda Kyarra dan bahkan sampai berbisik di telinga Kyarra membuat Kyarra semakin gugup dengan wajahnya memerah.

Deru nafasnya terdengar naik turun, Alvino mungkin juga bisa mendengarkan debaran jantungnya. Alvino justru tersenyum penuh ketenangan ketika berhasil meng Kyarra yang tidak mampu berkutik.

"Kalau begitu jangan pernah melakukan hal yang tidak saya sukai, dan ternyata saya juga harus mengatakan, bahwa telinga saya sakit mendengar nama itu," ucap Alvino dengan suara berat namun ada penekanan dalam kalimatnya.

Kyarra mendengarnya melihat ke arah Alvino, mengerutkan dahi, bingung dengan pernyataan Alvino, di tengah kebingungannya Alvino tiba-tiba saja mencium lembut pipi Kyarra yang sudah merah.

Kyarra semakin gugup, jantungnya berdebar semakin kencang.

Tangan Alvino yang satunya, menyelipkan anak rambut Kyarra dibalik daun telinganya, Alvino ingin melihat wajah cantik yang merah merona itu.

"Kakak mau apa...." tanya Kyarra memberanikan diri bertanya di tengah kegugupannya

"Yang jelas tidak mesra-mesraan di depan anak kecil, agar tidak memberikan contoh buruk pada anak kecil," jawab Alvino memberi sindiran kepada istrinya.

"Kan saya ..." Kyarra tidak melanjutkan kalimatnya ketika bibirnya dikecup Alvino.

Kecupan terlepas membuat Kyarra membuka mata perlahan, mata indah itu bertemu dengan mata Alvino.

Kyarra kembali melihat bagaimana sosok Alvino penuh gairah, mungkin menginginkan dirinya, tapi ini berbeda di saat malam pertama mereka melakukannya, tatapan mata Alvino berbeda, ini lebih sadar, lebih pasti.

"Kamu adalah istri saya Kyarra," Alvino lagi-lagi menekankan bahwa Kyarra istrinya dan artinya miliknya.

Alvino kembali meraup bibir Kyarra, jika sebelumnya hanya kecupan dan maka kali ini lumatan kecil yang berakhir penuh kemesraan membuat Kyarra memejamkan mata.

Ciuman itu semakin romantis, tangan Alvino yang berada di pinggang Kyarra semakin mendekatkan Kyarra, tangannya bergerak di punggung Kyarra dengan lumatan-lumatan pada bibirnya yang membuat Kyarra pasrah.

Alvino menjeda ciuman mereka dengan melepaskan ciuman itu untuk memberi nafas pada Kyarra, membuat Kyarra perlahan membuka mata dengan nafas naik turun dan kembali saling menatap dengan Alvino.

Alvino beberapa kali menelan ludah, matanya tidak lepas dari kedua mata indah milik Kyarra

"Bagaimana jika Kelly bangun?" tanya Kyarra memastikan yang tidak ingin Kelly mencarinya karena tidak menemukan di sampingnya.

"Kelly kelelahan dan sudah tertidur nyenyak, dia tidak akan bangun," jawab Alvino dengan suara berat.

Bersambung.....

...Jangan lupa untuk mampir ke karya terbaru saya. Rahasia Di Balik Mata Aisyah, terus beri dukungan baca dari bab 1 sampai akhir....

...Jangan lupa untuk memberikan dukungan pada karya terbaru saya, dikit banyaknya dukungan yang kalian berikan dapat berikan semangat yang luar biasa kepada saya, ucapkan terima kasih sekali lagi kepada semua para pembaca, jangan lupa untuk dibaca dari bab 1 sampai akhir, terimakasih semuanya.......

...Salam cinta dari saya Author.........

1
Oma Gavin
gimana alvino mau kamu bunuh kelly kamu dan ortu mu memang goblok oon sok paling bener dan pinter malah mau bikin kelly mati
Herman Lim
ga mungkin ga jatuh cinta u nanti Alvino yg ada mah bucin bgt sama kharra
Oma Gavin
keluarga toxic bikin gendeng mega matre goblok alvino psikopat gila, melani pasti kabor sama selingkuhan
Ma Em
mampir Thor semoga sukses , Melani pasti menyesal karena sdh meninggalkan suami dan anaknya , semoga setelah kyyara menikah dgn Alvino , Alvino nya baik dan akan jatuh cinta pada kyyara .
Anonim
Lwnjut
Anonim
Menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!