Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya aneh, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat dan menjadi penguasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Arjuna mencoba melamar pekerjaan ke sebuah restoran, dia langsung diinterview oleh seorang wanita berusia 30 tahun bernama Calista.
"Jadi kamu melamar pekerjaan tapi gak membawa ijazah sama sekali?" tanya Calista. Dia tidak bisa melepaskan pandangannya, terus memperhatikan wajah Arjuna yang sangat tampan itu.
Arjuna tampak bingung. "Apakah ijazah itu hal yang sangat penting?"
Calista mengerutkan kening. "Kamu gak punya ijazah?"
Arjuna menggelengkan kepala. "Tidak."
Calista berpikir di dalam hatinya. "Dia sangat tampan sekali. Sebenarnya dia tidak memenuhi syarat untuk bekerja disini. Tapi..."
Dia benar-benar terpana dengan ketampanan Arjuna, sehingga dia memilih untuk menerimanya. "Oke, aku terima lamaran kamu. Mulai besok kamu bisa bekerja disini."
Arjuna sangat senang mendengarnya. "Terimakasih banyak, Bu."
Calista menjawab dengan nada genit. "Kalau kita lagi berdua. Panggil Calista saja."
Arjuna mengangguk dengan polos. "Baik, Calista."
Setelah itu Arjuna segera meninggalkan restoran. Dia sangat merasa lega, ternyata semudah itu mendapatkan pekerjaan di dunia modern ini.
Padahal dulu, dia adalah seorang pangeran kerajaan. Jika menginginkan apapun, akan ada banyak pelayan yang siap melayaninya. Tapi sekarang dia harus bekerja keras, karena dia menyadari saat ini dia telah menjadi seorang suami. Meskipun hanya untuk sebagai suami sementara.
Arjuna memilih berjalan kaki untuk pulang, melewati jalanan yang sepi. Namun, dia dikejutkan dengan suara dentuman yang sangat keras.
BRAK!
"Suara apa itu?"
...****************...
Ternyata, saat itu Jordan baru saja menyelesaikan urusan bisnisnya di luar kota, dengan dikawal ketat oleh pengawal.
Di usianya yang sudah tidak lagi muda, dia sangat merasa lelah harus mengurus semua bisnisnya, termasuk di dunia bawah tanah.
Belum lagi, dia masih memikirkan nasib seorang wanita paruh baya yang sampai saat ini masih dalam keadaan koma. Dia berusaha keras untuk bisa menyembuhkannya, karena untuk membalas budi.
Namun, saat melewati persimpangan jalan, tiba-tiba sebuah truk berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi, dengan sengaja menabrak mobilnya.
BRAK!
Mobil yang ditumpangi oleh Jordan terguling-guling di jalanan yang sepi itu. Semua pengawalnya tak sadarkan diri.
"Uhuk... uhuk..." Jordan terbatuk-batuk.
Dengan sisa tenaga yang dia punya, Jordan berusaha keras merangkak keluar dari pintu mobil yang penyok.
Darah segar mengalir dari luka di kepalanya, pandangannya mulai kabur, tapi dia tetap berusaha bertahan. Dengan susah payah akhirnya dia berhasil keluar.
Namun, dia dikejutkan dengan kehadiran delapan orang yang sudah berdiri tak jauh dari sana.
Jordan menghela nafas dalam-dalam. Sebagai seorang ketua mafia, pasti akan ada banyak musuh yang ingin melenyapkannya.
Seorang ketua gangster bernama Lucas tertawa terbahak-bahak. "Tidak akan ada orang yang bisa menyelamatkan kamu, Jordan. Aku pastikan hari ini adalah hari terakhir kamu hidup di dunia ini."
Pria berusia 50 tahun itu tidak boleh terlihat lemah, meskipun tubuhnya penuh luka. "Jangan terlalu percaya diri dulu. Kamu tidak akan bisa membunuhku."
Lucas segera memberikan perintah pada anak buahnya. "Cepat serang dia!"
Delapan orang anak buahnya segera menyerang secara bersamaan.
Jordan berusaha melawan, dia menangkis setiap serangan dari mereka.
Tapi karena tenaganya sudah lemah dan kalah jumlah. Dia merasa kewalahan.
BUGH!
Salah satu anak buahnya Lucas berhasil mendaratkan pukulan keras tepat di dadanya.
BAM!
Bahkan ada yang menendang perutnya.
Jordan yang sudah tak berdaya, dia jatuh tersungkur. Dia sudah tidak sanggup untuk bangkit lagi.
Lucas tertawa sambil berjalan mendekati Jordan yang terbaring lemah. "Hahaha... sudah aku katakan, hari ini adalah akhirmu. Aku akan mengirimkanmu ke neraka saat ini juga."
Lucas segera mengayunkan belati untuk menikam perut Jordan, tapi tiba-tiba ada seseorang yang menahan tangannya.
Jordan yang sudah pasrah, dia sangat terkejut. Sama sekali tidak menyangka akan ada orang yang menyelamatkannya.
Ternyata, pria itu adalah Arjuna.
"Kalian sangat pengecut. Beraninya main keroyokan," ucap Arjuna dengan nada dingin.
sok jadi pahlawan...
hutang nyawa lo bilang?..
mati saja kau reno😡
juna waktu kamu hanya tinggal sejam lagi, kompetisi babak kedua akan segera dimulai. jangan sampai terlambat datang helen sangat khawatir kamu semalam tidak pulang...
apalagi helen tahu kamu selamatin bukan reno merasa lega, reno hanya ngaku yg selamatin helen...
helen dari semalam khawatir sama juna tidak pulang-pulang, helen sijuna lagi dirawat terluka parah sampai babak belur...
direno menggungkit-ungkit telah selamatkam helen, padahal yg selamatkan helen adalah juna. jangan mau helen makan malam sama reno yg ada dilampir nova ngamuk nanti klo tahu🤭