Setelah mati di kecelakaan pesawat Shen Yu mendapatkan kehidupan kembali dan terlempar ditahun 80 sebagai orang bodoh. Tanpa sengaja dia mendapatkan keterampilan warisan keluarga yang sudah terputus dan mulai merintis usaha dari nol.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas upss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Shen Yu memberikan sebungkus rokok, "Kepala Desa apakah Anda punya koneksi untuk mendapatkan bata merah ?"
"Tenang saja Lin Mo adalah tukang yang hebat walaupun kondisinya sekarang tidak baik-baik saja karena masalah yang dia buat aku janji dia pasti akan bekerja dengan baik jika mendapatkan kesempatan. Tapi apakah kau serius mau bangun rumah bata dua lantai, rumah bata biasa saja sudah menghabiskan kurang dari 800 ribu loh." Gui Yuan penasaran dengan seberapa banyak uang Shen Yu.
"Aku yakin." Shen Yu tidak masalah dan masih punya uang.
"Kayu masih bisa ditebang tapi soal bata dan semen aku akan menanyakan harga pastinya lebih dulu. Mungkin kau akan habis dua jutaan apakah kau punya uang ?" Tanya Gui Yuan dengan penasaran.
Shen Yu masuk kedalam sebentar dan mengeluarkan uang 2 juta diatas meja, "Selama aku bisa hidup dengan nyaman aku tidak akan pelit adapun kembaliannya kepala desa bisa menyimpannya. Soal makanan bisa aku urus hanya saja aku akan merepotkan Kepala Desa untuk mengawasi."
"Kau memang pengertian jadi ini tidak merepotkan sama sekali." Gui Yuan menyimpannya dan hanya mengawasi saja dia bisa untung banyak.
Shen Yu memetik ginsengnya terlebih dahulu dan menyuruh orang lain untuk memperbaiki rumah Fei Sie. Beberapa tetangga mulai bergosip jika mereka punya hubungan gelap dan Fei Sie merasa tidak enak karena itu akan mempengaruhi reputasi Shen Yu nantinya.
"Kau tidak apa ?" Tanya Shen Yu sambil memegang tangan Fei Sie.
"Tidak apa... Tapi mereka bergosip tentangmu dan aku jadi tidak enak." Fei Sie berkata dengan jujur.
Shen Yu merangkulnya dan berkata, "Apa masalahnya kita tidak makan dari mulut mereka dan sudah aku bilang bukan kalau kau wanitaku. Jika kau kesal tampar saja mulut mereka kalau suami mereka berani melawan biar aku saja yang mengurusnya."
"Kau ini benar-benar ya... Jika bukan karenamu mungkin aku sudah..." Fei Sie tidak bisa membayangkan jika hidup tanpa perlindungan Shen Yu.
"Lupakan saja... Wanitaku hanya aku yang boleh menyentuhnya." Shen Yu mendorong Fei Sie ketempat tidur dan membantunya melupakan kejadian siang ini.
Malam harinya mereka beristirahat sebentar dan Shen Yu menyalakan rokok, dia memeluk Fei Sie ditempat tidur dan bersantai. Dulu walaupun dia cukup kaya tapi dia tidak bisa menikmati kehidupan seperti ini.
Belajar, bekerja dan berbisnis saat dia sadar umurnya sudah tua. Bisa dibilang kehidupan kali ini dia ingin menebus semuanya dan dia tidak akan menahan diri sama sekali, tidak ada aturan pria hanya boleh memiliki satu Istri dan peluang ditahun ini sangat banyak.
Fei Sie bangun sebentar dan mengambil kotak makan siang yang sudah usang, dia membukanya secara perlahan dan didalamnya ada sebuah peta Gunung.
"Aku baru ingat ini adalah peta Gunung warisan mantan suamiku. Sebelum pergi dia selalu melihat peta ini dulu dan mungkin ini berguna untukmu !" Fei Sie memberikannya kepada Shen Yu.
Shen Yu melihatnya dan ini adalah peta lengkap yang sudah ditandai, pola naga dan harimau ini bertanda ada sebuah harta dilokasi dan ada beberapa pola lagi.
Shen Yu mengusap kepala Fei Sie dan mencium pipinya, "Terimakasih ini akan sangat berguna jika aku tersesat nanti."
Peta ini terlihat sangat tua dan mungkin dibuat saat jaman perang, lokasi harta kemungkinan besar seperti apa yang dicatat dalam penemuan sejarah berupa senjata atau perhiasan. Lebih baik dia tidak memberitahu Fei Sie tentang hal ini karena lokasinya yang berbahaya.
Shen Yu mengajaknya berbaring lagi dan tidur bersama-sama sampai pagi. Gui Yuan dan Lin Mo datang berkunjung mengukur luas, Shen Yu sudah menyiapkan desain rumah yang dia mau dan Lin Mo menghitung semua biayanya.
"Kepala desa dibelakang rumahku itu lahan kosong bukan luasnya 2 hektar ?" Tanya Shen Yu kepada Gui Yuan.
"Iya." Jawab Gui Yuan sambil menghela nafas, "Dulu Ayahmu hanya berani mengambil seratus meter saja. Lagi pula itu lahan tandus yang susah ditanami, sekalipun bisa panen hasilnya tidak akan baik."
"Jika aku mau membelinya kira-kira berapa banyak uang ?" Tanya Shen Yu dengan penasaran.
"10 juta." Gui Yuan menjawab dengan santai.
"Gila kepala desa nafsu makanmu besar sekali ternyata. 3 juta dalam seminggu aku akan membelinya gimana ?" Shen Yu menawar harga.
"8 juta." Gui Yuan menurunkan harga.
"5 juta kalau tidak mau ya tidak usah... Lagi pula siapa yang mau beli tanah gersang seperti itu selain aku." Shen Yu memberikan harga yang bagus.
"Baik tapi ingat ya setelah beli tidak bisa dikembalikan lagi." Gui Yuan memastikan agar Shen Yu tidak meminta kembali uangnya.
"Tidak masalah." Shen Yu menyetujuinya dan inilah pikiran primitif orang desa.
Mereka berpikir menabung uang adalah jalan terbaik tapi investasi terbaik adalah dengan membeli tanah. Setiap tahun harganya pasti akan naik tidak peduli lahan seperti apa selama bukan lahan beracun.
5 juta dalam seminggu itu cukup ekstrem tapi Shen Yu tidak kekurangan kemampuan. Kalau perlu dia akan memburu beruang besar itu dan menjualnya untuk mendapatkan uang.
Cakar beruang, kulit dan emepedunya punya nilai yang tinggi. Belum lagi ginseng ditangan dan peta harta, jika dia lebih giat berusaha maka mendapatkan 5 juta dalam seminggu itu bukan hal yang mustahil.